Prihandini Iman, Prihandini
Bagian Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Retraksi Gigi Anterior dengan Bentuk Bibir pada Perawatan Protrusif Bimaksilar dengan Teknik Begg Prima, Francisca; Iman, Prihandini; Sutantyo, Darmawan
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pada jaringan keras di daerah sepertiga wajah bagian bawah membawa perubahan pada jaringan lunak di atasnya. Pergerakan pada gigi anterior akan mempengaruhi bentuk bibir yang melekat langsung pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahanposisi gigi anterior dengan perubahan bentuk bibir atas dan bibir bawah setelah perawatan ortodontik pada maloklusi protrusif bimaksilar dengan teknik Begg pada orang dewasa Jawa. Penelitian dilakukan pada 17 pasang sefalogram lateral pasien berumur 18-35 tahun dengan protrusif bimaksilar sebelum dan sesudah perawatan. Masing-masing sefalogram diukur perubahan pada posisi gigi anterior yaitu jarak yang diukur dari tepi insisal gigi anterior ke garis referensi yang ditarik dari sella dan perubahan pada bibir atas dan bawah yaitu ketebalan dan panjang bibir. Data perubahan pada  posisi gigi anterior dan perubahan pada bibir dianalisis dengan uji korelasi product moment Pearson dan analisis regresi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi bermakna antara perubahan posisi gigi anterior dengan perubahan ketebalan dan panjang bibir.Ketebalan bibir atas dan bibir bawah bertambah secara bermakna ( P<0,05). Panjang bibir atas dan bibir bawah juga bertambah secara bermakna (P<0,05).Kesimpulan dari penelitian dijumpai bahwa retraksi gigi anterior atas dan bawah pada perawatan protrusif bimaksilar akan diikuti oleh pertambahan ketebalan dan panjang bibir atas dan bibir bawah.ABSTRACT: The Relationship Between Anterior Teeth Retraction with The Lip Shape During Treatment on Bimaxillary Protrusion Using Begg Technique. The changes of hard tissue at the third lower area of the face affect the changes of the soft tissue. The movement of the anterior teeth influences lip shape which is in direct contact with these.This research aims to determine the relationship between the change of anterior teeth position and the change of upper and lower lips after orthodontic treatment on bimaxillary dental protrusion with Begg technique in adult Javanese. The research was conducted to 17 pairs of lateral setalogram on patients aged 18 to 35 with bimaxilar protrusion after and before treatment. Each setelogram measured the change of anterior teeth position (measured as the horizontal distance from the incisal tip to a constructed vertical to sella) and the change of upper and lower lips (measured as thickness and length of the lips). Data on anterior teeth position changes and lips changes were analysed using Pearson product moment correlation test and regression analysis. The result showed that there was a positive correlation between the change of anterior teeth position and the change in thickness and length of the upper and lower lips. The thickness of the upper and lower lips increased significantly (p<0,05). The length of upper and lower lips increased significantly too (p<0,05). Based on the research, it is concluded that treatment for on bimaxillary protrusion with Begg technique on the upper and lower anterior teeth retraction increases the thickness and length of upper and lower lips
Efektivitas Busur Multiloop Edgewise Pada Kasus Crowding Berat Disertai Palatal Bite Rasyid, Nolista Indah; Iman, Prihandini; Heryumani, Heryumani
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme perawatan dengan Multiloop Edge Wise (MEAW) efisien dalam melakukan koreksi maloklusi berat dengan defleksi tekanan yang sangat rendah. Tujuan pemaparan kasus adalah evaluasi perawatan crowding berat disertai palatal bite menggunakan multiloop edgewise archwire. Seorang laki laki 15 tahun dengan maloklusi Angle kelas I tipe 1,4, skeletal kelas I dengan bimaksilari retrusif disertai bidental protrusif. Crowding berat pada regio anterior dan posterior serta palatal bite pada gigi 12, 11, 21, 22 terhadap 42, 41, 31, 32, scissor bite pada gigi 15 terhadap 45, overjet 6,21 mm dan overbite 6,04 mm. Bentuk lengkung gigi pada rahang atas parabola asimetri sedang pada rahang bawahomega asimetri. Lengkung gigi regio posterior mengalami kontraksi lateral dan lengkung gigi