Rindu Twidi Bethary, Rindu Twidi
Sultan Ageng Tirtayasa University

Published : 21 Documents
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisa Kekuatan Perkerasan Runway, Taxiway, dan Apron (Studi Kasus Bandar Udara Soekarno Hatta dengan Pesawat Airbus A-380)

Jurnal Industrial Services Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.254 KB)

Abstract

Pertumbuhan volume lalu lintas udara yang cukup tinggi menyebabkan dibutuhkannya jenis pesawat yang dapat mengangkut jumlah orang dalam jumlah besar, pesawat Airbus A-380 merupakan pesawat yang mampu mengangkut penumpang terbanyak di dunia saat ini. Besarnya beban yang di akibatkan oleh pesawat Airbus A-380 ditambah bertumbuhnya volume lalu lintas menyebabkan perlu adanya evaluasi terhadap kekuatan struktur perkerasan pada bandar udara Soekarno –Hatta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kekuatan perkerasan runway, taxiway, dan apron mampu menahan beban dari pesawat airbus A-380. Penelitian ini menggunakan metode ICAO dengan mengumpulkan data-data terkait dari instansi pengelola bandar udara, data – data yang dibutuhkan merupakan data sekunder seperti perkerasan eksisting, karakteristik pesawat, pergerakan pesawat, dan nilai PCN pada bandar udara Soekarno – Hatta. Berdasarkan grafik kekuatan perkerasan bandar udara Soekarno-Hatta, mampu menahan beban hingga sebesar 80.000 lbs, nilai ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan berat pesawat Airbus A-380 yang sebesar 57.000 lbs. Kemudian hal ini di perkuat dengan nilai Pavement Classification Number pada bandar udara Soekarno Hatta sebesar 120 R/D/W/T dan 96 R/D/W/T (pada Apron terminal 3) lebih besar dari nilai Aircraft Classification Number dari pesawat jenis Airbus A-380 yaitu sebesar 94 R/D/M. 

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI BANTEN (KP3B)

Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 2, No 1 (2014): Sustainable Transportation Onfrastructure in Developing Countries
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The purpose of this research is to determine causative factors and how strong these influence trip attraction at Banten Province Government Center. The result of this research is a mathematical model of trip attraction. The method used is multiple linear regression analysis. The model as the result of this research was obtained are as follows first: general model as Y =-0,712 + 1,931X4 + 1,801X5 – 1,014E-6X7, second: motor biker’s model as Y =-0,199 + 1,009X3 + 0,300X5 –0,176X6 + 0,010X7, third: car driver’s trip attraction model Y = -0,566 + 1,032X4 + 0,638X5 – 0,028X8 with R2 as 0,934, and last: public transportation user’s model as Y = 0,229 - 0,157X4 + 0,739X6 +0,041X8+ 0,148X9 with the variables as X4= Car Owners, X5= Car and Motorbike Owners, X6= Number Of Respondents Not Having Vehicle, X7= Number Of Respondents Choose a Faster Time, X8= Number Of Respondents Choose Distance Closer, X9= Number Of Respondents Choose Cheaper Cost. Keyword : Trip attraction, multiple linear regression analysis, mathematical model.   Abstrak Kawasan perumahan umumnya berkedudukan sebagai kawasan penghasil perjalanan, maka kawasan perkantoran merupakan kawasan penarik perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model tarikan perjalanan pada Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil dari analisis model menunjukan bahwa model tarikan perjalanan yang paling dapat mempresentasikan realita yang ada adalah Y = -0,712 + 1,931X4 + 1,801X5 – 1,014E-6X7. Model untuk tarikan perjalanan menggunakan sepeda motor adalah Y = -0,199 + 1,009X3 + 0,300X5 –0,176X6 + 0,010X7. Model tarikan perjalanan menggunakan mobil adalah Y = -0,566 + 1,032X4 + 0,638X5 – 0,028X8. Model untuk tarikan perjalanan menggunakan angkutan umum adalah Y = 0,229 - 0,157X4 + 0,739X6 +0,041X8+ 0,148X9 dimana variabel tersebut adalah X4=Pemilik Mobil, X5=Pemilik Mobil dan Motor, X6=Jumlah Responden Yang Tidak Memiliki Kendaraan, X7=Jumlah Responden Yang Memilih Waktu Lebih Cepat, X8=Jumlah Responden Yang Memilih Jarak Lebih Dekat , X9=Jumlah Responden Yang Memilih Biaya Lebih Murah. Kata Kunci: Tarikan perjalanan, analisis regresi linear berganda, model matematika.

