Ali Alhamidi, Ali
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Produksi Hidrogen Melalui Reaksi Hasil Canai Dingin Paduan Al-Sn-Zn Dengan Larutan NaOH Alhamidi, Ali; Yanurdin, Esky; Fitrulloh, M
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume V Nomor 1, April 2019
Publisher : FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrogen merupakan salah satu dari energi terbarukan yang banyak dikembagkan sekarang ini, karena jumlahnya yang melimpah dialam dan ramah lingkungan. Reaksi hidrolisis antara aluminium (Al) dengan air murni dapat menghasilkan gas hidrogen. Namun, lapisan passive pada permukaan Al menghalangi jalannya reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salah salah satu unsur seperti timah (Sn) dan seng (Zn) terhadap reaksi hidrolisis pada larutan NaOH serta penambahan deformasi canai dingin pada paduan Al–Sn–Zn yang diharapkan mampu melindungi dan merusak lapisan passive pada Al. Pada penelitian ini, sampel dibuat dengan memadukan Al dengan Sn dan Zn dengan teknik pengecoran pada paduan Al-3Sn-Zn (wt.%) dengan variasi komposisi Zn (wt.%): 0%; 2%; 4% dan 6% serta paduan Al–Sn–3Zn (wt.%): dengan variasi komposisi Sn (wt.%): 0%; 2%; 4% dan 6%. Paduan kemudian dilakukan homogenisasi selama 24 jam. Sampel dilakukan canai dingin dengan reduksi sebesar 60%. Reaksi hidrolisis paduan dilakukan dengan larutan NaOH 0,9 M. Hasil menunjukan bahwa produksi volume hidrogen yang didapat sangat rendah dengan konversi efisiensi (%) terbesar yaitu 3,3 % pada sampel paduan 91 Al–3Sn–6 Zn (wt.%) dan terendah pada sampel paduan 97Al–0Sn–3 Zn (wt.%) yaitu sebesar 1,08%. Hasil analisa XRD pada sampel paduan sebelum reaksi menunjukan bahwa tidak terbentuk fasa intermetalik dan hanya terbentuk fasa tunggal Al dan Sn, kemudian setelah sampel direaksikan dengan larutan NaOH 0,9 M terbentuk senyawa Al(OH)3 dan AlOOH yang mempengaruhi laju reaksi hidrolisis paduan Al–Sn–Zn.
Pengaruh Tebal Blank dan Viskositas Pelumas Terhadap Nilai Stretchability dan Kekerasan Dinding Kubah Baja DDQ SPCE- SD Alhamidi, Ali; Aziz, Abdul; Akbar, Abdul Taufik; Fikria, Hamilah
Jurnal Industrial Services Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.83 KB)

Abstract

Pengujian mekanik material dan pengamatan metalografi. memberikan data berupa beban punch dan ketinggian dome atau disebut Erichsen Index. Nilai Erichsen Index menjadi faktor seberapa optimal stretchability dan formability material. Hasil dari eksperimen menunjukan optimalitas ketebalan blank dan efektifitas viskositas pelumas selama proses. Dari hasil perbandingan didapatkan bahwa peregangan terjadi sepanjang proses erichsen cupping test dengan analisa strain hardening dan ketinggian dome hasil eksperimen. 
Pengaruh Temperatur Sintering terhadap Komposit (TiC-25NiCr) terhadap [(Ti₀,₇-MO₀,₃) 17C-25NiCr] Hasil Pemaduan Mekanik menggunakan Metode Planetary Ball Mill Alhamidi, Ali; Suryana, .; Hilman, M. Luthfi
TEKNIKA Vol 11, No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4052.585 KB)

Abstract

The powder mixtures of Ti, C, Ni, Cr and Mo are processed by powder metallurgy process to form ceramics metals (cermet) and sintered at various temperatures of 700°C, 1000 °C, and 1100°C have been investigated. The preparation sample of  the materials using the principle of mechanical alloying for 10 hours with varying molybdenum at 0 and 0,3% XRD analysis shows that there is no consolidated material cermet. However, the formation of TiC with binders NiCr shown occurred. Sample without molybdenum affect size crystallite of TiC and NiCr, the higher temperatures sintering causing size of crystallite TiC size of the less for higher temperatures sintering, while crystallite size of NiCr is much hinger.
Evolusi Mikrostruktur Paduan Al 6061 Hasil Proses Canai Dingin Terhadap Sifat Mekanik Alhamidi, Ali; Fitrullah, M.; Dewi, Mirnawati
TEKNIKA Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.87 KB)

Abstract

Paduan Al 6061 diproses canai dengan reduksi 50%, 60% dan 70% selanjutnya di aging pada temperatur 2000C selama variasi waktu 1800, 3600, 5400, 7200 dan 10800 detik. Analisa microstruktur dan sifat mekanik dilakukan dengan optikal mikroskop dan Brinell Hardness Test (HBN). Bentuk mikrostrukutr menunjukan bahwa butiran memanjang setelah canai berubah menjadi berbentuk equaxial. Analisa XRD menunjukan hadirnya fase ke dua Mg2Si dan Al2FeSi nampak dalam peak XRD setelah canai dan aging. Hal ini nampak bahwa kekerasan meningkat dengan meningkatnya waktu aging dan menurun setelah aging selama 7200 detik. Nilai kekerasan tertinggi dicapai sebesar 121 HBN pada sampel yang direduksi 70% dan ading selama 7200 detik.Hal ini menjadi alasan bahwa kekerasan yang tinggi akibat hadirnya fraksi fase kedua setelah aging meningkat.
Produksi Hidrogen Melalui Reaksi Komposit Al/Al2O3 Hasil Canai Dingin dengan Larutan NaOH Alhamidi, Ali; Arti, Zilla Mala; Satria, Dhimas
ROTASI Vol 21, No 2 (2019): VOLUME 21, NOMOR 2, APRIL 2019
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.16 KB) | DOI: 10.14710/rotasi.21.2.82-87

