Yuli Amalia, Yuli
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Penerapan Model Eliciting Activities untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Confidence Siswa SMA Amalia, Yuli; Duskri, M.; Ahmad, Anizar
Didaktik Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.53 KB)

Abstract

The ability of mathematical creative thinking and self-confidence are ones of the targets in mathematics learning. Therefore, learners need a relevant model to have them be active in searching information themselves, group working, building self-confidence, and improving creative thinking in perceiving and understanding the information to resolve a problem. One of the models is model-eliciting activities to improve students’ mathematical creative thinking and self-confidence to have students organize their own knowledge in learning. Applying this model, this research was to investigate (1) the differences of students’ mathematical creative thinking improvement through dividing into low, medium, and high subgroups, (2) the description of students’ self-confidence in mathematics learning, and (3) the correlation of creative thinking ability and self-confidence in mathematics learning. This experiment used one-group pretest-posttest design. The population was all first year students of SMA Negeri 5 Banda Aceh, and the sample was all students in Class X-IA3. The instruments applied in the research were mathematical creative thinking ability test and self-confidence questionnaire. The statistic testing applied in data analysis was the average difference test, whereas the questionnaire was counted based on the percentage. The result obtained showed that the improvement in students’ mathematical creative thinking exists in those who applied model-eliciting activities. While, the result from the questionnaire proves that the majority of the students (74.6%) establish positive view toward mathematics learning using model-eliciting activities. In contrast, there was no any correlation between creative thinking ability and self-confidence in mathematics learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK SISWA KELAS XI SMA NEGERI I MEUREBO Rhofiqah, Lutfi; Amalia, Yuli
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2019): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.809 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan penalaran matematik siswa terhadap kemampuan penlaran matematik siswa kelas xi SMAN I Meurebo; 2) Untuk mengetahui seberapa besar oengaruh model pembelajaran PBL terhadap kemampuan penalaran matematik siswa kelas XI SMAN I Meurebo.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian level treatment by level disingn. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dengan sampel siswa kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen I dengan menggunakan model RME dan kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen II dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Hasil analisis data didapatkan rata-rata nilai kelas kontrol 77,80 dan rata-rata kelas eksperimen adalah 86,27. Berdasarkan uji regresi linier sederhana yang dilakukan diperoleh pengaruh model pembelajaran RME sebesar 15,21 % dan pengaruh model pebelajran PBL sebesar 33,96 %.Kata kunci : Problem Based Learning (PBL) dan Kemampuan Penalaran
ANALISIS KESALAHAN KONSEP LOGIKA PADA BUKU AJAR Amalia, Yuli
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.291 KB)

Abstract

Abstrak: Buku ajar merupakan salah satu sumber bacaan yang digunakan oleh para calon pendidik maupun pendidik sebagai bahan ajar dalam memahami suatu materi sebelum diajarkan. Penelitian ini menganalisa tentang penyajian terhadap konsep logika yang keliru sehingga terdapat  kesalahan serta berusaha untuk memperbaiki konten buku teks matematika untuk PGSD yang dapat digunakan pada beberapa pergururan tinggi dengan jurusan/program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Aceh ataupun perpustakaan-perpustakaan sebagai koleksinya terhadap bahan bacaan. Kesalahan penyajian dalam hal ini adalah kesalahan berdasarkan pengungkapan objek matematika, yaitu fakta, keterampilan, konsep dan prinsip. Dari hasil analisa didapatkan kesalahan dalam menyajikan materi biimplikasi, yaitu ketidaksingkronan antara keterangan dengan konten dalam tabelnya. Kesalahan ini berubungan dengan fakta, konsep, dan prinsip. Kesalahan dalam buku ajar matematika harus diperhatikan dengan seksasama agar terhindar dari kekeliruan dalam penyampaian materi pelajaran. Matematika merupakan ilmu yang sarat dengan materi-materi yang dapat memicu berkembangnya kemampuan berpikir khususnya kemampuan penalaran . Guru adalah sebuah profesi yang sangat vital dalam kehidupan untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Peneliti menganalisa tentang penyajian konsep logika dengan mengkaji dan membandingkan penyajian materi tersebut dalam beberapa sumber bacaan (buku ajar) lainnya. Oleh karena itu, disarankan baik bagi calon pendidik, pendidik maupun anak didik yang ingin menggunakan buku teks yang telah dianalisis dapat merujuk hasil penelitian ini. Kata-kata kunci: Analisis, Kesalahan, Konsep, Buku
PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN DISCOVERY YANG MENEKANKAN ASPEK ANALOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Jamal, Fakhrul; Amalia, Yuli
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2015): MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.518 KB)

