Happy Dwi Aprilina, Happy Dwi
Program Studi Keperawatan S1, Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Let Jend Soepardjo Roestam KM 7 PO BOX 229 Purwokerto 53181 Telp. (0281)6844252, 6844253 Fax (0281) 637239

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN DAN DETEKSI ANEMIA BAGI IBU HAMIL DI SOKARAJA TENGAH BANYUMAS

Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam sel darah merah kurang yaitu kurang dari 12 g/100 ml. Ibu hamil di Indonesia masih banyak mengalami anemia yaitu sebesar 60%. Ibu hamil yang mengalami anemia akan berakibat buruk bagi kesehatan ibu dan janinnya. Beberapa ibu hamil di Indonesia masih belum minum tablet penambah darah dengan alasan tidak tahu atau lupa untuk minum tablet tersebut. Berdasarkan hasil survey dari Desa Sokaraja Tengah di Kabupaten Banyumas, 85% ibu hamil tidak mengetahui kadar Hb dalam darahnya. Selain itu, ibu hamil tidak mengetahui akibat untuk ibu dan janin jika ibu mengalami anemia. Pengetahuan ibu yang kurang tentang anemia dan tidak pernahnya ibu untuk memeriksakan kadar Hb menyebabkan ibu hamil tidak dapat mencegah dan/atau mengatasi terjadinya anemia. Pendidikan kesehatan dan screening anemia dilakukan di Desa Sokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumas. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan tentang anemia dan melakukan deteksi dini kadar Hb bagi ibu hamil. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan ibu tentang anemia dan bahayanya meningkat serta diketahuinya kadar Hb ibu hamil sehingga dapat terdeteksi anemia pada ibu hamil.Kata Kunci: Anemia; Haemoglobin; Ibu Hamil; Pendidikan Kesehatan; Screening

THE SOCIAL SUPPORT AND PREVALENCE EMESIS GRAVIDARIUM ON PREGNANT MOTHER IN TRIMESTER I AT PUSKESMAS KEMBARAN I BANYUMAS REGENCY

UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding of 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS)
Publisher : UNEJ e-Proceeding

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.699 KB)

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) served asa basis or benchmark for the countrys welfare.Based on estimation made from the Demographicand Health Survey Indonesia (IDHS) 1990 to 2007,it showed that the maternal mortality ratio (MMR)in Indonesia in 2015 reached 161 / 100,000 livebirths, while the MDG targets Indonesia is 102 /100,000 live births (Health Dept, 2013). The datafrom WHO Maternal Mortality Rate (MMR) inIndonesia in 2013 shows that as many as 8,800 bythe Maternal Mortality Ratio (MMR) of 190 (120-300) per 100,000 live births (WHO, 2013). Thematernal mortality rate in Central Java Province in2012 based on reports from regency / city was116.34 / 100,000 live births, an increase comparedwith MMR in 2011 was 116.01 / 100,000 livebirths. Most maternal deaths are in Brebes with 51deaths. Salatiga is the Regency with the leastnumber of maternal deaths with only 2 cases.According to the Central Java Provincial HealthOffice, there were 32 maternal deaths (CentralJava Health Office, 2012). Additionally, it wasnoted that there were maternal mortality by 711cases and in 2015 there were 115 cases in 2014(Nurdin, 2015).The reason of the high death toll inIndonesia is due to the low quality of life, theaverage low education, health status and poornutrition, anemia, iron deficiency, and theincidence of chronic malnutrition (Amaludin,2015). Pregnant women are in need of adequatenutrition even doubled because nutrition is neededby pregnant women to meet the needs not only forthe fetus but also the mother. However,sometimes pregnant women experience nauseaand excessive vomiting so that nutrition cannot befulfilled. Rose & Neil (2006) states that emesisgravidarium in pregnant women can cause avariety of negative effects, one of which is adecrease in appetite that result in changes in theelectrolyte balance of potassium, calcium, andsodium, causing changes in the bodys metabolism.It affects the fetus, it will be lack of nutrients andfluids needed by the body, the baby will be bornwill be in low birth weight and impaired growthprocess. Excessive nausea and vomiting can alsoreduce body fluid, so that the blood becomes thick(hemoconcentration) and blood circulation totissues is late. If that happens, then theconsumption of oxygen and nourishment to thetissues also reduced (Anggarani and Subekti, 2013,Jeffrey et al, 2003). Lack of oxygen and food to thenetwork will cause tissue damage that couldreduce maternal health and fetal development inthe womb. In such cases, it needs serioustreatment (Hidayati, 2009).The purposes of this research are:1. To find out the characteristics of pregnantwomen consisting of age, education level andoccupation.2. To find out the status of social support forpregnant women in the first trimester inPuskesmas Kembaran I Banyumas.3. To find out the incidence of emesis gravidariumin the first trimester pregnant women inPuskesmas Kembaran I Banyumas.4. To find out the correlation between socialsupport and emesis gravidarium in the firsttrimester of pregnant women in PuskesmasKembaran I Banyumas.