Abstract

Produksi hidrogen melalui reaksi Metal Matrix Composites (MMCs) hasil canai dingin dengan NaOH atau air telah diteliti. Seperti diketahui bahwa aluminium (Al) dengan air pada umumnya memiliki masalah karena hadirnya lapisan oksida pada permukaanya sehingga perlu dihilangkan untuk meningkatkan reaksi hidrolisis aluminium untuk menghasilkan hidrogen. Hasil didapatkan bahwa reaksi langsung terjadi antara Al/Al2O3 dan NaOH. Hasil tertinggi perolehan hidrogen per satuan volume dari Al/Al2O3 adalah 0,660 mL/min. Ini menunjukan bahwa keberadaan lapisan oksida tipis sebagai lapisan pasif dapat dikurangi. Dalam penelitian ini Al/Al2O3 dipelajari setelah canai dingin dengan reduksi 40%, 50% dan 60%. Analisis SEM-EDAX menunjukkan bahwa senyawa AlMgSi, Oxygen, AlSi dan Al2O3 napak hadir. Analisis peak XRD menghasilkan bahwa kerapatan dislokasi meningkat dengan meningkatnya persen reduksi. Pengukuran kapasitas hidrogen menunjukkan bahwa keberadaan Al2O3 dan peningkatan kerapatan dislokasi untuk sampel setelah canai dingin memfasilitasi untuk produksi hidrogen melalui reaksi dengan NaOH. Hasil dapat disimpulkan bahwa canai dingin dan hadirnya Al2O3 adalah faktor utama dalam menentukan reaktivitas reaksi hidrolisis partikel Al.
KARAKTERISTIK SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO TOTAL KNEE JOINT DARI PADUAN Co-Cr-Mo-XN HASIL PENGERJAAN PANAS Astawa, I Nyoman Gede Putrayasa; Kartika, Ika; Rokhmanto, Fendy; Purawiardi, Ibrahim; Natalia, Jessica; Alhamidi, Ali
Metalurgi Vol 34, No 1 (2019): Metalurgi Vol. 34 No. 1 April 2019
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/metalurgi.v34i1.359

Abstract

Penggantian material implan pada lutut memerlukan sifat mekanis yang penting selain sifat ketahanan aus, diperlukan juga kekuatan dan  ketangguhan yang tinggi. Hal ini dikarenakan lutut merupakan bagian yang vital dimana bagian ini sering mengalami beban dinamis, sehingga harus memiliki kekerasan dan kekuatan yang tinggi untuk menahan beban dari berat badan manusia tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari struktur mikro yang terbentuk dan nilai  kekerasan pada paduan Co-Cr-Mo hasil hot rolling selain itu juga untuk mengetahui pengaruh penambahan unsur nitrogen terhadap pembentukan fasa  dan presipitat pada paduan Co-Cr-Mo. As-cast Co-26Cr-6Mo-0,18N dan Co-26Cr-6Mo dihomogenisasi pada temperatur 1200°C selama 12 jam, setelah itu dilakukan hot rolling pada temperatur 1200°C dengan waktu tahan 90 menit  dan persen reduksi sebesar 50, diakhiri pendinginan dengan variasi media pendingin seperti air es, air dan udara. Setelah itu beberapa pengujian dilakukan untuk mengetahui perubahan struktur mikro dan nilai kekerasan yang dihasilkan melalui pengujian kekerasan, XRD, pengamatan SEM-EDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa butiran pada sampel yang mengalami rapid cooling dengan menggunakan air es (3°C) menghasilkan ukuran butiran yang lebih halus dibandingkan dengan sampel dengan media pendingin air dan udara. Media pendingin air es memiliki nilai kekerasan paling tinggi dan udara paling rendah hal ini dikarenakan presipitat M23X6 yang terbentuk dapat menghambat pergerakan dislokasi sehingga memperkuat matriks dan dengan demikian dapat meningkatkan kekerasan paduan. Sedangkan  paduan Co-Cr-Mo yang mengandung unsur nitrogen didalamnya memiliki ukuran butiran yang lebih kecil  dibanding unsur tanpa nitrogen, hal ini dikarenakan atom N yang bertindak sebagai atom interstisi mengisi kekosongan jarak antar atom. Fasa σ yang muncul pada paduan kobalt Co-26Cr-6Mo memiliki intensitas peak yang lebih tinggi dibandingkan dengan kobalt Co-26Cr-6Mo-0,18N karena usur nitrogen menekan pembentukan fasa σ. Kata kunci: Co-26Cr-6Mo, hot rolling, presipitat, fasa σ, kekerasan