Agnes Dyah Novitasari Lestari, Agnes Dyah Novitasari
Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Papua, Manokwari

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PENANGGULANGAN PENCEMARAN AIR SUNGAI GAJAHWONG YANG DISEBABKAN OLEH BAHAN ORGANIK

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 3 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemodelan kualitas air terhadap Sungai Gajahwong menggunakan model QUAL2Kw untuk parameter DO-BOD. Diselidiki dinamika DO-BOD sungai tersebut pada kondisi eksisting tahun 2011. Oleh karena beban pencemar pada kondisi hujan dan tanpa hujan berbeda, maka prediksi dilakukan pada kedua kondisi tersebut. Hasil pemodelan QUAL2Kw untuk kondisi eksisting Sungai Gajahwong tahun 2011 menunjukkan bahwa pada kondisi hujan dan tanpa hujan, konsentrasi BOD sungai telah melebihi bakumutu air kelas II. Hasil simulasi menunjukkan bahwa (1) Pembangunan perumahan yang membuang limbah cairnya ke Sungai Gajahwong pada debit total 0,1 m3/s dengan konsentrasi BOD 10 mg/L dapat meningkatkan BOD serta menurunkan DO Sungai Gajahwong, dan (2) Pengelolaan kualitas air dan penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik pada Sungai Gajahwong dapat dilakukan dengan strategi pembuatan IPAL komunal di setiap kabupaten dengan penurunan konsentrasi BOD hulu hingga 2 mg/L.

PENERAPAN MODEL QUAL2KW DALAM MEMPELAJARI PENGARUH LEBAR DASAR SUNGAI TERHADAP PROSES SWAPURIFIKASI BEBAN PENCEMAR BAHAN ORGANIK (STUDI KASUS: SUNGAI GADJAHWONG, YOGYAKARTA)

Journal of Information Science And Technology (JISTECH) ISTECH
Publisher : Fakultas Teknik Unversitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan simulasi untuk mempelajari pengaruh lebar dasar Sungai Gadjahwong terhadap proses swapurifikasi beban pencemar bahan organik menggunakan model QUAL2Kw. Pencemaran air oleh bahan organik dapat dimonitor dengan mengamati parameter kualitas air, DO-BOD. Simulasi dilakukan dengan memvariasikan lebar dasar sungai, yaitu 1, 8, dan 15 m.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada debit, koefisien kekasaran Manning dan kemiringan dasar sungai yang sama, perubahan lebar dasar sungai pada rentang 1-15 meter mengakibatkan  penurunan kedalaman sungai, kenaikan luas tampang lintang sungai, penurunan kecepatan aliran, dan penurunan konstanta laju reaerasi. Peningkatan lebar dasar sungai relatif tidak menyebabkan perubahan jarak tempuh pemulihan DO, namun cenderung memperpendek jarak tempuh swapurifikasi BOD dalam setiap kelas air sungai.     Kata kunci: QUAL2Kw, lebar dasar sungai, swapurifikasi, Sungai Gajahwong, 

Potensi Pengembagan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan Sensitizer Zat Warna Alami dari Tumbuhan Asal Papua sebagai Alternatif Solusi Krisis Energi dan Pemanasan Global

Journal of Information Science And Technology (JISTECH) Istech
Publisher : Fakultas Teknik Unversitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, the energy crisis and global warming are an important issue internationally, including Papua. Various attempts were made to overcome these problems, for instance the development of alternative energy that does not cause global warming: the solar energy harvested by the solar cells (solar cells). There is an obstacle for solar cell applications: the high production costs. This problem is solved by the discovery of a type of solar cell Dye Sensitizized Solar Cell (DSSC). Utilization of local potential will reduce the cost of fabricating such a device. Papua is well know for its flora abundance and diversity, one of which is a natural dye-producing plants. Color produced by these plants show content that has a group of compounds that can absorb light (chromophore) contained therein. The content of this chromophore compounds provide potential it can be used as a sensitizer in DSSC, thus resulting DSSC that is relatively cheap for Papua.   Keyword: DSSC, natural dye, sensitizer, Papua

