Articles

Found 19 Documents
Search

The Efficacy of Fucoidan on Gastric Ulcer Juffrie, Mohammad; Rosalina, Ina; Damayanti, Wahyu; Djumhana, Ali; A, Ariani; Ahmad, Harjono
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperacidity causes gastric injury, and in severe situations, ulcer could develop. The growth factors known asthe basic fibroblast growth factor (bFGF) and the epidermal growth factor (EGF) have been recognized to promoteulcer healing. Fucoidan is extracted from a brown seaweed of Okinawa called Mozuku or Cladosiphon okamuranus.Fucoidan is effective for the healing of gastric ulcers by inducing epithelial cells to produce growth factors. The aimof this study is to explore the efficacy of fucoidan in patient who suffered by gastric ulcer. A randomized control trialdouble blind was conducted to 33 eligible samples. By using four-blocks random samples were divided into fucoidanand placebo groups. 100 mg of fucoidan was given to the fucoidan group and 100 mg of glucose was given to theplacebo group. Due to ethical reasons, for both groups were given a proton pump inhibitor. There was no differencein the age category between the fucoidan group (mean: 46.23 ± 14.8 years) and the placebo group (mean: 46.18 ± 18.4years) (p: 0.28). There was also no difference in sex between the fucoidan group (female: 10/33; male 7/33) and theplacebo group (female: 7/33; male: 9/33); p: 0.38. According to the SAKITA and MIWA criterias 32 patients fulfilledA1 which indicate active severe ulcer, and 1 patient fulfilled A2 which indicate active moderate ulcer. Most of theulcers were gastric ulcer. There was a significant improvement of the grade of ulcer in fucoidan group (94%) (16/17)compared to placebo group (37.5%) (6/16,p: 0.005). There was a significant reduction of abdominal pain after 5 daysin the fucoidan group, compared to the placebo group (p: 0.04). Vomiting tends to decrease in day 6 of the fucoidangroup however its proportion is similar with that of the placebo group (p: 0.9). Fucoidan is effective for ulcer healingand reducing ulcer symptoms.Key words : fucoidan, gastric ulcer, anti-peptic activity
Perbandingan Tatalaksana Konstipasi Kronis antara Disimpaksi per Oral dengan per Rektal di Instalasi Kesehatan Anak RS DR Sardjito Yogyakarta Damayanti, Wahyu; Pradini, Pradini; Zamrina, Zamrina; Juffrie, M.
Sari Pediatri Vol 14, No 4 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Konstipasi adalah kelainan yang sering terjadi dan menimbulkan masalah yang serius padabayi dan anak. Penyebab konstipasi dapat dibagi menjadi penyebab non organik/fungsional dan penyebaborganik. Tatalaksana anak dengan konstipasi fungsional meliputi beberapa langkah, 1) edukasi, 2) pengeluaranfeses/disimpaksi, 3) fase pemeliharaan. Pada disimpaksi dan fase pemeliharaan diperlukan laksansia secara oralataupun rektal.Tujuan. Membandingkan disimpaksi oral (Laktulose) dengan per rektal (phosphate enema) pada anakdengan konstipasi kronis, kedua obat ini dari golongan yang sama yaitu laksansia osmotikMetode. Merupakan penelitian uji klinis acak terkendali. Sampel penelitian adalah anak konstipasi fungsional yangberobat jalan dan dirawat di Instalasi Kesehatan Anak RS Dr. Sardjito Yogyakarta dan memenuhi kriteria inklusidan kriteria eksklusi, usia antara 􀁴6 bulan – 14 tahun akan dilakukan uji disimpaksi per oral atau per rektal.Hasil. Angka kesembuhan pada kelompok terapi per oral lebih sedikit dibanding per rektal (=0,636, IK95% 0, 336-1,205), p=0,162. Efek samping yang timbul yaitu kembung (RR=0,857, IK 95% 0,633-1,160),p=0,285, nyeri perut (RR=0,583, IK 95% 0,141-2,410), p=0,312, diare (RR=0,952, IK 95% 0,611-1,484),p=0,832. Penerimaan terhadap obat yang diberikan pada anak (RR=1,000, IK 95% 0,699-1,448), p=1,000,pada orang tua (RR=1,1670, IK 95% 0,862-1,579), p=0,317. Perubahan gejala konstipasi setelah intervensiobat, yaitu retensi (RR=1,40, IK 95% 0,112-17,543), p=0,802, soiling (RR=1,40, IK 95% 0,875-2,237),p=0,171, konsistensi feses (RR=1,20, IK 95% 0,839 -1,716), p=0,071.Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan efektifitas pada kedua kelompok, hanya dalam lama terapi lebihcepat pada laksansia per rektal dibandingkan per oral. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada keduakelompok dalam mengurangi retensi, nyeri saat defekasi dan konsistensi feses. Tidak ditemukan efek sampingyang bermakna pada pemakaian laksansia per oral ini. Laksansia per oral lebih mudah diberikan dibandinglaksansia per rektal walau hasil tidak berbeda bermakna.
Profil dan temuan klinis pasien perdarahan saluran cerna di Departemen Kesehatan Anak RSUP Dr. Sardjito 2009 - 2015 Pinandhito, Galih Akbar; Widowati, Titis; Damayanti, Wahyu
Sari Pediatri Vol 19, No 4 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Perdarahan saluran cerna pada anak merupakan salah satu tanda bahaya sehingga diagnosis dan pengobatan dini sangat penting.Tujuan. Mengetahui etiologi dan temuan klinis perdarahan saluran cerna anak yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito.Metode. Penelitian retrospektif menggunakan rekam medis pasien anak berusia kurang dari 18 tahun yang menjalani endoskopi dan kolonoskopi karena perdarahan saluran cerna dari Januari 2009 hingga Juni 2015. Data rekam medis yang tidak lengkap tidak diikutkan sertakan dalam penelitian.Hasil. Dari 55 pasien yang memenuhi syarat, terdapat 27 (49%) pasien perdarahan saluran cerna atas dan 28 (51%) pasien perdarahan saluran cerna bawah. Varises esofagus adalah etiologi terbanyak perdarahan saluran cerna atas 10 (37%), sedangkan untuk perdarahan saluran cerna bawah adalah kolitis 17 (60%). Perdarahan saluran pada anak lebih sering terjadi pada perempuan usia 1-6 tahun 29 (53%). Gejala yang lebih sering terjadi yaitu hematemesis 13 (24%) dan hematokezia 27 (49%). Keluhan perdarahan saluran cerna atas terbanyak adalah nyeri perut 13 (48%) sedangkan saluran cerna bawah adalah diare 8 (29%). Anemia berat ditemukan pada 5 (19%) pasien perdarahan saluran cerna atas dan 1 (4%) pasien perdarahan saluran cerna bawah.Kesimpulan. Varises esofagus merupakan penyebab tersering perdarahan saluran cerna atas sedangkan saluran cerna bawah adalah kolitis. Anak yang datang dengan keluhan nyeri perut dan diare harus dipikirkan salah satu penyebabnya adalah perdarahan saluran cerna.
REGISTER PERCAKAPAN ANGGOTA KESATUAN LALU LINTAS POLRESTA PONTIANAK: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Damayanti, Wahyu
Aksara Vol 29, No 1 (2017): Aksara, Edisi Juni 2017
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.978 KB)

