Santoso Rahardjo, Santoso
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN KONDISI TERUMBU KARANG DAN KAITANNYA DENGAN PROSES EUTROFIKASI DI KEPULAUAN SERIBU Djaelani, Achmad; Damar, Ario; Rahardjo, Santoso
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.467 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi kondisi terumbu karang dan keterkaitannya dengan proses eutrofikasi dimana P. Belanda dan P. Untung Jawa dipilih sebagai studi kasus pada bulan April sampai Juni 2009. Metode foto transek kuadrat digunakan untuk pengambilan data kondisi terumbu karang. Pengukuran parameter kualitas perairan seperti suhu, kecepatan arus, dan kecerahan dilakukan secara in-situ, sedangkan parameter lainnya seperti salinitas, pH, kekeruhan, ortofosfat (PO4), nitrit (NO2), nitrat (NO3), dan amonia (NH3) dianalisis di laboratorium (ex-situ). Principal Component Analysis (PCA) digunakan untuk melihat parameter-parameter yang paling berpengaruh pada setiap stasiun pengamatan. Analisis Regresi Linear digunakan untuk melihat hubungan antara tutupan makroalga dengan parameter kualitas air serta hubungan antara tutupan makroalga dengan tutupan karang hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tutupan karang hidup di P. Belanda berada dalam kategori ”sedang” dengan persentase tutupan sebesar 27,90%, sedangkan di P. Untung Jawa berada dalam kategori ”rusak” dengan persentase tutupan sebesar 0,21%. Ada perbedaan tingkat kesuburan perairan antara lokasi P. Belanda dan P. Untung Jawa, dimana P. Untung Jawa memiliki kondisi perairan dengan kategori sangat subur (eutrofikasi) berdasarkan pada tingginya kandungan fosfat dan persentase tutupan makroalga yang tinggi. Faktor nutrien mempunyai pengaruh cukup besar terhadap persentase tutupan makroalga yang cukup berpengaruh terhadap persentase tutupan karang hidup.Kata kunci: eutrofikasi, kualitas perairan, terumbu karang, strategi pengelolaan
ANALISIS PENGELOLAAN TERUMBU KARANG UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI DI PULAU PONCAN KOTA SIBOLGA, SUMATERA UTARA Riza Kurnia Lubis, Muhammad; Rahardjo, Santoso; Yulianto, Gatot
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.095 KB)

Abstract

Kota Sibolga merupakan daerah kunjungan wisata bagi masyarakat Sumatera Utara karena memiliki potensi pulau-pulau kecil dan kelautan. Potensi sumberdaya hayati kelautan memiliki nilai ekologi dan ekonomi antara lain sumberdaya terumbu karang dan perikanan serta wisata bahari. Pulau-pulau yang berpotensi untuk pengembangan ekowisata bahari adalah Pulau Poncan Besar dan Pulau Poncan Kecil karena memiliki potensi terumbu karang untuk wisata selam dan snorkeling. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kondisi terumbu karang di Pulau Poncan, tingkat, dan penyebab kerusakan terumbu karang; (2) menentukan jenis dan daya dukung wisata bahari yang dapat dikembangkan di Pulau Poncan; (3) mengetahui estimasi nilai ekonomi dari terumbu karang di Pulau Poncan; (4) membuat strategi pengembangan ekowisata bahari di Pulau Poncan. Metode pengambilan data untuk terumbu karang mengggunakan metode Line Intercept Transect (LIT), ikan karang (Underwater Visual Census), sosial dan ekonomi (Purposive/Incidental Sampling). Analisis yang digunakan antara lain persentase life form, kelimpahan individu ikan, matriks kesesuaian area untuk wisata snorkeling dan selam, Indeks Kesesuaian Wisata, daya dukung kawasan, tingkat kerusakan terumbu karang, total nilai ekonomi, serta analisis pengelolaan menggunakan SWOT. Kondisi terumbu karang di kedua pulau masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata persentase 30.98%, dengan variasi tutupan antara 27.27-34.69%. Total kelimpahan ikan di Pulau Poncan sebanyak 47 019 ind/ha.Kata kunci: daya dukung, ekowisata, selam, snorkeling, strategi manajemen, terumbu karang.
TIDAL PATTERNS AND RESOURCE USE IN THE MUSI-BANYUASIN COASTAL ZONE OF SUMATRA Hadi, Safwan; Hanson, Arthur J.; Koesoebiono, -; Mahlan, Musrefinah; Purba, Mulia; Rahardjo, Santoso
Marine Research in Indonesia Vol 19 (1977)
Publisher : Research Center for Oceanography - Indonesian Institute of Sciences (LIPI)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2348.152 KB)

Abstract

Tidal influence extends 100 km upriver in the coastal swamplands of Sumatra and Kalimantan. In planning development or resource use, description of local tidal variation is important since tides interact with river flow to zone the land and waters into a series of distinctive environments. The coastal swamps are being opened for rice cultivation with tidally-influenced irrigation and drainage canals. There are also forestry and fishery activities plus major shipping activities in these delta areas. The tidal patterns arc studied in the South Sumatra coastal portion of the Musi and Banyuasin River basins. The tides are mixed, predominantly diurnal with a maximum range of 3.5 m near the coast. Significant differences in tidal amplitude and phase exist between rivers separated by deltas often less than 10 km in width. Differences in river water flow atributed to season or basin characteristics influence tidal patterns. On the Musi river the relationship between tidally-influenced resource uses and distance from the sea suggests the greatest variety of activities occurs within the zone of maximum tidal range 0 to 30 km from the delta fronts. This zone should therefore be considered a region of special ecological concern. A mechanism is needed for coordinated planning of infrastructure changes likely to influence hydrology or resource uses. Predictive models should be developed for measuring the likely impact of such development on coastal hydrology.