EFEKTIFITAS KONSELING LAKTASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA IBU HAMIL TRIMESTER III

MEDISAINS Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3411.693 KB)

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama, utama dan paling baik bagi bayi. Pemberian ASI Eksklusif bagi bayi dapat menekan angka kematian bayi (AKB) yang disebabkan oleh berbagai penyakit infeksi. Salah satu penyebab kegagalan pemberian ASI Eksklusif adalah pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif. Konseling laktasi dapat meningkatkan pengetahuan, merubah persepsi yang salah serta meningkatkan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI Eksklusif. Tujuan: mengetahui efektifitas konseling laktasi pada ibu hamil trimester ketiga terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 Banyumas. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest untuk mengetahui efektifitas konseling laktasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester ketiga dengan n=48 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Subjek penelitian yaitu ibu hamil trimester ketiga di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 Banyumas. Uji wilcoxon adalah uji untuk menganalisis penelitian ini. Hasil: Pada variabel pengetahuan ibu diperoleh nilai p = 0,000 (p

Penelitian dan pengembangan chair breastfeeding untuk meningkatkan kenyamanan proses menyusui

MEDISAINS Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.896 KB)

Abstract

Latar Belakang: Proses menyusui membutuhkan waktu yang lama, sehingga membuat ibu merasa pegal karena harus menompang bayi. Chair Breastfeeding merupakan kursi yang dapat mengurangi keluhan ibu saat menyusui. Saat ini, chair breastfeding sudah ada namun dari segi desain kurang ergonomis karena pada sandaran punggung dan sandaran lengan tidak terbalut busa dan kain katun halus, serta tidak terdapat pijakan kaki. Chair breastfeding yang ada saat kurang menarik dan kurang ergonomis sehingga daya jual rendah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengembangkan chair breastfeeding yang sesuai dengan ergonomis bagi ibu menyusui sehingga membantu meningkatkan proses menyusui.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang mengadopsi penelitian Research and Development (R&D). Penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu penelitian tahap I, tahap development, dan penelitian tahap II atau ujicoba produk.Hasil: Hasil penelitian tahap I diperoleh hasil, dari 6 orang ibu menyusui mengatakan bahwa chair breastfeeding yang ergonomis bila terdapat sandaran punggung, sandaran lengan, dan pijakan kaki. Chair breastfeeding terbuat dari bahan yang kuat, kayu dilapisi busa dan tertutup oleh kain yang halus. Tahap development terbentuklah chair breastfeeding yang ergonomis sesuai dengan hasil penelitian tahap pertama, yaitu terdapat pijakan kaki yang menempel permanen pada kursi, sandaran punggung dan sandaran lengan yang dilapisi busa dan tertutup oleh kain katun halus dan penambahan setengah lingakaran di bagian depan untuk meringankan beban ibu saat menyusui serta ukuran yang disesuaikan dengan antropometri tubuh. Hasil penelitian tahap II diperoleh, 5 orang mengatakan chair breastfeeding ergonomis dan nyaman digunakan dalam proses menyusui, dan 1 orang mengatakan tidak ergonomis dan kurang nyaman digunakan dalam proses menyusui.Kesimpulan: Chair breastfeeding yang ergonomis terbukti dapat meningkatkan kenyamanan dalam proses menyusui

Kombinasi breast care dan teknik marmet terhadap produksi asi post sectio caesaria di ruang flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.123 KB)

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Produksi ASI yang sedikit dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Kondisi tersebut dialami juga oleh ibu yang melahirkan dengan Sectio Caesaria. Ibu yang mengalami Sectio Caesaria seringkali mengalami masalah dalam menyusui karena kurangnya produksi ASI dan keterlambatan menyusui. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh kombinasi breast care dan teknik marmet terhadap produksi ASI post Sectio Caesaria di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain Quasy Exsperimental dengan rancangan Post test only design with control group. Populasinya adalah seluruh ibu post Sectio Caesaria yang dirawat di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Jumlah sampel adalah 15 ibu untuk kelompok kontrol dan 15 ibu untuk kelompok intervensi. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil Penelitian: Pada indikator bayi didapatkan nilai p=1, yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna kelancaran produksi ASI. Pada indikator ibu nilai p=0.273, yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna kelancaran produksi ASI. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada responden dengan kombinasi breast care dan teknik marmet dengan kelompok kontrol di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kata Kunci: Sectio Caesaria, Breast Care, Teknik Marmet, Produksi ASI

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PREEKLAMSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOKARAJA I

MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : MEDISAINS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.659 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah masih tinggi, Kabupaten Banyumas tertinggi nomor setelah Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Semarang. Salah satu penyebab kematian ibu adalah preeklamsia. Pencegahan atau diagnosis dini preeklamsia dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kematian ibu. Namun, ibu hamil masih kurang mengetahui bahaya preeklamsia bagi ibu dan janin. Pendidikan kesehatan tentang preeklamsia pada ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga ibu dapat mendeteksi dini adanya gejala preeklamsia. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pada ibu hamil terhadap pengetahuan tentang preeklamsia di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I, Banyumas Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 Kabupaten Banyumas dengan jumlah responden 32 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Pada pengetahuan ibu diperoleh nilai p = 0,0001 (p