Abstract

Register adalah variasi bahasa berdasarkan penggunaannya. Variasi bahasa merupakan wujud keanekaragaman bahasa yang ditampilkan berdasarkan konteks yang menyertainya, termasuk penutur dan penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan bentuk register yang terdapat pada percakapan anggota kesatuan lalu lintas Polresta Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara simak dan catat. Data penelitian ini berupa kata, abreviasi, kode, istilah, dan wacana yang termasuk register dalam percakapan komunitas Satlantas Polresta Pontianak melalui jejaring sosial WhatsApp pada bulan Agustus dan September 2016. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil dan pembahasaan penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik bentuk register dalam percakapan anggota melalui jejaring sosial WhatsApp berupa bentuk dasar, bentuk berafiks, bentuk ulang, bentuk majemuk, pemendekan atau abreviasi, pemenggalan, singkatan, akronim, kontraksi, sapaan, kode, dan istilah khusus. Dengan demikian, penelitian register dalam percakapan anggota Satlantas merupakan satu di antara bentuk register yang terjadi di masyarakat, dalam hal ini kajian sosiolinguistik. 
The Efficacy of Fucoidan on Gastric Ulcer Juffrie, Mohammad; Rosalina, Ina; Damayanti, Wahyu; Djumhana, Ali; Ariani, A.; Ahmad, Harjono
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 11, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperacidity causes gastric injury, and in severe situations, ulcer could develop. The growth factors known asthe basic fibroblast growth factor (bFGF) and the epidermal growth factor (EGF) have been recognized to promoteulcer healing. Fucoidan is extracted from a brown seaweed of Okinawa called Mozuku or Cladosiphon okamuranus.Fucoidan is effective for the healing of gastric ulcers by inducing epithelial cells to produce growth factors. The aimof this study is to explore the efficacy of fucoidan in patient who suffered by gastric ulcer. A randomized control trialdouble blind was conducted to 33 eligible samples. By using four-blocks random samples were divided into fucoidanand placebo groups. 100 mg of fucoidan was given to the fucoidan group and 100 mg of glucose was given to theplacebo group. Due to ethical reasons, for both groups were given a proton pump inhibitor. There was no differencein the age category between the fucoidan group (mean: 46.23 ± 14.8 years) and the placebo group (mean: 46.18 ± 18.4years) (p: 0.28). There was also no difference in sex between the fucoidan group (female: 10/33; male 7/33) and theplacebo group (female: 7/33; male: 9/33); p: 0.38. According to the SAKITA and MIWA criterias 32 patients fulfilledA1 which indicate active severe ulcer, and 1 patient fulfilled A2 which indicate active moderate ulcer. Most of theulcers were gastric ulcer. There was a significant improvement of the grade of ulcer in fucoidan group (94%) (16/17)compared to placebo group (37.5%) (6/16,p: 0.005). There was a significant reduction of abdominal pain after 5 daysin the fucoidan group, compared to the placebo group (p: 0.04). Vomiting tends to decrease in day 6 of the fucoidangroup however its proportion is similar with that of the placebo group (p: 0.9). Fucoidan is effective for ulcer healingand reducing ulcer symptoms.Key words : fucoidan, gastric ulcer, anti-peptic activity
Kesediaan Mendapat Vaksinasi Human Papilloma Virus pada Remaja Putri Di Yogyakarta Arifah, Kurniawati; Damayanti, Wahyu; Sitaresmi, Mei Neni