kearah anterior mengalami protraksi. Perawatan kasus dilakukan dengan menggunakan alat cekat teknik Edgewise dengan multiloop pada regio anterior dan posterior disertai pencabutan empat gigi premolar pertama. Hasil perawatan setelah 6 bulan menunjukkan crowding, palatal bite, dan scissor bite terkoreksi. Overjet menjadi 4,20 mm dan overbite 3,90 mm. Bentuk lengkung pada rahang atas dan rahang bawah menjadi parabola simetris. Jarak intermolar rahang atas bertambah sebesar 2,11 mm dan rahang bawah bertambah sebesar 1,22 mm. ABSTRACT: Effectiveness of multiloop edge wise arch in severe crowded case accompanied by palatal bite. MEAW appliance is a tehnique which is able to efficiently treat many cases including severe crowding with very low load deflection. The objectives of this study is to evaluate the treatment of severe crowding malocclusion with palatal bite using multiloop edgewise archwire. A 15 years old man with Angle class I type 1,4 malocclussion, class I sceletal with bimaxillary retrusion and bidental protusion. Severe crowding malocclusion in anterior and posterior region, palatal bite in 12, 11, 21, 22 to 42, 41, 31, 32, scissor bite in 15 to 45, overjet 6,21 mm and overbite 6,04 mm. asymmetry in both of dental arch, but the shape of the upper arch was parabola and lower arch was omega. Contraction of dental arch in posterior region and protraction in anterior region. This case was treated with extraction of four first premolar using multiloop edgewise arcwire tehnique, the loops were placed in anterior and posterior region. After six month of treatment the result showed that MEAW could correct severe crowding, palatal bite and scissor bite. Overjet became 4,20 mmand overbite became 3,90 mm. Shape of upper and lower dental arch became symmetric parabola. Upper intermolar increased 2,11 mm and lower intermolar 1,22 mm.
Hubungan Retraksi Gigi Anterior dengan Bentuk Bibir pada Perawatan Protrusif Bimaksilar dengan Teknik Begg Prima, Francisca; Iman, Prihandini; Sutantyo, Darmawan
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 20, No 2 (2013): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pada jaringan keras di daerah sepertiga wajah bagian bawah membawa perubahan pada jaringan lunak di atasnya. Pergerakan pada gigi anterior akan mempengaruhi bentuk bibir yang melekat langsung pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahanposisi gigi anterior dengan perubahan bentuk bibir atas dan bibir bawah setelah perawatan ortodontik pada maloklusi protrusif bimaksilar dengan teknik Begg pada orang dewasa Jawa. Penelitian dilakukan pada 17 pasang sefalogram lateral pasien berumur 18-35 tahun dengan protrusif bimaksilar sebelum dan sesudah perawatan. Masing-masing sefalogram diukur perubahan pada posisi gigi anterior yaitu jarak yang diukur dari tepi insisal gigi anterior ke garis referensi yang ditarik dari sella dan perubahan pada bibir atas dan bawah yaitu ketebalan dan panjang bibir. Data perubahan pada  posisi gigi anterior dan perubahan pada bibir dianalisis dengan uji korelasi product moment Pearson dan analisis regresi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi bermakna antara perubahan posisi gigi anterior dengan perubahan ketebalan dan panjang bibir.Ketebalan bibir atas dan bibir bawah bertambah secara bermakna ( P<0,05). Panjang bibir atas dan bibir bawah juga bertambah secara bermakna (P<0,05).Kesimpulan dari penelitian dijumpai bahwa retraksi gigi anterior atas dan bawah pada perawatan protrusif bimaksilar akan diikuti oleh pertambahan ketebalan dan panjang bibir atas dan bibir bawah.The Relationship Between Anterior Teeth Retraction with The Lip Shape During Treatment on Bimaxillary Protrusion Using Begg Technique. The changes of hard tissue at the third lower area of the face affect the changes of the soft tissue. The movement of the anterior teeth influences lip shape which is in direct contact with these.This research aims to determine the relationship between the change of anterior teeth position and the change of upper and lower lips after orthodontic treatment on bimaxillary dental protrusion with Begg technique in adult Javanese. The research was conducted to 17 pairs of lateral setalogram on patients aged 18 to 35 with bimaxilar protrusion after and before treatment. Each setelogram measured the change of anterior