Joko Prihantono, Joko
Peneliti Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir, Balitbang KP, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

BATHYMETRY CHANGES ANALYSIS IN SERANG DISTRICT WATERS CAUSED BY SEABED SAND EXPLOITATION Rahmawan, Guntur Adhi; Husrin, Semeidi; Prihantono, Joko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 1 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.007 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v9i1.17916

Abstract

Morphological changes. i.e. shoreline change and bathymetry change of Serang District were significantly influence by natural factors as well as human activities of sand mining (seabed sand exploitation). Bathymetric data were obtained through direct bathymetry measurements using Single-Beam Echosounder (Echotrac CVM Teledyne Odom Hydrographic) and GPS- Real Time Kinematic (RTK) as well as through secondary data from digitization data of DISHIDROS and LPI BIG. The data obtained is then processed to obtain the volume of moved bed sediment using 2 different topography overlays, from the bathymetry analysis result, we obtained the volume of natural sediment transported is 95,800 m3 with the value of average thickness is 0.036 m. therefore, the volume which is caused by human factors (sand mining activities during 2003-2013) is 5,578,470 m3 with the sand mining area extents of 261.9 Ha. Resulting the small basin with 2.13 m depth.  Keywords: bathymetry, lontar village, morphology, sand mining,                            coastal zone
IMPACTS OF MARINE SAND MINING ACTIVITIES TO THE COMMUNITY OF LONTAR VILLAGE, SERANG - BANTEN Husrin, Semeidi; Prihantono, Joko; Softyan, Hadi
BULLETIN OF THE MARINE GEOLOGY Vol 29, No 2 (2014)
Publisher : Marine Geological Institute of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.101 KB) | DOI: 10.32693/bomg.29.2.2014.68

Abstract

Marine sand mining activities in Lontar Village have been started legally since 2003 and temporarily halted in 2013. The locals blamed the activities for severe environmental destruction in almost every corner of the village such as low productivity ofaquaculture, coastal erosion, and habitat loss. This paper has an objective to provide preliminary data and analyses for environmental impact assessment of marine sand mining in Serang (Lontar Village). Field investigations were carried out in June 2014 to collect primary data such as bathymetrical data and water quality parameters in the region to understand the environmental conditions after 10 years of marine sand mining activities as well as the characteristicsof local oceanography. Extensive interview with the locals were also conducted to collect information about the socio-economic conditions of the village. Field findings showed that LontarVillage have experienced critical environmental problems such as coastal erosion, high turbidiy and loss of marine lives. Moreover, we also found that the abandoned aquaculture fields have also been converted as sand mining quarries. Recommendations to reduce further environmental damage in Lontar Village are proposed considering both socio-economy and physical aspects. Keywords:sand mining, Lontar village, environmental damage, erosion Aktifitas penambangan pasir laut di Kampung Lontar telah dimulai secara legal sejak 2003 dan telah berhenti untuk sementara tahun 2013. Keberatan penduduk setempat terhadap aktifitas penambangan tersebut adalah disebabkan oleh adanya gangguan lingkungan di hampir setiap sudut perkampungan seperti rendahnya produktifitas budidaya perikanan, erosi pantai dan hilangnya. berbagai aneka ragam habitat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data awal dan analisis terhadap pengaruh lingkungan akibat aktifitas penambangan pasir laut. Penyelidikan lapangan telah dilaksanakan pada bulan Juni 2014 yaitu untuk mengumpukan data sekunder seperti batimetri dan parameter kualitas air di kawasan tersebut. Penelitian ini adalah untuk mengeahui kondisi lingkungan setelah 10 tahun aktifitas penambangan pasir laut, begitu juga karakteristik oseanografi daerah tersebut. Wawancara intensif dengan penduduk lokal telah dilakukan juga untuk mengumpulkan informasi tentang kondisi sosial ekonomi perkampungan tersebut. Temuan lapangan menunjukkan bahwa perkampungan Lontar mengalami masalah lingkungan yang kritis seperti proses erosi pantai, kekeruhan yang tinggi, dan hilangnya kehidupan laut. Lebih lanjut lagi penelitian ini telah menemukan bahwa sekumpulan ladang budidaya perairan telah beralih menjadi tambang pasir. Saran untuk memperkecil kerusakan lingkungan lebih jauh di Perkampungan Lontar, diusulkan pertimbangan aspek sosial ekonomi dan aspek fisik. Kata kunci : tambang pasir, Perkampungan Lontar, kerusakan lingkungan, erosi.
PEMODELAN HIDRODINAMIKA DAN TRANSPOR SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR SEKITAR TANJUNG PONTANG, KABUPATEN SERANG - BANTEN Prihantono, Joko; Fajrianto, Irfan Arif; Kurniadi, Yessi Nirwana
Jurnal Kelautan Nasional Vol 13, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2641.808 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v1i2.6614

