Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Ethnomathematics Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa

xxxx-xxxx
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was aimed to find out the effectiveness of inquiry learning model based on ethnomathematics in terms of mathematical problem-solving skill. The population of this research were all eighth grade students of SMP Negeri 1 Bulok in the academic year of 2017/2018 that were distributed into 5 classes. The samples of this research were students of VIIIB which were chosen by using purposive sampling technique. The research design was one group pre-test post-test. Research data were obtained through mathematical problem-solving skill test. The data analysis used for this research was Wilcoxon test. Based on the result of this research, it was concluded that inquiry learning model based on ethnomathematics was not effective in terms of student’s mathematical problem-solving skill.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran inkuiri berbasis ethnomathematics terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bulok tahun pelajaran 2017/2018 yang terdistribusi dalam lima kelas. Sampel penelitian adalah kelas VIIIB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbasis ethnomathematics tidak efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata kunci: efektivitas, model pembelajaran inkuiri berbasis ethnomathematics, pemecahan masalah matematis

Pengaruh strategi penilaian K-13 terhadap motivasi dan hasil belajar IPS-Geografi siswa di SMP Nasional dan SMP Budi Mulia Pakisaji

Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 1, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.108 KB)

Abstract

Authentic assessment focuses on three aspects of the assessment that is affective, cognitive and psychomotor. Authentic assessment system contained in the curriculum in 2013 were appropriate and were able to increase the result and motivation to learn. With the implementation good curriculum will either produce output learning results good also. The purpose of this research is to analize and know: 1) Significant influence of K13 assessment strategies to student learning motivation. 2) Significant influence of K13 assessment strategies to student learning outcomes. This research  is causal. The population in this study were all students of Class VIII SMP and SMP Budi Mulia National Pakisaji academic year 2015/2016, amounting to 268 students. Proportional random sampling, the samples taken 30% of the 268 students are 86 students. The research instrument using a questionnaire, to obtain good data and correct, the use of the instrument should be tested first. Data collection techniques used in this study is: (1) technical questionnaires and (2) technical documentation. Testing the hypothesis in this study using a t-test. Adapun significance level used is 5%. Calculation of data analysis using SPSS. The results of t test analysis showed that the K-13 assessment strategies did not affect significantly to the motivation and learning outcomes.Keyword: Motivation, learning outcomes, and assessment of K-13. http://dx.doi.org/10.17977/um022v1i22016p116

CTL; KAPDA; kompetensi siswa; pe PENGARUH MODEL KAITKAN-ALAMI-PIKIRKAN-DISKUSIKAN-APLIKASIKAN PADA PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP KOMPETENSI SISWA

Chemistry in Education Vol 7 No 2 (2018): Terbit bulan Oktober 2018
Publisher : Chemistry in Education

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Kurikulum 2013 mengharuskan pembelajaran berorientasi pada sisw. Pembelajaran hidrolisis garam bersifat teoritis, aplikatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran CTL dilaksanakan secara kelompok dengan menugaskan siswa untuk mengaitkan pengaruh larutan garam terhadap benda atau makluk hidup sehingga di yakini mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian modified pretest- posttest group design. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model KAPDA pada pembelajaran contextual teaching and learning. Desain penelitian ini menggunakan modified pretest-posttest group design. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji perbedaan rerata, analisis pengaruh antar variabel, dan penentuan koefisien determinasi. Hasil penelitian diperoleh rata- rata nilai posttest pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. Analisis pengaruh antar variabel menghasilkan nilai koefisien biserial sebesar 0,40 dan berkontribusi sebesar 16 % terhadap kompetensi kognitif siswa. Rata-rata kompetensi ranah afektif dan psikomotorik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol meskipun rata-rata kompetensi kedua kelas berkategori baik pada ranah afektif dan psikomotorik. Hasil angket respon siswa terhadap penerapan model KAPDA dengan pendekatan CTL mendapatkan respon positif dan dapat diterima siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model KAPDA pada pembelajaran contextual teaching and learning berpengaruh terhadap kompetensi siswa materi hidrolisis.

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KEPUASAN PENAMPILAN GIGI DENGAN MOTIVASI UNTUK MENINGKATKAN ESTETIKA GIGI PADA REMAJA DI MAN 2 SURAKARTA

JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 2. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Penampilan gigi merupakan bagian penting dalam menentukan keindahan wajah, dan berperan penting dalam interaksi sosial. Beberapa faktor yang mempengaruhi penampilan gigi adalah bentuk, warna, ukuran dan posisi gigi. Tingkat kepuasan pada penampilan gigi dapat membuat kualitas hidup dan kondisi psikososial lebih baik. Masa remaja merupakan tahap pembentukan identitas diri. Estetika wajah dan gigi geligi remaja berperan penting dalam pembentukan konsep diri. Dari beberapa hal yang dapat mempengaruhi penampilan estetik gigi, motivasi individu untuk melakukan perawatan akan semakin tinggi. Tingkat kepuasan individu akan mempengaruhi motivasi untuk meningkatkan perawatan giginya. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan penampilan gigi dengan motivasi untuk meningkatkan estetika gigi pada remaja di MAN 2 Surakarta. Metode : Metode penelitian analitik cross sectional di MAN 2 Surakarta remaja usia 15-18 tahun sebanyak 150 responden.Variabel tingkat kepuasan dan motivasi diukur menggunakan kuesioner dari Maghaireh. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : Terdapat hubungan antara tingkat kepuasan penampilan gigi dengan motivasi untuk meningkatkan estetika gigi pada remaja. Hasil uji menunjukkan p=0,001 (p<0,05 C=0,269). Koefisien kontingensi C=0,269 menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan yang lemah. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat kepuasan penampilan gigi dengan motivasi untuk meningkatkan estetika gigi pada remaja di MAN 2 Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA OVERJET DAN OVERBITE DENGAN STATUS PSIKOSOSIAL DEWASA AWAL MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2014

