Sholihati Sholihati, Sholihati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Penundaan Kematangan Pisang Raja (Musa paradisiaca Var. Sapientum L.) Melalui Penggunaan Media Penyerap Etilen Kalium Permanganat

Rona Teknik Pertanian Vol 8, No 2 (2015): Volume 8, No. 2, Oktober 2015
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.411 KB)

Abstract

Abstrak. Indonesia adalah salah satu penghasil pisang terbesar di asia. Masa hidup pisang relatif pendek. Sehingga tidak dapat menjangkau jarak jauh dalam pemasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari efek penyerap etilen kalium permanganat untuk menunda proses pematangan, untuk mengetahui efektivitas etilen kalium permanganat untuk menyerap etilen dan untuk mengembangkan model penentuan konsentrasi etilen selama penyimpanan sebelum proses pematangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi etilen setara dengan 0,16 ml/g.jam pada perlakuan 10 g , diikuti oleh perlakuan penyerap etilen 20 g dengan nilai setara dengan 0,06 ml/g.jam, penyerap 30 g sama dengan 0,03 ml / g.hour dan penyerap 40 g sama dengan 0,02 ml / g.hour pada suhu kamar 25 – 28 oC. Pada suhu dari 13, efektivitas penyerap etilen sama dengan 0,11 ml / g.hour pada perlakuan konsentrasi penyerap 10 g, diikuti oleh penyerap 20 g sama dengan 0,05 ml / g.hour . Penyerap 30 g sama dengan 0,03 ml / g.hour dan penyerap 40 g sama dengan 0,02 ml / g.hour. Fase klimakterik pada pisang dengan suhu 13 oC adalah di hari ke-11 , dengan produksi CO2 sama dengan 47,12 ml/kg dan produksi etilen sama dengan 1.82 ppm pada suhu ruang. Pada penggunaan etilen permanganat potasium diperoleh umur penyimpanan yang lebih panjang pada pisang, yaitu 20 hari pada suhu ruang dan 45 hari pada suhu 13 oC. Study of Lengthen Shelf Life of Pisang Raja (Musa paradisiaca Var. Sapientum L.) by Using Absorber Ethylene  Potassium Permanganate SubstanceAbstract. Indonesia is one of the biggest bananas producers in Asia. Banana is categorized as perishable  commodity,  therefore it cannot market is limited by distribution time.  Reach a long distance in marketing. This aim of this research is to study the effect of ethylene potassium permanganate to delay  the ripening of the fruit process, to know the effectiveness of ethylene potassium permanganate to absorb the ethylene and to develop ethylene concentration model during storage before ripening process. Results show that concentration of ethylene  is equal to 0.16 ml/g.hour at 10 g  of treatment, followed by 20 g  of absorber , that is equal to 0.06 ml/g.hour, 30g of absorber, that is equal to 0.03 ml/g.hour and 40g of absorber that is equal to 0.02 ml/g.hour at room temperature (25-28oC) temperature . At temperature of 13 0C, the effectivity of ethylene absorber is equal to 0.11 ml/g.hour at treatment concentration of 10 g  of absorber, followed by absorber 20 g of equal to 0.05 ml/g.hour. The absorber 30 g equal to 0.03 ml/g.hour and absorber 40 g equal to 0.02 ml/g.hour. Climacteric phase in  banana at temperature of  13 0C  is on the 11th day,  with production of CO2 equals to 14.67 ml/kg and production of ethylene equals to 0.96 ppm. Climacteric phase is in the 5th  day with production CO2 equals to 47.12 ml/kg and production of ethylene equals to 1.82 ppm at room temperature. The  ethylene potassium permanganate substance chamber is able to lengthen the shelf life of banana for 20 days at room temperature  and for 45 days at  temperature of 13 0C.

The Design of Power Plant Biomass in Isolated Are From National Electricty Company in Indonesia With Aplication of Tar Wet Scrubber and Filter Gas

Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 2 (2017): Volume 10, No. 2, Oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Mesin gasifikasi bertujuan untuk menghasilkan gas mampu bakar (CO, H2, CH4).  Gas mampu bakar yang dihasilkan dapat digunakan untuk menggantikan fossil fuel untuk menjalankan gas engine. Namun gas mampu bakar yang dihasilkan tersebut mengandung tar (kotoran) yang masih tinggi, sehingga terjadi pengotoran filter engine dan mengakibatkan mesin tidak dapat dioperasikan dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) pada daerah terisolasi dari jaringan listrik PT.PLN (Persero) di Indonesia melalui aplikasi tar wet scrubber dan gas filter. Mesin gasifier yang dirancang berupa tipe downdraft dengan kapasitas terpasang 25 kW. Tambahan komponen rangkaian PLTBm yang dirancang adalah  tar wet scrubber, gas filter dan gas engine. Secara keseluruhan mesin PLTBm yang dirancang terdiri dari : (1)Tangki pengisian biomassa, (2)Tangki biomassa, (3)Reaktor tipe downdraft, (4)Cyclon, (5)Tar wet schrubber, (6)Water tank, (7)Gas filter, (8)Blower, (9)Gas engine kapasitas 25 kW, (10)Air inlet nozzle, (11)Connection pipe, (12)Termometer indicator, (13)Exhaust gas, (14)Pressure indicator. Pengurangan nilai tar selain menggunakan karbon aktif, juga menggunakan sistem perangkap kotoran gas (wet scrubber). Gasifier yang digunakan pada penelitian ini memiliki diameter reaktor 900 mm dan tinggi 1000 mm. Cyclon memiliki diameter 580 mm dengan tinggi 1766 mm. Gas filter memiliki panjang 700 mm, tinggi 700 mm dan lebar 700 mm. Tar wet scrubber terdiri dari 5 tabung (diameter tabung 300 mm) yang terangkai satu dengan yang lainnya dengan tujuan untuk menangkap tar yang masih terkandung dalam gas mampu bakar yang dihasilkan dari reaktor gasifikasi dengan dimensi total yaitu lebar 1750 mm dan tinggi 1300 mm.