Abstract

Proses belajar siswa berhubungan dengan hasil belajarnya, dapat mengembangkan kreatifitas, dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, sehingga belajar menjadi lebih bermakna bagi siswa. Model pembelajaran discovery yang menekankan aspek analogi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam belajar metematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang objektif mengenai pemahaman matematik dan kemampuan berpikir kritis siswa SMA melalui pembelajaran dengan pendekatan discovery yang menekankan aspek analogi. penelitian ini adalah penelitian kuantitatif bertujuan utama untuk menelaah pemahaman matematik siswa dan kemampuannya untuk berpikir kritis setelah siswa mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan discovery yang menekankan aspek analogi. teknik pengumpulan data yaitu dengan cara tes, tes ada 2 yaitu tes pemahaman matematik dan tes berpikir kritis, kemudian observasi dan angket. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Kuala dan sampel yang diambil adalah siswa kelas X sebanyak 2 kelas. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemahaman matematik dan kemampuan berpikir kritis pada kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan discovery yang menekankan aspek analogi mengalami peningkatan yang lebih baik daripada kelompok siswa yang memperoleh pembelajaran biasa; terdapat korelasi yang signifikan antara pemahaman matematik dan kemampuan berpikir kritis; dan aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran dengan pendekatan discovery mencerminkan kegiatan yang aktif; dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran tersebut sangat baik.
Penerapan Model Eliciting Activities untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Self Confidence Siswa SMA Amalia, Yuli
Didaktik Matematika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.53 KB) | DOI: 10.24815/jdm.v2i2.2813

Abstract

The ability of mathematical creative thinking and self-confidence are ones of the targets in mathematics learning. Therefore, learners need a relevant model to have them be active in searching information themselves, group working, building self-confidence, and improving creative thinking in perceiving and understanding the information to resolve a problem. One of the models is model-eliciting activities to improve students’ mathematical creative thinking and self-confidence to have students organize their own knowledge in learning. Applying this model, this research was to investigate (1) the differences of students’ mathematical creative thinking improvement through dividing into low, medium, and high subgroups, (2) the description of students’ self-confidence in mathematics learning, and (3) the correlation of creative thinking ability and self-confidence in mathematics learning. This experiment used one-group pretest-posttest design. The population was all first year students of SMA Negeri 5 Banda Aceh, and the sample was all students in Class X-IA3. The instruments applied in the research were mathematical creative thinking ability test and self-confidence questionnaire. The statistic testing applied in data analysis was the average difference test, whereas the questionnaire was counted based on the percentage. The result obtained showed that the improvement in students’ mathematical creative thinking exists in those who applied model-eliciting activities. While, the result from the questionnaire proves that the majority of the students (74.6%) establish positive view toward mathematics learning using model-eliciting activities. In contrast, there was no any correlation between creative thinking ability and self-confidence in mathematics learning.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PADA MATERI PELUANG KELAS XI SMA NEGERI 1 KAWAY XVI Mursyida, Mursyida; Amalia, Yuli
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10, No 2 (2019): Genta Mulia: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.854 KB)

