Articles

Found 9 Documents
Search

PENURUNAN ANGKA PEROKSIDA DAN ASAM LEMAK BEBAS (FFA) PADA PROSES Bleaching MINYAK GORENG BEKAS OLEH KARBON AKTIF POLONG BUAH KELOR (Moringa Oliefera. Lamk) DENGAN AKTIVASI NaCl Aisyah, Siti; Yulianti, Eny; Fasya, Ahmad Ghanaim
ALCHEMY ALCHEMY (Vol.1 No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i0.1669

Abstract

Pemurnian minyak goreng bekas dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu despicing, netralisasi, dan bleaching menggunakan karbon aktif polong buah kelor. Pembuatan karbon aktif yang digunakan meliputi tiga tahap yaitu dehidrasi, aktivasi kimia dengan perendaman dalam larutan NaCl 15 % dan 30 %, dan karbonisasi dalam reaktor fluida pada suhu 650 ºC, 700 ºC dan 750 °C selama 120 menit dalam medium gas N2. Minyak goreng bekas dan minyak goreng hasil tiap tahap proses pemurnian dianalisa angka peroksida dengan metode iodometri dan FFA dengan metode titrasi asam basa. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan angka peroksida terbesar terjadi pada proses bleaching KA.30 % dengan suhu 650 ºC yaitu dari 6,80 meq/kg menjadi 0,25 meq/kg, sedangkan FFA mengalami penurunan terbesar pada proses netralisasi yaitu dari 0,35 % menjadi 0,16 %. Hal ini menunjukkan bahwa karbon aktif polong buah kelor sangat efektif dalam menurunkan angka peroksida dan FFA pada minyak goreng bekas.
AKTIVITAS KOAGULASI EKSTRAK BIJI KELOR (Moringa oleifera L.) DALAM LARUTAN NaCl TERHADAP LIMBAH CAIR IPAL PT. SIER PIER PASURUAN Aslamiah, Siti Suwaibatul; Yulianti, Eny; Jannah, Akyunul
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.2, No.3
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i0.2891

Abstract

Proses koagulasi dapat menggunakan bahan koagulan sintetis dan alami. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan air limbah yang dikoagulasi dengan menggunakan koagulan biji kelor (Moringa oleifera L.) dan Tawas (aluminium sulfat). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas koagulan ekstrak NaCl biji kelor dan tawas terhadap parameter air limbah dan mengetahui karakterisasi koagulan biji kelor.Tahapan awal 1 gr biji kelor diekstrak menggunakan larutan NaCl dengan variasi konsentrasi (0,5; 1; 1,5 dan 2 M), hasil terbaik dilakukan proses karakterisasi larutan ekstrak NaCl biji kelor meliputi uji kadar karbohidrat, protein dan lemak, kemudian digunakan sebagai koagulan dan dibandingkan dengan tawas. Variasi dosis koagulan yang digunakan (10, 20, 40, 80 dan 160 mL/L) dilakukan analisis parameter pH, kadar nitrat dan kekeruhan untuk mengetahui efektifitas dari masing-masing koagulan. Nilai variasi konsentrasi NaCl sebagai larutan pengekstrak biji kelor paling optimum adalah 1 M yang dapat menurunkan kekeruhan sampel air limbah sampai 74 %. Larutan ini juga mengandung karbohidrat 831 ppm, protein 3348 ppm dan 800 ppm lemak. Penambahan koagulan tawas sebanyak 80 mL/L membuat pH sampel air limbah turun menjadi 6,33; kadar nitrat 0,66 ppm dan mampu menurunkan kekeruhan sampai 58 %. Penambahan koagulan biji kelor sebanyak 80 mL/L membuat sampel air limbah berada pada pH 7,34 dan mampu menurunkan nilai kekeruhan sebesar 80,7 % tetapi kurang efektif dalam penurunan kadar nitrat.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKUADES (SUHU KAMAR) DAN AKUADES PANAS (70 oC) DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach Anwar, Syaiful; Yulianti, Eny; Hakim, Abdul; Fasya, Ahmad Ghanaim; Fauziyah, Begum
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i0.2900