STUDI IDENTIFIKASI DAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS JALAN KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU CILEGON)

Jurnal Fondasi Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.306 KB)

Abstract

Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I merupakan jalur utama yang menghubungkan semua pabrik industri yang ada di Kawasan Industri Krakatau kota Cilegon. Panjang Jalan Asia Raya 2,705 km dan Jalan Eropa I 1,696 km dengan kondisi jalan tidak memenuhi syarat kemantapan karena banyak kerusakan dan tambalan pada permukaan jalan. Oleh karena itu diperlukan studi untuk mengidentifikasi kerusakan dan merencanakan tebal perkerasan yang tepat, efisien serta optimal agar dapat mengakomodir beban yang melintas diatasnyaserta sesuai dengan umur rencana jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengelompokan kerusakan yang terjadi pada Jalan Asia Raya dan Jalan Eropa I menggunakan metode Bina Marga, serta merencanakan perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 dan perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003. Metodeini dipilih karena sudah disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Hasil yang diperoleh dari identifikasi kerusakan adalah luas total kerusakan 338,29 m (Jalan Asia Raya) dan 4710,9 m2 (Jalan Eropa I) dengan urutan prioritas kedua jalan tersebut adalah >7 (pemeliharaan rutin). Tebal perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga ’87 didapat tebal 72 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 59 cm untuk Jalan Eropa I. Tebal perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2003 didapatkan tebal 31 cm untuk Jalan Asia Raya dan tebal 26 cm untuk Jalan Eropa I.Jenis perkerasan kaku yang digunakan adalah beton bersambung tanpa tulangan

STUDI EFEKTIVITAS CONTRA FLOW DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA SIMPANG

Jurnal Fondasi Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2176.241 KB)

Abstract

Volume lalu lintas yang padat pada ruas Jalan Asia Raya menuju Simpang Damkar Kota Cilegon khususnya pada jam pulang kerja, sehingga mengakibatkan antrian panjang kendaraan pada sore hari. Untuk itulah Pihak Keamanan terkait yang ada di Kawasan Industri Krakatau Kota Cilegon melakukan uji coba “Contra Flow” pada ruas jalan keluar Kawasan Industri tersebut guna mengurangi kemacetan yang terjadi. Mekanisme teknis contra flow adalah dengan mengambil 1 lajur berlawanan dengan arah Jalan Asia Raya menuju Simpang Damkar Kota Cilegon.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas contra flow pada jalan keluar Asia Raya, Kawasan Industri Krakatau Kota Cilegon. Serta dampak contra flow terhadap kinerja Simpang Damkar Kota Cilegon. Analisis kinerja simpang ini dilakukan dengan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997.Data lalu lintas diperoleh melalui survei di lapangan pada hari kerja pada saat jam puncak sore. Penerapan sistem contra flow cukup efektif akan tetapi masih perlu di evaluasi karena dengan membandingkan hasil kinerja simpang kondisi existing dan kondisi pada saat penerapan contra flow derajat kejenuhannya = 0,97 melebihi dari ketentuan MKJI yaitu < 0,85, untuk tundaan rata-rata, kinerja simpang kondisi existing = 71,59 detik/smp, sedangkan Kinerja simpang kondisi saat penerapan contra flow = 68,88 detik/smp. Maka dapat disimpulkan waktu tempuh pada saat contra flow untuk melalui simpang mempunyai waktu yang lebih cepat di bandingkan dengan kinerja simpang kondisi existing

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN PROVINSI BANTEN (KP3B)

Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi The 17th FSTPT of International Symposium
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.512 KB)

Abstract

The purpose of this research is to determine causative factors and how strong these influence trip attraction at Banten Province Government Center. The result of this research is a mathematical model of trip attraction. The method used is multiple linear regression analysis. The model as the result of this research was obtained are as follows first: general model as Y =-0,712 + 1,931X4 + 1,801X5 – 1,014E-6X7, second: motor biker’s model as Y =-0,199 + 1,009X3 + 0,300X5 –0,176X6 + 0,010X7, third: car driver’s trip attraction model Y = -0,566 + 1,032X4 + 0,638X5 – 0,028X8 with R2 as 0,934, and last: public transportation user’s model as Y = 0,229 - 0,157X4 + 0,739X6 +0,041X8+ 0,148X9 with the variables as X4= Car Owners, X5= Car and Motorbike Owners, X6= Number Of Respondents Not Having Vehicle, X7= Number Of Respondents Choose a Faster Time, X8= Number Of Respondents Choose Distance Closer, X9= Number Of Respondents Choose Cheaper Cost.