Abstract

Perubahan orientasi dan pengembangan kurikulum 2013 SMA menempatkan matematika sebagai mata pelajaran dengan jam terbanyak dibandingkan kurikulum sebelumnya. Peneliti menemukan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika masih banyak khususnya materi peluang. Salah satu kelasalahan yang dilakukan siswa pada materi peluang adalah kesalahan dalam memahami soal yang diberikan guru di SMA Negeri 1 Kaway XVI. Oleh karena itu peneliti ingin mendeskripsikan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal tentang  materi  peluang  di  Kelas  XI  SMAN  1  Kaway  XVI.  Jenis  penelitian  ini  merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kaway XVI yang berjumlah 20 orang sedangkan objek dalam penelitian ini adalah sebanyak 5 orang siswa kelas XI yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi peluang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan wawancara. Perolehan yang didapat pada penelitian ini berupa penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal pada materi peluang adalah (1) kurang teliti, (2) belum paham dengan materi, (3) kurang memahami kalimat, (4) tidak membagi waktu, dan siswa lama dalam mengerjakan soal, dan (5) kurang minat. Adapun solusi dari penyebab terjadinya kesalahan dalam penelitian ini adalah, guru selalu memberikan tugas dan latihan secara rutin sehingga siswa mudah untuk mengingat bagaimana cara menyelesaiakan materi peluang dengan benar. Guru saat menjelaskan contoh soal dan materi secara mendetail agar siswa mudah mengingat cara menyelesaikan soal dengan cepat. Guru sering memberikan  latihan yang berbentuk cerita nyata yang bisa dilihat secara langsung, agar siswa terbiasa menyelesaikan soal-soal yang berbentuk cerita. Guru selalu memberitahukan siswa untuk mengerjakan soal yang bisa terlebih dahulu. Guru memberikan pelatihan-pelatihan untuk belajar cara menghitung cepat. Guru selalu memberikan lomba-lomba seperti cerdas cermat, sehingga siswa mempunyai minat untuk belajar.  Berdasarkan hasil tes yang peneliti lakukan kepada subjek penelitian faktor kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal tentang materi peluang yaitu prosedur tidak tepat, data hilang, data tidak tepat, manipulasi tidak langsung, dan kesimpulan hilang. Dari 20 orang siswa 13 yang kurang teliti sebesar 65%, 9 orang siswa yang belum paham dengan materi sebesar 45%, 7 orang siswa yang kurang memahami kalimat sebesar 35%, 8 orang siswa yang tidak membagi waktu, dan siswa lama dalam mengerjakan soal sebesar 40%, dan 3 orang siswa yang kurang minat sebesar 15%. Kata Kunci :     Kesalahan Siswa, Soal Matematika, Materi Peluang.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUTOGRAPH MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR (BRSD) PADA SISWA KELAS VIII MTs SWASTA KUALA KECAMATAN KUALA Mulyadi, Mulyadi; Amalia, Yuli
Genta Mulia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 10, No 1 (2019): GENTA MULIA : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.149 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini tentang?bagaimana peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media autograph materi Bangun Ruang Sisi Datar (BRSD) pada siswa kelas VIII MTs Swasta Kuala?, agar siswadapatmemperolehpengalamansecaralangsunguntukmeningkatkankeaktifandanprestasibelajarsehinggapembelajaranmenjadilebihbermakna.Latarbelakangmasalahpenelitianiniyaitukurangnyapemahamankonsep-konsepbangunruangsisidatarsehinggaparasiswahanyamenyalinapa yang di kerjakanoleh guru, selainitupara gurukurangmemberikanpeluangpadasiswauntukmengemukakan ide-idenya. Permasalahantersebutperludicarisolusinyayaitudenganmelakukanpenelitiantindakankelas yangbertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswapadamateri Bangun Ruang Sisi Datar (BRSD). Dengan pembelajaranmenggunakan media autograph materi Bangun Ruang Sisi Datar (BRSD) pada siswa kelas VIII MTs Swasta Kualadiharapkandapatmeningkat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini yaituPenelitian Tindakan Kelas (PTK), Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII semesterII. Teknik pengumpulan datayaitu: observasi, tes, dokumentasi. Instrumen yang di gunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari lembar validasi RPP, lembar validasi tes, lembar validasi observasi. Teknik analisis data yang digunakan secara deskreptif yaitu hanya mengumpulkan data yang diperoleh melalui observasi dan tes. Dari hasil pengamatan dari dua siklus yang telah peneliti laksanakan terdapat peningkatan hasil belajar siswa yaitudengan menggunakan media autograph materi Bangun Ruang Sisi Datar (BRSD) pada siswa kelas VIII MTs Swasta Kualatelahmeningkathal ini dapat terlihat dari nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I yaitu sebesar67,76 siswa yang mencapaiKKM sedangkan pada siklus IIada peningkatan nilai rata-rata yaitusebesar 78,12 yang berarti seluruh siswa telah mencapai KKM.Kata-kata kunci:Peningkatan, Hasil Belajar, Media Autograph
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DENGAN TEORI VAN HIELE Romika, Romika; Amalia, Yuli
Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.041 KB)

