Norman Syakir, Norman
Laboratorium Material Maju, Program Studi Fisika, Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor KM 21, Kabupaten Sumedang

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl Unmu Dzujah, Diyan; Marcelina, Vika; Syakir, Norman; Bahtiar, Ayi; Fitrilawati, F
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15407

Abstract

Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
STABILITAS POLYDIMETHYLSILOXANE (PDMS) TERHADAP PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET FITRILAWATI, FITRILAWATI; ARDI, ATIKAH; NOVIANTI, RESSA MUSRIPAH; SYAKIR, NORMAN; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.106 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.16525

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS)atau lebih dikenal dengan nama Silicone Oil bersifat tidak menyerap (nonabsorbable) dan memiliki kekuatan yang cukup sebagai agent tamponade sehingga digunakan sebagai cairan pengganti vitreous humour pada penderita penyakit ablasi retina. Dalam aplikasinya sebagai cairan pengganti vitreous humour, PDMS tidak lepas dari paparan sinar ultraviolet (UV). Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh paparan sinar UV pada stabilitas PDMS. Polimer PDMS disintesis dari octamethylcyclotetrasiloxane (D4) dan hexamethyldisiloxane (MM) sebagai monomer dan KOH sebagai katalis dengan menggunakan teknik ring opening polymerization. Hasil polimer PDMS yang disintesis diekspos dengan sinar UV dengan berbagai intensitas dan waktu paparan serta diukur stabilitasnya melalui perubahan transmitansi PDMS terhadap paparan sinar UV. Berdasarkan pengaruh intensitas dan waktu paparan sinar UV pada sampel gel PDMS dihasilkan penurunan nilai transmitansi sampel relatif konstan setelah terpapar sinar UV
Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl Unmu Dzujah, Diyan; Marcelina, Vika; Syakir, Norman; Bahtiar, Ayi; Fitrilawati, F
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15407

Abstract

Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
KARAKTERISRIK KRISTAL DAN OPTIK NANOPARTIKEL ZINC OXIDE: KAJIAN EFEK MOLARITAS DALAM PROSES HIDROTHERMAL Saragi, Togar; Purba, Yonatan R; Auffa, Satria; Oktaviani, Maria; Simanjuntak, Edward; Susilawati, Tuti; Syakir, Norman; Kartawidjaja, Mariah; Risdiana, Risdiana; Bahtiar, Ayi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.012.07

Abstract

Abstrak Sintesis nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) dengan metode hidrothermal sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, salah satu diantaranya adalah perbandingan prekursor dan katalis dalam pelarut. Dalam penelitian ini telah berhasil disintesis nanopartikel zinc oxide dengan metode hidrothermal. Prekursor yang digunakan adalah zinc acetat dan katalis NaOH dalam pelarut ethanol. Perbandingan molaritas prekursor dan katalis adalah 0,008:0,5 dan 0,3:0,9. Karakteristik optik, morfologi dan struktur kristal nanopartikel ZnO masing-masing dilakukan dengan pengukuran UV-Vis, TEM dan XRD. Nanopartikel yang dihasilkan memiliki memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite. Nanopartikel zinc oxide dengan perbandingan 0,3:0,9 memiliki karakteristik yang paling baik dibandingkan dengan nanopartikel dengan perbandingan 0,008:0,5. Reaksi dalam hidrothermal kaitannya dengan perubahan tekanan akibat peningkatan volume akan dikaji lebih jauh. Kata-kata kunci: oksidasi zinc, nanopartikel, hidrotermal, molaritas Abstract Synthesis of Zinc Oxide (ZnO) nanoparticles by hydrothermal method is influenced by several parameters one of them is the ratio of the precursor and catalyst in a solvent. In this study, we have successfully synthesized of zinc oxide nanoparticles by hydrothermal method. The raw material of precursor is zinc acetate, NaOH as catalyst and ethanol as a solvent. The molarity ratio of precursor and catalyst are 0.008: 0.5 and 0.3: 0.9. The optical characteristics, morphology and crystal structure of ZnO nanoparticles were characterised by the UV-Vis, TEM and XRD, respectively. From XRD measurement, it was observed that samples have hexagonal wurtzite structure and all peaks are well fitted with JCPDS:36-1451 data. The growth condition in the ratio of 0.3: 0.9 showed the best sample with high quality crystal structure and rod form. The effect of molar ratio to the characteristics of nanoparticle will be studied further in relation with the change of volume, and pressure inside of the reactor. Keywords: zinc oxide, nanoparticle, hidrotermal, molaritas
KOPOLIMER HIBRID TMSPMA:TEMS SEBAGAI MATRIKS IONIK PADA SEL SURYA TERSENSITISASI DYE Aprilia, Annisa; Arsyad, Waode Sukmawati; Lamuda, R.N.; Fitrilawati, Fitrilawati; Syakir, Norman; Hidayat, Rahmat
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.012.15