STRATEGI PENERAPAN TRANSPORTATION DEMAND MANAGEMENT (TDM) DI KAWASAN INDUSTRI KRAKATAU KOTA CILEGON

Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi The 17th FSTPT of International Symposium
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.627 KB)

Abstract

The increasing of development and economic growth projections in the big cities such as Krakatau Industrial Area in Cilegon city, that would cause transportation problems such as traffic jam. The presence of transportation problem is need for appropriate handling, this handling does not put forward the problem solving instantly without regard to sustainability. Therefore, the policy development of urban transport infrastructure system in Indonesia using conventional approaches that are predict and provide should be abandoned and replaced with new approach that are predict and Prevent with the concept of Transportation Demand Management (TDM). The method used to choose the TDM strategy in Krakatau Industrial Area Cilegon city is the ranking method. Data was obtained by filling the questionnaire on 8 respondents who understand and can take transportation policy in Krakatau Industrial Area Cilegon city. Data processing by the help of Microsoft Excel program with the results Telework is the first rank as an appropriate strategy to be applied, and the program appropriate with the characteristics of Krakatau Industrial Area Cilegon city. Based on the results of the simulation analysis by using the methods of literature study on the implementation of telework, probability about 6.12% -23.66% of workers potentially do telework.

Perencanaan Tebal Lapis Perkerasan Kaku Pada Underpass Cibubur Dengan Metode Bina Marga Dan NAASRA

TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.878 KB)

Abstract

Jalan Trans Yogie, Cibubur sering mengalami kemacetan yang padatmaka pemerintah berencana membangun underpass di daerah Cibubur untuk mengantisipasi kemacetan.Perkerasan jalan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah perkerasan kaku (rigid pavement) yaitu perkerasan struktur yang terdiri dari plat beton semen yang bersambung (tidak menerus), atau menerus, tanpa atau dengan tulangan terletak diatas lapis pondasi bawah, tanpa atau dengan lapisan aspal sebagai lapis permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal lapis perkerasan kaku yang dibutuhkan, mengetahui perbedaan hasil perhitungan tebal lapis perkerasan kaku dengan metode Bina Marga Pd T-14-2003 dan metode National Associations of Australian State Road Authorities (NAASRA) 1987 dan mengetahui biaya pembangunan perkerasan kaku pada Underpass Cibubur. Pengumpulan data dilakukan melalui survey data lalu lintas harian pada jalur tersebut dan nilai CBR dari Kementerian Pekerjaan Umum.Data yang didapat digunakan untuk menghitung tebal perkerasan kaku dengan metode Bina Marga 2003 dan NAASRA 1987. Berdasarkan dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan kaku pada Bina Marga 2003 adalah 24 cm dengan biaya Rp. 1.360.097.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm. Sedangkan NAASRA 1987 adalah 22 cm dengan biaya Rp. 1.269.563.000,00 dan tulangan berdiameter 16 mm dengan jarak 500 mm.

EVALUASI KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA CILEGON (Trayek : Merak : Cilegon)

Jurnal Fondasi Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.379 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dugaan kurang optimalnya pelayanan trayek angkutan kota CilegonMerak. Hal ini diterlihat dengan menumpuknya penumpang pada jam-jam sibuk dan sedikitnya penumpang pada jam-jam tertentut. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Cilegon khususnya pada trayek Cilegon – Merak. Penelitian mengenai evaluasi kinerja ini menggunakan dua indikator penilaian yaitu penilaian pada sisi penumpang dengan menggunakan Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat tahun 1999 dan penilaian dari sisi operator angkutan kota pemilik/supir/penyewa angkutan kota) dengan menggunakan perbandingan antara pemasukan dengan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini melewati dua tahap mengumpulan data, tahap yang pertama dilakukan untukmenetukan jumlah sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling.Tahapan selanjutanya dilakukan untuk mengumpulkan data mengenai indikator kinerja angkutan umum yang berupa load factor dinamis, headway, tingkat occupancy, frekuensi kendaraan, serta biaya operasi kendaraan. Dari hasil analisa didapatkan bahwa load factor pada jam sibuk, kecepatan perjalanan, waktu tunggu, headway, frekuensi kendaraan, waktu perjalanan memperoleh nilai Baik. Sedangkan kriteria sedang diperoleh dari kriteria waktu pelayanan, awal dan akhir perjalanan.Secara keseluruhan kinerja pelayananangkutan kota pada trayek Cilegon – Merak berkinerja Baik (bobot nilai 22). Dilihat dari Biaya Operasi Kendaraaan (BOK) maka didaptkan nilai BOK sebesar Rp. 7.185.210,- per bulan jika dibandingkan dengan pendapatan operator sebesar Rp. 7.962.510,- per bulan maka keuntungan yang diperoleh setiap bulannya sebesar Rp. 777.300,-.

