Articles

Hubungan Near-Work dengan Miopia pada Siswa SD Negeri Percobaan Kelas 5 dan 6 Tobing, Indah ARBR; Sayuti, Kemala; Afdal, Afdal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.829 KB)

Abstract

Miopia adalah kelainan refraksi yang disebabkan oleh ketidakmampuan komponen optik untuk memfokuskan cahaya tepat di retina dalam keadaan mata tidak berakomodasi. Keadaan ini sering dijumpai pada anak usia sekolah. Lebih dari 60% miopia merupakan miopia onset dini yang timbul pada usia 7 hingga 16 tahun. Salah satu faktor resiko lingkungan yang berhubungan dengan miopia adalah banyaknya melakukan kegiatan near-work. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara near-work dengan miopia pada anak usia sekolah dasar. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, sehingga diperoleh 94 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh murid dan near-work diary yang diisi oleh orang tua murid. Pemeriksaan refraksi dilakukan secara subjektif dengan menggunakan Snellen chart dan trial lens. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square secara komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan membaca dengan kejadian miopia (p=0,000). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan menonton televisi (p=0,579), bermain video game (p=0,205) dan menggunakan komputer (p=0,084)  dengan  kejadian  miopia. Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan yang sangat  bermakna  antara kebiasaan membaca dengan myopia, tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara menonton  televisi, bermain videogame, dan menggunakan komputer dengan kejadian miopia.
USULAN STRATEGI PEMASARAN BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI KONSUMEN PRODUK TAS CARRIER JAYAGIRI OUTDOORS VANGUARD Afdal, Afdal; Rukmi, Hendang Setyo; Yuniar, Yuniar
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.61 KB)

Abstract

Salah satu pelopor pembuat produk outdoors di Indonesia adalah Jayagiri. Selain Jayagiri dikenal juga merek lain yaitu Alpina, Eiger, REI, dan Consina. Produk pesaing tersebut cukup diminati sehingga turut mempengaruhi tingkat penjualan produk outdoors Jayagiri khususnya tas carrier. Sebagai pelopor Jayagiri berkeinginan untuk menjadi pemimpin pasar. Oleh karena itu, untuk memenangkan persaingan perusahaan harus menerapkan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan persepsi (pandangan) dan preferensi (kecenderungan) konsumen dengan menggunakan metode Multidimensional Scalling. Multidimensional Scalling adalah suatu metode untuk memetakan sejumlah objek penelitian dalam suatu ruang multidimensi sedemikian rupa sehingga hubungan relatif atau jarak antar posisi-posisi penelitian itu menunjukkan tingkat kesamaan/ketidaksamaan. Hasil dari penelitian ini adalah preferensi tingkat kepentingan atribut dan ranking dan persepsi tingkat kesamaan dan usulan strategi pemasaran tas carrier Jayagiri. Kata Kunci: Persepsi dan Preferensi, Multidimensional Scaling, Strategi Pemasaran AbstracT One of the pioneers in Indonesia products maker outdoors is Jayagiri. Besides Jayagiri known other brands that Alpina, Eiger, REI, and Consina. The competitor's product is attractive so that affect the level of product sales, especially Jayagiri carrier bag. As a pioneer Jayagiri intends to become the market leader. Therefore, to win the competition companies must apply the right marketing strategy is based on the perception (sight) and preference (tendency) of consumers using Multidimensional Scaling. Multidimensional Scaling is a method for mapping a research object in a multidimensional space such that the relative relationship or the distance between the positions of research that indicates the degree of similarity/dissimilarity. Results from this study is the preference attributes and rank the level of interest and the perception of the degree of similarity and the proposed marketing strategy Jayagiri carrier bag.  Keywords: Perceptions and Preferences, Multidimensional Scaling, Marketing Strategy
Faktor Risiko Asma Pada Murid Sekolah Dasar Usia 6-7 Tahun di Kota Padang Afdal, Afdal; Fitry Yani, Finny; Basir, Darfioes; Machmoed, Rizanda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.601 KB)

