Articles

Found 14 Documents
Search

Partisipatori Ergonomi: Redesain Hand Tools Pertanian Menurunkan Kebosanan Kerja Susihono, Wahyu; Kulsum, Kulsum
Jurnal Industrial Services Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.459 KB)

Abstract

Alat bantu tani sangat bervariatif, namun demikian masih banyak desain alat-alat pertanian yang baru sekedar memperhatikan fungsinya, belum mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan pengguna, sehingga beberapa tools yang belum ergonomis seperti desain arit yang beredar di pasar tradisional pada umumnya. Penggunaan tools yang tidak mempertimbangkan keinginan pengguna berdampak pada kebosanan atau penurunan gairah kerja. dibutuhkan desain yang sesuai dengan keinginan pengguna. Penelitian ini masuk pada kategori penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan sama subjek (treatment by subject design). Subjek dipilih secara rundom (Random Sampling). Sampel berjumlah 48 orang yang telah dipilih dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perlakuan subjek terdiri dari kondisi sebelum intervensi (Periode I), kemudian subjek menjadi kelompok intervensi (Periode II). Uji Normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk dengan taraf kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya terdapat penurunan secara bermakna antara rerata skor kebosanan kerja subjek atau nilai P < 0,05. Rerata skor kebosanan kerja sebelum intervensi sebesar 96,39 ± 5,65 dan setelah intervensi 68,96 ± 3,75. Redesain tools berdasarkan kebutuhan pengguna dapat menurunkan kebosanan pekerja sebesar 28,45 %. 
Pendekatan Konsep Lean Manufacturing Untuk Meminimasi Lead Times Dengan Metode Transfer Batch Wahyudi, Wahyudi; Febianti, Evi; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.493 KB)

Abstract

PT Surya Gemilang Perkasa adalah perusahaan yang memproduksi berbagai macam komponen kendaraan bermotor salah satunya yaitu body inner a. body inner a merupakan alat yang terdapat dalam knalpot motor vario berfungsi untuk meredam suara yang keluar dari mesin. Dalam proses produksinya target yang diharapkan setiap harinya sebesar 4200 unit selalu tidak tercapai sehingga terjadi waktu lembur yang berlebihan, hal ini disebabkan karena jumlah produk per batch yang ditetapkan perusahaan masih belum optimal yaitu berjumlah 200 unit per batch sehingga menyebabkan salah satu stasiun menganggur beberapa waktu menunggu produk dari proses sebelumnya. Dengan mempertimbangkan permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini melakukan identifikasi aktifitas dengan penerapan konsep lean manufacturing untuk menemukan waste yang paling dominan, ternyata waste yang paling dominan yaitu idle time yang disebabkan jumlah produk per batch yang terlalu banyak maka perlu dilakukan perhitungan transfer batch untuk menentukan jumlah produk per batch yang lebih optimal agar dapat mengurangi waktu lembur. Sebelum melakukan perhitungan transfer batch terlebih dahulu membuat penjadwalan eksisting kemudian setelah perhitungan transfer batch membuat penjadwalan usulan, tujuan dari pembuatan penjadwalan agar terlihat perubahan yang terjadi. Penjadwalan yang digunakan pada penelitian ini yaitu penjadwalan first come first serve (FCFS). Dari hasil penelitian diperoleh setiap batch dibagi menjadi dua batch yaitu batch a dan batch b, jumlah produk pada batch a sebanyak 110 unit dan batch b sebanyak 90 uni. Dari hasil penjadwalan eksisting pada stasiun expanding waktu lebih produksi sebesar 33 menit 40 detik terhitung lembur 1 jam, pada stasiun tig welding waktu lebih produksi sebesar 1 jam 7 menit 20 detik terhitung lembur 2 jam. Setelah perhitungan transfer batch didapat hasil penjadwalan usulan sebagai berikut pada stasiun expanding waktu lebih produksi sebesar 15 menit 40 detik terhitung lembur 1 jam, pada stasiun tig welding waktu lebih produksi sebesar 34 menit 40 detik terhitung lembur 1 jam. Berdasarkan hasil tersebut bahwa perubaahan waktu lembur terjadi di stasiun tig welding dengan pengurangan waktu lembur sebesar 1 jam. 
Usulan Penataan Ruang Parkir Dengan Pendekatan Simulasi Di Universitas X Saefullah, Mochamad; Ilhami, Muhammad Adha; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1526.97 KB)

