Aryanti Wardiyah, Aryanti
Unknown Affiliation

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA

Jurnal Keperawatan Vol 5, No 2 (2014): Juli
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.06 KB)

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPTIMISME KESEMBUHAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARAIdentification of Factors Affecting The Breast Cancer Patients Optimism Of HealingAryanti Wardiyah(1), Yati Afiyanti(2), Tri Budiati(3)(1,2,3)Keperawatan Maternitas, Fakultas Ilmu Keperawatan,  Universitas Indonesia, Kampus UI Depok, 16424.E-mail: 1)aryanti.wardiyah@gmail.comABSTRAKKasus kanker terbanyak kedua di Indonesia adalah kanker payudara yang kesembuhannya sulit untuk diprediksi. Penderita kanker payudara mengalami ketidakpastian, depresi, dan tekanan psikologis. Kondisi ini menyebabkan optimisme terhadap kesembuhan pasien menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi optimisme terhadap kesembuhan pada pasien kanker payudara. Desain penelitian menggunakan cross sectional pada 96  responden. Faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap optimisme kesembuhan responden adalah dukungan sosial (p value = 0,015) dan stres (p value = 0,022). Faktor yang paling mempengaruhi adalah dukungan sosial (â = 0,055). Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya agar lebih fokus pada intervensi keperawatan yang digunakan untuk meningkatkan dukungan sosial pada pasien kanker payudara.Kata Kunci : Kanker Payudara, Optimisme, Dukungan SosialABSTRACTThe second most common cancer case in Indonesia is breast cancer which its healing is difficult to be predicted. The breast cancer sufferers undergo uncertainty, depression, and psychological pressure. This condition decreases the patient’s optimism of healing. This research aimed to identify factors affecting the breast cancer patients’ optimism of healing. This study applied cross sectional design with 96 respondents. Factors affecting significantly against respondents’ healing optimism were social support (p value = 0,015) and stress (p value = 0,022). The most influencing factor was social support (â = 0,055). It is recommended that the further research will be more focused on the nursing intervention that used to raise social supports for breast cancer patients.Keywords: Breast cancer, optimism, sosial support

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN TEPIDSPONGE TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH ANAK YANG MENGALAMIDEMAM RSUD dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam dapat berdampak kejang dan penurunan kesadaran. Data rekam medik RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014 jumlah anak yang menderita demam dengan bronkopneumonia 442 anak, typhoid 279 anak dan DHF 46 anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektifitas pemberian kompres hangat dan tepid sponge terhadap penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam diruang Alamanda. Jenis penelitian kuantitatif, desain quasi eksperiment dengan rancangan penelitian pre test andpost test designs with two comparison treatments. Populasi adalah anakyang mengalami demam dengan penyakit bronkopnuemonia, typhoid, dan DHF yang berjumlah 185 anak. Sampel dibagi 2 kelompok masing-masing 15 orang, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji T dependen dan uji T independen. Hasil uji statistik menunjukkan ada perbedaan penurunan suhu tubuh antara kompres hangat dengan mean 0,5 °C dan tepid sponge dengan mean 0,8°C (p value ˂ α, 0,003 ˂ 0,05). Saran untuk Rumah Sakit hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk standar operasional prosedur dalam menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam secara non farmakologis.Kata kunci      : Kompres hangat, tepid sponge, demam