Abstract

Abstrak Latar belakang : Asma merupakan penyakit kronik yang sering dijumpai pada anak. Dilaporkan bahwa prevalens asma meningkat pada anak maupun dewasa. Usia 6-7 tahun merupakan periode dimana prevalens asma dan angka kunjungan ke rumah sakit karena asma lebih tinggi. Terjadinya asma dianggap sebagai interaksi yang kompleks antara faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik sudah dibuktikan dari penelitian-penelitian sebelumnya, tetapi karakteristik faktor risiko lingkungan pada asma belum jelas. Apabila melihat derajat peningkatan kejadian asma, tidak mungkin hanya faktor genetik yang berperan, tetapi peran faktor lingkungan justru yang lebih besar. Tujuan : Untuk mengetahui prevalens dan faktor risiko asma pada anak SD usia 6-7 tahun di Kota Padang.Metoda : Suatu penelitian cross sectional di 20 SD di Kota Padang pada bulan Juni – November 2009 dengan jumlah sampel 879 orang. Terhadap setiap subjek dilakukan penelitian yaitu pembagian kuisioner ISAAC (international study of asthma and allergies in childhood) untuk orang tua. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk variabel katagorik dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Data dianalisis menggunakan peranti lunak komputer.Hasil : Prevalens asma pada murid SD usia 6-7 tahun di Kota Padang berdasarkan kuisioner ISAAC sebesar 8%. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian asma adalah atopi ayah atau ibu, diikuti faktor berat badan lahir dan kebiasaan merokok pada ibu serta pemberian obat parasetamol. Sedangkan pemberian ASI dan kontak dengan unggas merupakan faktor protektif terhadap kejadian asma. Kata kunci: faktor risiko, asma, sekolah dasar Abstract Background: Background Asthma is a common chronic disease in children. It had been reported that the prevalence of asthma in children and adults was increasing. The age of 6-7 years is the period where the prevalence and the number of visits to the hospital because of asthma are higher. The occurrence of asthma is considered as a complex interaction between genetic factors and environmental factors. Genetic factors have been proved to be the risk factor for asthma, but not for the characteristic of environmental that factors that were still unclear. If seeing the increased incidence of asthma, genetic factors might not play a role solely, but the environmental factors might play moreObjective The aim of this study was to determine the prevalence and the risk factors of asthma in elementary school children aged 6-7 years in Padang.Methods This research is cross sectional study in 20 elementary schools in Padang during June until November 2009, total sample of 879 students. To each respondent the ISAAC (international study of asthma and allergies in childhood) questionnaire was given to be fulfilled. Data were analyzed using computer software. Results The prevalence of asthma in elementary school students aged 6-7 years in Padang based on ISAAC questionnaire was 8%. The most dominant factor influencing the incidence of asthma is atopic in father or mother, followed by factors of birth weight and maternal smoking habits and drug administration of paracetamol, while breastfeeding and poultry contact were protective factors. Keywords:risk factors, asthma, elementary school
Kolaboratif: Kerangka Kerja Konselor Masa Depan Afdal, Afdal
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The successful implementation of guidance and counseling in schools is not only the duty of counselor alone, but further a common task among school personnel (both the principal, teachers, class guardian, administration officials  and other students) and the school environment (parents , communities, and others). This paper presents ideas with regard to the importance of establishing collaborative with other persons to help optimal students development.
KARAKTERISASI MAGNETIK BATUAN BESI DARI BUKIT BARAMPUANG, NAGARI LOLO, KECAMATAN PANTAI CERMIN, KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT Afdal, Afdal; Islami, Elio Nora
SEMIRATA 2015 Prosiding Bidang Fisika
Publisher : SEMIRATA 2015

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.636 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkarakterisasi sifat magnetik batuan besi dari  Bukit Barampuang, Nagari Lolo, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sampel diambil pada 14 titik berbeda untuk menentukan persentase bijih besi, suseptibilitas magnetik dan kandungan mineralnya. Dari pengukuran diketahui rata-rata persentase bijih besi sampel adalah 95,71%, rata-rata suseptibilitas magnetiknya adalah 8884,27 x 10-8 m3/kg untuk ketinggian 1 m dan 6198,57 x 10-8 m3/kg untuk ketinggian 3 m. Dari karakterisasi dengan XRD diketahui mineral yang terdapat di dalam batuan besi adalah magnetite (Fe3O4),  geothite (FeO(OH)), dan quartz (SiO2). Katakunci: batuan besi, suseptibilitas magnetik, mineral magnetik
PENAMBAHAN SERBUK OLAHAN DARI GIGI SAPI TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN FISIK MODEL GIGI TIRUAN Afdal, Afdal; Affi, Jon; Gunawarman, Gunawarman
MEKTRIK Vol 7, No 1 (2016): Jurnal MEKANIKAL Volume 7 Nomor 1 Januari 2016
Publisher : MEKTRIK