teeth position (measured as the horizontal distance from the incisal tip to a constructed vertical to sella) and the change of upper and lower lips (measured as thickness and length of the lips). Data on anterior teeth position changes and lips changes were analysed using Pearson product moment correlation test and regression analysis. The result showed that there was a positive correlation between the change of anterior teeth position and the change in thickness and length of the upper and lower lips. The thickness of the upper and lower lips increased significantly (p<0,05). The length of upper and lower lips increased significantly too (p<0,05). Based on the research, it is concluded that treatment for on bimaxillary protrusion with Begg technique on the upper and lower anterior teeth retraction increases the thickness and length of upper and lower lips
Perawatan Kaninus Ektopik Menggunakan Teknik Begg dengan Pencabutan Premolar Kedua Putri, Puspita Ndaru; Iman, Prihandini; Heryumani, JCP
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ektopik kaninus seringkali dijumpai dalam praktek bidang ortodontik. Sebagian orang yang merasa terganggu dengan keadaan ini akan datang ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan. Perawatan ortodontik dilakukan untuk mengoreksi gigi yang ektopik dan memperbaiki fungsi estetik. Pada perawatan kasus ektopik kaninus ini, pencabutan gigi premolar kedua dilakukan karena tidak diperlukan perubahan profil. Teknik Begg merupakan teknik ortodontik yang menggunakan gaya ringan dengan kawat busur berpenampang bulat. Kawat busur akan bergerak bebas tanpa friksi dan menghasilkan gerak tipping mahkota gigi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk memaparkan perawatan kaninus ektopik dalam tahapan teknik Begg. Pasien perempuan usia 19 tahun mengeluhkan gigi depan yang gingsul dan berjejal. Hasil pemeriksaan objektif menunjukkan ektopik pada gigi 13, 23 dan 33, overbite 5 mm, crowding anterior mandibula, dan crossbite anterior pada gigi 22 dan 33. Maloklusi kelas I skeletal dengan protrusif bimaksiler dan protrusif bidental, ektopik kaninus maksila bilateral, ektopik kaninus mandibula unilateral, deep bite, crowding anterior mandibula dan crossbite anterior. Dilakukan perawatan ortodontik cekat teknik Begg multiloop dengan pencabutan 15, 25, 36 dan 46. Sembilan bulan setelah perawatan, crossbite anterior, dan gigi 13, 23 dan 33 yang ektopik telah terkoreksi. Crowding anterior mandibula telah mengalami perbaikan dan perawatan masih berlanjut hingga saat ini. Perawatan teknik Begg multiloop dengan pencabutan gigi premolar kedua merupakan alternatif perawatan untuk koreksi ektopik kaninus, jika tidak diperlukan perubahan profil wajah pasien. ABSTRACT: Ectopic Canines Treatment Using Begg Technique with Second Premolar Extraction. Ectopic canines are often found in the field of orthodontic practice. People who are annoyed with this situation usually come to an orthodontist to seek for treatment. Orthodontic treatment has been performed to correct ectopic teeth and improve the function of aesthetics. In this case of ectopic canines, a second premolars tooth was extracted because profile changes are not required. Begg orthodontic technique is a technique that uses light forces by using round archwire. Archwire will move freely without friction and produce a tipping movement of dental crowns. A 19 year old female patient complained of ectopic and crowding anterior teeth. The objective examinations find ectopic of 13, 23 and 33, overbite: 5 mm, anterior mandibular crowding, and anterior crossbite of 22 and 33. Class I skeletal malocclusion, bimaxillar protrusive, bidental protrusive, bilateral ectopic canine maxilla and lateral ectopic canine mandibula, deep bite, anterior crowding and anterior crossbite. A fixed orthodontic treatment was performed by multiloop Begg technique with tooth extraction of 15, 25, 36, and 46. 9 months after treatment, anterior crossbite and ectopic 13, 23, 33 have been corrected by using multiloop Begg technique. Crowding in the lower arch has improved compared to initial condition and treatment still continues to this day. Multiloop Begg technique with second premolars extraction is an alternative treatment for ectopic canines correction if patient’s facial profile changes are not required.