Sari Pediatri Vol 18, No 6 (2017)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Kanker serviks merupakan keganasan terbanyak keempat pada wanita di dunia. Jumlah kasus baru setiap tahun di Indonesia sebanyak 20.928 dengan kematian 9498. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) risiko tinggi adalah penyebab utama kanker serviks. World Health Organization (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV untuk wanita 9−14 tahun. Vaksin HPV mulai diberikan melalui bulan imunisasi anak sekolah (BIAS).Tujuan. Mengetahui kesediaan vaksinasi HPV dan hal-hal yang dipertimbangkan dalam menerima vaksinasi pada remaja putri di Yogyakarta.Metode. Penelitian cross-sectional dengan kuesioner anonim pada 319 remaja putri yang dipilih secara cluster random sampling pada September−Oktober 2016. Kriteria inklusi adalah pelajar putri sekolah menengah pertama (SMP) di kota Yogyakarta, bersedia mengikuti penelitian, mendapat persetujuan dari pihak sekolah dan orang tua. Lima dieksklusi karena data tidak lengkap.Hasil. Kesediaan mendapat vaksinasi sebesar 9,9%. Kehalalan dan keamanan vaksin adalah hal yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan vaksinasi.Kesimpulan. Kesediaan mendapat vaksinasi HPV pada remaja putri masih rendah.
Prevalensi Gangguan Elektrolit Serum pada Pasien Diare dengan Dehidrasi Usia Kurang dari 5 Tahun di RSUP Dr. Sardjito Tahun 2013-2016 Tyas, Rosyida Avicennianing; Damayanti, Wahyu; Arguni, Eggi
Sari Pediatri Vol 20, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Hingga saat ini, diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan dunia, terutama di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Salah satu komplikasi lanjutan dari dehidrasi pada diare adalah gangguan elektrolit serum. Tujuan. Untuk mengetahui prevalensi gangguan elektrolit serum pada pasien diare dengan dehidrasi serta karakteristik klinis pasien dan hubungan antara derajat dehidrasi terhadap gangguan elektrolit serum.Metode. Penelitian retrospektif dengan rancangan cross sectional menggunakan data rekam medis. Perbedaan dianalisis menggunakan uji Chi-square.Hasil. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria adalah 173 pasien, 115 pasien yang memiliki data rekam medis lengkap. Tujuh puluh di antaranya mengalami gangguan elektrolit serum. Jenis gangguan elektrolit serum terbanyak dialami adalah hipokalsemia (17,34%). Dari 173 pasien diare dengan dehidrasi, 64,74% berjenis kelamin laki-laki, 43,35% berusia 12-35 bulan, 83,24% mengalami muntah, 52,6% mengalami demam, 4,62% mengalami dehidrasi berat. Penelitian ini tidak membuktikan adanya hubungan signifikan antara derajat dehidrasi terhadap gangguan elektrolit (p=0,243).Kesimpulan. Prevalensi gangguan elektrolit serum pada pasien diare dengan dehidrasi pada anak adalah 40,46%.
BENTUK DERIVASI BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS Damayanti, Wahyu
Kandai Vol 12, No 2 (2016): Kandai
Publisher : Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.586 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa proses pembentukan kata dalam suatu bahasa yang dilakukan dengan afiksasi dapat mengubah dan dapat mempertahankan identitas leksikal kata dan kategori kata. Fenomena ini banyak dijumpai dalam bahasa Melayu dialek Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk derivasi bahasa Melayu dialek Sambas. Manfaat yang diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan pikiran dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa pada umumnya dan sebagai sumber informasi tertulis tentang bentuk derivasi bahasa Melayu dialek Sambas pada khususnya. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang memuat bahasa Melayu dialek Sambas di Kalimantan Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak libat cakap, dan teknik catat. Hasil analisis, menunjukkan bahwa afiks derivasi bahasa Melayu dialek Sambas meliputi afiks derivasi pembentuk verba, afiks derivasi pembentuk nomina, afiks derivasi pembentuk numeralia. Afiks pembentuk verba dalam bahasa Melayu Dialek Sambas ada tiga belas yaitu, prefiks be-, prefiks di-, prefiks me, prefiks ti-, sufiks-kan, sufiks –ek, simulfiks N-kan, simulfiks N-an, konfiks di-kan, konfiks di-ek, konfiks me-ek, konfiks be-kan, dan konfiks si-an.Afiks pembentuk nomina ada empat yaitu prefiks pe-, prefiks ke-, sufiks-an, dan konfiks ke-kan. Afiks pembentuk numeralia hanya ada satu yaitu prefiks se-.
The role of exclusive breastfeeding in prevention of childhood epilepsy Kurniadi, Alexander; Herini, Elisabeth Siti; Damayanti, Wahyu
Paediatrica Indonesiana Vol 55 No 5 (2015): September 2015
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.651 KB)