Abstract

Abstrak: Kemampuan pemecahan masalah adalah suatu cara yang baik untuk meningkatkan kualitas siswa dalam memahami setiap materi ajar yang diterima. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika yaitu materi bangun ruang sisi datar khususnya materi balok dan kubus dengan menggunakan media visual dan non visual dengan teori  Van Hiele. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan dengan jenis penelitian deskriptif, dimana setiap hasil dari analisis ini akan diungkapkan secara lebih cermat dan jelas tentang kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas V di SD Negeri 26 Leupung. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Teknik analisis datanya menggunakan validitas konstruk yaitu dengan cara melakukan validasi kepada 2 orang dosen bidang geometri.  Dari penelitian yang telah dilakukan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemampuan siswa di SD Negeri 26 Leupung dalam pembelajaran menggunakan media visual dan nonvisual dengan teori Van Hiele telah mencapai tingkat yang tinggi yaitu yang memiliki nilai dari 81-100 (tergolong sangat tinggi) adalah 13 orang yaitu sebesar 54,16%,nilai 61-80 (tergolong tinggi) 2 peserta didik sebesar 8,3% , yang memiliki nilai dari 41-60 (tergolong cukup)  adalah 2 peserta didik yaitu sebesar 8,3 %. Peserta didik yang memiliki nilai dari 21-40 (tergolong rendah) adalah 4 peserta didik yaitu sebesar 16,6 %,  dan yang terakhir nilai dari 0-20 (tergolong sangat redah) adalah 3 orang beserta didik yaitu sebesar 12,5% siswa tidak memiliki nilai. Sesuai hasil yang telah diperoleh maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa siswa di SD Negeri 26 Leupung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang tinggi dengan 15 atau 62,46% siswa telah bisa menyelesaikan soal yang telah diteskan, siswa-siswa tersebut sudah mampu memahami dengan baik apa yang ditampilkan dari soal tes yang di diberikan. Walaupun dalam proses penyelesaian soal siswa juga mendapat kesulitan, namun sudah cukup baik. Siswa di SD Negeri 26 Leupung telah mampu mencapai  tahap deduksi yaitu tingkat ke 3 (deduksi) dari 4 tingkatan yaitu ada tingkat 0 (visualisasi), tingkat 1 (analisis), tingkat 2 (abstraksi), tingkat 3 (deduksi)  dan tingkat 4 (rigor) ,walaupun ada juga beberapa orang siswa yang masih kurang dalam tahap deduksi ini.Kata Kunci: Pemecahan Masalah, bangun ruang, van hiele.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROBLEM BASED LEARNING KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI SPLTV Harani Tanjung, Sri Ayu; Amalia, Yuli
Al-Qalasadi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika AL QALASADI
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.453 KB) | DOI: 10.32505/al-qalasadi : jurnal ilmiah pendidikan matematika.v3i1.894