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lamk.) adalah tanaman yang kaya nutrisi. Kandungan nutrisi tersebar pada seluruh bagian tanaman kelor, mulai dari daun, kulit batang, bunga, buah (polong), sampai akarnya. Kelor (Moringa oleifera Lamk.) mempunyai banyak manfaat, misalnya digunakan sebagai koagulan, nutrisi, vitamin, dan sebagai obat. Selama ini kelor di Indonesia hanya digunakan sebagai tanaman pagar dan sayuran  dan masih jarang ada penelitian tentang bioaktivitas daun kelor dan pemanfaatannya  sebagai antikanker. Penelitian ini mempelajari toksisitas ekstrak akuades (suhu kamar) dan akuades panas (70 oC) daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan menggunakan metode BSLT. Pemilihan pelarut akuades sangat menguntungkan karena ekonomis dan mudah diperoleh, sehingga mudah diaplikasikan oleh masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak akuades (suhu kamar) dan akuades panas (70 oC) daun kelor memiliki tingkat toksisitas terhadap Artemia salina Leach yang ditunjukkan dengan nilai LC50 kurang dari 1000 ppm. Ekstrak akuades panas (70 oC) memiliki toksisitas lebih baik dari pada ekstrak akuades (suhu kamar) karena dihasilkan nilai LC50 berturut-turut 163,979 ppm dan 265,977 ppm. Kandungan golongan senyawa pada ekstrak akuades panas (70 oC) adalah alkaloid, flavonoid, tanin dan triterpenoid. Berdasarkan hasil tersebut bahwa daun kelor mempunyai potensi sebagai tanaman sediaan herbal yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri dan antikanker.
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU Hartini, Eny Yulianti, Rif’atul Mahmudah, Lilik; Yulianti, Eny
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.3, No.2
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v0i1.2916

Abstract

Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan sebagai pakan ternak dan tempe gembos. Alternatif lain untuk memanfaatkan ampas tahu  adalah dengan  menjadikannya sebagai bahan dasar  dalam pembuatan karbon aktif karena kandungan serat ampas tahu berkisar 50 %. Proses pembuatan karbon aktif dalam penelitian ini melalui 4 tahapan yaitu proses pengeringan ampas tahu selama 7 hari di bawah terik  matahari, proses aktivasi kimia menggunakan aktivator larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 %, proses karbonisasi ampas tahu teraktivasi NaCl pada suhu 500  dan pencucian karbon aktif dari ampas tahu dengan menggunakan HCl 1 M. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi aktivator terhadap luas permukaan karbon aktif dari ampas tahu menggunakan metode adsorpsi methylene blue dan dilanjutkan uji ANOVA one way dan uji LSD (Least Significance Different) dengan taraf uji 1 %. Hasil karbon aktif yang mempunyai luas permukaan terbaik pada adsorpsi methylene blue dan berbeda nyata dari hasil uji LSD dilakukan analisis morfologi dan analisis komposisi unsur-unsur yang terkandung pada permukaan dengan menggunakan SEM-EDX (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray). Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi NaCl sebagai aktivator berpengaruh terhadap luas permukaan karbon aktif. Luas permukaan terbaik dihasilkan saat diaktivasi dengan aktivator larutan NaCl 10 % adalah  18,9358 . Analisis SEM menunjukkan bahwa karbon aktif teraktivasi NaCl 10 % pori-pori  yang terbentuk lebih banyak dan membentuk rongga-rongga pori-pori dengan kedalaman yang lebih besar bila dibandingkan dengan karbon aktif teraktivasi NaCl 0 %.  Hasil analisis EDX  menunjukkan bahwa komposisi unsur yang berada pada permukaan karbon aktif teraktivasi NaCl 10 % meliputi unsur C 88,90 %, unsur O 10,08 %, unsur Al 0,36 %, unsur Mg 0,16 % dan unsur Ca 0,50 % sedangkan komposisi unsur yang berada pada permukaan karbon aktif teraktivasi NaCl 0 % meliputi unsur C  87,38 %, unsur O 10,31 %, unsur Mg 0,77 % dan unsur Ca 1,54 %.
Utilization of NaCl Solution of Moringa Oleifera Seed Extract as Natural Coagulant at Liquid Waste at PT. Cheil Jedang Indonesia – Jombang Rizqi, Wadziatir; Yulianti, Eny; Jannah, Akyunul
ALCHEMY: Journal of Chemistry ALCHEMY (Vol.4, No.1
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v4i1.3141