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penambahan serbuk olahan dari gigi sapi terhadap sifat mekanik dan fisik model gigi tiruan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan HA dari gigi sapi sebagai bahan pengganti bahan baku impor. Limbah gigi sapi disintesis menjadi bubuk HA, dan selanjutnya dikarakterisasi dengan SEM dan EDX untuk mengetahui struktur mikro dan komposisi kimia serbuk. Geligi sapi ini dilepaskan dari rahang, dicuci dan kemudian direbus dalam air mendidih selama 3 jam dengan presto untuk menghilangkan sumsum tulang dan lemak yang melekat. Gigi selajutnya dicacah, digiling dan dihaluskan dengan ball mill sebelum dikalsinasi beberapa kali pada temperatur 800oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gigi sapi relatif lebih sulit dari pada tulang sapi. Kalsinasi selama 3 kali sudah meningkatkan kandungan Kalsium dan Posfor menjadi sekitar 33% dan 16% pada sampel serbuk, namun kadar ini dinilai masih jauh lebih rendah dari potensi sebenarnya. Oleh sebab itu, beberapa tahapan proses masih berlanjut untuk menghasilkan serbuk yang superhalus dengan karakteristik fisik menyamai serbuk impor. Kemudian dilakukan pembuatan model gigi tiruan dengan mencampurkan serbuk HA dari gigi sapi dan resin dilanjukan pengujian struktur mikro, pengujian kekerasan dan uji tekan. Nilai kekerasan sampel gigi tiruan 40,3 VHN dan kekuatan tekan 45,4 MPa.
Profil Pencemaran Air Sungai di Muara Batang Arau Kota Padang dari Tinjauan Fisis dan Kimia Nasution, Fara Diba; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.58 KB)

Abstract

Penelitian untuk menentukan profil pencemaran air sungai di muara Batang Arau kota Padang dari tinjauan fisis dan kimia berdasarkan nilai total padatan terlarut (TDS), konduktivitas listrik (EC), pH, dan kandungan logam berat Pb dan Fe yang telah dilakukan. Sampel air sungai diambil pada 10 lokasi di daerah muara dengan jarak antara lokasi adalah  200 m. Pengambilan sampel juga dilakukan di bagian tengah dan hulu sungai Batang Arau sebagai pembanding. TDS ditentukan dengan metode gravimetry, konduktivitas listrik diukur dengan conductivity meter, pH diukur dengan pH meter dan kosentrasi logam berat ditentukan menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Nilai rata-rata TDS di daerah muara adalah 782,5 mg/l. Nilai ini sudah melebihi kadar kontaminasi untuk air minum yaitu 500 mg/l. Nilai rata-rata konduktivitas listrik di daerah muara adalah 172,5 µS/cm. Nilai ini jauh lebih tinggi dari pada nilai konduktivitas listrik air di perairan murni.  Nilai rata-rata pH di daerah muara 6,7, yang tergolong sebagai air netral. Kosentrasi logam berat Fe 0,105 mg/l dan Pb 0,005 mg/l. Kedua nilai ini masih berada di bawah ambang baku mutu air. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa kualitas air di muara Batang Arau masih dalam kondisi normal.Kata kunci: konduktivitas listrik, pencemaransungai, zat padat terlarut
Profil Pencemaran Air Sungai Batang Arau Daerah Lubuk Begalung Kota Padang Yanti, Efi Luci; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.459 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan profil pencemaran sungai Batang Arau daerah Lubuk Begalung Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September 2015 pada 8 titik dengan jarak antara titik adalah 500 meter pada dua waktu yang berbeda yaitu pagi dan sore hari. Ada 4parameter yang diukur yaitu kandungan logam berat Cu dan Zn, konduktivitas listrik, pH dan temperatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kandungan logam berat Cu pada pagi hari adalah 0,034 mg/l dan pada sore hari adalah 0,039 mg/l, rata-rata kandungan logam berat Zn pada pagi hari adalah 0,055 mg/l dan pada sore hari adalah 0,062 mg/l. Rata-rata konduktivitas listrik air sungai pada pagi hari adalah 235,5 μS/cm dan pada sore hari adalah 468 μS/cm. Rata–rata pH air sungai pada pagi hari adalah 7,03 dan pada sore hari 7,08. Temperatur rata-rata air sungai pada pagi hari adalah 29,3°C dan pada sore hari adalah 30,05°C. Jadi ditinjau dari kandungan logam berat Cu dan Zn, konduktivitas listrik dan temperatur, maka sungai Batang Arau daerah Lubuk Begalung kota Padang dapat dikatakan sudah tercemar, karena parameter tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air sungai menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001.Kata kunci: konduktivitas listrik, logam berat, pH, temperatur
Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air Irwan, Fadhilah; Afdal, Afdal
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.175 KB)

