Isnindar Isnindar, Isnindar
Department of Pharmacy, Faculty of Pharmaceutical and Nursing Science, Universitas Tanjungpura

Published : 12 Documents
Articles

Found 12 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KESEMEK (Diospyros kaki L.F) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1 PIKRILHIDRAZIN) Isnindar, Isnindar; Setyowati, Erna Prawita; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.525 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8338

Abstract

Sejauh ini terdapat dua grup jenis antioksidan, yaitu antioksidan sintetis dan alami. Antioksidan alami saat ini merupakan antioksidan yang penting yaitu senyawa fenolik yang banyak diproduksi secara alami dari tanaman. Senyawa fenolat antioksidan merupakan antiradical potensial, aktif karena mereka mampu memberikan hidrogen kepada radikal bebas dan mampu memutus rantai reaksi oksidasi lipid pada tahap awal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa antioksidan alami dari daun kesemek (Diospyros kaki LF) yang telah digunakan secara tradisional untuk mencegah penyakit. Untuk mendeteksi keberadaan senyawa antioksidan dalam suatu sampel ekstrak, dapat digunakan reagen DPPH (2,2-difenil-1-pykrilhidrazin) 2%. Penelitian ini diawali dengan maserasi serbuk daun kesemek (115 g) dengan metanol 3 kali selama 24 jam setiap kali pada suhu kamar. Ekstrak metanol cair yang diperoleh diuapkan dengan rotavapor sehingga diperoleh residu (ekstrak metanol) (fase I). Residu kemudian diekstraksi dengan CHCl3, sehingga diperoleh CHCl3 larut (fase II) dan fraksi tidak larut (endapan). Fraksi tidak larut CHCl3 kemudian diekstraksi dengan air yang memberikan fraksi larut (fase III) dan fraksi tidak larut air. Ketiga fraksi (fase I-III) dilakukan kromatografi dengan TLC, divisualisasi dengan sinar uv-254, 366 nm kemudian disemprot dengan DPPH. Fase II mengandung senyawa antiradical paling kuat seperti yang ditunjukkan oleh perubahan warna kuning cepat dengan latar belakang ungu. Dengan preparatif KLT [SiO2 CHCl3-EtOAc (1-4 v/v)], senyawa antiradikal berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai senyawa fenolik tersubstitusi. Potensi sebagai antiradical diukur secara spektrofotometri dibandingkan dengan vitamin C, hasil pengukuran menunjukkan bahwa isolat mempunyai IC50 pada 107,7 mg/mL, dan lebih rendah dari IC50 vitamin C (3,04 mg/mL).
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DAUN KESEMEK (Diospyros kaki Thunb.) DENGAN METODEDPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Setyowati, Erna Prawita; Isnindar, Isnindar; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.457 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss3pp%p

Abstract

Antioksidan merupakan suatu substansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada substrat. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah kesemek (Diospyros kakiThunb.) yang banyak dibudidayakan di AsiaTimur, Spanyol dan Indonesia. Dalam usaha pencarian senyawa antioksidan alami, telah dilakukan penelitianisolasi dan identifikasi  senyawa  antioksidan daun kesemek (diospyros kakiThunb.) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penyarian daun kesemek dilakukan secara maserasi dengan wasbenzen. Ekstrak didapat dengan menguapkan pelarut wasbenzen dengan rotavapor. Dengan cara yang sama residu dimaserasi kembali dengan metanol sehingga didapat ekstrak metanol. Ekstrak ini diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH 0,2%. Ekstrak aktif dipartisi dengan kloroform, metanol, air dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH 0,2%. Hasil partisi aktif di KLTP dan diperoleh isolat aktif yang kemurniannya diuji secara KLT. Aktivitas antioksidan (IC50) isolat aktif  dianalisis menggunakan spektrofotometri. Hasil analisis aktivitas antioksidan (IC50)isolat aktif sebesar100,00 µg/ml. Spektrum UV-Vis isolat aktif menunjukan serapan λmax  285 dan 401 nm. Spektrum inframerah (KBr) menampakkan serapan pada3446 cm-1 (OH), 2926 cm-1(CHalifatik), 1456 cm-1 (CH2), 1384 cm-1 (CH3) , 1255 cm-1, dan 1115 cm-1 (C-0-C), 1631 cm-1 (C=Caromatik). Spektra GC-MS memberikan 2 puncak dengan waktu retensi 11,408 menit dengan indeks kemiripan sebesar 79,243%  dengan puncak ion molekul (M•)+ muncul pada m/z 178,163, 147. Spektra ini diperkirakan methyl eugenol.  Puncak dengan waktu retensi 12,982 menit dengan indeks kemiripan sebesar 20,757% menghasilkan spektrum massa dengan puncak ion molekul (M•)+ muncul pada m/z 192,177, 161. Spektra ini diperkirakan senyawa myristicin.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAWANG MEKAH (Eleutherine americana Merr.) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Pratiwi, Dina; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.591 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ18iss1pp%p