EVALUASI PARKIR DI BADAN JALAN /ON STREET PARKIN (STUDI KASUS RUAS JL JENDERAL AHMAD YANI–CILEGON)

Jurnal Fondasi Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.812 KB)

Abstract

Jalan Jenderal Ahmad Yani Kota Cilegon ini memiliki karakteristik parkir yang cukup padat karena adanya berbagai aktifitas pada ruas jalan tersebut, termasuk adanya on street parking, hal ini lah yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas dan mengurangi kapasitas ruas jalan tersebut. Tujuan dari penelitianiniadalahuntuk mengetahui karakteristik parkir, dan potensi pendapatan tarif parkir, di badan jalan pada Jl Jenderal Ahmad Yani Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode survei patroli yang dilakukan pada hari kerja dan hari libur dari pukul 06.00-21.00 WIB. Sehingga alur penelitian yang dipakai meliputi, pengambilan data, analisis dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Pada penelitian ini melakukan analisa data yang meliputi perhitungan karakteristik parkir, dan perhitungan analisa tarif parkir. Dari hasil penelitian didapatkan nilai karakteristik parkir untuk volume parkir maksimum kendaraanroda empat pada hari kerja mencapai 347 kendaraan dan pada hari libur 271 kendaraan, sedangkan untuk kendaraan roda dua pada hari kerja 405 kendaraan dan pada hari libur 315 kendaraan. Untuk akumulasi parkirkendaraan roda empat pada hari kerja pukul 10.00-10.30 yaitu 20 kendaraan dan untuk hari libur pada pukul 09.30-10.00 yaitu 24 kendaraan.Sedangkan untuk kendaraan roda dua pada hari kerja pukul 14.0014.30 yaitu 18 kendaraan dan untuk hari libur pukul 10.30-11.30 yaitu 12 kendaraan. Dimana kapasitas parkir yang tersedia untuk kendaraan roda empat pada hari kerja adalah 20 kendaraan dan pada hari libur adalah 24 kendaraan, sedangkan kapasitas parkir yang tersedia untuk kendaraan roda dua pada hari kerja adalah 114 kendaraan dan pada hari libur adalah 83 kendaraan. Indeks parkirkendaraan roda empat mencapai 100%, dan kendaraan roda dua 15,78%. Dan nilai parking turn over kendaraan roda empat 17,35, dan kendaraan roda dua 3,79. Sehingga Durasi parkir rata-rata untuk kendaraan roda empat 34 menit/mobil dan untuk kendaraan roda dua 25 menit/motor. Pendapatan tarif parkir untuk kendaraan roda empat Rp. 347.000,-perhari dan untuk kendaraan roda dua Rp. 405.000,- per hari. Ini artinya kendaraan yang melakukan parkir setiap harinya cukup banyak, sehingga kapasitas ruas jalan menjadi berkurang akibat adanya on steet parking di ruas jalan tersebut, dan untuk mengatasi permasalahan on street parking ini dengan dilakukannya beberapa upaya yaitu dengan mencari alternatif yang paling memungkinkan untuk on street parking ini yaitu dengan cara menghilangkan parkir sebagai hambatan samping dan pemindahaan on street parking ke off street parking pada ruas Jl Jenderal Ahmad Yani Kota Cilegon. Dengan dilakukannya alternatif ini akan memberi kenyamanan bagi pengguna jalan terutama bagi kendaraan yang akan melakukan parkir

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG BERPENGARUH DI TAHAP CONSTRUCTION PADA PROYEK EPC TERHADAP KINERJA WAKTU

Jurnal Fondasi Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.056 KB)

Abstract

Proyek EPC memiliki item pekerjaan meliputi Engineering, Procurement, dan Construction yang dapat menyebabkan terjadinya risiko yang berdampak pada kinerja waktu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ditahap construction yang mempengaruhi kinerja waktu proyek, penyebab sertasolusi/tindakan dari faktor risiko yang didapat dari penelitian ini.Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden, kemudian data kuesioner tersebut dianalisa menggunakan software SPSS ver.21 yaitu analisa deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji Kruskal Wallis, uji Mann-Whitney kemudian untuk mendapatkan faktor yang berpengaruh menggunakan korelasi nonparametris dengan Rank Spearman kemudian hasil tersebut dilanjutkan dengan validasi ke pakar untuk mengetahui penyebab dan solusi/tindakan dari faktor faktor tersebut.Hasil dari analisa nonparametris tersebut didapatkan ada 7 variabel yang berpengaruh di tahap construction pada proyek EPC terhadap kinerja waktu, namun dipilih 3 yang memiliki korelasi kuat, yaitu kurangnya teknisi spesialis, manajemen proyek yang buruk, dan kesalahan perencanaan.