JIKG (Jurnal Ilmu Kedokteran Gigi) Vol 1. No 1. 2017
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.128 KB)

Abstract

Oklusi merupakan gerakan maksila dan mandibula gigi yang saling berkontak. Hubungan gigi saat oklusi normal dipengaruhi posisi overjet dan overbite. Besar overjet dan overbite dapat terlihat jelas ketika berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan pengaruhnya dalam status psikososial seseorang. Kualitas hidup dewasa awal terjadi dengan kemantapan jati diri dan merupakan masa reproduktif, yang merupakan masa peralihan dari remaja ke dewasa. Berbagai penelitian tentang dampak gigi terhadap status psikososial telah banyak dilakukan. Meskipun demikian penelitian seperti ini masih jarang di Indonesia khususnya di Surakarta. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian agar memperoleh data mengenai hubungan overjet dan overbite  dengan status psikososial khususnya pada dewasa awal.      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara overjet dan overbite dengan status psikososial dewasa awal mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Digunakan 96 sampel dewasa awal mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta berusia 20-25 tahun, untuk diukur besar overjet dan overbite tiap mahasiswa. Kemudian pengisian kuesioner menggunakan PIDAQ (Psychosocial Impact of Dental Aesthetics Questionnaire) untuk melihat persepsi responden mengenai giginya. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Hasil dari penelitan menunjukkan korelasi overjet dan status psikososial sangat lemah, tidak signifikan, namun searah, dengan nilai p = 0,284 (>0,05)  dan r = 0,110. Korelasi antara overbite dan status psikososial sangat lemah, tidak signifikan, dan tidak searah, dengan nilai p = 0,908 (>0,05) dan r = -0,012. Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat hubungan yang tidak bermakna antara overjet dan overbite dengan status psikososial dewasa awal mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2014.

PENGARUH MOTIVASI PENILAIAN K-13 TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA DI SMP NASIONAL KOTA MALANG

JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol 1 No 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.413 KB)

Abstract

Kurikulum yang digunakan di SMP Nasional Kota Malang adalah K-13, dimana sistem penilaiannya menitikberatkan pada tiga aspek penilaian yaitu afektif, kognitif, dan psikomotor. Sistem penilaian autentik yang terdapat dalam kurikulum 2013 telah sesuai dan mampu untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji apakah ada pengaruh yang signifikan antara motivasi penilaian K-13 terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Nasional tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 121. Teknik sampling menggunakan proportional random sampling, bahwa sampel diambil  30% dari 121 yaitu 36 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu angket, sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah: teknik angket dan teknik dokumentasi. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana. Adapun tingkat signifikasi yang digunakan yaitu 5%. Penghitungan analisis data menggunakan program SPSS 16. Hasil analisis uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa motivasi penilaian K-13 tidak berpengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Nasional. Kata Kunci: Motivasi Penilaian K-13, Hasil Belajar.

ANALISIS KESESUAIAN GAYA BELAJAR MENURUT MBTI (MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR) TERHADAP PENGUASAAN KONSEP KIMIA LOWER ORDER THINKING (LOT) DAN HIGHER ORDER THINKING (HOT)

JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia Vol 4 No 1 (2014): JRPK - Jurnal Riset Pendidikan Kimia, Volume 4 Nomor 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.756 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya belajar yang terdapat pada siswa terhadap penguasaan konsep kimia. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SMA Negeri 2 Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk menemukan kesesuaian antara gaya belajar siswa dengan penguasaan konsep kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis kuantitatif non-parametrik. Data yang dihasilkan dari tahap uji kelayakan instrumen dan tahap pengambilan data penelitian terhadap siswa sehingga diperoleh gaya belajar yang dimiliki subjek penelitian. Kemudian siswa dengan gaya belajar yang konsisten diuji penguasaan konsep kimianya melalui instrumen konsep kimia berdasarkan CCI (Chemical Concept Inventory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 gaya belajar berdasarkan pemetaan gaya belajar MBTI. Hasil pengujian terhadap skor tes konsep kimia menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara gaya belajar terhadap penguasaan konsep kimia LOT dan HOT. Setiap gaya belajar tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penguasaan konsep kimia. Kata kunci: Gaya Belajar, MBTI, LOT and HOT konsep kimia

SOSIALISASI KESADARAN BENCANA ALAM TANAH LONGSOR DI DESA PANDAN LANDUNG KABUPATEN MALANG

Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM IKIP Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land condition in Pandan Landung village is not flat (increasing upward its height) and tend to wavy with clay texture condition and loose soil. The increasing number of land conversion to be used as housing and agriculture causes Pandan Landung Village to potentially landslide disaster in case of heavy rain. Although a slope is vulnerable or potentially landslide, the slope will not yet be avalanched or subject to stability without being triggered by the triggering process. The triggering process such as high rainfall, the number of settlements built on the slopes, or slopes that are only planted with roots that are not able to withstand the flow of the surface due to rain. The socialization materials were prepared based on the analysis of participants' needs that were implemented through socialization and assistance with community involvement. The series of socialization activities are: Information and frequently asked questions about the understanding of natural disaster landslide, the type of landslide, the cause, and its impact. The results obtained from the activities of devotion include: 1) Socialization materials can be delivered properly .. 2) Response participants socialization landslide disaster is very good. 3) In the question and answer session there are several questions asked by the participants. And 4) The ability of socialization participants in mastering the landslide disaster material and their mitigation efforts is still lacking, but at least there is an increase of knowledge