Perawatan Maloklusi Kelas 1 Angle dengan Agenese Gigi 12, 14, 34, 44 dan Gangguan Sendi Temporomandibular dengan Alat Ortodontik Cekat Teknik Begg Disertai Pemakaian Trainer For Braces Mahayeni, Komang Sri; Iman, Prihandini
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 19, No 1 (2012): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: TMJ disorder is define as a condition of acute or chronic inflammation of TMJ in association with mandibular, myofunctional condition, teeth malposition and or malocclusion. TMJ disorder could lead to significant pain and anatomical damage. There are signs and symptoms of TMJ disorder, such as devition of jaw movement, clicking when openingor close the jaw, mastication disorder and decreasing interincisal distance. Purpose: To describe the result of orthodontic treatment with begg technique and trainer for braces on angle’s class I malocclusion with agenese involving 12, 14, 34, and 44 along with TMJ disorder and bad habit which is one side mastication. Case: 19 years old female complaining limited mouth opening, pain on the right side of TMJ when opening the mouth and when chewing hard food and also complaining of multiple diastema on upper and lower teeth. Diagnose : Angle’s class I with  bidental protrusive, 3mm midline midline shifting  to the left side, agenese involving 12,13,34,44, and one side mastication. Treatment : Patient treated witg begg technique and braces which is wear 1 hour at day time distance, and feel comfort when chewing hard  foord  and after 24 months of treatment with fixed begg appliance, malposition and interdigitation are corrected.
Efektivitas Busur Multiloop Edgewise Pada Kasus Crowding Berat Disertai Palatal Bite Rasyid, Nolista Indah; Iman, Prihandini; Heryumani, JCP
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 2 (2014): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme perawatan dengan Multiloop Edge Wise (MEAW) efisien dalam melakukan koreksi maloklusi berat dengan defleksi tekanan yang sangat rendah. Tujuan pemaparan kasus adalah evaluasi perawatan crowding berat disertai palatal bite menggunakan multiloop edgewise archwire. Seorang laki laki 15 tahun dengan maloklusi Angle kelas I tipe 1,4, skeletal kelas I dengan bimaksilari retrusif disertai bidental protrusif. Crowding berat pada regio anterior dan posterior serta palatal bite pada gigi 12, 11, 21, 22 terhadap 42, 41, 31, 32, scissor bite pada gigi 15 terhadap 45, overjet 6,21 mm dan overbite 6,04 mm. Bentuk lengkung gigi pada rahang atas parabola asimetri sedang pada rahang bawahomega asimetri. Lengkung gigi regio posterior mengalami kontraksi lateral dan lengkung gigi kearah anterior mengalami protraksi. Perawatan kasus dilakukan dengan menggunakan alat cekat teknik Edgewise dengan multiloop pada regio anterior dan posterior disertai pencabutan empat gigi premolar pertama. Hasil perawatan setelah 6 bulan menunjukkan crowding, palatal bite, dan scissor bite terkoreksi. Overjet menjadi 4,20 mm dan overbite 3,90 mm. Bentuk lengkung pada rahang atas dan rahang bawah menjadi parabola simetris. Jarak intermolar rahang atas bertambah sebesar 2,11 mm dan rahang bawah bertambah sebesar 1,22 mm. Effectiveness of multiloop edge wise arch in severe crowded case accompanied by palatal bite. MEAW appliance is a tehnique which is able to efficiently treat many cases including severe crowding with very low load deflection. The objectives of this study is to evaluate the treatment of severe crowding malocclusion with palatal bite using multiloop