Abstract

Bahan ajar dikembangkan berdasarkan karakteristik siswa, sehingga kompetensi yang ditetapkan dapat dicapai. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa masih sangat rendah, siswa belum bisa memahami soal, sehingga terkendala dalam menentukan model penyelesaian soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan, keefektifan, dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis Problem Based Learning berkemampuan pemecahan masalah yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek Penelitan dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Meureubo kelas X Mia2 sebanyak 23 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respon siswa, dan tes. Dari hasil uji coba, pada uji coba I dan II diperoleh bahan ajar berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan efektif ditinjau dari 70% siswa yang mengikuti tes kemampuan pemecahan masalah memperoleh nilai minimal 75 dan tercapainya ketuntasan belajar tes kemampuan pemecahan masalah  75% dan respon positif siswa terhadap bahan ajar berbasis Problem Based Learning untuk kemampuan pemecahan masalah yang dikembangkan. Teaching materials are developed based on the characteristics of students, so that the specified competencies can be achieved. In general, students' problem solving abilities are still very low, students have not been able to understand the problem, so it is constrained in determining the mathematical problem solving model. This study aims to describe the validity, effectiveness, and response of students to Problem Based Learning-based teaching materials that are problem-solving skills developed. This research is a development research using ADDIE models namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects in this study were 23 students of Meureubo High School 1 in class Mia2 as many as 23 students. The research instruments were validation sheets, student response questionnaires, and tests. From the results of the trials, in the first and second trials obtained teaching materials based on Problem Based Learning that were developed effectively in terms of 70% of students taking the test of problem solving skills obtained a minimum score of 75 and achievement of learning completeness 75% problem solving ability tests and positive responses for Problem Based Learning based teaching materials for problem solving abilities developed.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PROBLEM BASED LEARNING KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI SPLTV Harani Tanjung, Sri Ayu; Amalia, Yuli
Al-Qalasadi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika AL QALASADI
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.453 KB)

Abstract

Bahan ajar dikembangkan berdasarkan karakteristik siswa, sehingga kompetensi yang ditetapkan dapat dicapai. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa masih sangat rendah, siswa belum bisa memahami soal, sehingga terkendala dalam menentukan model penyelesaian soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan, keefektifan, dan respon siswa terhadap bahan ajar berbasis Problem Based Learning berkemampuan pemecahan masalah yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek Penelitan dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Meureubo kelas X Mia2 sebanyak 23 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respon siswa, dan tes. Dari hasil uji coba, pada uji coba I dan II diperoleh bahan ajar berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan efektif ditinjau dari 70% siswa yang mengikuti tes kemampuan pemecahan masalah memperoleh nilai minimal 75 dan tercapainya ketuntasan belajar tes kemampuan pemecahan masalah  75% dan respon positif siswa terhadap bahan ajar berbasis Problem Based Learning untuk kemampuan pemecahan masalah yang dikembangkan. Teaching materials are developed based on the characteristics of students, so that the specified competencies can be achieved. In general, students' problem solving abilities are still very low, students have not been able to understand the problem, so it is constrained in determining the mathematical problem solving model. This study aims to describe the validity, effectiveness, and response of students to Problem Based Learning-based teaching materials that are problem-solving skills developed. This research is a development research using ADDIE models namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects in this study were 23 students of Meureubo High School 1 in class Mia2 as many as 23 students. The research instruments were validation sheets, student response questionnaires, and tests. From the results of the trials, in the first and second trials obtained teaching materials based on Problem Based Learning that were developed effectively in terms of 70% of students taking the test of problem solving skills obtained a minimum score of 75 and achievement of learning completeness 75% problem solving ability tests and positive responses for Problem Based Learning based teaching materials for problem solving abilities developed.