Abstract

Tanjung Pontang yang terletak di Provinsi Banten mengalami abrasi pantai dan kekeruhan yang cukup serius. Penelitian abrasi pantai ini telah dibuktikan oleh peneliti lain berdasarkan analisis perubahan garis pantai menggunakan citra satelit dengan tahun yang berbeda, namun penelitian dengan menggunakan pemodelan transpor sedimen belum pernah dilakukan di daerah tersebut. Pemodelan numerik hidrodinamika dan transpor sedimen menggunakan perangkat lunak MIKE21 telah berhasil dilakukan pada penelitian ini untuk membuktikan proses abrasi dan kekeruhan di sekitar Tanjung Pontang. Hasil pemodelan hidrodinamika dengan pembangkit parameter angin menunjukkan adanya arus sejajar garis pantai pada saat musim barat dan musim timur. Pada saat musim barat arus sejajar pantai di Tanjung Pontang dominan bergerak ke arah timur, sedangkan pada saat musim timur sebagian arus sejajar pantai di Tanjung Pontang bergerak ke arah timur, dan sebagian bergerak ke selatan menuju Teluk Banten. Selain itu analisis perubahan bed level menunjukkan adanya penurunan bed level yang mengindikasikan abrasi di sekitar Tanjung Pontang dan adanya sedimentasi di Sungai Ciujung Baru. Kekeruhan terjadi di sekitar Tanjung Pontang dan Teluk Banten disebabkan oleh karena adanya tingginya sedimen tersuspensi di Sungai Ciujung Lama dan terbawa oleh arus sejajar garis pantai di sekitar Tanjung Pontang.
PENDUGAAN AIR PAYAU DENGAN TOMOGRAFI GEOLISTRIK DI PULAU KARIMUNJAWA JAWA TENGGAH Pryambodo, Dino Gunawan; Prihantono, Joko
Jurnal Kelautan Nasional Vol 12, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.074 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v12i1.6274

Abstract

Daerah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia umumnya mempunyai sumberdaya air yang payau karena telah terintrusi oleh air laut. Tomografi geolistrik merupakan salah satu teknik untuk mendeteksi nilaiu tahan jenis batuan untuk menduga keberadaan air payau di pulau karimunjawa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tomografi geolistrik dengan konfigurasi elektroda wenner. Pengukuran dilakukan sebanyak 4 lintasan dengan panjang setiap lintasan 190 meter dan diolah menggunakan program Res2Dinv. Hasil dari tomografi geolistrik di pesisir kecamatan karimunjawa puau karimunjawa di beberapa tempat keberadaan air payau sudah mencapai kedalaman 30 meter dari atas permukaan tanah dengan litologi batuan penyususnnya berupa batu pasir, hal ini menunjukkan penurunan kualitas air bersih di tempat tersebut.
ZONASI INTRUSI AIR ASIN DENGAN KUALITAS FISIK AIR TANAH DI KOTA SEMARANG Gunawan Pryambodo, Dino; Prihantono, Joko; -, Supriyadi
Jurnal Kelautan Nasional Vol 11, No 2 (2016): AGUSTUS
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.978 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v11i2.6110

Abstract

Air tanah sering digunakan sebagai sumberdaya air untuk keperluan air bersih dan air minum. Kebutuhan air tanah di kota-kota besar seperti kota Semarang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meningkatnya jumlah penggunaan air tanah di wilayah pesisir Kota Semarang mengakibatkan terjadinya intrusi air asin yaitu masuknya air laut kedalam air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta zonasi penyebaran intrusi air asin di wilayah kota Semarang. Sebaran intrusi air asin dilakukan dengan menguji kualitas air tanah secara langsung (insitu) dengan alat multi-parameter water quality meters WQC 24 TOA DKK. Nilai yang diuji antara lain pH, salinitas dan dayahantar listrik (DHL). Hasil penelitian menunjukkan nilai pH didaerah penelitian sebagian besar berada diatas 7,5 dalam hal ini bersifat basa yang masuk dalam batasan air payau. Nilai Salinitasnya bernilai diatas 0,5 ‰ hal ini sudah masuk dalam katagori air payau. Nilai Daya Hantar Listrik (DHL) air tanahnya diatas 900 µmhos/cm yang mengakibatkan berubahnya fungsi air tanah menjadi air payau. Ketiga peta sebaran nilai kualitas air tanah (pH, Salinitas, DHL) tersebut disajikan dengan peta zonasi untuk mengetahui pola sebaran intrusi air asin di wilayah kota Semarang. Peta zonasi di buat menjadi tiga zona yaitu zona air tawar, zona air payau, zona air asin, sebagian besar wilayah kota semarang fungsi air tanahnya sudah berubah menjadi air payau, untuk zona air tawar terdapat di wilayah semarang selatan. 
KAJIAN KUALITAS PERAIRAN UNTUK BUDIDAYA LAUT DI TELUK SALEH, KABUPATEN DOMPU yulius, yulius; Aisyah, Aisyah; Prihantono, Joko; Gunawan, Dino
Jurnal Segara Vol 14, No 1 (2018): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1360.884 KB) | DOI: 10.15578/segara.v14i1.7108

