Muammar Arafat Yusmad, Muammar Arafat
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : MUAMALAH: Jurnal Ekonomi

PENATAKELOLAAN PERBANKAN SYARIAH NASIONAL DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN HUKUM ISLAM (AL MAQASHID AS SYAR’IYAH) Yusmad, Muammar Arafat
MUAMALAH: Jurnal Ekonomi Vol 3, No 2 (2013): Muamalah
Publisher : MUAMALAH: Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.744 KB)

Abstract

Perbankan adalah sebuah sebuah lembaga intermediasi yang mendukungkegiatan perekonomian nasional. Sejak keberlakuan UURI No. 7 Tahun 1992 tentangPerbankan, Indonesia telah menganut dual banking systems yaitu memberlakukan duasistem perbankan yakni sistem perbankan konvensional dan bank dengan prinsip bagihasil. Saat ini perbankan syariah di Indonesia telah memiliki payung hukum tersendirisejak berlakunya UURI No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Penatakelolaan perbankan syariah perlu dilakukan dengan baik dan sistematis oleh otoritasyang berwenang mengatur tentang regulasi perbankan. Besarnya ekspektasimasyarakat akan sebuah lembaga perbankan syariah yang benar-benar bersih daripraktik-praktik maisir, gharar dan riba harus direspon oleh Bank Indonesia sebagaibank sentral dalam kapasitasnya selaku pembina dan pengawas bank syariah. Kini,sejak berlakunya UURI No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa keuangan (OJK),pengawasan terhadap bank syariah tidak lagi menjadi kewenangan Bank Indonesia,dan beralih ke OJK terhitung sejak 31 Desember 2013.Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan historis,pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Melaluipenulisan jurnal ini diharapkan penatakelolaan perbankan syariah melalui konstruksihukum terhadap regulasi-regulasi dalam berbagai tingkatan dapat mewujudkan tujuantujuanhukum Islam sebagaimana yang terdapat dalam konsep al Maqashid asSyar’iyah yaitu terpeliharanya agama, jiwa akal, keturunan dan harta benda.
Penerapan Prinsip Good Corporate Governance (GCG) PT. Amanah Finance Palopo dalam Mewujudkan Etika Bisnis Islami Yusmad, Muammar Arafat
MUAMALAH: Jurnal Ekonomi Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : MUAMALAH: Jurnal Ekonomi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.744 KB)

Abstract

Penelitian ini berada pada ranah hukum ekonomi syariah dalam konteks penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) untuk mewujudkan etika bisnis islami pada perusahaan pembiayaan syariah P.T. Amanah Finance Palopo. Sebagai sebuah perusahaan pembiayaan yang berlabel syariah, P.T. Amanah Finance harus memiliki sisi pembeda dengan perusahaan pembiayaan konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui penerapan asas Good Corporate Governance (GCG) pada pengelolaan perusahaan P.T. Amanah finance cabang Palopo; (2) Mengetahui perwujudan etika bisnis islami dalam pembiayaan (finance) pada P.T. Amanah finance cabang Palopo.             Berdasarkan hasil penelitian diperoleh argumen: (1) Penerapan prinsip GCG yaitu prinsip Keterbukaan (transparency), Akuntabilitas (accountability), Pertanggungjawabang (responsibility) dan Kewajaran (fairness) sudah dilaksanakan oleh perusahaan; (2) Penerapan prinsip GCG mewujudkan etika bisnis islami dalam bisnis pembiayaan yang senantiasa berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah pada kegiatan operasionalnya.  Penerapan prinsip GCG pada P.T Amanah Finance dilakukan melalui keterbukaan terhadap segala bentuk informasi dan kebijakan perusahaan sebelum melakukan perjanjian dengan nasabah pembiayaan termasuk pilihan akad yang diberikan pada nasabah. Prinsip-prinsip GCG lainnya seperti prinsip pertanggungjawaban dilakukan melalui kebijakan pengenaan ta’widh (ganti rugi) sebagai bentuk pertanggungjawaban nasabah atas keterlambatan pembayaran. Namun demikian, seluruh uang ta’widh yang terkumpul tidak masuk ke kas perusahaan sebagai laba melainkan digunakan untuk kepentingan amal sosial. Penerapan prinsip GCG  dalam mewujudkan etika bisnis syariah ini yang menjadi pembeda antara lembaga pembiayaan syariah dan lembaga pembiayaan konvensional. Sebagai akhir penulisan karya ilmiah, diberikan rekomendasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawasa LKS agar menerbitkan peraturan yang secara khusus mengatur tentang kewajiban LKS menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PADA PT. AMANAH FINANCE PALOPO DALAM MEWUJUDKAN ETIKA BISNIS ISLAMI Yusmad, Muammar Arafat
MUAMALAH Vol 4, No 1 (2014): Muamalah
Publisher : MUAMALAH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berada pada ranah hukum ekonomi syariah dalam konteks penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) untuk mewujudkan etika bisnis islami pada perusahaan pembiayaan syariah P.T. Amanah Finance Palopo. Sebagai sebuah perusahaan pembiayaan yang berlabel syariah, P.T. Amanah Finance harus memiliki sisi pembeda dengan perusahaan pembiayaan konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mengetahui penerapan asas Good Corporate Governance (GCG) pada pengelolaan perusahaan P.T. Amanah finance cabang Palopo; (2) Mengetahui perwujudan etika bisnis islami dalam pembiayaan (finance) pada P.T. Amanah finance cabang Palopo. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh argumen: (1) Penerapan prinsip GCG yaitu prinsip Keterbukaan (transparency), Akuntabilitas (accountability), Pertanggungjawabang (responsibility) dan Kewajaran (fairness) sudah dilaksanakan oleh perusahaan; (2) Penerapan prinsip GCG mewujudkan etika bisnis islami dalam bisnis pembiayaan yang senantiasa berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah pada kegiatan operasionalnya.  Penerapan prinsip GCG pada P.T Amanah Finance dilakukan melalui keterbukaan terhadap segala bentuk informasi dan kebijakan perusahaan sebelum melakukan perjanjian dengan nasabah pembiayaan termasuk pilihan akad yang diberikan pada nasabah. Prinsip-prinsip GCG lainnya seperti prinsip pertanggungjawaban dilakukan melalui kebijakan pengenaan ta’widh (ganti rugi) sebagai bentuk pertanggungjawaban nasabah atas keterlambatan pembayaran. Namun demikian, seluruh uang ta’widh yang terkumpul tidak masuk ke kas perusahaan sebagai laba melainkan digunakan untuk kepentingan amal sosial. Penerapan prinsip GCG  dalam mewujudkan etika bisnis syariah ini yang menjadi pembeda antara lembaga pembiayaan syariah dan lembaga pembiayaan konvensional. Sebagai akhir penulisan karya ilmiah, diberikan rekomendasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku pengawas LKS agar menerbitkan peraturan yang secara khusus mengatur tentang kewajiban LKS menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik