Deasy Silvya Sari, Deasy Silvya
Mahasiswa S3 Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unpad Jln. Bukit Dago Utara No. 25 Bandung, 40135. Telp (022) 2510276

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

STRATEGI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI JATINANGOR DALAM MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA)

Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku I Bidang Ilmu Ekonomi dan Pertanian, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 September
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan salah satu wujud integrasi negara-negara ASEAN dalam bidang ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan Asia Tenggara. Integrasi ini meleburkan sekat-sekat antar negara yang memungkinkan bebasnya aliran barang, jasa, investasi dan juga orang dari satu negara anggota ASEAN ke negara lainnya. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para penggiat ekonomi di Indonesia, terutama para pengusaha dalam ranah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tulisan ini bertujuan untuk menelaah kesiapan dan merancang strategi pengusaha-pengusaha UMKM di Jatinangor dalam menghadapi MEA. Tulisan ini menggunakan metode meta-analisis. Pertama, penulis melakukan pemetaan kesiapan UMKM dengan teknik kuantitatif terhadap beberapa jenis wirausaha khas Jatinangor sebagai sampel. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa para pelaku UMKM di Jatinangor siap menghadapi MEA namun belum memahami tentang MEA dan konsekuensi diberlakukannya MEA terhadap usaha mereka. Kedua, secara kualitatif, penulis merancang strategi bisnis UMKM di Jatinangor dalam menghadapi MEA.  Kata Kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Strategi Bisnis 

Kebijakan Luar Negeri Indonesia Terhadap Mesir Pasca Pemerintahan Husni Mubarak

Jurnal ICMES Vol 2 No 2 (2018): Jurnal ICMES
Publisher : Indonesia Center for Middle East Studies

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.965 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menelaah perubahan dan kesinambungan kebijakan luar negeri Indonesia terhadap Mesir pasca pmerintahan Husni Mubarak. Isu ini ditelaah karena pasca pemerintahan Husni Mubarak, Mesir mengalami ketidakstabilan politik dalam negeri berupa perubahan rezim pemerintahan dalam waktu yang singkat, yaitu terpilihnya Mursi sebagai presiden melalui pemilu pada tahun 2011, tergulingnya Mursi, dan terpilihnya Al Sisi sebagai presiden baru pada 2013 melalui pemilu. Artikel ini menyimpulkan bahwa dalam menghadapi perubahan di Mesir pasca pemerintahan Husni Mubarak, Indonesia pun melakukan perubahan dan kesinambungan dalam kebijakan luar negerinya terhadap Mesir. Perubahan dilakukan karena pemerintah Indonesia berupaya menjamin terlaksananya kepentingan nasional Indonesia, yang meliputi aspek keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia yang ada di Mesir, keberlanjutan program-program pendidikan, serta keberlanjutan hubungan dagang Indonesia-Mesir. Perubahan kebijakan luar negeri didorong oleh unsur advokasi birokratik dan agen restrukturisasi domestik yang melahirkan keputusan pemerintah Indonesia dalam melakukan serangkaian program di Mesir. Kesinambungan kebijakan luar negeri berlangsung dari sisi orientasi dan komitmen terhadap politik bebas aktif. ‘Bebas’ dilaksanakan Indonesia dengan tidak memihak pihak yang bertikai saat kondisi Mesir tidak stabil. ‘Aktif’ dilaksanakan dengan tetap menjalankan kerjasama keamanan, pendidikan, dan perdagangan dengan Mesir.

DESIGN THINKING MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN JATINANGOR DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

AdBispreneur Vol 2, No 3 (2017): AdBispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.717 KB)

Abstract

ABSTRACTJatinangor is designed to be a strategic education in West Java Province. In its development, Jatinangor become a business center with a diversity of entrepreneurial types, which is primarily intended for the provision of facilities and infrastructure of students in order to support their education process. Uniquely, business aspects that are not directly connected with the education also took part in developing, ranging from culinary, online games, pulses, and even travel. This development shows a transformation in the education area. The ongoing transformation needs to be constructed on facing free competition in the Southeast Asian regional market, namely ASEAN Economic Community (AEC). This paper is an research outcome that used qualitative methods by emphasizing observations on pentahelix stakeholders in Jatinangor through continuous interactive discussions. The findings shows Jatinangor Education Area has great potential to be developed in a transformative way from a region that has potential business education to creative business, then tourism business area based on education and culture. This can be achieved by continuing education to build the mindset and collaboration among various stakeholders in Jatinangor. Keywords : Design thinking, transformation, sustainable business, AEC DESIGN THINKING MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN JATINANGOR DALAM ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEANABSTRAKJatinangor didesain menjadi kawasan pendidikan strategis di Provinsi Jawa Barat. Dalam perkembangannya, kawasan ini menjadi sentra bisnis dengan keragaman jenis wirausaha, yang utamanya, ditujukan bagi penyediaan sarana dan prasarana mahasiswa dalam rangka menunjang proses pendidikan. Uniknya, aspek bisnis yang tidak terhubung secara langsung dengan pendidikan ikut pula berkembang, mulai dari kuliner, game online, pulsa, bahkan travel. Perkembangan ini memperlihatkan adanya transformasi di kawasan pendidikan. Transformasi yang berlangsung perlu dikonstruksi guna menghadapi persaingan bebas dalam pasar regional Asia Tenggara, yakni integrasi ekonomi Indonesia dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tulisan ini merupakan luaran riset yang menggunakan metode kualitatif dengan menekankan observasi pada para pemangku kepentingan pentahelix di Jatinangor melalui diskusi interaktif secara kontinu. Temuan riset ini menunjukan bahwa Kawasan Pendidikan Jatinangor memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara transformatif dari kawasan yang memiliki potensi bisnis pendidikan ke bisnis kreatif, hingga kawasan bisnis pariwisata berbasis pendidikan dan budaya. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan upaya edukasi terus-menerus guna membangun pola pikir dan kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan yang ada di kawasan pendidikan Jatinangor. Kata kunci : Design thinking, transformasi, bisnis berkelanjutan, MEA

Poros Maritim Dan Tantangan Laut Tiongkok Selatan

Jurnal Penelitian Politik Vol 14, No 2 (2017): Demokrasi, HAM dan Militer
Publisher : Pusat Penelitian Politik

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2714.837 KB)

Abstract

ABSTRAK Perlombaan reklamasi pulau sedang berlangsung di Laut Tiongkok Selatan sejak lima belas tahun terakhir. Perlombaan reklamasi dilakukan oleh pemerintah negara-negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mengembangkan Fiery Cross Reef seluas 3.000m2, Vietnam yang mengembangkan Spratly Island seluas 550 m2, Malaysia yang mengembangkan Swallow Reef seluas 1.368m2, Filipina yang mengembangkan Thitu Island seluas 1.000m2, dan Taiwan yang mengembangkan Itu Aba seluas 1.195m2. Perlombaan reklamasi pulau tersebut akan berpengaruh pada zona ekonomi ekslusif (ZEE) masing-masing negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia. Upaya penyelesaian sengketa di Laut Tiongkok Selatan telah diupayakan baik secara bilateral, maupun regional melalui ASEAN. Serangkaian dokumen kesepakatan telah dihasilkan antara negara-negara anggota ASEAN dengan Pemerintah RRT namun belum mampu mengurangi ego pihak bersengketa untuk menghentikan reklamasi. Terlebih, perlombaan reklamasi pulau disertai pengembangan dan peningkatan kapabilitas militer masing-masing negara bersengketa dari sisi kuantitas dan kualitas.Dalam desain Poros Maritim Dunia yang digaungkan Pemerintah Indonesia sebagai rencana pembangunan wilayah maritim, Pemerintah Indonesia perlu menata strategi guna mengimbangi perlombaan reklamasi pulau dan kapabilitas militer tersebut. Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji strategi Poros Maritim Indonesia dalam menghadapi perlombaan reklamasi pulau dan kapabilitas militer di Laut Tiongkok Selatan. Penulis melakukan studi literatur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan interpretasi data, serta merancang strategi Poros Maritim Indonesia dengan menggunakan Regional Security Complex Theory (RSCT). Pemerintah Indonesia perlu mendesain strategi outward looking dalam desain Poros Maritim Indonesia guna menangkal strategi negara-negara lain yang mampu mengancam ketahanan NKRI, khususnya terkait dengan perlombaan reklamasi pulau dan kapabilitas militer di Laut Tiongkok Selatan.Kata kunci: Indonesia, Laut Tiongkok Selatan, Poros Maritim, Regional Security Complex Theory (RSCT)

INDONESIAN GOVERNMENT POLICY ON ROHINGYA REFUGEES

Andalas Journal of International Studies (AJIS) Vol 7, No 1 (2018): ANDALAS JOURNAL OF INTERNATIONAL STUDIES (AJIS)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.827 KB)

Abstract

The wave of migration of Rohingya refugees has come unstoppably in the waters of Aceh since late 2015. The violence that engulfs the Rohingyas in Myanmar, such as homicide and arson, has forced some Rohingyas to flee. They are trying to survive by moving to areas they consider to be providing protection. With less decent boats, the Rohingyas migrated to the coast of Thailand, Malaysia, to Indonesia. The Armed Forces of the Republic of Indonesia have sought to close the refugee entry into the territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia in order to safeguard the security of foreign infiltration. Nevertheless, the Indonesian army continues to assist the refugees by providing food and water supplies to the boat. However, the urge of local and international community finally made the Indonesian government open the territory of Indonesia for Rohingya refugees. Why is the Indonesian government willing to accept Rohingya refugees? What is Indonesian policy towards Rohingya refugees? This article will describe the reasons and steps of the Indonesian government to handle the wave of migration of Rohingya refugees by the end of 2015 as a form of Government of Indonesia's policy towards Rohingya refugees.

PEMANFAATAN LAHAN KOSONG: MENGUPAYAKAN KETAHANAN PANGAN GLOBAL DALAM KESEHARIAN MASYARAKAT LOKAL DI RW 12, DESA SAYANG, JATINANGOR, SUMEDANG

Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.718 KB)

Abstract

Jatinangor telah mengalami perubahan. Lahan pertanian telah berubah menjadi area perumahan, komplek, bahkan apartemen. Meski demikian, tidak sedikit dari tanah-tanah yang ada dibiarkan kosong, terbengkalai, dan tidak terurus. Selain tidak enak dipandang, tanah-tanah kosong dikhawatirkan menjadi sarang ular, banyak nyamuk, bahkan menjadi tempat pembuangan sampah secara sembarangan. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan tanah-tanah kosong di perumahan RW 12, Dusun Caringin, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, sebagai upaya membangun perilaku ketahanan pangan dalam keseharian masyarakat lokal. Metode yang dipergunakan adalah eksperimen. Masyarakat memanfaatkan tanah-tanah kosong untuk ditanami dengan tanaman yang dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, tanaman bumbu-bumbu, dan umbi-umbian. Hasil dari eksperimen ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan lahan kosong akan memberikan beberapa manfaat bagi masyarakat berupa: terpeliharanya lingkungan dan adanya ketersediaan pangan segar.