edgewise archwire. A 15 years old man with Angle class I type 1,4 malocclussion, class I sceletal with bimaxillary retrusion and bidental protusion. Severe crowding malocclusion in anterior and posterior region, palatal bite in 12, 11, 21, 22 to 42, 41, 31, 32, scissor bite in 15 to 45, overjet 6,21 mm and overbite 6,04 mm. asymmetry in both of dental arch, but the shape of the upper arch was parabola and lower arch was omega. Contraction of dental arch in posterior region and protraction in anterior region. This case was treated with extraction of four first premolar using multiloop edgewise arcwire tehnique, the loops were placed in anterior and posterior region. After six month of treatment the result showed that MEAW could correct severe crowding, palatal bite and scissor bite. Overjet became 4,20 mm and overbite became 3,90 mm. Shape of upper and lower dental arch became symmetric parabola. Upper intermolar increased 2,11 mm and lower intermolar 1,22 mm.
Perawatan Ortodontik Kaninus Kiri Maksil Impaksi di Daerah Palatal dengan Alat Cekat Teknik Begg Emil, E.; Iman, Prihandini
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 18, No 2 (2011): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: ketidakharmonisan ukuran rahang dengan gigi merupakan salah satu bentuk etiologi maloklusi yang diturunkan dan akan mempengaruhi susunan dan posisi gigi di dalam rahang. Impaksi gigi seperti molar ketiga atau gigi kaninus sering kita temui akibat tidak adanya ruang untuk gigi tersebut erupsi dan menyusun diri di dalam lengkung yang baik. Gigi kaninus memiliki peran penting di dalam mulut, selain untuk mastikasi, gigi ini juga memiliki peran menentukan dalam estetika susunan gigi. Senyum yang menarik tidak akan didapatkan tanpa adanya gigi kaninus di dalam lengkung. Kasus impaksi kaninus dapat dirawat menggunakan teknik Begg dengan proses windowing yang dilakukan oleh ahli bedah mulut. Tujuan: membantu erupsi gigi kaninus dengan bantuan alat orto cekat teknik Begg. Kasus: laki-laki 19 tahun mengeluhkan gigi depan rahang atas protusif langit-langit tergigit oleh gigi depan rahang bawah. Diagnosis: maloklusi Angle kelas II dengan hubungan skeletal kelas I disertai kondisi berjejal di daerah anterior dan gigitan dalam. Perawatan: menggunakan alat cekat teknik Begg dan windowing dengan pencabutan dua premolar pertama rahang atas serta prosedur windo. Kesimpulan: hasil menunjukkan gigi kaninus kiri rahang atas dapat erupsi dengan baik dan bisa diposisikan ke dalam lengkung dalam 5 bulan. Background: Discrepancy in size between jaw and teeth is one of the etiology factor of malocclusion that genetically inherited and will affect teeth allignment and position within the jaw. Third molar and canine impaction frequently found because there is not enough space for theme to erupt and align themselfes in a good alignment. Canine have an important role in mastication as it is in facial aesthetic. Canine impaction can be treated with Begg technique and windowing process performed by oral surgeon. Purpose: to help impacted canine to erupt using fixed Begg appliance technique and windowing process. Case: 19 years old man complained of crowded front teeth. Diagnosis: malocclusion Angle class II, skeletal class I with crowding and deepbite on anterior segment. Treatment: using the Begg fixed appliance and windowing techniques with the extraction of two maxillary first premolars. Conclusion: the result showed that maxillary right canine erupted and can be adjusted within the line of occlusion in 5 months.