Endang Ambarwati, Endang
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN NILAI VO2 MAX PADA KELOMPOK PESENAM AQUA ZUMBA DENGAN KELOMPOK PESENAM ZUMBA

JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 4, No 4 (2015): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Determine VO2Max rate is a way to measure cardiorespiratory endurance. Zumba is a popular type of excersice in Indonesia. It has several classes, including aqua zumba and zumba. The difference between them is the media of the exercise, which aqua zumba is done in the water.Aim : To know the difference of VO2Max rate between aqua zumba and zumba gymnasts group.Method : This research was quasi experimental study using samples of aqua zumba and zumba gymnasts group (n=16 for each group). The VO2Max rate was measured using Queen’s College Step Test. The data were analyzed with Independent T- Test.Result : The mean VO2Max rate of aqua zumba gymnasts group is 39,07±2,94 with the minimum rate is 33,3 ml/kg/minute and the maximum rate 42,17 ml/kg/minute. The mean VO2Max rate of zumba gymnasts group is 38,12±1,91 with the minimum rate is 35,51 ml/kg/menit and the maximum rate 42.91 ml/kg/minute. The mean VO2Max rate of aqua zumba gymnasts group is higher than zumba gymnasts group.Conclusion : The mean VO2Max rate of aqua zumba gymnasts group s higher than zumba gymnasts group but the difference is not statistically significant.

PERBANDINGAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA KELOMPOK PESENAM AQUA ZUMBA DENGAN KELOMPOK PESENAM ZUMBA

JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 4, No 4 (2015): MEDIA MEDIKA MUDA
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Doing exercise is an excellent way to improve the vitality of lungs function, stimulates respiration process and increases lungs volume. Nowadays, zumba has become a trend of exercise. Zumba has some variations, two of them are aqua zumba and zumba. The difference between them is the media of exercise, aqua zumba is done in the water, while zumba is done in the studio. One way to know the lung function is measuring the peak expiratory flow rate (PEFR).Aim : To prove the difference of peak expiratory flow rate between aqua zumba and zumba gymnasts.Methods : This research was quasi experimental study. Research’s samples were aqua zumba and zumba gymnasts groups (n=16 for each group) which the peak expiratory flow rate was measured using Mini-Wright Peak Flow Meter. The data were analyzed using Independent t- Test.Result : The mean peak expiratory flow rate of aqua zumba gymnasts group is 386,9±55,10 liter/minute with the minimum rate is 300 liter/minute and the maximum rate is 470 liter/minute. The mean peak expiratory flow rate of zumba gymnasts group is 365,6±43,04 liter/minute with the minimum rate is 300 liter/minute and the maximum rate is 430 liter/minute. The mean peak expiratory flow rate of aqua zumba gymnasts group is higher than zumba gymnasts group (p=0,2).Conclusion : The mean peak expiratory flow rate of aqua zumba gymnasts group is higher than zumba gymnasts group but the difference was not statistically significant.

PERBEDAAN ANTARA KESEIMBANGAN TUBUH SEBELUM DAN SESUDAH SENAM PILATES PADA WANITA USIA MUDA

JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Jurusan Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Olahraga merupakan serangkaian aktivitas fisik yang berfungsi untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan baik fisik maupun rohani. Salah satu olahraga yang sedang populer di Indonesia khususnya pada kaum wanita adalah senam pilates. Penekanan pada latihan pilates adalah pada pernafasan, kordinasi, serta keseimbangan tubuh.Tujuan : Mengetahui perbedaan antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah melakukan senam pilates pada wanita usia muda.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah wanita usia 18-25 tahun dengan besar sampel 16 orang. Pemeriksaan keseimbangan tubuh menggunakan Standing Stork Test. Uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji t berpasangan.Hasil : Rerata nilai SST subjek penelitian sebelum senam pilates adalah 4,46 ± 2,47 detik dengan nilai terendah adalah 1,5 detik dan nilai tertinggi adalah 9,05 detik, sedangkan rerata nilai SST subjek penelitian sesudah senam pilates adalah 14,15 ± 8,93 detik dengan nilai terendah adalah 3,58 detik dan nilai tertinggi 37,14 detik. Ada perbedaan yang bermakna antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah senam pilates pada wanita usia muda (p<0,001).Kesimpulan : Ada perbedaan yang bermakna antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah senam pilates pada wanita usia muda.