Abstract

Abstrak Beberapa tipe elektrolit pada divais DSSC (dye sensitized solar cell) yang telah banyak diteliti dan digunakan yaitu elektrolit padat, semi padat dan cair. Pada divais DSSC konvensional, penggunaan elektrolit cair umumnya menghasilkan efisiensi yang relatif lebih tinggi berkaitan dengan tingginya mobilitas muatan. Permasalahan dalam penggunaan elektrolit cair yaitu kemungkinan adanya kebocoran divais. Salah satu upaya dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan elektrolit padat atau semi padat. Penelitian kali ini mencoba menggunakan elektrolit semi-padat (EGP-elektrolit gel polimer) berbasis polyetylene glikol (PEG) yang dimodifikasi dengan penambahan kopolimer hibrid TMSPMA:TEMS (3:1) sebagai matriks bagi larutan ionik (mosalyte). Untuk mengetahui pengaruh matriks kopolimer hibrid pada EGP, dilakukan karakterisasi EIS (electrochemical impedance spectroscopy) pada bagian elektrolit gel, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan divais DSSC berstruktur FTO/ TiO2 / Ru-dye/ EGP / Pt / FTO. Karakteristik sel surya terbaik yang elektrolit gelnya mengandung kopolimer TMSPMA:TEMS memiliki nilai rapat arus (Jsc) sebesar 3,7 mA/cm2, tegangan terbuka (Voc) 0,56 Volt, dan efisiensi 3,65 % dengan daya masukan (Pin) yang digunakan sebesar 36 mW/cm2 . Kata-kata kunci: Kopolimer hibrid, larutan ionik, sel surya DSSC, elektrolit gel, spektroskopi impedansi. Abstract Three types of electrolyte on dye sensitized solar cell (DSSC) are liquid, solid state, and quasi-solid phase electrolytes. Among these electrolytes quasi-solid phase was expected could be handle some of disadvantages both of liquid and solid state phase on device peformance related to leakage (for liquid phase) and low ionic diffusion (for solid state phase). In conventional DSSC using liquid electrolyte a better efficiency can achieved by high ionic mobility but it is easy to leak leading to lower durabilty performance. In order to enhance durability, many researcher were change the liquid phase by solid state or quasi solid as its electrolyte. This research also try to study the effect of quasi solid electrolyte based on polyetylene glicol modified by hybrid copolymer precursor TMSPMA: TEMS (3:1) as a matrix for ionic liquid. This kind electrolyte is called as polymer gel electrolyte (PGE). Impedance characteristics for PGE was carried out to study electrical characteristics and subsequently applied on solar cell device with structure FTO/ TiO2 / Ru-dye/ PGE / Pt / FTO. Solar cell device with PGE that consist both of polyetylen glicol and copolymer TMSPMA:TEMS  have an efficiency of 3.65% under light source Pin= 36 mW/cm2 irradiation with short-circuit current density of 3.7 mA/cm2 and open circuit voltage of 0.56 volt was obtained. Keywords: hybrid copolymer, ionic liquid, polymer gel electrolyte, impedance spectroscopy.
UJI STABILITAS BAHAN POLYDIMETHYLSILOXANE SETIADJI, SONI; FITRILAWATI, FITRILAWATI; SYAKIR, NORMAN; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.049 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i1.23104

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS) merupakan polimer yang sering digunakan dalam bedah vitreoretina sebagai cairan pengganti vitreous humour pada mata. PDMS dengan tiga nilai viskositas yaitu  1,07 Pa.s, 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s telah berhasil di sintesis melalui polimerisasi pembukaan cincin. Dalam penelitian ini, telah dilakukan uji kestabilan sifat-sifat bahan PDMS seperti uji viskositas, transmitansi, indeks bias, tegangan permukaan dan gugus fungsi setelah disimpan selama 90 hari pada suhu ruang untuk menguji stabilitas bahan PDMS. Pada saat setelah sintesis, nilai transmitansi seluruh sampel sebesar 100 % dengan nilai indeks bias masing masing sebesar 1,4040, 1,4092 dan 1,4121 untuk sampel dengan viskositas 1,07 Pa.s, 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s. Untuk nilai tegangan permukaan, sampel dengan viskositas 1,07 Pa.s, memiliki nilai 19 mN/m, sedangkan untuk sampel dengan viskositas 1,69 Pa.s, dan 3,00 Pa.s. memiliki nilai tegangan permukaan masing-masing sebesar 19,7 mN/m dan 18 mN/m. Ketiga sampel PDMS memiliki serapan gugus fungsi yang menyerupai PDMS standar yaitu terdapat vibrasi ikatan Si?O?Si, Si?CH3, Si?C dan C?H. Ketiga sampel PDMS tersebut tidak mengalami perubahan sifat fisis secara signifikan setelah disimpan selama 90 hari.
DESAIN LVDT SEBAGAI TRANSDUCER PENGUKUR TEBAL FILM TIPIS MINDARA, JAJAT YUDA; HIDAYAT, SAHRUL; SYAKIR, NORMAN; ALAMASYAH, WAHYU
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.181 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.11147

