Subandi MA, Subandi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MENINGKATKAN EMOSI POSITIF PASIEN DI RUMAH SAKIT

Buletin Psikologi Vol 9, No 2 (2001): Desember
Publisher : Buletin Psikologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap penyakit, betapapun ringannya, seperti flu, sakit perut, kepala pusing dirasakan oleh seseorang sebagai suatu gangguan dalam kehidupan sehari-hari. 0leh sebab itu penyakit tidak disambut baik. Pasien rumah sakit sering menunjukkan berbagai simtom psikologik, terutama kecemasan dan depresi (Pennebaker, dkk.,dalam Taylor, 1995). Pasien bahkan merasa tidak berdaya (Taylor, 1995). Pennebaker, dan kawan-kawan (dalam Taylor, 1995) juga menyatakan bahwa kecemasan, depresi dan gangguan psikologik lain sering menyertai simtom fisik. Pasien yang dirawat dirumah sakit biasanya mengalami kecemasan karena memikirkan gangguan atau penyakitnya, merasa bingung dan cemas rnengenai harapan hasil perawatan, serta risau dengan peran yang ditinggalkan. Pasien harus melakukan penyesuaian terhadapsituasi baru, yang sukar. Rumah sakit kurang dapat menenangkan pasien yang cemas, bahkan memperburuk kondisi tersebut (Mason, dkk., dalam Taylor, 1995).

PENGEMBANGAN MODUL UNTUK MENINGKATKAN EMOSI POSITIF PASIEN DI RUMAH SAKIT

Buletin Psikologi Vol 9, No 2 (2001)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap penyakit, betapapun ringannya, seperti flu, sakit perut, kepala pusing dirasakan oleh seseorang sebagai suatu gangguan dalam kehidupan sehari-hari. 0leh sebab itu penyakit tidak disambut baik. Pasien rumah sakit sering menunjukkan berbagai simtom psikologik, terutama kecemasan dan depresi (Pennebaker, dkk.,dalam Taylor, 1995). Pasien bahkan merasa tidak berdaya (Taylor, 1995). Pennebaker, dan kawan-kawan (dalam Taylor, 1995) juga menyatakan bahwa kecemasan, depresi dan gangguan psikologik lain sering menyertai simtom fisik. Pasien yang dirawat dirumah sakit biasanya mengalami kecemasan karena memikirkan gangguan atau penyakitnya, merasa bingung dan cemas rnengenai harapan hasil perawatan, serta risau dengan peran yang ditinggalkan. Pasien harus melakukan penyesuaian terhadapsituasi baru, yang sukar. Rumah sakit kurang dapat menenangkan pasien yang cemas, bahkan memperburuk kondisi tersebut (Mason, dkk., dalam Taylor, 1995).