Pengaruh Latihan Hatha Yoga terhadap Kadar Nitric Oxide pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No. 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kesakitan dan kematian akibat diabetes melitus di Indonesia cenderung berfluktuasi setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh latihan Hatha Yoga terhadap peningkatan kadar Nitric Oxide (NO) pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian adalah experimental dengan pre-post with control group design. Sebanyak 34 subjek diabetes melitus tipe 2 yang berusia antara 45-75 tahun dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok I mendapatkan latihan Hatha Yoga dan kelompok II tidak mendapat latihan Hatha Yoga. Subjek pada kelompok I melakukan 18 kali latihan dengan frekuensi tiga kali seminggu selama enam minggu dengan durasi 45 menit setiap sesi. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna kadar NO setelah intervensi antara kedua kelompok (p=0,856). Terdapat perbedaan bermakna pada perubahan glukosa darah puasa (p=0,000) dan glukosa darah 2 jam post prandial (p=0,010) antara kedua kelompok, dengan perubahan pada kelompok intervensi lebih baik daripada kelompok kontrol. Latihan Hatha Yoga terbukti dapat memberikan perbaikan perubahan kadar glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam post prandial namun dampak pada kadar NO belum terbukti.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Hatha Yoga, glukosa darah 2 jam post prandial, glukosa darah puasa, Nitric Oxide 

PENGARUH BERMAIN VIDEO GAME TIPE ENDLESS RUNNING TERHADAP WAKTU REAKSI

JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Video game banyak digunakan di seluruh dunia dan dapat dimainkan oleh siapa saja. Video game tipe endless running memerlukan koordinasi visual dan motorik yang baik karena jenis game ini menuntut pemainnya untuk berkonsentrasi penuh dan bereaksi cepat. Waktu reaksi merupakan salah satu parameter yang dapat diukur untuk menilai kemampuan koordinasi visual dan motorik.Tujuan: Mengetahui pengaruh bermain video game tipe endless running terhadap waktu reaksi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan comparison group pre-test and post-test design. Subjek penelitian adalah 34 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berusia 17-22 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak bermain video game selama 4 minggu dan kelompok perlakuan yang bermain video game endless running 5 hari/minggu selama 4 minggu dengan frekuensi 1 jam/hari. Masing-masing subjek penelitian diukur waktu reaksi sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan software Attention Network Test. Waktu reaksi sebelum dan sesudah bermain video game dianalisis dengan uji T-berpasangan. Perubahan waktu reaksi antarkelompok dianalisis dengan uji T-tidak berpasangan.Hasil: Ditemukan rerata penurunan waktu reaksi yang bermakna pada subjek penelitian kelompok perlakuan (p<0,001). Terdapat perbedaan rerata perubahan waktu reaksi yang bermakna antara subjek penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p=0,003).Kesimpulan: Bermain video game tipe endless running dapat menurunkan waktu reaksi.

PERBEDAAN ANTARA KESEIMBANGAN TUBUH SEBELUM DAN SESUDAH SENAM PILATES PADA WANITA USIA MUDA

JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Olahraga merupakan serangkaian aktivitas fisik yang berfungsi untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan baik fisik maupun rohani. Salah satu olahraga yang sedang populer di Indonesia khususnya pada kaum wanita adalah senam pilates. Penekanan pada latihan pilates adalah pada pernafasan, kordinasi, serta keseimbangan tubuh.Tujuan : Mengetahui perbedaan antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah melakukan senam pilates pada wanita usia muda.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah wanita usia 18-25 tahun dengan besar sampel 16 orang. Pemeriksaan keseimbangan tubuh menggunakan Standing Stork Test. Uji normalitas menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji t berpasangan.Hasil : Rerata nilai SST subjek penelitian sebelum senam pilates adalah 4,46 ± 2,47 detik dengan nilai terendah adalah 1,5 detik dan nilai tertinggi adalah 9,05 detik, sedangkan rerata nilai SST subjek penelitian sesudah senam pilates adalah 14,15 ± 8,93 detik dengan nilai terendah adalah 3,58 detik dan nilai tertinggi 37,14 detik. Ada perbedaan yang bermakna antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah senam pilates pada wanita usia muda (p<0,001).Kesimpulan : Ada perbedaan yang bermakna antara keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah senam pilates pada wanita usia muda.