Any Setyaningsih, Any
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

Penelitian penerapan sol karet sepatu kanvas untuk olah raga pada industri ditinjau dari sifat ketahanan kikis dan kekerasannya Setyaningsih, Any; Yuniari, Arum; Lestari, Sri Brataningsih Puji
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.156 KB)

Abstract

Appied research rubber sole for canvas shoes sport of industry have observed of properties abrasion resistance and hardness with perform research on the process to shape sole in industry with variation time of 4, 5, 6, 7, 8 minutes and pressure of 145, 150, 155 kg/cm2 on temperature 150’C on the result 15 variation soles, until of result properties abrasion resistance = 0.1410 mm3/kgm and hardness = 70 shore A to shape with variation pressure 150 kg/cm2, time 6 minute and temperature 150’C ti fill means SNI 0171-1987 A : Canvas Shoes with Rubber Sole for Sport. INTISARI Penelitian penerapan sol karet sepatu kanvas untuk olah raga pada industry ditinjau dari sifat ketahanan kikis dan kekerasan dilakukan penelitian dengan proses pencetakan sol di industry dengan variasi waktu pencetakan sol 4, 5, 6, 7, 8 menit dan tekanan 145, 150, 155 kg/cm pada suhu 150’C diperoleh 15 variasi sol cetak, sehingga dari hasil penelitian diperoleh sifat ketahanan kikis = 0.1410 mm3/kgm dan kekerasan = 70 shore A dicetak dengan variasi tekanan 150 kg/cm, waktu 6 menit dan suhu 150’C memenuhi persyaratan SNI 0171-1987 A : Sepatu Kanvas dengan Sol Karet untuk Olah Raga.
Penelitian untuk mengetahui kualitas sol karet transparan sepatu kanvas untuk olah raga Setyaningsih, Any; Budiasih, Sri; Suparti, Suparti; Sunardi, Sunardi; Sumasto, C Yuwono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.869 KB)

Abstract

Research to know quality rubber sole translucent kanvas shoes sport to keep in conditioning room during 2 (two) month, agree with survey result than attitude test: tensile strength, elongation, permanent set 50% and hardness agree strength properties reference more homogeny, permanent set 50% and hardness to experience reduction properties because elasticity to decrease until can bring about forceful measure of surface. Sole which influence activity more advanced, whereas elongation not change properties during to keep, then time to keep good are ½ - 11/2 month.   INTISARI  Penelitian untuk mengetahui kualitas sol karet transparan sepatu kanvas untuk olah raga disimpan dalam ruang kondisi selama 2 (dua) bulan, sesuai dengan hasil survey, kemudian dilakukan pengujian : tegangan putus, perpanjangan putus, perpanjangan tetap 50% dan kekerasannya sesuai dengan persyaratan SNI 0171 – 87A. Sepatu Kanvas Dengan Sol Karet Untuk Olah Raga. Pengujian dilakukan setiap 15 hari (1/2 bulan) sekali menghasilkan sebagai berikut : untuk sifat tegangan putus menunjukkan semakin homogen, perpanjangan tetap 50% dan kekerasan mengalami penurunan sifat dikarenakan elastisitasnya berkurang sehingga dapat menimbulkan pengerasan pada permukaan sol yang akan mempengaruhi pengerjaan lebih lanjut. Sedangkan perpanjangan putus tidak ada perubahan sifat selama dalam penyimpanan. Maka waktu penyimpanan yang terbaik adalah 1/2 – 1 1/2 bulan. 
Penelitian pemanfaatan paraffinic oil sebagai plasticizer untuk sifat tegangan putus, perpanjangan putus dan ketahanan kikis rol karet gilingan padi Setyaningsih, Any
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.798 KB)

Abstract

This research aims to know how much maximum paraffinic oil as plasticizer which may be added to rubber roll for rice mill. The physical properties of the rubber roll compound is tested about its tensile strength, elongation at break and abrasion resistence suit to SII 1902-86. Paraffinic oil as plasticizer which fulfil a condition suit to the SII 1902-86 are paraffinic P 60 type 2, paraffinic P 60  tipe 3 and paraffinic P 95 type 2 with amount each 5 parts. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jumlah maksimum paraffinic oil sebagai plasticizer yang dapat ditambahkan pada rol karet gilingan padi. Komponen rol karet gilingan padi diuji sifat – sifat fisiknya yaitu : teganggan putus, perpanjangan putus dan ketahanan kikis sesuai SII 1902-86. Paraffinic oil sebagai plasticizer yang memenuhi persyaratan SII  1902-86, yaitu : paraffinic P 60 tipe 2, paraffinic P 60 tipe 3, dan paraffinic P 95 tipe 2 dengan jumlah masing-masing 5 bagian.  
Penelitian terapan sol karet cetak sesuai SNI. 12-0778-1989 sistim cetak tekan di industri kecil Cibaduyut Setyowati, Penny; Setyaningsih, Any; Budiwiyono, Budiwiyono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.759 KB)

