Articles

Found 21 Documents
Search

LEARNING PROCESS OF BIOLOGY THROUGH THE GUIDED DISCOVERY LEARNING BASED ON LOCAL EXCELLENCE ON THE SUBCONCEPT OF EUBACTERIA ROLE IN LIFE SURATMI, SURATMI; KHASTINI, RIDA OKTORIDA; FAUZIYAH, NUR LAILI
Sriwijaya University Learning and Education International Conference Vol 2, No 1 (2016): 2nd SULE-IC
Publisher : Sriwijaya University Learning and Education International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study were to determine learning process of biology through the guided discovery learning based local excellence on subconcepts eubacteria role in life and to determine the skills of the students process through the guided discovery learning based local excellence. The method used was a descriptive method. The population in this research was class of X of SMAN 13 Tangerang District. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The sample was the class X.A of SMAN 13 Tangerang District consisted of 46 students. The data were collected by observations, questionnaires and skills process of science test. The results of this study showed that student responses during learning activities using guided discovery learning based local excellence on subconcepts eubacteria role in life was good with a percentage of 77.34%. The skills process of the students belong to the good categories with an average percentage of 82.52%.
An Application Of Guided Inquiry Method And Simple Media To Improve The Students’ Learning Interest And Achievement Of Math On Addition And Subtracttion Of Three Numbers For Third Graders Of Sd Negeri 2 Pagedangan Suratmi, Suratmi
Dinamika Dinamika Volume VI, Nomor 2, September 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was aimed at improving the students’ learning interest and achievement ofmath on topic of addition and subtraction of three numbers though a work group as thetechnique to improve the learning process. It applied a classroom action researchconducted following the principles of Kemmis S, C Taggart R (1988) coveringplanning, acting, oberserving, and reflecting or evaluating. These stages were donerepeatedly and made into cycles. This was done by collaborating with the peers asobserver, supervisor and the principal of the elementary school.Based on the analysis, it can concluded that (1) the students’ interest in attending thelearning is better than the coventional method, by applying the guided inquiry and thesimple media, (2) the students’ learning achievement also improves, by applying themethod and the simple media. This can be seen from the increase of students’ learninginterest from the cycle I. It was 62% and their learning mastery was 63,38% , with anaverage score of 70,07. At the end of the Cycle II, their learning interest improved to82,4%. Their learning mastery was 88,46% and their average score was 78,26. Based onthe findings, it can be concluded that the learning of math on addition and subtractionusing guided inquiry method can be successfully applied in a classroom action research.Keywords: guided inquiry method, simple media, interest, achievement.
PENGARUH STRATEGI METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA Suratmi, Suratmi; Purnami, Agustina Sri
UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.203 KB)

Abstract

The purpose of this research is to know about students problem solving ability between students who implemented metacognitive strategy and conventional strategy,  to know about students problem solving ability between student who have high perception, medium perception dan low perception in mathematics, and to know about interaction between of strategy and perception. This research is quasy experimental. The population of this research were students of class VIII SMP Negeri 3 Karangreja year 2014/2015. The sample of this research were 2 class which is 63 students with cluster random sampling technique. Data analysis is used descriptive analysis dan two ways Anava or F-test. The result of this research showed that: The problem solving ability of experiment class better than control class  that is ; The problem solving ability of student who have high perception is better than medium and low perception, the problem solving ability of students who have medium perception is equal with low perception  that is , and there is no interaction between of strategy and level of perception in problem solving ability  that is .
Penerapan Model Pembelajaran CIRCdipadukan Advance Organizer terhadap Keterampilan Menulis Argumentasi Peserta Didik Kelas X di MAN 2 Palembang pada Materi Ekosistem Handayani, Selaras; Anwar, Yenny; Suratmi, Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran CIRC dipadukan advance organizer terhadap keterampilan menulis argumentasi peserta didik kelas X di MAN 2 Palembang pada materi ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X MIA 3 dan X MIA 4 MAN 2 Palembang tahun ajaran 2016/2017 menggunakan metode quasi experimental design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIA. Penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, didapatkan sampel penelitian yaitu kelas X MIA 3 sebagai kelas kontrol dan X MIA 4 sebagai kelas eksperimen. Analisis data dan uji hipotesis menggunakan aplikasi SPSS versi 22 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai thitung sebesar 6,948, dan nilai ttabel 1,990 pada taraf signifikansi 5% dengan df 88. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung>ttabel yaitu 6,948>1,990. Uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua sampel pada tingkat kepercayaan 95%. Nilai rata-rata tes keterampilan menulis argumentasi peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan nilai rata-rata tes keterampilan menulis argumentasi di kelas eksperimen sebesar 73,40, sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 65,14, sehingga H0 ditolak yang berarti bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran CIRC dipadukan advance organizer terhadap keterampilan menulis argumentasi peserta didik kelas X di MAN 2 Palembang pada materi ekosistem. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk menekankan pada kemampuan peserta didik dalam menganalisis masalah dan menyelesaikan masalahsehingga kualitas argumentasi peserta didik dapat berkembang
Penerapan Model Pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA) terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Koordinasi di SMA Negeri 10 Palembang Susanti, Devi Fitria; Anwar, Yenny; Suratmi, Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Giving Question and GettingAnswer (GQGA) terhadap motivasi belajar pada Materi Sistem Koordinasi di SMA Negeri 10 Palembang.Metode penelitian yang digunakan pada adalahQuasi Eksperimentaldengan Posttest Only Control Design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen dan XI MIA 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan lembar oservasi. Berdasarkan hasilAnalisis data dengan cara uji-t menggunakan Independent Sample t-test dengan nilai Sig (2-tailed) > 0,05diperoleh nilai thitung >ttabel yaitu 9,257 > 1,99.Nilai rata-rata motivasi belajar pada kelas eksperimen yakni 81,99% dengan kategori sangat kuat, sedangkan kelas kontrol 62,81% dengan kategori cukup. Penerapan model pembelajaran Giving Question and Getting Answer (GQGA)berpengaruhterhadap motivasi Belajar Peserta Didik Pada materi sistem koordinasi di SMA Negeri 10 Palembang.
Keunggulan Lokal Sumatera Selatan Sebagai Sumber Belajar Pendidikan STEM Suratmi, Suratmi; Santri, Didi Jaya; Laihat, Laihat
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi bagian dari Pulau Sumatera yang mempunyai luas wilayah 91.806,36 km2 . Provinsi Sumatera Selatan secara administrasi menjadi 13 (tiga belas) Kabupaten dan 4 (empat) kota dengan jumlah desa sebanyak 2.823 desa, 363 kelurahan dan 231 kecamatan. Luas wilayah dan banyaknya kota maupun kabupaten yang ada di wilayah Sumatera Selatan, masing masing memiliki potensi lokal yang berberda-beda. Setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda-beda yaitu potensi alam, budaya, sejarah, buatan, kuliner, wisata religi, dan agrowisata. Keunggulan lokal Sumatera Selatan adalah potensi daerah yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar peserta didik. Keunggulan lokal yang ada di Sumatera Selatan diharapkan dapat dijadikan sumber belajar Pendidikan STEM di Sekolah Dasar dan Menengah.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Co-op Co-op terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Ekskresi Kelas XI Di SMA Negeri 1 Buay Madang Setiari, Anggit; Susanti, Rahmi; Suratmi, Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Coop Co-op pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Buay Madang. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan di kelas XI IPA 1 dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes yang menggunakan soal pilihan ganda. Nilai rata-rata nilai tes awal adalah 45, tes akhir 81, rata-rata kategori indeks n-gain sebesar 41,38% kategori sedang, dan hasil belajar dengan kategori sangat baik sebesar 72,41%. Analisis data uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS diperoleh nilai thitung sebesar 13,55 sedangkan ttabel pada taraf signifkansi 5% dengan df 29 adalah 2,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitug>ttabel yaitu 13,55>2,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan yang didapat adalah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model Co-op Co-op pada materi sistem ekskresi pada materi sistem ekskresi terhadap hasil belajar peserta didik kelas XISMA Negeri 1 Buay Madang. Kata kunci : Model Co-op Co-op, Hasil Belajar, Sistem Ekskresi
Penerapan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi Sistem Ekskresi Kelas XI diSMA Negeri 1 Indralaya Dewi, Utami; Anwar, Yenny; Suratmi, Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai pengaruh penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap hasil belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri 1 Indralaya. Penelitian ini menerapkan metode PreExperimentaldengan desain One-Group-Pretest-Postest. Pengambilan data tes hasil belajar dilakukan di kelas XI IPA 4. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data hasil belajar dilihat dari perbedaan hasil tes awal dan tes akhir sedangkan pengumpulan data aktivitas belajar dilakukan melalui observasi selama proses pembelajaran disesuaikan dengan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata-rata tes awal dan tes akhir yaitu 37 dan 77 serta selisih rata-rata nilai tes awal dan tes akhir yaitu 40.Analisis data uji hipotesis dengan menggunakan aplikasi SPSS diperoleh nilai thitungsebesar 8,14 sedangkan ttabelpada taraf signifikasi 5% dengan df 31 adalah 2,04. Hasil tersebut menunjukkan bahwa thitung>ttabel yaitu 8,14 > 2,04, sehingga H0ditolak yang berarti terdapat pengaruh penerapan penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualizationterhadap hasil belajar peserta didik pasa materisistem ekskresi kelas XI di SMA Negeri 1 Indralaya.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching terhadap Keterampilan Metakognitif Peserta Didik Kelas XI pada Materi Sistem Ekskresi Ningsih, Widia; Anwar, Yenny; Suratmi, Suratmi
Seminar Nasional Pendidikan IPA Vol 1 (2017)
Publisher : Seminar Nasional Pendidikan IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap keterampilan metakognitif peserta didik kelas XI SMA Unggul Negeri 4 Palembang pada materi sistem ekskresi. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan di kelas XI MIPA 3 SMA Unggul Negeri 4 Palembang dengan jumlah peserta didik sebanyak 29 orang. Keterampilan metakognitif dinilai dari jawaban peserta didik atas soal uraian keterampilan metakognitif yang meliputi keterampilan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi. Penskoran jawaban dilakukan menggunakan rubrik penilaian metakognitif modifikasi Doesete (2001). Data dianalisis melalui uji-t menggunakan aplikasi SPSS. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t pada taraf signifikasi 0,05 diperoleh nilai thitung keterampilan perencanaan, pengawasan, dan evaluasi lebih besar dari nilai ttabel, yaitu 7,724 > 2,048, 11,455 > 2,048, dan 14,774 > 2,048. Sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap keterampilan metakognitif peserta didik kelas XI SMA Unggul Negeri 4 Palembang pada materi sistem ekskresi.
Development of Teaching Materials Based on Local Excellences of South Sumatera for Science Learning in Elementary School Suratmi, Suratmi; Laihat, Laihat; Santri, Didi Jaya
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 1 (2018): Available Online in May 2018 (Accredited by Kemenristekdikti RI)
Publisher : Department of Science Education University of Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.756 KB) | DOI: 10.30870/jppi.v4i1.3336

Abstract

This research is aims to develop the local excellences-based teaching materials of South Sumatera for science learning in elementary school. This teaching materials are designed and manufactured with local pre-eminent items in South Sumatra and adapted to the subject matter taught in science learning in elementary school. This research is a development research using ADDIE development model and Tessmer evaluation method. The development stages in this research include analysis, design, development, implementation, and evaluation. Evaluation of prototypes is conducted by: self evaluation, expert reviews, one-to-one evaluation, small group evaluation, and field test evaluation. Prototypes are validated by experts in materials, constructs, language, and media. The instruments used are questionnaires, observation sheets, test results and product assessment sheets. The result of the research shows that the teaching materials based on local excellences of South Sumatera are valid and after being tested in one to one, small group evaluation, field test evaluation of this teaching materials are considered practical. In conclusion, the teaching materials based on local excellences of South Sumatra are feasible to be used for science learning in elementary school.