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTABUMI II

Malahayati Nursing Journal Vol 1, No 2 Juli 2019
Publisher : Diploma III Keperawatan Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT : INCREASING BREASTFEEDING AT PUBLIC HEALTH SERVICES (PUSKESMAS KOTABUMI II) Background : Breastfeeding  is  role of a mother  after delivering of baby. Based of pre-survey data from 2015 to 2016 at Public Health Services (Puskesmas Kotabumi II) recorded the postpartum had been increased from 9,41% to 14,6 % while at Kotabumi II Public Health Center of although with lowest coverage but decreased coverge from year 2015 to in 2016 from 35,7% to 21,3%. Based on data from Kotabumi II Public Health Center troughout 2017 it is known 144 post partum mothers who exclusively breastfed only 19,4%.Puspose: Knowed effectively postpartum positioning and attachement education for increasing breastfeeding at Public Health Services (puskesmas Kotabumi II) North Lampung 20018.Methods : This research was quantitative research, Quasi experimental design. The research conducted on postpartum as many as 34 respondents. Sampling technique used accidental sampling. Data collected by observation sheets. Data analysis performed univariate (mean) and bivariate (t test).Results : Found in the study, the ability of breastfeeding in postpartum before giving health education with a mean value of 57.06 and standard deviation of 11.284 and after giving health education with a mean of 86.59 and standard deviation of 7.427.Conclusion : There is influence of health education to improve the ability of breastfeeding of post partum at Public Health Services (Puskesmas) Kotabumi II North Lampung in 2018. It is expected that health care provider to be an active role in giving information or health information in breastfeeding related to mother's knowledge and behavior in breastfeeding toward baby, follow-up such as periodic evaluation, so that the purpose of breastfeeding is achieved. Keywords: Postpartum, Positioning, Attachment Education, Increasing Breastfeeding INTISARI: PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTABUMI II Pendahuluan : Memberikan ASI merupakan tugas seorang ibu setelah tugas melahirkan bayi berhasil dilaluinya. Berdasarkan prasurvey di Puskesmas Kotabumi II pada ibu yang kontrol prenatal care di dapat yang masih memberikan air susu ibu (ASI) dari 10 ibu didapatkan 6 (60%) yang tidak memberikan ASI.Tujuan : Diketahui pengaruh pendidikan kesehatan teradap kemampuan menyusui terhadap pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara tahun 2018.Metode : Penelitian ini penelitian kuantitatif, rancangan Quasi Eksperimen. Penelitian telah dilakukan bulan Februari-Maret 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara tahun 2018. Populasi penelitian ibu post partum, berdasarkan ibu hamil trimester 3 atau yang akan bersalin dalam 3 bulan kedepan (Januari-Maret) sebanyak 98 orang, sampel 30 orang. Teknik Pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (Uji t).Hasil : Didapatkan dalam penelitian ini,  kemampuan menyusui pada ibu postpartum sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai mean 57,06 dan standar deviasi 11,284 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai mean  86,59 dan standar deviasi 7,427.Simpulan : Ada pengaruh pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan kemampuan menyusui ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara tahun 2018. Diharapkan petugas kesehatan lebih berperan aktif memberikan penyuluhan atau informasi kesehatan terhadap ibu menyusui terkait dengan pengetahuan dan perilaku menyusui ibu terhadap bayi, serta diadakan tindak lanjut misalnya evaluasi periodik, agar tujuan dari menyusui tercapai. Kata kunci    : Pendidikan kesehatan, tehnik menyusui, kemampuan menyusui, Ibu post partum

HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG

Jurnal Keperawatan Vol 7, No 1 (2016): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.498 KB)

Abstract

Abortus menunjukkan pengeluaran hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, Komplikasi yang terjadi saat persalinan merupakan penyebab utama terjadinya kematian pada bayi yang semula hidup pada saat proses persalinan dimulai, tetapi kemudian lahir mati. Tujuan penelitian untuk diketahuinya hubungan anemia dengan kejadian abortus di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD DR. H. Abdul Moeloek dari bulan Oktober-Desember 2014. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang dirawat ≤ 28 minggu, baik yang abortus maupun yang tidak abortus yakni sebanyak 1.834 persalinan. jumlah sampel sebanyak 95 responden penelitian. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan anemia dengan kejadian abortus di RSUD Abdul Moeloek Tahun 2013. Menganjurkan kepada ibu untuk berupaya menjaga diri dari penyakit-penyakit yang memiliki resiko tinggi terhadap penyulit persalinan yang memerlukan tindakan Abortus. dan dapat memberikan motivasi ibu untuk melakukan antenatal care secara rutin serta melaksanakan perawatan kehamilan.Abortion shows expenditure pregnancy outcomes before the fetus can live outside the womb, complications that occur during labor is a major cause of death in infants who originally lived on when labor starts, but then stillbirth.The aim of research for known relationship between anemia and incidence of abortion in hospitals DR. H. Abdul Moeloek Lampung Province in 2014. This research was a quantitative research design analytic survey research with cross sectional approach. The study was conducted at Hospital DR. H. Abdul Moeloek of the month from October to December 2014. The population in this study were all pregnant women who were treated ≤ 28 weeks, both the abortion or not abortion that as many as 1,834 births. the total sample of 95 respondents of the study. Sampling techniques in this study using random sampling.The results showed no association of anemia with the incidence of abortion in hospitals Abdul Moeloek 2013. Suggestion: Advise the mother to seek to protect themselves from diseases that have a high risk of childbirth complications that require action abortion. and can provide maternal motivation to perform routine antenatal care and carry out maintenance of pregnancy.

