Primartanto Wibowo, Primartanto
Department of Anesthesiology and Critical Care Medicine, Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Anestesi pada bayi prematur dengan asosiasi VACTERL Wibowo, Primartanto; Yahya, Corry Quando
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 7, No 1 (2015): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Sindrom VACTERL merupakan kelainan kongenital yang melibatkan malformasi vertebra, atresia anal, anomali kardiovaskular, malformasi ginjal dan kelainan struktur pada tungkai. Manajemen anestesi pada pasien tersebut memiliki risiko mortalitas tinggi karena adanya anomali jantung dan ginjal yang dapat mempengaruhi status hemodinamik.Kasus : Dilaporkan penanganan anestesi pada bayi prematur berusia 28 minggu berat 1,795gr menjalani operasi kolonostomi atresia ani.  Frekuensi nadi 157x/menit, frekuensi napas 40x/menit, terdapat ronki pada kedua lapang paru dan murmur sistolik. Saturasi oksigen pasien 98% menggunakan nasal continuous positive airway pressure (NCPAP) fraksi inspirasi oksigen 40%.Induksi menggunakan 0,2 mg midazolam, 2 mg ketamin, 2 mcg FentanylR . Rapid sequence intubation diberikan ventilasi dengan oksigen 100% menggunakan sirkuit Jackson-Rees frekuensi pernapasan 50-60 kali/menit. Rumatan anestesi dilakukan menggunakan oksigen 100% 4 liter per menit dan 1 volume percent isofluran. Setelah penggunaan isofluran, pasien mengalami desaturasi hingga 92% dan bradikardia hingga 125 kali per menit. Isofluran dihentikan diganti denganketamin. Setelah hemodinamik stabil, insisi dimulai. Selama prosedur operasi, denyut jantung berkisar di 125-155 kali per menit dengan saturasi oksigen 98-100%. Lama operasi 95 menit. Post operasi dirawat di NICU. Pasien meninggal pada hari ke-12 perawatan pasca operasi di NICU.Ringkasan : Tata laksana anestesi pada pasien VACTERL terutama di fokuskan pada kelainan kardiovaskuler yang ada  dengan memperhatikan keseimbangan antara SVR dan PVR.
A tale of the broken heart: peripartum cardiomyopathy, a case report Hariyanto, Hori; Yahya, Corry Q.; Wibowo, Primartanto; Tampubolon, Oloan E.
Medical Journal of Indonesia Vol 25, No 1 (2016): March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.513 KB) | DOI: 10.13181/mji.v25i1.1278

Abstract

Progressive dyspnea following childbirth warrants a prompt suspicion into the diagnosis of peripartum cardiomyopathy, PPCM. Pump failure causes an inadequate cardiac output which ultimately contributes to PPCM high mortality rate; however early airway control, vigilant fluid balance and vasoactive support will substantially reduce the incidence of patients falling into decompensated heart failure. More importantly, it is imperative that these patients are cared in a setting where continuous hemodynamic monitoring is available. This case report serves as a reminder not to focus end-point therapy solely on blood pressure readings, but to observe signs and symptoms of hypoperfusion such as cold clammy skin, cool extremities, decreased urine output and mental status.