Abstract

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara (Keputusan Dirjen Hubda No. 272/HK.105/DRJD/96). Atau dengan kata lain Parkir merupakan suatu kondisi kendaraan yang berhenti dalam jangka waktu tertentu. Pengalokasian Ruang Parkir dalam kampus merupakan faktor penting dalam penataan kampus. Hal ini bertujuan supaya kendaraan-kendaraan yang berada di dalam kampus tidak parkir sembarangan, yang akan mengakibatkan kondisi dalam kampus yang tidak beraturan dan akan mengurangi keindahan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kendaraan motor dan mobil yang tidak mendapatkan tempat parkir (parkir yang tersedia) pada saat ini (2013), selain itu membuat usulan lokasi parkir agar ruang parkir saat ini mencukupi, dan Mengetahui kebutuhan luas parkir tambahan untuk tahun 2014 dengan asumsi kenaikan kendaraan berdasarkan peningkatan kendaraan di Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi yang diolah menggunakan software Promodel. Dengan melihat rata-rata jumlah kendaraan yang masuk ke lokasi parkir sembarang. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pada simulasi eksisting terdapat 137 kendaraan motor dan 4 kendaraan mobil yang berada di lokasi sembarang, sehingga masih diperlukan lokasi parkir tambahan seluas 205 m2 untuk motor dan 46 m2 untuk mobil. Dengan usulan penambahan ruang parkir maka tidak ada lagi kendaraan yang masuk ke dalam lokasi parkir sembarang. Namun, kebutuhan ruang parkir pada tahun 2014 masih belum mencukupi, dimana masih membutuhkan lokasi parkir tambahan seluas 218 m2 untuk menampung mobil sebanyak 19 unit dan lokasi parkir tambahan seluas 220.5 m2 untuk menampung motor sebanyak 147 unit.
Analisis Jumlah Produksi Dan Total Cost Produksi Menggunakan Metode Economic Production Quantity (EPQ) Dan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Mulyana, Endang; Febianti, Evi; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2881.568 KB)

Abstract

Dalam sistem manufaktur maupun non manufaktur, adanya persediaan merupakan faktor yang memicu peningkatan biaya. Menetapkan jumlah persediaan yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan pemborosan biaya penyimpanan, sedangkan menetapkan jumlah persediaan yang terlalu sedikit juga berakibat hilangnya kesempatan untuk mendapatkan keuntungan apabila permintaan nyata melebihi permintaan yang diperkirakan. Dalam sistem manufaktur khususnya Untuk sistem persediaaan yang konvensional, masalah dalam persediaan dan pembeli di operasikan dengan cara independen. Dalam mengelola persediaan yang dilakukan secara teradisional dianggap sudah sangat tidak cocok jika dilihat dari sisi persaingan perusahaan pada dewasa ini. Permasalahan yang dijelaskan di atas biasa terjadi hampir di semua perusahaan manufaktur tidak terkecuali PD. X yang kini masih menggunakan suatu model konvensional dalam mengendalikan suatu persediaan-nya dan biaya yang harus dikeluarkan tinggi dengan mengetahui data tingkat produksi setiap bulanya berjumlah 50.000 unit/bulan dan dengan total biaya sebesar Rp 10.750.416.7 perbulan. Didapat hasil pengolahan data dan analisa, maka dapat disimpulkan sebagai berikut  Nilai ukuran kuantitas produksi optimal dan total cost yang diperoleh dengan menggunakan metode Economic Production Quantity (EPQ) adalah sebesar 43.657 unit perbulan, sedangkan untuk total cost-nya adalah  Rp 7.176.177,3 perbulan.sedangkan Nilai ukuran kuantitas produksi optimal dan total cost yang diperoleh dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) adalah sebesar  40.870 unit perbulan, sedangkan untuk total cost -nya adalah  Rp 6.416.596,4 perbulan.
Penerapan Theory Of Constraint Untuk Meminimasi Loss Time (Studi Kasus PT. Bluescope Steel Indonesia) Herlina, Elin; Herlina, Lely; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.945 KB)