Abstract

The applaid research of rubber sole making in accordance with SNI.12-0778-1989 in the Cibaduyut small scale industri Bandung was conducted with the use of IRDLAI’s rubber compound formulation and the applica tion of the optimum vulcanization process condition that to be reached on trial. The physical test results to be evaluated with CRD methode proved not significant difference with the trial result in IRDLAI and fulfill SNI.12-0778-1989 “Moulding Rubber Sole”. INTISARI  Penelitian terapan pembuatan sol karet cetak sesuai SNI. 12-0778-1989 di Industri kecil Cibaduyut Bandung dilaksanakan dengan menggunakan kompon karet hasil formulasi BBKKP serta menerapkan kondisi proses vulkanisasi optimum yang dicapai pada percobaan pembuatan sol karet cetak di BBKKP. Adapun hasil uji fisisnya dianalisa statistik dengan metode CRD dan terbukti tidak berbeda nyata dengan uji fisis hasil percobaan di BBKKP serta memenuhi syarat SNI.12-0778-1989 “Sol Karet Cetak”.
Plastik film sebagai pengemas makanan asinan jahe untuk ekspor Prayitno, Prayitno; Setyaningsih, Any
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.272 KB)

Abstract

One of the plastic material which is usually used for packaging is polyethylene. That plastic has a good performance for plasticity, chemicals resistence, flexibility and no toxic subtances, therefore, this is suitable for good packaging. One of the use plastic film for packaging is for packing of salted ginger for export purpose. Research in physical properties of the salted ginger packaging shows that plastic film packaging has a weakness in the tearing strength properties and some leaking caused by the unproper sealing during the process. INTISARI Salah satu bahan plastik yang banyak digunakan untuk bahan pengemasan adalah bahan plastik polyethylena. Bahan tersebut mempunyai sifat yang baik dalam keuletan, ketahanan terhadap bahan kimia serta fleksibilitasnya dan tidak mengandung bahan-bahan yang toxic sehingga sangat cocok untuk pengemas makanan. Penggunaan kantong plastik film polyethylena untuk mengemas makanan diantaranya untuk mengemas bahan setengah jadi asinan jahe untuk keperluan ekspor. Dari hasil penelitian sifat fisis kantong plastik untuk kemasan asinan jahe masih dijumpai adanya kelemahan pada bahan plastiknya, yaitu pada kekuatan sobeknya dan kebocoran-kebocoran yang sering terjadi yang disebabkan kurang sempurnanya dalam pembuatan kantong plastik, terutama dalam proses lekat panas.
Penelitian pengaruh naphthenic oil dan carbon black terhadap sifat kekerasan lis kaca mobil Setyaningsih, Any; Rohani, Siti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.479 KB)

Abstract

 This research have a purpose to know influence naphthenic oil and car bon black about properties hardness weather st rip for auto mobile. Compound wea ther strip for auto mobile make for Natural Rubber (RSS) and sintetic rubber (SBR 1502) with in creasing ingrediens such plasticizer, activator, filler, anti oxidant, accelerator and vulkanizing agent. Compount formula making variation naphthenic oil 3,5 and 7 part along with carbon black 45,50 and 55 part result hardness test with value 67 shore A for compount with naphthenic oil 7 part and carbon black 50 part and after perform make in to fill requrements SNI 1490 – 89 A  weather strip auto mobile.  INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh naphthenic oil dan carbon black terhadap sifat kekerasan lis black mobil. Kompon lis kaca mobil dibuat dari karet alam (RSS) dan karet sintetik (SBR 1502) dengan ditambahkan bahan-bahan pembantu (ingredient) seperti bahan pelunak, pengaktif pengisi, anti oksidan, pencepat dan zat pemvulkanisasi, formula kompon dibuat dengan memvariasikan naphthenic oil 3,5 dan 7 bagian serta carbon black 45,50 dan 55 bagian diperoleh hasil uji kekerasan dengan nilai 67 share A  dari kompon dengan naphthenic oil 7 bagian dan carbon black 50 bagian dan setelah dilakukan pembuatan di industri menengah atau batas dan industri kecil, hasil uji kekerasannya memenuhi persyaratan SNI-1490-89A. Lis karet kaca kendaraan bermotor. 
Penelitian peningkatan ketahanan kikis sol karet sepatu olah raga Herminiwati, Herminiwati; Setyaningsih, Any; Supriyadi, Adi Slamet
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.611 KB)

