This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan
Yuni Suranindyah, Yuni
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PRODUKSI DAN KOMPOSISI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science UGM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.255 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan produksi dan komposisi susu kambing daerah dataran tinggi dan dataran rendah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kambing yang digunakan dalam penelitian adalah 10 induk laktasi kambing Peranakan Ettawa di masing-masing lokasi yaitu Kabupaten Kulon Progo dan Bantul. Data yang diambil terdiri dari kondisi lingkungan, konsumsi pakan, produksi dan komposisi susu yang terdiri dari kadar lemak, kadar protein, dan berat jenis. Pengukuran dilakukan dalam 3 ulangan, dengan tiap ulangan selama 7 hari, pada awal, pertengahan dan akhir periode. Konsumsi pakan diukur selama 21 hari. Produksi susu diukur dari hasil pemerahan pagi dan sore. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis One way-Anova. Konsumsi nutrisi kambing di Kabupaten Kulon Progo lebih besar daripada Bantul (P<0,05). Rerata konsumsi bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan total digestible nutrient kambing di Kulon Progo berturut-turut adalah 95,98 g; 14,26 g; 14,26 g, dan 0,06 kg/kg BB0,75 sedangkan di Bantul 86,96 g; 10,87 g; 19,23 g, dan 0,05/kg BB0,75. Rerata produksi susu, kadar lemak, kadar protein, dan total bahan padat susu kambing di Kulon Progo adalah 501,71 g/hari; 4,84%, 4,41%, dan 1 3,26% sedangkan di Bantul 419,62±197,08 g/hari; 6,30%; 3,97%, dan 1 4,69%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi lingkungan menyebabkan perbedaan produksi dan komposisi susu kambing Peranakan Ettawa salah satunya diakibatkan oleh perbedaan komposisi pakan dan konsumsi nutrien, sebagaimana hasil yang diperoleh di Kulon Progo danBantul.(Kata kunci: Dataran rendah, Dataran tinggi, Kambing Peranakan Ettawa, Komposisi susu, Produksi)

PRODUKSI DAN KOMPOSISI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Buletin Peternakan Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.255 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan produksi dan komposisi susu kambing daerah dataran tinggi dan dataran rendah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kambing yang digunakan dalam penelitian adalah 10 induk laktasi kambing Peranakan Ettawa di masing-masing lokasi yaitu Kabupaten Kulon Progo dan Bantul. Data yang diambil terdiri dari kondisi lingkungan, konsumsi pakan, produksi dan komposisi susu yang terdiri dari kadar lemak, kadar protein, dan berat jenis. Pengukuran dilakukan dalam 3 ulangan, dengan tiap ulangan selama 7 hari, pada awal, pertengahan dan akhir periode. Konsumsi pakan diukur selama 21 hari. Produksi susu diukur dari hasil pemerahan pagi dan sore. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan analisis One way-Anova. Konsumsi nutrisi kambing di Kabupaten Kulon Progo lebih besar daripada Bantul (P<0,05). Rerata konsumsi bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan total digestible nutrient kambing di Kulon Progo berturut-turut adalah 95,98 g; 14,26 g; 14,26 g, dan 0,06 kg/kg BB0,75 sedangkan di Bantul 86,96 g; 10,87 g; 19,23 g, dan 0,05/kg BB0,75. Rerata produksi susu, kadar lemak, kadar protein, dan total bahan padat susu kambing di Kulon Progo adalah 501,71 g/hari; 4,84%, 4,41%, dan 1 3,26% sedangkan di Bantul 419,62±197,08 g/hari; 6,30%; 3,97%, dan 1 4,69%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kondisi lingkungan menyebabkan perbedaan produksi dan komposisi susu kambing Peranakan Ettawa salah satunya diakibatkan oleh perbedaan komposisi pakan dan konsumsi nutrien, sebagaimana hasil yang diperoleh di Kulon Progo danBantul.(Kata kunci: Dataran rendah, Dataran tinggi, Kambing Peranakan Ettawa, Komposisi susu, Produksi)

ACTIVITY OF PHENOL OF Morinda citrifolia AS NATURAL ANTIBACTERIA TO INHIBIT THE GROWTH OF MASTITIS-ASSOCIATED BACTERIA

Buletin Peternakan Vol 41, No 4 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (4) NOVEMBER 2017
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of dairy farmers less of attention about sanitation after milking. It can trigger a disease, mastitis. Mastitis is one of harmful disease in dairy cow, because it can decrease quality and quantity of milk. The aim of this study was to determine active compounds in the noni fruit extract, to measure the levels of phenolic compounds in different stage of fruit maturity and to know the result of California Mastitis Test (CMT) test between teat’s cow were dipped with noni fruit extract and commercial teat dipping solution containing 1.25% iodine (commercial). The highest level of phenols was presented in ripe noni fruit. Based on statistical analysis using One Way Anova followed by Duncans test Multiply Range Test (DMRT), there were significant differences (P<0.05) in CMT test between teat’s cow were dipped in noni fruit extract and iodine 1.25% solution. Noni fruit extract solution showed better result than commercial dipping solution containing iodine. The conclusion is noni fruit extract contains natural antibacteria, it can be used to teat dipping solution.