Potensi Pengembagan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan Sensitizer Zat Warna Alami dari Tumbuhan Asal Papua sebagai Alternatif Solusi Krisis Energi dan Pemanasan Global

Journal of Information Science And Technology (JISTECH) Istech
Publisher : Fakultas Teknik Unversitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, the energy crisis and global warming are an important issue internationally, including Papua. Various attempts were made to overcome these problems, for instance the development of alternative energy that does not cause global warming: the solar energy harvested by the solar cells (solar cells). There is an obstacle for solar cell applications: the high production costs. This problem is solved by the discovery of a type of solar cell Dye Sensitizized Solar Cell (DSSC). Utilization of local potential will reduce the cost of fabricating such a device. Papua is well know for its flora abundance and diversity, one of which is a natural dye-producing plants. Color produced by these plants show content that has a group of compounds that can absorb light (chromophore) contained therein. The content of this chromophore compounds provide potential it can be used as a sensitizer in DSSC, thus resulting DSSC that is relatively cheap for Papua.   Keyword: DSSC, natural dye, sensitizer, Papua

STUDI PENGARUH KOEFISIEN KEKASARAN MANNING TERHADAP DINAMIKA DO-BOD AIR SUNGAI MENGGUNAKAN MODEL QUAL2Kw (STUDI KASUS: SUNGAI GAJAHWONG, YOGYAKARTA)

Journal of Information Science And Technology (JISTECH) ISTECH
Publisher : Fakultas Teknik Unversitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran partikel penyusun material dasar sungai dapat direpresentasikan oleh koefisien kekasaran Manning. Semakin besar diameter material penyusun dasar sungai, maka semakin besar pula nilai koefisien kekasaran Manning. Salah satu strategi dalam penanggulangan pencemaran air sungai oleh bahan organik adalah penggantian material dasar sungai. Dalam rangka memprediksikan efektivitas strategi tersebut pada Sungai Gajahwong, telah dilakukan simulasi untuk menguji pengaruh perubahan koefisien kekasaran Manningpada rentang 0,04-0,08 terhadap dinamika DO-BOD sungai tersebut menggunakan model QUAL2Kw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan koefisien kekasaran Manningrelatif tidak menyebabkan perubahan jarak tempuh pemulihan DO, namun cenderung memperpendek jarak tempuh pemulihan BOD dalam setiap kelas air sungai. Oleh karena itu, penggantian material dasar sungai dengan ukuran diameter batuan yang lebih besar dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik di Sungai Gajahwong.

STUDI PENGARUH KOEFISIEN KEKASARAN MANNING TERHADAP DINAMIKA DO-BOD AIR SUNGAI MENGGUNAKAN MODEL QUAL2Kw (STUDI KASUS: SUNGAI GAJAHWONG, YOGYAKARTA)

Journal of Information Science And Technology (JISTECH) ISTECH
Publisher : Fakultas Teknik Unversitas Papua

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran partikel penyusun material dasar sungai dapat direpresentasikan oleh koefisien kekasaran Manning. Semakin besar diameter material penyusun dasar sungai, maka semakin besar pula nilai koefisien kekasaran Manning. Salah satu strategi dalam penanggulangan pencemaran air sungai oleh bahan organik adalah penggantian material dasar sungai. Dalam rangka memprediksikan efektivitas strategi tersebut pada Sungai Gajahwong, telah dilakukan simulasi untuk menguji pengaruh perubahan koefisien kekasaran Manningpada rentang 0,04-0,08 terhadap dinamika DO-BOD sungai tersebut menggunakan model QUAL2Kw. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan koefisien kekasaran Manningrelatif tidak menyebabkan perubahan jarak tempuh pemulihan DO, namun cenderung memperpendek jarak tempuh pemulihan BOD dalam setiap kelas air sungai. Oleh karena itu, penggantian material dasar sungai dengan ukuran diameter batuan yang lebih besar dapat digunakan sebagai strategi penanggulangan pencemaran air oleh bahan organik di Sungai Gajahwong.