Abstract

In order to improve the abrasion resistance of sport shoes rubber soles, 9 rubber compound formula has been observed, with variation in using of calcium silicate and aluminium silicate as filler and naphtenic oil as softener. The result of this research showed that the best value of the abrasion resistance was 0,0485 mm3/kgm and it fulfilled the requirements of Indonesian National Standard 0171-1987-A, Canvas shoes with rbber sole for sports. It constitutes the formula of 100 parts (by weight) of natural rubber, 25 parts of calcium silicate, 25 parts of aluminium silicate and 8 parts of naphtenic oil. The usage of 50 parts of calcium silicate and aluminium silicate fillers with 8-10 parts of naphtenic oil didn’t influence more on the hardness and its value fulfilled the requirements of Indonesian National Standard 0171-1987-A. INTISARI Untuk meningkatkan ketahanan kikis sol karet sepatu olah raga, telah diteliti 9 formulasi kompon karet dengan variasi penggunaan bahan pengisi kalsium silikat dan aluminium silikat serta bahan pelunak minyak naptenik. Dari hasil penelitian diperoleh nilai ketahanan kikis terbaik sebesar 0,485 mm3/kgm dan memenuhi persyaratan SNI. 0171-1987-A, Sepatu Kanvas Dengan Sol Karet Untuk Olah Raga yang merupakan formulasi dengan menggunakan 100 bagian karet alam, 25 bagian kalsium silikat, 25 bagian aluminium silikat dan 8 bagian minyak naptenik. Penggunaan 50 bagian bahan pengisi kalsium silikat dan aluminium silikat dengan 8-10 bagian bahan pelunak minyak naptenik tidak memberikan pengaruh yang besar pada kekerasan, dan diperoleh nilai yang   memenuhi persyaratan SNI. 0171-1987-A. 
Penelitian pemanfaatan paraffinic oil sebagai plasticizer untuk sifat tegangan putus, perpanjangan putus dan ketahanan kikis rol karet gilingan padi Setyaningsih, Any
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.798 KB)

Abstract

This research aims to know how much maximum paraffinic oil as plasticizer which may be added to rubber roll for rice mill. The physical properties of the rubber roll compound is tested about its tensile strength, elongation at break and abrasion resistence suit to SII 1902-86. Paraffinic oil as plasticizer which fulfil a condition suit to the SII 1902-86 are paraffinic P 60 type 2, paraffinic P 60  tipe 3 and paraffinic P 95 type 2 with amount each 5 parts. INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jumlah maksimum paraffinic oil sebagai plasticizer yang dapat ditambahkan pada rol karet gilingan padi. Komponen rol karet gilingan padi diuji sifat – sifat fisiknya yaitu : teganggan putus, perpanjangan putus dan ketahanan kikis sesuai SII 1902-86. Paraffinic oil sebagai plasticizer yang memenuhi persyaratan SII  1902-86, yaitu : paraffinic P 60 tipe 2, paraffinic P 60 tipe 3, dan paraffinic P 95 tipe 2 dengan jumlah masing-masing 5 bagian.  
Penelitian terapan sol karet cetak sesuai SNI. 12-0778-1989 sistim cetak tekan di industri kecil Cibaduyut Setyowati, Penny; Setyaningsih, Any; Budiwiyono, Budiwiyono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.759 KB)

Abstract

The applaid research of rubber sole making in accordance with SNI.12-0778-1989 in the Cibaduyut small scale industri Bandung was conducted with the use of IRDLAI’s rubber compound formulation and the applica tion of the optimum vulcanization process condition that to be reached on trial. The physical test results to be evaluated with CRD methode proved not significant difference with the trial result in IRDLAI and fulfill SNI.12-0778-1989 “Moulding Rubber Sole”. INTISARI  Penelitian terapan pembuatan sol karet cetak sesuai SNI. 12-0778-1989 di Industri kecil Cibaduyut Bandung dilaksanakan dengan menggunakan kompon karet hasil formulasi BBKKP serta menerapkan kondisi proses vulkanisasi optimum yang dicapai pada percobaan pembuatan sol karet cetak di BBKKP. Adapun hasil uji fisisnya dianalisa statistik dengan metode CRD dan terbukti tidak berbeda nyata dengan uji fisis hasil percobaan di BBKKP serta memenuhi syarat SNI.12-0778-1989 “Sol Karet Cetak”.
Plastik film sebagai pengemas makanan asinan jahe untuk ekspor Prayitno, Prayitno; Setyaningsih, Any
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.272 KB)

Abstract

One of the plastic material which is usually used for packaging is polyethylene. That plastic has a good performance for plasticity, chemicals resistence, flexibility and no toxic subtances, therefore, this is suitable for good packaging. One of the use plastic film for packaging is for packing of salted ginger for export purpose. Research in physical properties of the salted ginger packaging shows that plastic film packaging has a weakness in the tearing strength properties and some leaking caused by the unproper sealing during the process. INTISARI Salah satu bahan plastik yang banyak digunakan untuk bahan pengemasan adalah bahan plastik polyethylena. Bahan tersebut mempunyai sifat yang baik dalam keuletan, ketahanan terhadap bahan kimia serta fleksibilitasnya dan tidak mengandung bahan-bahan yang toxic sehingga sangat cocok untuk pengemas makanan. Penggunaan kantong plastik film polyethylena untuk mengemas makanan diantaranya untuk mengemas bahan setengah jadi asinan jahe untuk keperluan ekspor. Dari hasil penelitian sifat fisis kantong plastik untuk kemasan asinan jahe masih dijumpai adanya kelemahan pada bahan plastiknya, yaitu pada kekuatan sobeknya dan kebocoran-kebocoran yang sering terjadi yang disebabkan kurang sempurnanya dalam pembuatan kantong plastik, terutama dalam proses lekat panas.