Yosafat Hermawan Trinugraha, Yosafat Hermawan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM PERINGATAN DINI KETAHANAN PANGAN DAERAH: PENATALAKSANAAN DAN PELIBATAN SELURUH PEMANGKU KEPENTINGAN

QE JOURNAL Vol 3, No 02 (2014): QE Journal Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Ekonomi Unimed

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early Warning System (EWS) is a solution of food security of the most importantin the management of the policy (Governance) food security. This study departs from best practices (best practices) in the regional autonomy that has been applied in the area surrounding the Surakarta and management of food security that is initiated by Bank Indonesia (BI) and the Central Statistics Agency (BPS) through Regional Inflation Control Team (TPID). This study uses FGD and AHP method are used to build the index of food security EWS. The results of this study indicatethat areas that do not have high production in food commodities indeed have ahigher susceptibility than having high production.Keywords : Food security, Inflation

Politik Identitas Anak Muda Minoritas: Ekspresi Identitas Anak Muda Tionghoa melalui Dua Organisasi Anak Muda Tionghoa di Surakarta Pasca Orde Baru

Jurnal Studi Pemuda Vol 2, No 2 (2013): Pemuda, Identitas, dan Pertarungan Ekspresi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang dinamika identitas anak muda Tionghoa yang terepresentasikan melalui dua organisasi anak muda Tionghoa di Kota Surakarta. Solo Youth Club (SYC) dan Hoo Hap Youth club (HYC) adalah dua organisasi yang muncul pasca Orde Baru. Dalam tulisan ini terlihat bahwa melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh dua organisasi tersbut, tampak sebuah usaha untuk memunculkan identitas lain dari yang selama ini dikonstruksi dan dilabelkan kepada etnis Tionghoa secara umum. Politik identitas yang dilakukan oleh SYC dan HYC antara lain terepresentasikan lewat kegiatan-kegiatan sosial yang secara umum berusaha mencairkan dan mendekatkan jarak sosial dengan kelompok masyarakat non Tionghoa. Namun demikian, berbagai paradoks pun hadir bersamaan dengan usaha-usaha tersebut, seperti pola karitatif yang berpotensi akan menjebak dan melanggengkan stereotype yang selama ini ada. Selain juga memungkinkannya terjadinya relasi kuasa antara generasi tua dengan generasi muda di kalangan etnis Tionghoa dalamdua organisasi Tionghoa tersebut.Kata Kunci: politik Identitas, anak muda, etnis Tionghoa