PENGARUH PENDAMPINGAN SUAMI TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA II DI RUANG DELIMA RSUD DR.H.ABDUL MOELOEK LAMPUNG

Jurnal Keperawatan Vol 6, No 1 (2015): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.69 KB)

Abstract

Kejadian partus lama di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung rata-rata 8 kasus per bulan. Belum semuanya ibu yang menjalani proses persalinan mendapatkan dukungan yang maksimal dari suami yang akhirnya dapat mempengaruhi lamanya proses persalinan kala II. Tujuan penelitian diketahui pengaruh pendampingan suami terhadap lamanya persalinan kala II di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu bersalin normal di Ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada bulan November 2014 orang dengan sampel sebanyak 31 orang untuk responden kasus dan 31 orang untuk responden kontrol. Jumlah responden keseluruhan adalah 62 responden. Analisa data menggunakan uji t-independent. Hasil penelitian terdapat pengaruh pendampingan suami terhadap lamanya persalinan kala II di ruang Delima RSUD dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014 (P-value = 0,000). Saran bagi institusi Rumah Sakit perlu melibatkan suami selama proses persalinan untuk memberikan dukungan sehingga ibu lebih bersemangat dalam menghadapi persalinan dan persalinan berjalan dengan lancar.

PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PENDERITA PENYAKIT DIABETES MELITUS (DM) TIPE II KRONIS DI KABUPATEN PRINGSEWU 2014

HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku ditentukan oleh kepercayaan bahwa mereka rentan terhadap masalah kesehatan tertentu, tingkat keseriusan masalah, meyakini keefektivitasan tujuan pengobatan dan pencegahan, biaya pengobatan tidak mahal serta menerima anjuran untuk mengambil tindakan kesehatan. DM merupakan suatu sindromagangguan metabolisme dengan hiperglikemia yang tidak semestinya sebagai akibat defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya efektivitas biologis dari insulin atau keduanya. Dua tipe DM yaitu Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) dan Non Insulin Dependent Diabets Melitus (NIDDM). DM digolongan menjadi 4; Tipe I dan II, Gestasional, dan tipe lain. Permasalahan penelitian adalah belum diketahuinya perilaku pencarian layanan pengobatan penderita DM tipe II kronis di Kabupaten Pringsewu tahun 2014. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran kerentanan, keseriusan terhadap masalah, gambaran manfaat, rintangan serta peran keluarga dalam pencarian layanan pengobatan serta faktor yang mempengaruhi perilaku pencarian layanan pengobatan.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam pada 4 informan tidak teratur berkunjung ke pelayanan kesehatan (Nakes) dan 4 orang keluarganya, 3 informan teratur berkunjung ke Nakes dan 3 informan keluarganya serta 1 orang bidan desa.Hasil penelitian menunjukan bahwa informan tidak teratur ke Nakes menganggap DM bukan masalah yang serius, sedangkan informan teratur menganggap DM merupakan masalah yang serius. Masalah yang muncul menurut informan dalam proses pengobatan adalah sedikitnya pemberian obat. Keluarga mendukung melakukan pencarian layanan pengobatan. Peneliti menyarankan Dinas Kesehatan meningkatan dan mengembangkan program promosi kesehatan serta penatalaksanaan DM.Kata kunci : Perilaku Pencarian Pengobatan, Diabetes Melitus

ANALISIS FAKTOR RESIKO TERJADINYA RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDARLAMPUNG TAHUN 2011.

HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya resistensi merupakan akibat ketahanan mikroba terhadap antibiotiktertentu yang dapat berupa resistensi alamiah, resistensi kromosomal, resistensiekstrakromosomal dan resistensi silang. Pengobatan penyakit tuberkulosis banyakmenggunakan antibiotik sehingga penderita tuberkulosis beresiko terjadi resistensi.Faktor terjadinya resistensi pada dasarnya merupakan suatu fenomena buatan manusia(man-made phenomenon) sebagai akibat pengobatan yang tidak adekuat. Penelitian inibertujuan diketahuinya faktor resiko yang mempengaruhi kejadian resistensi obat antituberculosis (OAT) pada penderita tuberkulosis paru di Kota Bandarlampung.Penelitian ini merupakan jenis analitik observasional menggunakan rancangan casecontroldengan variabel independen riwayat pengobatan, kepatuhan, pemantauanlaboratorium, penyakit penyerta dan tempat pelayanan. Populasi studi adalah semuapenderita tuberkulosis paru yang telah dinyatakan resisten dan sembuh dengan jumlahsampel 94 responden (47 kasus dan 47 kontrol). Pengumpulan data dilakukan dengancara wawancara dan observasi dokumentasi kemudian data dianalisis dengan uji statistikchi-square dan regresi logistik ganda model prediksi.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan riwayat pengobatan (p = 0.00)ada hubungan riwayat kepatuhan (p = 0.00), ada hubungan riwayat pemantauanlaboratorium (p = 0.00), tidak ada hubungan riwayat penyakit penyerta (p = 0.655),tidak ada hubungan riwayat tempat pelayanan (p = 0.171) dengan terjadinya resistensiOAT. Faktor resiko yang paling utama berpengaruh adalah riwayat pengobatan (ORAdjasted47.762) dan kedua riwayat pemantauan laboratorium (OR-Adjasted 5.326)dengan nilai probabilitas 94.9 %. Disimpulkan bahwa riwayat pengobatan danpemantauan laboratorium merupakan faktor resiko terjadinya resistensi OAT di KotaBandarlampung. Sehingga disarankan penatalaksanaan tuberkulosis harus sesuai denganguideline seperti dosis, regimen, masa pengobatan yang tepat dan menerapkan strategiDOTS kemudian penyediaan laboratorium pemeriksaan biakan dan uji kepekaan untukmemantau kemajuan pengobatan serta diperlukan dukungan keluarga, tokoh masyarakatdan pemerintah.Kata Kunci : Resistensi OAT, Pengobatan, Pemantauan Laboratorium

PRILAKU MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GUNUNG SULAH KECAMATAN SUKARANE BANDAR LAMPUNG

HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama dalam rongga mulut anak adalah karies gigi. Di Negara-negaraberkembang termasuk Indonesia ada kecenderungan kenaikan prevalensi penyakit kariesgigi. Data menunjukkan sekitar 60% penduduk Indonesia memiliki keluhan gigi rusakkarena berbagai sebab, khususnya di Bandar Lampung sebesar 82%. Namun yang palingbanyak ditemui adalah karies gigi atau gigi berlubang. Tujuan penelitian ini adalahdiketahui perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut terhadap kejadian karies gigi padasiswa kelas IV SDN 1 Gunung Sulah Kecamatan Sukarame Bandar Lampung Tahun 2012.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik denganpendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Adan B SDN 1 Gunung Sulah Kecamatan Sukarame Bandar Lampung Tahun 2012 sebesar72 siswa. Pengambilan sampel menggunakan total populasi. Analisis penelitian inimenggunakan chi square.Hasil uji statistic diperoleh ada hubungan perilaku mengkonsumsi makanan manis(p value = 0,002 < 0,05, OR = 12,000) dan perilaku menggosok gigi (p value = 0,000 <0,05, OR = 17,000) dengan kejadian karies gigi pada siswa kelas IV SDN 1 GunungSulah Kecamatan Sukarame Bandar Lampung Tahun 2012. Disarankan pada gurupetugas UKS sekolah agar meningkatkan kegiatan penyuluhan kesehatan terutamatentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dengan menjaga perilaku konsumsimakanan manis dan menggosok gigi.Kata Kunci : Karies Gigi, Makanan Manis, Menggosok Gigi