Abstract

Teluk Saleh terletak di sebelah timur laut Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Secara administratif, Teluk Saleh berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu. Teluk Saleh merupakan pusat kegiatan perekonomian laut yang dimanfaatkan sebagai lahan budidaya laut seperti budidaya rumput laut dan budidaya keramba jaring apung (KJA). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 – 25 Mei 2016 di perairan Teluk Saleh, Kabupaten Dompu, NTB. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh variabilitas parameter kualitas air untuk budidaya laut. Pengambilan data kualitas perairan dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan alat multiparameter WQC-24. Parameter yang diukur yaitu parameter fisika; kecepatan arus, padatan tersuspensi (TSS), padatan terlarut (TDS), kecerahan, kekeruhan, dan suhu. Parameter kimia; kebutuhan oksigen biologis (BOD), oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), kadar amonia, dan unsur hara (Nitrat-NO3, Fosfat PO4 dan Klorofil-a). Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis PCA (Principal Component Analysis). Hasil analisis data menunjukan bahwa suhu, salinitas, DO, dan pH berada pada ambang normal antara 25 - 31 oC, 32 – 34 ppt, 5mg/l dan 8, yang artinya bahwa perairan di daerah penelitian secara umum tergolong perairan dengan produktifitas yang tinggi. Terdapat beberapa parameter yang masih melebihi baku mutu untuk budidaya laut yaitu parameter fosfat dan nitrat. Nilai konsentrasi nitrat kurang dari 0.1mg/l diduga sebagai akibat dari aktivitas perekonomian masyarakat di sekitar muara sungai yang membuang limbah ke perairan. Berdasarkan analisa PCA didapatkan parameter yang berperan kuat di lokasi adalah arus dan TSS.
Sedimentary Environment of a Modern Carbonate Platform of Karimunjawa Islands, Central Java Solihuddin, Tubagus; Utami, Dwi Amanda; Salim, Hadiwijaya Lesmana; Prihantono, Joko
Indonesian Journal on Geoscience Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4221.051 KB) | DOI: 10.17014/ijog.6.1.57-72

Abstract

DOI: 10.17014/ijog.6.1.57-72Sitting in a biodiversity “hotspot” of the mid-Sunda Shelf region, Karimunjawa Islands have currently been the priority for marine biodiversity conservation. Knowledge of surface sediments on modern carbonate platform is one of essential information to support conservation policies, but such has received little attention from reef researchers. This study describes the sediment characteristics of the selected modern carbonate platforms of Karimunjawa Islands through integrated sediments and satellite data analysis. Textural group of sediments indicates that moderate to poorly sorted gravelly sands are dominant with no grading pattern concerning geomorphological and habitat succession from landward to seaward. Sediment compositions are predominantly bioclastic components, comprising coral and mollusks as the highest and the second highest estimated order of abundance. The reworked grains and rock fragments, although present, are not volumentary abundant. The carbonate sedimentary facies is primarily composed of mud-lean packstone with additional proportion of grainstone and packstone. There are only slight distinct sedimentological characteristics for all benthic habitats as shown by the principal component analysis revealing overlap relationship between sediment parameters and benthic habitats. The study provides the first characterization of sediments which operate on the modern carbonate platform of Karimunjawa Islands along with their controlling factors and specialized nature.
Spatial Pattern of Water Quality on Coral Reef Area Around Kaledupa Island L. Salim, Hadiwijaya; Purbani, Dini; Rustam, Agustin; -, Yulius; D. Suryono, Devi; Prihantono, Joko
Jurnal Segara Vol 12, No 2 (2016): Agustus
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1273.243 KB) | DOI: 10.15578/segara.v12i2.7680

