Lisyanto Lisyanto, Lisyanto
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, Jl. Willem Iskandar Pasar V, Medan Estate, Medan Sumatera Utara

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

MEKANISME DAN TORSI PENGEPRASAN TUNGGUL TEBU MENGGUNAKAN PISAU BAJAK PIRING YANG DIPUTAR Lisyanto, Lisyanto; Sembiring, E Namaken; Suastawa, I Nengah; Setiawan, Radite P A; Djoefrie, M H Bintoro
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol 21, No 1 (2007): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Cutting of sugar cane stubble is one of important activities in sugar cane agriculture system. Problems on labor and low quality of cutting have not been solved by manual cutting system. In addition, a kind of farm machinery, which work in rotating ways did not give a good result in doing the cutting of sugar cane stubble. Due to low quality of cutting and broken sugar cane stubble, it is not used any more. The problem of broken sugar cane stubble in mechanical cutting system should be solved by changing the system of cutting mechanism, prefering impact cutting to chips forming. The goal of the study is to analyze the mechanism of cutting on sugar cane stubble by using rotating disk plow and to develop a mathematical model in order to determine cutting force of sugar cane stubble. Method of analyzing on movement of node on edge is used to discribe a curve of edge movement. A mathematical model of cutting force was developed base on instant cutting area which was calculated using Simpson method, numerical integration system. Equations resulted from this study can be applied to simulate the movement of edge using input parameters, mainly: tilt angle, disk angle, angular velocity,linier velocity. Variety of PA 198 has the higher specific cutting resistance per area of cutting than the other varieties. The mathematical model developed can be used to determine the cutting force with a good result. Diterima: 12 Desember 2006, Disetujui: 12 Maret 2001  
DISAIN DAN PENGUJIAN SISTEM KENDALI SUHU ASAP KAYU KARET UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBUATAN KARET SIT ASAP BERBASIS MIKROKONTROLLER Wibowo, Suhermanto Agung; Subrata, I Dewa Made; Suprapto, Anjar; Lisyanto, Lisyanto
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 35, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.694 KB) | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v35i2.399

Abstract

Pengasapan karet RSS adalah metode pengawetan dan pengeringan karet lembaranmenggunakan asap kayu bakar agar jamur tidak tumbuh saat penyimpanan. Pada umumnya pengasapan karet RSS konvensional membutuhkan waktu 5-6 hari dan konsumsi kayu asap sebanyak 4 m3 per ton karet kering. Selain itu mutu RSS juga ditentukan oleh pengontrolan yang rutin mengenai bahan bakar kayu dan suhu ruang pengasapan. Penelitian ini berupaya meningkatkan mutu karet RSS dan efisiensi energi proses pengasapan karet RSS dengan menerapkan sistem kendali otomatis berbasis mikrokontroller yang dapat mengatur konsentrasi asap dan suhu.  Sistem kendali ini merupakan sistem yang akan mengatur suhu dan kepekatan asap pada setiap tingkatan suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perancangan dan pengujian pengendalian suhu dan konsentrasi ruang asap karet RSS menggunakan mikrokontroller. Prosedur penelitian ini mencakup; 1) Disain dan Konstruksi, 2) Merancang perangkat keras  kendali, 3) Merancang perangkat lunak, 4) Kalibrasi Sensor LM 35 dan 5) Pengujian sistem kendali pada ruang pengasap. Hasil pengujian sistem kendali suhu dan konsentrasi asap adalah proses pengasapan karet RSS terbagi pada 4 tingkatan suhu yaitu suhu 400C-450C selama 12 jam, suhu 450C-500C selama 12 jam, suhu 500C-550C selama 12 jam, dan suhu 550C-600C selama 24 jam. Keberhasilan pengujian ini dicapai selama 60 jam atau 2,5 hari. Mutu karet RSS berwarna coklat transparan, tidak timbul gelembung dan lembaran tidak tambah panjang atau putus. Karet RSS menjadi dominan mutu RSS 1 setelah terjadi penguapan air sebesar 35,78%. Adapun panjang karet RSS berkurang sebesar 3,81%, lebar berkurang sebesar 8,95% dan ketebalan bertambah sebesar 4,36%. Penggunaan kayu bahan bakar asap sekitar 2 m3 dengan kapasitas karet RSS 1.000 Kg.