Abstract

Telah dilakukan  penelitian untuk  menentukan  hubungan konduktivitas listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan temperatur pada tiga jenis air yaitu air laut, sungai dan danau. Sampel air laut diambil di Pantai Padang, air sungai di Sungai Batang Arau dan air danau di Danau Diatas Alahan Panjang. Pada masing-masing lokasi, sampel diambil pada enam titik dengan jarak antar titik 500 m.  Sampel air laut diambil pada tiga titik dekat objek wisata dan tiga titik dekat hutan tepi pantai. Sampel air sungai diambil masing-masing pada dua titik bagian hulu, tengah dan hilir sungai. Sampel air danau diambil mulai dari pusat lahan perikanan di tepi danau menuju tengah danau. Nilai TDS ditentukan dengan metode gravimetry dan konduktivitas listrik diukur dengan conductivity meter. Rata-rata nilai TDS pada air laut sebesar 23886,7 mg/l, air sungai sebesar 1873,3 mg/l dan air danau sebesar 546,7 mg/l. Rata-rata nilai konduktivitas listrik untuk air laut sebesar 177,9 µS/cm, air sungai sebesar 139,1 µS/cm dan air danau 80,6 µS/cm. Hubungan TDS dengan konduktivitas listrik pada air laut tidak dapat dilihat karena nilai TDS sangat berosilasi dengan perubahan konduktivitas listrik. Hubungan TDS dengan konduktivitas listrik air sungai linier pada konduktivitas listrik yang kecil dan mulai tidak linier pada nilai konduktivitas listrik tinggi. Model terbaik hubungan antara TDS dan konduktivitas listrik pada air sungai dan air danau adalah model polinomial orde-2 dengan koefisien korelasi 0,9506 untuk air sungai dan 0,9896 untuk air danau .Kata kunci: gravimetry, konduktivitas listrik, temperatur, Total Dissolved Solid (TDS) 
KRITIK TERHADAP EPISTEMOLOGI UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS: PERSPEKTIF ISLAM Afdal, Afdal; Waston, Waston
Profetika Vol. 16, No. 2, Desember 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.114 KB)

Abstract

Since established, Universal Declaracion of Human Rights (UDHR) upheldas a global value by all the countries in the world. UDHR through the UN as a referenceas a common standard for measuring the level of success of a country in upholdinghuman rights. How this study focus on the implications of the secular epistemologyagainst the substance of the Universal Declaration Of Human Rights? and How doesIslam look at epistemology Universal Declaration Of Human Rights? To answer thesequestions used the data of literature with a philosophical approach as research methodsand using several analytical tools such as interpretation, induction and deduction,internal coherence, holistika and description. Results from this study indicate that thesecular epistemology epistemology UDHR as the foundation material implicationsfor cargo. Substance of the UDHR can be translated very freely and without limitvalues mengabaiakan even religiosity. Humans are considered as central, source anddestination at the same time the fi nal orientation of each human behavior. Religionand God are not regarded as something sacred, but only considered as a complement tohuman life into the realm of free privatization adopted or not by each individual. Such aview is contrary to Islam. Islam holds that religion and God is something that is sacredand can not be separated from every facet of human life. God is central, as well as sourceand destination end orientation every human behavior.Keywords: epistemology; human rights; the Islamic human rights.