Abstract

In this study, the coagulant from Moringa seeds extracted using NaCl solution. Early stages, Moringa seed powder was extracted using 1M NaCl solution. Variations in sample pH (pH 4, 5, 6, 7, 8, 9 and 10) and variations in coagulant dose (10, 20, 30, 40, 50, 60, 70 and 80 mL / L) was conducted to determine the effectiveness of each coagulant at pH test parameters, Total Suspended Solids and Chemical Oxygen Demand-Permanganate method. Characterization of Moringa seed extract solutions include levels of carbohydrates, proteins, fats and amino acids. Characterization results, the carbohydrate content of Moringa seeds extracted with NaCl solution at 909 ppm, the protein 3348 ppm, fat content 800 ppm and it contains 14 kinds of amino acids. Concentration of most amino acids are lysine, which is 0.196%. Coagulant of Moringa seed extract solution of NaCl with an optimum pH of 10 can decreased levels of TSS by 82.3% at a dose of 80 mL / L. Coagulant solution of NaCl extract of Moringa seeds can not reduce levels of COD-Mn.Keywords: Chemical Oxygen Demand-Permanganate, Coagulant, Moringa oleifera, Total Suspended Solids
MANFAAT MORINGA OLIEVERA.LAMK (KELOR) DALAM PERSPEKTIF AL QURAN Yulianti, Eny
ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Vol 10, No 1 (2009): Islamic Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2647.472 KB) | DOI: 10.18860/ua.v10i1.6064

Abstract

Moringa oleivem lamk, known as Moringa, is native to North India but is now found throughout the tropics. Moringa is also known as horseradish tree, drumstick tree and mother’s best friend. All Moringa food products have a very high nutritional value. Leaves rubbed against the temple can relieve headaches, to stop bleeding from a shallow cut, apply a poultice of fresh leaves. There is an anti-bacterial and anti-inflammatory effect when applied to wounds or insect bites. Extracts of leaves can be used against bacterial or fungal skin complaints. Leaf tea treats gastric ulcers and diarrhoea. Eating Moringa food products is good for those suffering from malnutrition due to the high protein and fibre content We can eat the leaves, especially young shoots, young pods, flowers, roots, and in some species even the bark. All of the parts of the tree can be used in a variety of ways. Moringa is full of nutrients and vitamins and is good in your food as well as in the food of your animals. Moringa helps to water purification and is a useful source of medicines. It provides lots of leafy material that is useful when using alley cropping systems.
Jenis-Jenis Polychaeta di Pulau Lombok dan Peristiwa Baunyale Soelistya Dyah Jekti, Dwi; ., Raskun; ., Sumarjan; Yulianti, Eny; Suryawati, Hari; Maswan, Mochamad; Kastoro, W
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 1 (1993): Juni 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Identifikasi jenis-jenis cacing (nyale) yang muncul setiap peristiwa 8aunyale telah dilakukan terhadap cacing-cacing yang tertangkap pad a peristiwa yang terjadi di tahun 1991 dan 1992. Ternyata yang disebut nyale tersebut adalah Polychaeta yang sedang melakukan pemijahan secara masal (swarming). di Pulau lombok peristiwa-peristiwa tersebut hanya terjadi di Pantai Selatan (Pantai Sager). Namun demikian, Polychaeta ditemukanjuga dengan jenis dan kelimpahan yang lebih kecil di Pantai Timur, Barat dan Utara, walaupun tidak terjadi peristiwa swarming. Kepadatan Polychaeta di luar peristiwa 8aunyale di Pantai Selatan adalah 66 ekor/m2, sedangkan di ketiga pantai lainnya hanya berkisar antara 34 - 43 ekor/m2.Kata-kata kunci: Polychaeta, peristiwa 8aunyale, pulau lombok
Pemanfaatan Biosorben Batang Jagung Teraktivasi Asam Nitrat dan Asam Sulfat untuk Penurunan Angka Peroksida – Asam Lemak Bebas Minyak Goreng Bekas Yulianti, Eny; Royana, Isna
ALCHEMY Vol 5, No 1 (2016): ALCHEMY
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology UIN Maulana Malik Ibrahim Malan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/al.v5i1.3685