DETERMINAN KEJADIAN PNEUMONIA BERAT PADA BALITA ( Studi Kasus Kejadian Pneumonia Pada Balita Di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Provinsi Lampung)

HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah faktor penyebab kematian balita yang paling sering, terutama di negara dengan angka kematian anak yang tinggi, bahkan pneumonia diidentifikasi sebagai  “forgotten killer of children” oleh United Nations Children’s Fund (UNICEF) and WHO. Sebagian besar kasus kematian akibat pneumonia pada anak (99.9%) terjadi di negara berkembang dan negara yang sedang berkembang. Berbagai faktor risiko yang meningkatkan kejadian, beratnya penyakit dan kematian karena pneumonia, yaitu status gizi, pemberian ASI, suplementasi vitamin A, suplementasi zinc, bayi berat badan lahir rendah, vaksinasi, dan polusi udara dalam kamar terutama asap rokok dan asap bakaran dari dapur. Faktor lain yang mempengaruhi morbiditas dan mortalitas pneumonia adalah pendidikan ibu dan status sosio-ekonomi keluarga. Tujuan penelitian adalah teridentifikasinya determinan kejadian pneumonia di RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2014. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif. Rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Case Control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang dirawat di ruang rawat inap anak RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Bulan Juni-Juli 2014. Jumlah sampel sebanyak 102 orang, dimana 51 orang  kasus dan 51 orang kontrol. Pengolahan data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ada 4 variabel yang berhubungan yaitu riwayat pemberian ASI eksklusif (p-value=0,005; OR=2,229), Imunisasi campak (p-value=0,040; OR=3,181), Kepadatan hunian (p-value=0,015; OR=3,262), Polusi udara (p-value=0,009; OR=4,060). Simpulan dari penelitian ini bahwa determinan kejadian pneumonia adalah polusi udara. Kata Kunci      : Determinan, Pneumonia berat, Balita

ANALISIS KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN BUKIT KEMILING PERMAI RT 10 KECAMATAN KEMILING KOTA BANDARLAMPUNG TAHUN 2012

HOLISTIK JURNAL KESEHATAN Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan jentik di suatu wilayah diketahui dengan indicator Angka bebas jentik(ABJ). ABJ merupakan persentase rumah atau tempat-tempat umum yang tidakditemukan jentik. Masih rendahnya Angka bebas jentik di Kelurahan Bukit KemilingPermai RT 10 sebesar 78% dari indikator nasional yaitu sebesar 95% merupakan halyang sangat perlu di waspadai , hal ini dikarenakan rendahnya Angka bebas jentikmemungkinkan banyak peluang untuk proses transmisi virus. Tujuan penelitian adalahdiketahuinya hubungan pengetahuan, sikap dan perlaku PSN dengan keberadaan jentikAe. Aegepty di Kelurahan Bukit Kemiling Permai RT 10 Kecamatan Kemiling Kota BandarLampung Tahun 2012.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Populasiadalah Rumah yang ada di Kelurahan Bukit Kemiling Permai RT 10 Kecamatan KemilingKota Bandar Lampung yang berjumlah 80 Rumah dan sampel 80 rumah, analisamenggunakan uji chi-square (x²).Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa terdapat 48 rumah yang ada jentikAe.Agepty, 47 responden berpengatahuan tidak baik, 53 responden yang bersikapnegative, dan 44 responden yang berperilaku baik dan hasil analisa bivariat didapatkanada hubungan pengetahuan dengan keberadaan jentik Ae. Aegepty (p-value= 0,021 danOR= 2,8 ), sikap keberadaan jentik Ae. Aegepty (p-value = 0,027 dan OR = 1,3) danperilaku keberadaan jentik Ae. Aegepty (p-value = 0,011 dan OR = 6,4). Hasil penelitianini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Puskesmas Kemiling untuk meningkatkan upayapencegahan DBD melalui sosialisasi tentang keberadaan jentik nyamuk dan pentingnyamelakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).Kata kunci : Ae. Aegepty, pengetahuan, sikap, perilaku PSN