Soekarsono H, Soekarsono
Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Perawatan Maloklusi Klas III Skeletal disertai Open Bite dengan Teknik Begg Anggaraeni, Putu Ika; Suparwitri, Sri; H, Soekarsono; SP, Pinandi
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overjet negatif pada maloklusi klas III dapat terjadi karena penyimpangan hubungan incisivus atas dan bawah, adanya malrelasi antara maksila dan mandibula, atau kombinasi keduanya. Maloklusi klas III dapat disertai dengan crowding, deep bite, maupun open bite. Tujuan perawatan adalah untuk mengoreksi cross bite dan open bite, memperoleh overjet dan overbite normal serta hubungan oklusal yang stabil. Pasien laki-laki usia 15 tahun dengan maloklusi Angle klas III dan relasi skeletal klas III, mandibula protrusif, cross bite anterior (overjet -3 mm), open bite 12-22 terhadap 43-34, cross bite posterior bilateral, dan pergeseran garis tengah inter incisivus rahang bawah kekanan 0,7 mm. Perawatan ortodontik dilakukan dengan alat cekat teknik Begg, diawali dengan pencabutan gigi 34 dan 44 serta grinding gigi anterior rahang atas. Elastik intermaksiler klas III, elastik cross posterior, dan elastik vertikal digunakan untuk koreksi cross bite anterior dan posterior serta open bite. Kesimpulan dari hasil perawatan dengan teknik Begg, cross bite anterior dan posterior serta open bite terkoreksi (overjet 2 mm dan overbite 2 mm). Garis tengah inter incisivus rahang bawah dan rahang atas sejajar dengan garis tengah wajah. Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 192-198.
Perawatan Maloklusi Angle Kelas II Divisi 2 dengan Impaksi Kaninus Mandibula menggunakan Alat Cekat Begg Ruliyanto, Ruliyanto; Suparwitri, Sri; H, Soekarsono
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi kaninus sangat penting untuk estetika dan fungsi mastikasi seseorang.  Impaksi gigi adalah gagalnya gigi untuk muncul ke dalam lengkung gigi yang dapat disebabkan karena kekurangan ruang, adanya sesuatu yang menghalangi jalur erupsi gigi atau karena faktor keturunan. Prevalensi impaks gigi kaninus maksila adalah 0,9-2,2%, sedangkan impaksi gigi kaninus mandibula lebih jarang terjadi. Alternatif perawatan gigi impaksi kaninus mandibula adalah operasi exposure dan diikuti dengan kekuatan erupsi alat cekat ortodontik. Tujuan dari perawatan adalah untuk koreksi malrelasi dan malposisi gigi geligi, khususnya koreksi gigi kaninus impaksi menggunakan teknik Begg. Pasien perempuan, 17 tahun, gigi sangat berjejal, gigi kaninus kanan rahang bawah impaksi, kelas II divisi 2 Angle, deep overbite, pergeseran midline gigi  rahang atas dan bawah ke arah kanan, overjet 2,49 mm dan overbite 5,45 mm. Perawatan dilakukan dengan menggunakan alat cekat Begg dengan pencabutan keempat gigi premolar pertama. Operasi exposure dilakukan untuk membuka gigi kaninus kanan bawah yang impaksi yang diikuti perekatan braket ortodontik. Kawat busur multiloop, anchorage bend dan elastik intermaksiler klas II digunakan pada tahap leveling dan unraveling. General alignment dicapai dalam waktu 13 bulan, pergeseran midline terkoreksi, gigi kaninus kanan rahang bawah erupsi sempurna, relasi kaninus kelas I Angle, overjet 2,00 mm, overbite 2,68 mm. Saat ini perawatan masih berlangsung pada tahap koreksi kesejajaran akar gigi. Kesimpulan perawatan maloklusi angle klas II divisi 2 dengan berjejal parah dan impaksi kaninus mandibula dalam kasus ini membutuhkan operasi exposure gigi kaninus impaksi diikuti alat cekat teknik Begg. Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 199-207.
Perawatan Maloklusi Klas III Skeletal disertai Open Bite dengan Teknik Begg Anggaraeni, Putu Ika; Suparwitri, Sri; H, Soekarsono; SP, Pinandi
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.021 KB)