Abstract

PT. Bluesccope Steel Indonesia adalah salah satu perusahaan pelapisan baja terbesar dengan sistem flow proses yang bergerak dalam proses pelapisan pada Cold Rolled Coil (CRC). PT. Bluescope Steel Indonesia membangun line baru pada tahun 2008 yaitu Metalic Coating Line (MCL) 2 terdiri dari empat section, yaitu entry section, process section, surface section, dan exit section yang dapat menghasilkan produk painted dan bare. Metalic Coating Line (MCL) 2 merupakan line baru sehingga masih banyak permasalahan dalam melapisi baja. Masalah utama yang terjadi adalah banyaknya unplan delay pada proses section menyebabkan waktu produksi hilang (loss time) sehingga terhambatnya proses produksi dan berakibat pada banyaknya produk cacat. Hal ini dibuktikan dengan waktu hilang terbesar terdapat pada process section yaitu 4502 menit, sedangkan exit section 3519 menit, surface section 2670 menit dan entry section 1821 menit serta data efektifitas mesin pada bulan oktober yang mengalami penurunan pada bulan oktober menjadi 51,99% dari 61,86% di bulan september. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab kendala dan mengoptimalkan kendala dengan memaksimalkan action plan sehingga dapat meminimasi loss time yang terjadi diperusahaan dengan menerapkan lima prinsip perbaikan berkelanjutan Theory of Constraints (TOC). Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi penyebab kendala, memberikan solusi penyelesaian, memberikan usulan action plan untuk penyebab kendala dan melakukan perhitungan untuk meminimasi loss time menggunakan integer programming dengan memaksimalkan action plan berdasarkan prinsip TOC. Berdasarkan penelitian, loss time yang dihasilkan sebesar 553,9 menit untuk total waktu penanganan dari semua kendala atau telah mengalami penurunan sebesar 49,24% dari nilai awal sebesar 1125 menit. 
Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT. ABC Dengan Model Q Back Order Menggunakan Simulasi Monte Carlo Siregar, Lamhot; Herlina, Lely; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.238 KB)

Abstract

PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak pada sistem manufaktur dalam bidang pembuatan sepatu yaitu cup insole yang bahan bakunya adalah kain dan spoon. Permintaan perusahaan ini bersifat probabilistik, dimana permintaan tidak diketahui secara pasti. Dalam proses produksinya, tingkat pemakaian bahan baku dalam setiap bulan di PT. ABC tidak tetap dan menyebabkan terjadinya persediaan bahan baku lebih bahkan mengalami kekurangan bahan baku saat melakukan produksi produk yang diinginkan oleh konsumen pada waktu tertentu sehingga menjadikan beban dalam perusahaan, maka dari itu pengelolaan persediaan bahan baku harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebijakan persediaan bahan baku yang optimal berdasarkan pada kuantitas pemesanan, safety stock dan reorder point serta membandingkan ongkos total persediaan eksisting dengan output hasil simulasi Monte Carlo. Perhitungan menggunakan Monte Carlo menghasilkan output simulasi sebanyak 12 bulan yang akan di uji validasi menggunakan Paired Sample T-Test terlebih dahulu dan kemudian dibandingkan dengan data yang secara aktual pada perusahaan. Pada hasil simulasi didapatkan bahwa biaya yang optimum terdapat pada output simulasi yang masing- masing bahan baku. Output simulasi pada spoon ongkos total persediaan sebesar Rp. 1.214.292.108,56 dengan reorder point sebanyak 21284 lembar dan safety stock sebanyak 19124. Pada simulasi kain, ongkos total persediaan sebesar Rp. 479.139.620,71 dengan reorder point sebanyak 10684 lembar dan safety stock sebanyak 8377 lembar. 
Analisa Perbaikan Penjadwalan Perakitan Panel Listrik Dengan Metode CPM dan PERT (Studi Kasus : PT. Mega Karya Engineering) Julkarnaen, Tubagus Irwan; Herlina, Lely; Kulsum, Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.604 KB)