Abstract

Background Epilepsy affects 1% of children worldwide. The highest incidence is in the first year of life, and perinatal factors, such as hypoxic-ischemic injury, infection, and cortical malformation may play etiologic roles. Breast milk contains optimal nutrients for human brain in early life. Breastfeeding has been associated with lower risk of infections, better cognitive and psychomotor development. However, the role of breastfeeding in preventing childhood epilepsy remains unclear. Objective To evaluate an association between exclusive breastfeeding and childhood epilepsy. Methods A case-control study conducted from 1 May to 3 July 2013 involving children with epilepsy aged 6 months to 18 years who were attending pediatric outpatient clinic of Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Neurologically normal children, individually matched by age and sex, visiting the same clinic were considered as controls. Exclusion criteria were children with structural brain abnormality, history of epilepsy in family, and who had history of neonatal seizure, intracranial infection, febrile seizure, and head trauma before onset of epilepsy. History of breastfeeding was obtained by interviewing the parents. The difference of exclusively breastfeeding proportion between cases and controls was analyzed by McNemar test. Results The total number of participants was 68 cases and controls each. Subjects with epilepsy had lower proportion of exclusively breastfed (48.5%) compared with controls (54.4%), but the difference was not statistically significant (P=0.541). Exclusively breastfeeding showed no statistical significance in decreasing risk of epilepsy (OR=0.71; 95%CI 0.32 to 1.61). Conclusions Exclusive breastfeeding for 4-6 months has no effect against childhood epilepsy.
MAKIAN DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KAPUAS HULU (SWEARING IN MALAY LANGUAGE OF SELIMBAU KAPUAS HULU DIALECT) Damayanti, Wahyu
Widyaparwa Vol 45, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Daerah Isimtewa Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.481 KB)

Abstract

Fenomena makian di setiap daerah merupakan hal tabu. Makian di setiap daerah memiliki keunikan dan kecirikhasan tersendiri. Ungkapan makian merupakan bentuk pelampiasan perasaan yang terpendam dalam hati karena situasi yang tidak menyenangkan. Bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu juga memiliki ung-kapan makian yang unik dan berciri khas tersendiri. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk makian bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu dan mendeskripsikan referensi makian. Metode dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif. Tahap penelitian meliputi (1) penyediaan data; (2) penganalisisan data, dan (3) penyajian hasil analisis data. Data diperoleh melalui teknik pustaka dan wawancara langsung dengan teknik libat cakap catat. Data diklasifikasikan berdasarkan permasalahan yang ada. Data diperoleh dari beberapa informan bahasa Melayu dialek Selimbau, Kapuas Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk makian bahasa Melayu dialek Selimbau Kapuas Hulu adalah makian berbentuk kata (kata dasar dan kata jadian), frasa, dan klausa. Referensi makian yang ditemukan mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi. The phenomenon of swearing in each region is taboo, in fact swearing in each region has its own uniqueness and characteristic. Swearing expression is a form of impingement that is hidden in the heart because of an unpleasant situation. The Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu also has a unique and distinctive swearing expression. The objective of the study is to describe the form and reference of Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu dialect swearing. The method in this research is descriptive qualitative method. The research process covers (1) data collection; (2) data analysis, and (3) data presentation of data analysis result. Data are obtained through library technique and direct interview with participation and noting technique. Data are recorded and classified based on existing problems. The data are obtained from several Malay language informants in Selimbau dialect, Kapuas Hulu. The result shows that the swearing form of Malay dialect Selimbau Kapuas Hulu dialect is word (base word and derivative word), phrase, and clause. Swearing references found in the data refer to state, animal, spirit, body part, kinship, activity, and profession.