Abstract

Penggunaan dan permintaan terhadap tanaman obat tradisional saat ini semakin bertambah sehingga penelitian ke arah obat-obatan tradisional juga semakin meningkat. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yaitu bawang mekah (Eleutherine americana Merr.). Tanaman ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun bawang mekah. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) yang diawali dengan ekstraksi secara maserasi. Simplisia daun bawang mekah (150 g) direndam dengan etanol 70% selama 3x24 jam pada suhu kamar. Ekstrak etanol cair yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator dan dipekatkan menggunakan waterbath sehingga diperoleh ekstrak kental. Kemudian terhadap ekstrak dilakukan skrining fitokimia serta uji pendahuluan dengan metode DPPH secara kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak BAA (4:1:5). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dibandingkan dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol dan tanin. Pada uji pendahuluan menggunakan KLT, diperoleh 3 spot yang divisualisasi dengan sinar UV 366 nm dan disemprot dengan DPPH 0,2%. Ketiga spot menunjukkan perubahan warna kuning dengan latar belakang ungu yang menandakan ekstrak positif memiliki aktivitas antioksidan. Hasil pengukuran secara spektrofotometri menunjukkan bahwa ekstrak mempunyai IC50 pada 31,97437 µg/ml, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 yang lebih rendah (3,90186 µg/ml).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN KESEMEK (Diospyros kaki L.F) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1 PIKRILHIDRAZIN) Isnindar, Isnindar; Setyowati, Erna Prawita; Wahyuono, Subagus
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.525 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ16iss2pp63-67

Abstract

Sejauh ini terdapat dua grup jenis antioksidan, yaitu antioksidan sintetis dan alami. Antioksidan alami saat ini merupakan antioksidan yang penting yaitu senyawa fenolik yang banyak diproduksi secara alami dari tanaman. Senyawa fenolat antioksidan merupakan antiradical potensial, aktif karena mereka mampu memberikan hidrogen kepada radikal bebas dan mampu memutus rantai reaksi oksidasi lipid pada tahap awal. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa antioksidan alami dari daun kesemek (Diospyros kaki LF) yang telah digunakan secara tradisional untuk mencegah penyakit. Untuk mendeteksi keberadaan senyawa antioksidan dalam suatu sampel ekstrak, dapat digunakan reagen DPPH (2,2-difenil-1-pykrilhidrazin) 2%. Penelitian ini diawali dengan maserasi serbuk daun kesemek (115 g) dengan metanol 3 kali selama 24 jam setiap kali pada suhu kamar. Ekstrak metanol cair yang diperoleh diuapkan dengan rotavapor sehingga diperoleh residu (ekstrak metanol) (fase I). Residu kemudian diekstraksi dengan CHCl3, sehingga diperoleh CHCl3 larut (fase II) dan fraksi tidak larut (endapan). Fraksi tidak larut CHCl3 kemudian diekstraksi dengan air yang memberikan fraksi larut (fase III) dan fraksi tidak larut air. Ketiga fraksi (fase I-III) dilakukan kromatografi dengan TLC, divisualisasi dengan sinar uv-254, 366 nm kemudian disemprot dengan DPPH. Fase II mengandung senyawa antiradical paling kuat seperti yang ditunjukkan oleh perubahan warna kuning cepat dengan latar belakang ungu. Dengan preparatif KLT [SiO2 CHCl3-EtOAc (1-4 v/v)], senyawa antiradikal berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebagai senyawa fenolik tersubstitusi. Potensi sebagai antiradical diukur secara spektrofotometri dibandingkan dengan vitamin C, hasil pengukuran menunjukkan bahwa isolat mempunyai IC50 pada 107,7 mg/mL, dan lebih rendah dari IC50 vitamin C (3,04 mg/mL).
ANALISIS KANDUNGAN KAFEIN PADA EKSTRAK BUAH KOPI MENTAH DARI PERKEBUNAN MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Isnindar, Isnindar
PHARMACON Vol 5, No 2 (2016): Pharmacon
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KANDUNGAN KAFEIN PADA EKSTRAK BUAH KOPI MENTAH DARI PERKEBUNAN MERAPI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Isnindar1), Subagus Wahyuono2), Sitarina Widyarini3), Yuswanto2) 1)Fakultas Kedokteran, Prodi Farmasi, Universitas Tanjungpura 2)Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada 3)Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada ABSTRACT Coffee is one of the plantation species that has long been cultivated and has a fairly high economic value. The main compound in coffee beans is caffein. This compound affects the central nervous system, muscles and kidneys. The purpose of this research was to determine the content of caffeine in unripe coffee berries extract crude chloroform using UV-Vis spectrophotometer. Chloroform extract was obtained from maceration using chloroform. Caffeine content was analyzed using UV-Vis spectrophotometer method. The maximum wavelength measured was 273 nm. Levels of caffeine in chloroform extract of raw coffee fruit was 838 939 ± 1.6103. Keywords: caffeine, coffee, UV-Vis spectrophotometry ABSTRAK Kopi merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Senyawa dominan didalam buah kopi adalah kafein. Senyawa ini mempengaruhi sistem syaraf pusat, otot, dan ginjal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kandungan kafein dalam ekstrak klororform buah kopi mentah dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Ekstrak kloroform diperoleh dari metode maserasi menggunakan pelarut kloroform. Metode analisis kadar kafein menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Panjang gelombang maksimum yang diperoleh 273 nm. Kandungan kafein dalam ekstrak kloroform buah kopi mentah adalah 838.939±1.6103.   Kata kunci : kafein, kopi, spektrofotometri UV-Vis    
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAWANG MEKAH (Eleutherine americana Merr.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Isnindar, Isnindar
Jurnal Ilmiah As-Syifaa Vol 6, No 1 (2014): AS-SYIFAA Jurnal Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.434 KB)