Abstract

Batang jagung merupakan limbah pertanian yang mengandung kadar selulosa tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai biosorben dalam pemurnian minyak goreng bekas. Penelitian ini akan mempelajari pengaruh konsentrasi asam sulfat dan asam nitrat sebagai aktivator biosorben terhadap penurunan angka peroksida dan asam lemak bebas (ALB) pada proses bleaching. Pembuatan biosorben dari batang jagung dilakukan dengan cara delignifikasi dan aktivasi kimia menggunakan aktivator asam sulfat dan asam nitrat dengan berbagai variasi konsentrasi. Pemurnian minyak goreng bekas dengan cara despicing, netralisasi dan bleaching.Hasil penelitian menunjukan bahwa biosorben batang jagung teraktivasi H2SO4 dan HNO3 yang digunakan pada proses bleaching minyak goreng bekas dapat menurunkan angka peroksida dan ALB. Penurunan angka peroksida terbesar pada proses bleaching oleh biosorben teraktivasi H2SO4 10% dan teraktivasi HNO3 1 M mencapai 9,53% dan 14,12%, berturut-turut.  Penurunan terbesar kadar ALB pada proses bleaching sebesar 8,65% pada biosorben teraktivasi H2SO4 20% dan 8,63% pada biosorben teraktivasi HNO3 1 M. Hasil analisis spektra FTIR biosorben yang telah digunakan pada proses bleaching menunjukan adanya gugus fungsi baru C-H metilen (2855 cm-1) dan C=O ester (1742 cm-1) yang diduga merupakan peroksida dan ALB yang teradsorpsi secara kimia oleh biosorben. Hasil analisis statisitik ANOVA menunjukan bahwa variasi konsentrasi asam sulfat dan asam nitrat tidak mempunyai pengaruh terhadap penurunan angka peroksida, akan tetapi mempunyai pengaruh terhadap penurunan ALB
Briket Arang Tempurung Kawista (Limonia acidissima) Teraktivasi NaOH dengan Perekat Alami Yulianti, Eny; Jannah, Raudatul; Khoiroh, Lilik Miftahul; Istighfarini, Vina Nurul
al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan Vol 6, No 1 (2019): al-Kimiya
Publisher : Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1236.204 KB) | DOI: 10.15575/ak.v6i1.4798

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan tempurung tempurung kawista (Limonia acidissima) telah dilakukan sebagai bahan dasar pembuatan briket arang. Variabel jenis perekat alami berupa gel yang terbuat dari tepung beras, tepung ketan, dan tepung tapioka. Selanjutnya jenis perekat alami terbaik ditentukan, yang mampu menghasilkan nilai kalor tertinggi dan kualitas briket tempurung kawista sesuai dengan SNI. Metode perlakuan terhadap tempurung kawista meliputi aktivasi NaOH 0,1 M, karbonisasi, pencetakan dan pengepresan. Karakterisasi briket arang dilakukan melalui uji mutu SNI, termasuk penentuan nilai kalor tertinggi, serta identifikasi gugus fungsi sampel kulit, arang kulit, dan briket arang menggunakan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan aktivasi meningkatkan kualitas briket arang. Penggunaan semua jenis perekat dengan perbandingan massa arang : perekat sebesar 9 : 1,  menghasilkan briket arang yang memenuhi kualitas SNI. Nilai kalor tertinggi sebesar 6905 kal/g terdapat pada sampel briket arang tempurung kawista teraktivasi dengan jenis perekat alami gel tepung beras. Melalui penentuan mutu briket arang terbaik sesuai standar SNI, diperoleh nilai kadar air 3,733%, kadar zat menguap 8,014%, kadar abu 2,373%, dan kadar C terikat 85,88%. Secara garis besar, keseluruhan gugus fungsi yang teridentifikasi hampir sama yaitu meliputi gugus O–H pada 3500-3400 cm-1, C=C pada 1650-1600 cm-1, C–H pada 1384-1383 cm-1, dan C–OH pada daerah 1047-1034 cm-1. Perbedaan yang nampak adalah briket arang yang teraktivasi memiliki intensitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan briket tanpa aktivasi