Abstract

Healthy coral reefs depends on the quality of the waters , so that research and monitoring of water quality becomes important. This research attempt to asses marine waters quality at kaledupa island and it’ s surrounding waters on October and November 2014. 33 In-situ samples were collected using multiparameters tool purposively which are categorized into  physical parameters (temperature, turbidity and clarity), and chemical parameters (DO, salinity and pH). Waters quality defined by STORET method based on Ministry of Living Environment decree number 115 year of 2003. Analysis geographically has been conducted to describe distribution of waters quality spatially. The result shows that Kaledupa waters has sustain slightly pollution, especially on DO, turbidity, temperature and salinity parameters which have deviated from standard values. The light pollution in Kaledupa waters is suspected caused by the entry of abundance organic matter and shallow bathymetry.
Budi daya Rumput Laut dan Pengelolaannya di Pesisir Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat Berdasarkan Analisa Kesesuaian Lahan dan Daya Dukung Lingkungan Yulius, Yulius; Ramdhan, Muhammad; Prihantono, Joko; Pryambodo, Dino Gunawan; Saepuloh, Dani; Salim, Hadiwijaya Lesmana; Rizaki, Irfan; Zahara, Ranela Intan
Jurnal Segara Vol 15, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.774 KB) | DOI: 10.15578/segara.v15i1.7429

Abstract

Rumput laut (makro alga) merupakan salah satu komoditas sumber daya pesisir yang mermiliki potensi ekonomis, mudah dibudidayakan dengan biaya produksi yang rendah. Perairan Kabupaten Dompu Provinsi, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan kawasan memiliki beragam sumber daya hayati pesisir dan laut (SDHPL), diantaranya rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan Kappaphycus alvarezii yang merupakan rumput laut dari 5 jenis yang dimanfaatkan dan dibudidayakan di Indonesia, namun data dan informasi yang menunjang usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Dompu masih sangat minim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian perairan dan menduga daya dukung lingkungannya untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Dompu. Metode spasial, yaitu metode untuk mendapatkan informasi pengamatan yang dipengaruhi efek ruang digunakan dalam kajian ini. Pengaruh efek ruang tersebut disajikan dalam bentuk pembobotan.  Parameter unsur hara, yaitu Nitrogen (N) dan Phosfat (P) digunakan sebagai dasar untuk menghitung daya dukung lingkungan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas area yang sesuai untuk budidaya rumput laut sekitar 72.515 ha atau 99,49 % dari luas total wilayah kawasan yang dikaji. Luas area budidaya rumput laut yang telah dimanfaatkan hingga saat ini adalah 500 ha atau 3,3 % dari total luasan daya dukung, sehingga luas area yang belum termanfaatkan adalah 14.719 Ha atau 66,7 % dari total luasan daya dukung. Skenario ideal pengembangan usaha budidaya rumput laut yaitu; melalui penambahan bibit unggul dan informasi musim tanam serta melaksanakan budidaya secara optimal sehingga potensi ekonomi pertahun dapat tercapai.
Simulasi Daya Dukung Lingkungan di Pulau Gili Ketapang-Probolinggo dengan Mengandalkan Curah Hujan sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Ramdhan, Muhammad; Husrin, Semeidi; Pryambodo, Dino Gunawan; Prihantono, Joko; Nur Amri, Syahrial; Prihatno, Hari; Sudirman, Nasir; -, Hasanuddin; Iswahyudi, Sachrul
Jurnal Kelautan Nasional Vol 14, No 1 (2019): April
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.529 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v14i1.6861

Abstract

Hujan merupakan salah satu sumberdaya air yang penting bagi kehidupan manusia. Keseimbangan lingkungan dapat diketahui dari ketersediaan sumber air yang berguna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk menunjang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu cara menentukan daya dukung lingkungan adalah dengan pendekatan ketersediaan dan kebutuhan air. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan simulasi terhadap status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan air bulanan dari curah hujan dan kebutuhan air di Pulau Gili Ketapang-Probolinggo dalam satu tahun. Metode yang digunakan untuk mengetahui daya dukung lingkungan adalah analisis kuantitatif melalui perbandingan antara penghitungan ketersediaan air dan kebutuhan air. Hasil penghitungan status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan air dan kebutuhan air di Gili Ketapang apabila dihitung berdasarkan kebutuhan layak air minum 130 liter/orang/hari adalah defisit sebesar 33.389.799,47 liter/bulan.