Abstract

Antioxidant is a substance which in small concentrations can significantly inhibit or prevent the oxidation of the substrate. Antioxidant has an important part in health. One of plants that have antioxidant activity is bawang mekah (Eleutherine americana Merr.). This research aims to determine the antioxidant activity of bawang mekah leaves. Antioxidant activity assays performed using DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method, begins with the extraction using ethanol 70% by maseration. Ethanol fraction performed phytochemical screening with tube test method and preliminary test with DPPH method by silica gel 60 F254 Thin Layer Chromatography (TLC) eluted by chloroform p.a mobile phase. The antioxidant activity of fraction measured using UV-Vis Spectrophotometer with 10, 20, 30, 40 μg/mL variation concentration and vitamin C with 2; 2,5; 3; 3,5 μg/mL as a positive control. The results of phytochemical screening showed the fraction contained flavonoids, phenols and saponins. The result of preliminary test gained 1 spot with 12,50 hRf visualized with 366nm UV light. The fraction spot showed positive result of antioxidant test was signed by changed color to yellow with purple background after sprayed with DPPH 0,2%. The results of UV-Vis Spectrophotometer measurements showed the ethanol fraction had antioxidant activity with IC50 45,33694μg/mL and vitamin C had IC50 0,62147 μg/mL.
OPTIMASI KECEPATAN DAN LAMA PENGADUKAN TERHADAP UKURAN NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK ETANOL 70% KULIT JERUK SIAM (Citrus nobilis L.var Microcarpa) Taurina, Wintari; Sari, Rafika; Hafinur, Uray Cindy; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.968 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.24302

Abstract

Kulit jeruk siam (Citrus nobilis L. var. Microcarpa) merupakan tanaman yang berasal dari Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Bioavailabilitas senyawa aktif herbal dapat ditingkatkan dengan memformulasikan ekstrak dalam bentuk nanopartikel. Polimer yang digunakan adalah kitosan dengan crosslinker Na-TPP. Kecepatan dan lama pengadukan dengan metode gelasi ionik berperan penting dalam menghasilkan partikel berukuran nano. Peningkatan kecepatan dan lama pengadukan dapat memperkecil ukuran partikel yang dihasilkan. Pembuatan nanopartikel dilakukan menggunakan metode gelasi ionik dengan mencampurkan Na-TPP, ekstrak dan kitosan (1:1:6) dengan memvariasikan kecepatan pengadukan 500 rpm, 1000 rpm, 1500 rpm dan lama pengadukan 1 jam, 2 jam, 3 jam. Ukuran partikel optimum yang diperoleh dari kecepatan pengadukan 1000 rpm dengan lama pengadukan 3 jam yaitu 85.3 nm dengan nilai indeks polidispers 0.287, nilai potensial zeta +32.37 mV dan efisiensi penjerapan 87.12 %.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAWANG MEKAH (Eleutherine americana Merr.) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Pratiwi, Dina; Wahdaningsih, Sri; Isnindar, Isnindar
Majalah Obat Tradisional Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.591 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.7755