Abstract

Overjet negatif pada maloklusi klas III dapat terjadi karena penyimpangan hubungan incisivus atas dan bawah, adanya malrelasi antara maksila dan mandibula, atau kombinasi keduanya. Maloklusi klas III dapat disertai dengan crowding, deep bite, maupun open bite. Tujuan perawatan adalah untuk mengoreksi cross bite dan open bite, memperoleh overjet dan overbite normal serta hubungan oklusal yang stabil. Pasien laki-laki usia 15 tahun dengan maloklusi Angle klas III dan relasi skeletal klas III, mandibula protrusif, cross bite anterior (overjet -3 mm), open bite 12-22 terhadap 43-34, cross bite posterior bilateral, dan pergeseran garis tengah inter incisivus rahang bawah kekanan 0,7 mm. Perawatan ortodontik dilakukan dengan alat cekat teknik Begg, diawali dengan pencabutan gigi 34 dan 44 serta grinding gigi anterior rahang atas. Elastik intermaksiler klas III, elastik cross posterior, dan elastik vertikal digunakan untuk koreksi cross bite anterior dan posterior serta open bite. Kesimpulan dari hasil perawatan dengan teknik Begg, cross bite anterior dan posterior serta open bite terkoreksi (overjet 2 mm dan overbite 2 mm). Garis tengah inter incisivus rahang bawah dan rahang atas sejajar dengan garis tengah wajah. Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 192-198.
Perawatan Maloklusi Angle Kelas II Divisi 2 dengan Impaksi Kaninus Mandibula menggunakan Alat Cekat Begg Ruliyanto, Ruliyanto; Suparwitri, Sri; H, Soekarsono
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.968 KB)

Abstract

Gigi kaninus sangat penting untuk estetika dan fungsi mastikasi seseorang.  Impaksi gigi adalah gagalnya gigi untuk muncul ke dalam lengkung gigi yang dapat disebabkan karena kekurangan ruang, adanya sesuatu yang menghalangi jalur erupsi gigi atau karena faktor keturunan. Prevalensi impaks gigi kaninus maksila adalah 0,9-2,2%, sedangkan impaksi gigi kaninus mandibula lebih jarang terjadi. Alternatif perawatan gigi impaksi kaninus mandibula adalah operasi exposure dan diikuti dengan kekuatan erupsi alat cekat ortodontik. Tujuan dari perawatan adalah untuk koreksi malrelasi dan malposisi gigi geligi, khususnya koreksi gigi kaninus impaksi menggunakan teknik Begg. Pasien perempuan, 17 tahun, gigi sangat berjejal, gigi kaninus kanan rahang bawah impaksi, kelas II divisi 2 Angle, deep overbite, pergeseran midline gigi  rahang atas dan bawah ke arah kanan, overjet 2,49 mm dan overbite 5,45 mm. Perawatan dilakukan dengan menggunakan alat cekat Begg dengan pencabutan keempat gigi premolar pertama. Operasi exposure dilakukan untuk membuka gigi kaninus kanan bawah yang impaksi yang diikuti perekatan braket ortodontik. Kawat busur multiloop, anchorage bend dan elastik intermaksiler klas II digunakan pada tahap leveling dan unraveling. General alignment dicapai dalam waktu 13 bulan, pergeseran midline terkoreksi, gigi kaninus kanan rahang bawah erupsi sempurna, relasi kaninus kelas I Angle, overjet 2,00 mm, overbite 2,68 mm. Saat ini perawatan masih berlangsung pada tahap koreksi kesejajaran akar gigi. Kesimpulan perawatan maloklusi angle klas II divisi 2 dengan berjejal parah dan impaksi kaninus mandibula dalam kasus ini membutuhkan operasi exposure gigi kaninus impaksi diikuti alat cekat teknik Begg. Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 199-207.