Abstract

PT. Mega Karya Engineering merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi khususnya electrical controller yang menangani instalasi listrik, perakitan panel listrik sampai dengan pengiriman, dan lain–lain. Perusahaan ini sering mengalami kesulitan yang disebabkan oleh tenaga kerja yang kurang teratur, kurang adanya jadwal yang tidak teratur, harus mengalami revisi (penetapan design) dan tanda tangan kontrak yang terlalu lama. Dari permasalahan yang terjadi, penelitian ini bertujuan untuk mencari aktivitas–aktivitas mana saja yang ada dalam proyek, yang merupakan aktivitas kritis untuk kondisi awal dan percepatan, mengetahui perbedaan waktu pengerjaan dari mulai kondisi awal dengan kondisi percepatan dan mengetahui besarnya perbedaan biaya yang terjadi antara kondisi awal dengan kondisi percepatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode CPM dan PERT dan metode ini memiliki keterkaitan yang sama dan sifat yang beda, misalnya untuk CPM adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam penentuan jadwal dan estimasi waktunya bersifat deterministik/pasti sedangkan PERT adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam penentuan jadwal dan waktunya bersifat probabilistik/kemungkinan. Metode ini dalam manajemen proyek dapat mengetahui kapan tiap–tiap aktivitas akan dimulai dan kapan harus berakhir, sehingga dapat diketahui waktu penyelesaian keseluruhan proyek yang sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Hasil yang didapat dari penelitian proyek ini awalnya berjalan selama 21 hari yang masuk kedalam lintasan kritis. Setelah dilakukan analisa dan perbaikan dengan metode CPM waktu produksi tersebut menjadi 14 hari dengan perbedaan percepatan waktu sebesar 7 hari sebaliknya dengan metode PERT memiliki nilai varian 99,96% dan nilai Z nya yaitu 3,950 yang artinya proyek ini memiliki hasil persentase yang sangat baik. Keuntungan yang diperoleh proyek ini dari nilai proyek yang telah disepakati sebesar Rp 85.000.000 ialah untuk kondisi awal memiliki keuntungan sebesar Rp 23.527.500 dan kondisi percepatan sebesar Rp 26.063.500 dalam 1 perakitan panel listrik. Dalam segi financial perusahaan mendapatkan 2 keuntungan, yaitu keuntungan pada jumlah biaya yang didapat dan keuntungan percepatan waktu yang tersedia sehingga perusahaan dapat mengerjakan proyek lainnya.
HUBUNGAN PEMBERIAN SUSU SAPI DENGAN KEJADIAN MENGI PADA ANAK DI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) ISLAM TERPADU AL-AZHAR Safri, Mulya; Kulsum, Kulsum; Yusuf, Sulaiman; Andayani, Novita; Ismy, Jufitriany; Hayati, Mala
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mengi adalah gejala asma yang paling umum pada anak.Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya mengi adalah pemberian susu sapi pada anak.Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian susu sapi dengan kejadian mengi pada anak di PAUD Islam Terpadu AL-AZHAR. Jenis studi ini adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Responden studi ini adalah 60 orang tua dari anak dengan rentang usia 6 bulan – 5 tahun. Hasil studi didapatkan dengan menggunakan kuisioner yang telah valid dan reliabel yaitu kuisioner ISAAC dan kuisioner pemberian susu sapi. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan p value 0,045 (α<0,05) sehingga terdapat adanya hubungan pemberian susu sapi dengan kejadian mengi pada anak. Kesimpulan dari studi ini adalah anak yang diberi susu sapi dapat meningkatkan risiko mengi dibandingkan anak yang tidak diberi susu sapi.Kata kunci: susu sapi, mengi, anak 6 bulan-5 tahun.Abstract:Wheezingis the main symptom of asthma in children. One of the factors predisposing this symptom is cows milk consumption.The objective of this study is to identify the association between cows milk consumption and wheezing incidence in children at PAUD Islam Terpadu AL-AZHAR.This is an analytic observational study with cross-sectional design. The sample of this study include 60 parents of children aged from 6 months to 5 years old. The result is obtained using valid and reliable questionnaires, ISAAC and cows milk consumption questionnaire. Analyzed using Chi Square test, the result revealed p value of 0.045 (α<0,05), indicating an association between cows milk consumption and wheezing incidence in children. The conclusion of this study is that children consuming cows milk have higher risk for experiencing wheezing.Keywords: cows milk, wheezing, 6-month to 5-year-old children
MANAJEMEN ANESTESI PADA PASIEN DENGAN TOTAL AV BLOK YANG MENJALANI OPERASI SECTIO CAESARIA Kulsum, Kulsum
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 18, No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 April 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Blok jantung merupakan salah satu kelainan sistem konduksi jantung dengan karakteristik gejala berupa ketidakharmonisan antara irama atrial dengan irama ventricular. Total Atrio-Ventricular blok (AV blok) pada anak dan dewasa muda umumnya terjadi secara kongenital. Seorang wanita hamil dengan blok jantung bawaan dapat tidak menimbulkan gejala, namun dapat terjadi kondisi kolaps pembuluh darah secara mendadak terutama selama masa persalinan. Dilaporkan sebuah kasus pasien Perempuan, 21 tahun, hamil 31-32 minggu, dengan Total AV Blok yang akan menjalani tindakan Sectio caesaria. Pasien mengeluhkan sesak nafas yang makin memberat sesuai usia kehamilan. Sebelum tindakan pembedahan, pasien dilakukan pemasangan temporary pace maker. Selanjutnya tindakan pembiusan menggunakan teknik anestesi spinal. Selama operasi, hemodinamik pasien relatif stabil. Setelah operasi, pasien ditangani di unit perawatan intensif. Dua hari setelah operasi, pasien dilakukan pemasangan permanent pace maker.Keyword :AV Blok, Pace Maker, Manajemen Anestesi Abstract Heart block is a disorder of the cardiac conduction system with symptoms characterized by disharmony between atrial rhythms and ventricular rhythms. Total Atrio-Ventricular Blocks (AV Blocks) in children and young adults generally occur congenitally. A pregnant woman with a congenital heart block may produce no symptoms, but there may be a sudden collapse of blood vessels, especially during labor. Reported A case of patient, Women, 21 years old, 31-32 weeks pregnant, with Total AV Block who will undergo the action Sectio-caesaria. Patients complain of shortness of breath that is more burdensome according to gestational age. Before surgery, the patient implanted with  the  temporary pace maker. Further action of anesthesia using spinal anesthesia techniques. During surgery, the patients hemodynamics are relatively stable. After surgery, the patient was treated in intensive care unit. Two days after surgery, the patient implanted with the permanent pace maker. Keyword: AV Block, Pace Maker, Anesthesia Management 
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu dan Pendapatan Orang Tua dengan Status Gizi Anak SDN 02 Labuhan Haji Ulpa, Zaida Rahmia; Kulsum, Kulsum; Salawati, Liza
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Biomedis Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1 Pebruari 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Biomedis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.46 KB)