Abstract

Linier Variable Deference Transformer (LVDT) adalah salah satu transducer yang dapat digunakan untuk pengukuran tebal profil film tipis menggunakan metode Stylus-Elektromekanis. Untuk menerapkan metoda tersebut diperlukan suatu instrumentasi yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak.Perangkat keras akan mengolah fluktuasi sinyal analog akibat gerak stylus  diatas sampel film tipis  yang dikopel pada ferit sebagai inti transducer LVDT, kemudian mengubahnya menjadi sinyal digital. Selanjutnya sinyal digital ini direkam ke dalam komputer melalui fasilitas akusisi data. Perangkat keras dirancang berdasarkan domain waktu.Perangkat lunak dirancang untuk melakukan akusisi data, mengolahnya, berikut intepretasi kuantitatifnya. Oleh karenanya sistem instrumentasi pengukur tebal profil film tipis ini dibuat dilengkapi pula dengan berbagai submenu yang diperlukan, sehingga seluruh proses mulai dari akusisi data sampai dengan intepretasinya dapat dilakukan secara bersamaan.Sensitivitas dari pengukuran bergantung dari parameter geometri tarnsducer LVDT yaitu, panjang dan luas penampang  kumparan, jumlah lilitan, karakteristik osilator eksitasi  dan stylus. Dalam riset ini, didesain untuk sensitifitas  optimalnya 2,5mV/1,5mm. Alternatif untuk meningkatkan sensitivitas  yaitu merubah panjang kumparan menjadi 1-mm, dengan ini akan didapat sensitivitas optimal  2,5 mV/0,5mm. Cara ini masih terus diuji coba.
KARAKTERISTIK TRANSPARANSI FILM TIPIS OKSIDA GRAFENA TEREDUKSI (R-GO) UNTUK ELEKTRODA TRANSPARAN LASMANA, DERI; PRANATA, GIYA; NURLINA, RHESTI; APRILIA, ANNISA; SYAKIR, NORMAN; F, FITRILAWATI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.269 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.11144

Abstract

Grafena adalah material karbon dua dimensi yang mempunyai sifat optik dan listrik yang menarik sehingga memiliki banyak potensi aplikasi, diantaranya elektroda transparan. Grafena dapat diperoleh melalui proses reduksi termal dari Oksida Grafena (GO) yang dikenal sebagai Oksida Grafena Tereduksi (r-GO). Film tipis GO dibuat dari 4 mg/ml suspensi GO pada substrat quartz dengan metode spin coating. Film tersebut selanjutnya dikenakan proses reduksi secara termal melalui pemanasan dalam oven yang dialiri dengan gas nitrogen. Pengaruh proses reduksi termal terhadap transparansi dan struktur GO diukur dengan spektroskopi UV-Vis dan SEM-EDS (Scanning electron microscope-Energy Dispersive Spectroscopy). Hasil pengukuran spektrum UV-Vis menunjukkan adanya perubahan transparansi dan peningkatan absorbsi seiring dengan penambahan waktu pemanasan. Perubahan transparansi pada sampel GO yang dikenakan proses reduksi termal mencapai keadaaan saturasi setelah pemanasan sekitar 150 menit. Di lain pihak, hasil pengukuran EDS menunjukkan adanya peningkatan rasio C/O pada pada sampel GO setelah dikenakan proses reduksi termal akibat berkurangnya kadar oksigen. Pengurangan kadar oksigen tersebut mengindikasikan adanya pemulihan konjugasi pada rantai karbon sehingga meningkatkan absorbansi dan juga diharapkan dapat meningkatkan konduktivitas.
STABILITAS POLYDIMETHYLSILOXANE (PDMS) TERHADAP PAPARAN SINAR ULTRAVIOLET FITRILAWATI, FITRILAWATI; ARDI, ATIKAH; NOVIANTI, RESSA MUSRIPAH; SYAKIR, NORMAN; RISDIANA, RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.106 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.16525

Abstract

Polydimethylsiloxane (PDMS)atau lebih dikenal dengan nama Silicone Oil bersifat tidak menyerap (nonabsorbable) dan memiliki kekuatan yang cukup sebagai agent tamponade sehingga digunakan sebagai cairan pengganti vitreous humour pada penderita penyakit ablasi retina. Dalam aplikasinya sebagai cairan pengganti vitreous humour, PDMS tidak lepas dari paparan sinar ultraviolet (UV). Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh paparan sinar UV pada stabilitas PDMS. Polimer PDMS disintesis dari octamethylcyclotetrasiloxane (D4) dan hexamethyldisiloxane (MM) sebagai monomer dan KOH sebagai katalis dengan menggunakan teknik ring opening polymerization. Hasil polimer PDMS yang disintesis diekspos dengan sinar UV dengan berbagai intensitas dan waktu paparan serta diukur stabilitasnya melalui perubahan transmitansi PDMS terhadap paparan sinar UV. Berdasarkan pengaruh intensitas dan waktu paparan sinar UV pada sampel gel PDMS dihasilkan penurunan nilai transmitansi sampel relatif konstan setelah terpapar sinar UV