Abstract

Penggunaan dan permintaan terhadap tanaman obat tradisional saat ini semakin bertambah sehingga penelitian ke arah obat-obatan tradisional juga semakin meningkat. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat yaitu bawang mekah (Eleutherine americana Merr.). Tanaman ini biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari daun bawang mekah. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) yang diawali dengan ekstraksi secara maserasi. Simplisia daun bawang mekah (150 g) direndam dengan etanol 70% selama 3x24 jam pada suhu kamar. Ekstrak etanol cair yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator dan dipekatkan menggunakan waterbath sehingga diperoleh ekstrak kental. Kemudian terhadap ekstrak dilakukan skrining fitokimia serta uji pendahuluan dengan metode DPPH secara kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak BAA (4:1:5). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan dibandingkan dengan vitamin C. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung senyawa flavonoid, saponin, fenol dan tanin. Pada uji pendahuluan menggunakan KLT, diperoleh 3 spot yang divisualisasi dengan sinar UV 366 nm dan disemprot dengan DPPH 0,2%. Ketiga spot menunjukkan perubahan warna kuning dengan latar belakang ungu yang menandakan ekstrak positif memiliki aktivitas antioksidan. Hasil pengukuran secara spektrofotometri menunjukkan bahwa ekstrak mempunyai IC50 pada 31,97437 µg/ml, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 yang lebih rendah (3,90186 µg/ml).
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIOKSIDAN DAUN KESEMEK (Diospyros kaki Thunb.) DENGAN METODEDPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Isnindar, Isnindar; Wahyuono, Subagus; Setyowati, Erna Prawita
Majalah Obat Tradisional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.457 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8054

Abstract

Antioksidan merupakan suatu substansi yang pada konsentrasi kecil secara signifikan mampu menghambat atau mencegah oksidasi pada substrat. Salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antioksidan adalah kesemek (Diospyros kakiThunb.) yang banyak dibudidayakan di AsiaTimur, Spanyol dan Indonesia. Dalam usaha pencarian senyawa antioksidan alami, telah dilakukan penelitianisolasi dan identifikasi  senyawa  antioksidan daun kesemek (diospyros kakiThunb.) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Penyarian daun kesemek dilakukan secara maserasi dengan wasbenzen. Ekstrak didapat dengan menguapkan pelarut wasbenzen dengan rotavapor. Dengan cara yang sama residu dimaserasi kembali dengan metanol sehingga didapat ekstrak metanol. Ekstrak ini diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH 0,2%. Ekstrak aktif dipartisi dengan kloroform, metanol, air dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH 0,2%. Hasil partisi aktif di KLTP dan diperoleh isolat aktif yang kemurniannya diuji secara KLT. Aktivitas antioksidan (IC50) isolat aktif  dianalisis menggunakan spektrofotometri. Hasil analisis aktivitas antioksidan (IC50)isolat aktif sebesar100,00 µg/ml. Spektrum UV-Vis isolat aktif menunjukan serapan λmax  285 dan 401 nm. Spektrum inframerah (KBr) menampakkan serapan pada3446 cm-1 (OH), 2926 cm-1(CHalifatik), 1456 cm-1 (CH2), 1384 cm-1 (CH3) , 1255 cm-1, dan 1115 cm-1 (C-0-C), 1631 cm-1 (C=Caromatik). Spektra GC-MS memberikan 2 puncak dengan waktu retensi 11,408 menit dengan indeks kemiripan sebesar 79,243%  dengan puncak ion molekul (M•)+ muncul pada m/z 178,163, 147. Spektra ini diperkirakan methyl eugenol.  Puncak dengan waktu retensi 12,982 menit dengan indeks kemiripan sebesar 20,757% menghasilkan spektrum massa dengan puncak ion molekul (M•)+ muncul pada m/z 192,177, 161. Spektra ini diperkirakan senyawa myristicin.
PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN BUAS-BUAS (Premna serratifolia L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Isnindar, Isnindar; Wahyuono, Subagus; Widyarini, Sitarina; Yuswanto, Yuswanto
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.389 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.17292

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dalam konsentrasi kecil dapat secara signifikan menghambat atau mencegah terjadinya proses oksidasi. Buas-buas (Premna serratifolia L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antioksidan. Aktifitas antioksidan dari ekstraksi wasbenzen dan etanol daun Buas-buas ditentukan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data yang dihasilkan dari analisis aktifitas antioksidan ekstrak wasbenzen adalah 532.24 μg/mL, ekstrak etanol adalah 24.40 μg/mL, dan vitamin C adalah 1.83 μg/mL.