Made Sumarti, Made
Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No. 49, Jakarta Selatan

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembuatan Bioetanol Dari Lignoselulosa Tandan Kosong Kelapa Sawit Menggunakan Perlakuan Awal Iradiasi Berkas Elektron Dan NaOH Darsono, Darsono; Sumarti, Made
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 2 Oktober 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.449 KB)

Abstract

Proses pembuatan bioetanol dari serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dilakukan menggunakan dua metode. Pada metode pertama, perlakuan pendahuluan diawali dengan iradiasi TKKS menggunakan berkas elektron pada dosis 100 kGy, 200 kGy, 300 kGy, dan 400 kGy, kemudian proses kimia (NaOH), dilanjutkan dengan proses Simultaneous Saccharification Fermentation (SSF). Metode kedua, perlakuan pendahuluan menggunakan NaOH dan iradiasi kemudian dilanjutkan dengan proses SSF. Proses sakarifikasi dilakukan menggunakan enzim selulase dan selubiose, sedangkan proses fermentasi dilakukan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae. Perlakuan dosis radiasi, konsentrasi NaOH, dan aktivitas enzim dipakai untuk menentukan konsentrasi etanol yang dihasilkan. Penggunaan serat TKKS dengan perlakuan NaOH 6% dan iradiasi berkas elektron dengan dosis 200 kGy menghasilkan kadar etanol maksimum 6,55 g/L dengan rendemen 12,36%. 
Photokopolimerisasi monomer akrilat degan kulit kras sapi Nurhajati, Dwi Wahini; Suraswati, Agustin; Kadarijah, Kadarijah; Sumarti, Made
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.015 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i23.353

Abstract

The research on photocopolymerization of acrylate monomer with cow crust hide had object to observe the resulted copolymer onto cow crust hide. Crust hides, saturated with aqueous emulsions containing 25 wt % of n-butyl acrylate (n-BA) or tripropylene glycol diacrylate (TPGDA) were irradiated by cobalt – 60 gamma rays with doses ranges from 5 to 25 kGy. The irradiated hides were washed with water, dried in air and extracted in soxhlet apparatus for 48 hours to remove homopolymer. The highest yield of photocopolymerization of n – butyl acrylate monomer with crust hides was found 17,7878% at dose 25 kGy, and for photocopolymerization of tripropylene glycol diacrylate with crust hides was found 39,4245% at dose 20 kGy. INTISARI Penelitian photokopolymerisasi monomer akrilat dengan kulit kras sapi bertujuan untuk mengetahui banyaknya kopolimer yang dihasilkan didalam kulit kras sapi. Kulit kras yang sudah dijenuhkan dengan emulsi n – butyl akrilat atau tripropilena glikol diakrilat dalam air dengan konsentrasi monomer 25% berat, diiradiasi dengan sinar gamma kobalt – 60 dengan dosis yang bervariasi dari 5 sampai 25 kGy. Kulit yang sudah diradiasi dicuci dengan air, dikeringkan di udara dan diekstraksi dalam peralatan soxhlet selama 48 jam untuk menghilangkan homopolimer. Hasil tertinggi dari photokopolimerisasi monomer n – butyl akrilat dengan kulit dicapai pada dosis 25 kGy yaitu sebesar 17,7878%, dan untuk photokopolimerisasi monomer tripropilena glikol diakrilat dengan kulit dicapai pada dosis 20 kGy sebesar 39,4245%.
Photokopolimerisasi monomer akrilat degan kulit kras sapi Nurhajati, Dwi Wahini; Suraswati, Agustin; Kadarijah, Kadarijah; Sumarti, Made
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.015 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i23.353

Abstract

The research on photocopolymerization of acrylate monomer with cow crust hide had object to observe the resulted copolymer onto cow crust hide. Crust hides, saturated with aqueous emulsions containing 25 wt % of n-butyl acrylate (n-BA) or tripropylene glycol diacrylate (TPGDA) were irradiated by cobalt – 60 gamma rays with doses ranges from 5 to 25 kGy. The irradiated hides were washed with water, dried in air and extracted in soxhlet apparatus for 48 hours to remove homopolymer. The highest yield of photocopolymerization of n – butyl acrylate monomer with crust hides was found 17,7878% at dose 25 kGy, and for photocopolymerization of tripropylene glycol diacrylate with crust hides was found 39,4245% at dose 20 kGy. INTISARI Penelitian photokopolymerisasi monomer akrilat dengan kulit kras sapi bertujuan untuk mengetahui banyaknya kopolimer yang dihasilkan didalam kulit kras sapi. Kulit kras yang sudah dijenuhkan dengan emulsi n – butyl akrilat atau tripropilena glikol diakrilat dalam air dengan konsentrasi monomer 25% berat, diiradiasi dengan sinar gamma kobalt – 60 dengan dosis yang bervariasi dari 5 sampai 25 kGy. Kulit yang sudah diradiasi dicuci dengan air, dikeringkan di udara dan diekstraksi dalam peralatan soxhlet selama 48 jam untuk menghilangkan homopolimer. Hasil tertinggi dari photokopolimerisasi monomer n – butyl akrilat dengan kulit dicapai pada dosis 25 kGy yaitu sebesar 17,7878%, dan untuk photokopolimerisasi monomer tripropilena glikol diakrilat dengan kulit dicapai pada dosis 20 kGy sebesar 39,4245%.
UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK Utama, Marga; Herwinarni, Herwinarni; Sumarti, Made; Siswanto, Siswanto; Suharyanto, Suharyanto; Yoharmus, Yoharmus; Handoko, Bambang; Sundaru, Heru; Haryono, Teguh; Muklis, H. M.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.165 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4920

Abstract

UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK. Karet untuk tensimeter (Sphygmomanometer) berupa : bladder, balon, dan selang dari lateks alam iradiasi, telah diproduksi dalam skala pabrik di PT. Sugih Instrumendo Abadi, Padalarang dengan cara: Kompon lateks alam iradiasi dibuat dengan cara, lateks pekat divulkanisasi radiasi dengan sinar γ 6OCo pada dosis 25 kGy, dan kadar normal butil akrilat 3 psk (per seratus bagian berat karet), kemudian dibubuhi anti oksidan, dan dibuat karet tensimeter (bladder, balon, dan selang) dengan teknik pencelupan penggumpalan. Tiga faktor penting yaitu : suhu pemanasan (90 dan 100°C), waktu pemanasan (4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, dan 24 jam), dan teknik pencucian (air, larutan amoniak, larutan KOH) dan sifat fisik mekanik film karet (modulus, tegangan putus, perpanjangan putus dan kekerasan) telah dievaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanasan 90°C, dengan waktu 8 jam kemudian dicuci dengan larutan amonia atau larutan 0,5% amonia atau KOH selama 30 menit dan direndam 24 jam, merupakan kondisi optimum proses. Pada kondisi optimum tersebut, diperoleh film karet yang memiliki tegangan putus sebesar 24 MPa, modulus 600% sebesar 2,0 MPa, perpanjangan putus sebesar 1000% dan kekerasan sebesar 30 Shore A, dengan kadar protein terekstrak 72-11O μg/g dan kadar nitrosamina adalah nol. Nilai absorbansi ELISA dengan serum manusia peka protein alergen adalah 0% (negatip), bahkan respon serum karet tersebut terhadap kulit melalui uji SPT (spine prick test = uji tusuk pada kulit) adalah 0 (negatip), yang berarti karet untuk tensimeter tersebut bebas nitrosamina dan protein alergen.