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi di Indonesia saat ini memasuki masalah gizi ganda. Artinya, masalah gizi kurang belum teratasi sepenuhnya, sementara telah muncul masalah gizi lebih. Di antara 33 provinsi di Indonesia, Aceh termasuk urutan ke-7 terendah dengan persentase gizi baik 41,1%, gizi lebih 11,76%, gizi kurang dan gizi buruk 23,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan pendapatan orang tua dengan status gizi pada anak di SDN 02 Labuhan Haji. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu dan siswa yang bersekolah di SDN 02 Labuhanhaji, sampel diambil dengan cara random sampling dengan jumlah sampel 92 orang. Data yang diambil meliputi tingkat pengetahuan, pendapatan dan status gizi. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil analisis data antara pengetahuan ibu dengan status gizi diperoleh p value 0,002 dan nilai r sebesar 0,313 dan pendapatan orang tua dengan status gizi diperoleh p value 0,293 dan nilai r 0,111. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan status gizi anak dan tidak terdapat hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi anak SDN 02 Labuhan Haji. Kata Kunci : Pengetahuan ibu, pendapatan orang tua, status gizi anak ABSTRACT Nutritional problem in Indonesia is entering multiple nutritional problem. Its mean, the problem of malnutrition is not resolved completely. While, more nutritional problem has appeared. Among 33 provinces in Indonesia, Aceh is seventh lowest with 41,1% good nutrition, 11,76% more nutrition, 23,5% malnutrition and 23,5% severe malnutrition. The aim of this study is to determine a relationship strength of mother’s knowledge toward the nutritional status of students at SDN 02 Labuhanhaji and a relationship of parent’s income toward students nutritional status of the school. The kind of this study is observational analistic by sectional cross design. The samples of this study was chosen by using random sampling. In consisted of students who study at SDN 02 Labuhanhaji and their mothers. The total number of sample in this study was 92 students. The data was taken include the level of knowledge, income and nutritional status. The data analysis used Spearman test. The results of data analysis between mothers knowledge and students nutritional status show that p value 0,002 and r value 0,313 with parents income and students nutritional status show that p value 0,293 and r value 0,111. Based of the result of the study, there is relationship between level of knowledge and nutritional status of students. But, there is correlation between parents income and students nutritional status at SDN 02 Labuhan Haji.Keywords : Mother’s knowledge, parent’s income, nutritional status of students