Novi Hastuti, Novi
Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Meiyanto, Edy; Pratiwi, Dewi; Hastuti, Novi; Nur W, Niken; Armandari, Inna; Ikawati, Muthi’; Hermawan, Adam
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

POTENSI  EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA POTENCY OF CITRUS PEELS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) ETHANOLIC EXTRACT AS CHEMOPREVENTIVE  AGENT THROUGH DOWNREGULATION OF           c-Myc EXPRESSION AND INHIBITION OF 7.12-DIMETHYLBENZ[a]ANTRACHENE INDUCED FEMALE  SPRAGUE DAWLEY RATS BREAST CELL PROLIFERATION Dewi Pratiwi, Novi Hastuti, Niken Nur W, Inna Armandari, Muthi’ Ikawati,Adam Hermawan  dan Edy Meiyanto*)Cancer Chemoprevention Research Center Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Penggunaan obat berbasis alam saat ini berkembang pesat di semua kalangan masyarakat. Selain karena harga yang lebih terjangkau, obat berbasis alam relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik. Kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan salah satu obat berbasis alam mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antikarsinogenesis.  Penelitian ini dirancang untuk mengkaji potensi kulit jeruk nipis (C. aurantiifolia) dalam menekan proliferasi sel  payudara tikus galur Sprague Dawley yang terinduksi 7,12-Dimetilbenz[a]Antrasena (DMBA).  Dalam penelitian ini, tikus dibagi menjadi lima kelompok yakni kelompok perlakuan DMBA, kelompok perlakuan CMC-Na, kelompok perlakuan ekstrak dosis 1500 mg/kgBB , kelompok perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750 mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak dosis 1500 mg/kgBB. Pengamatan proliferasi sel payudara dengan metode AgNOR menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit C. aurantiifolia dapat menekan proliferasi sel secara signifikan. Secara kuantitatif signifikansi yang dihasilkan dosis  1500 mg/kgBB lebih tinggi daripada dosis 750 mg/kgBB. Hasil pengamatan imunohistokimia pada ekspresi c-Myc mendukung data sebelumnya. Pada kelompok dosis 750 terlihat warna coklat pada sitosol yang lebih intens dibanding kelompok dosis 1500. Ekstrak etanolik kulit jeruk nipis dapat menekan proliferasi sel payudara terinduksi DMBA, penekanan proliferasi tersebut meningkat seiring peningkatan dosis sehingga jeruk nipis dapat digunakan sebagai agen khemopreventif.
POTENSI EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Pratiwi, Dewi; Hastuti, Novi; Nur W, Niken; Armandari, Inna; Ikawati, Muthi’; Hermawan, Adam; Meiyanto, Edy
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/tradmedj.8063

Abstract

POTENSI  EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA POTENCY OF CITRUS PEELS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) ETHANOLIC EXTRACT AS CHEMOPREVENTIVE  AGENT THROUGH DOWNREGULATION OF           c-Myc EXPRESSION AND INHIBITION OF 7.12-DIMETHYLBENZ[a]ANTRACHENE INDUCED FEMALE  SPRAGUE DAWLEY RATS BREAST CELL PROLIFERATION Dewi Pratiwi, Novi Hastuti, Niken Nur W, Inna Armandari, Muthi’ Ikawati,Adam Hermawan  dan Edy Meiyanto*)Cancer Chemoprevention Research Center Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Penggunaan obat berbasis alam saat ini berkembang pesat di semua kalangan masyarakat. Selain karena harga yang lebih terjangkau, obat berbasis alam relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik. Kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan salah satu obat berbasis alam mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antikarsinogenesis.  Penelitian ini dirancang untuk mengkaji potensi kulit jeruk nipis (C. aurantiifolia) dalam menekan proliferasi sel  payudara tikus galur Sprague Dawley yang terinduksi 7,12-Dimetilbenz[a]Antrasena (DMBA).  Dalam penelitian ini, tikus dibagi menjadi lima kelompok yakni kelompok perlakuan DMBA, kelompok perlakuan CMC-Na, kelompok perlakuan ekstrak dosis 1500 mg/kgBB , kelompok perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750 mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak dosis 1500 mg/kgBB. Pengamatan proliferasi sel payudara dengan metode AgNOR menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit C. aurantiifolia dapat menekan proliferasi sel secara signifikan. Secara kuantitatif signifikansi yang dihasilkan dosis  1500 mg/kgBB lebih tinggi daripada dosis 750 mg/kgBB. Hasil pengamatan imunohistokimia pada ekspresi c-Myc mendukung data sebelumnya. Pada kelompok dosis 750 terlihat warna coklat pada sitosol yang lebih intens dibanding kelompok dosis 1500. Ekstrak etanolik kulit jeruk nipis dapat menekan proliferasi sel payudara terinduksi DMBA, penekanan proliferasi tersebut meningkat seiring peningkatan dosis sehingga jeruk nipis dapat digunakan sebagai agen khemopreventif.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN FARMASI DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Hastuti, Novi; Nugroho, Akhmad Kharis; Lazuardi, Lutfan
Majalah Farmaseutik Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.574 KB)

Abstract

Kepuasan pengguna sistem informasi dapat diukur menggunakan beberapa prediktor diantaranya kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas pelayanan. Kepuasan pengguna yang tinggi nantinya akan memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Kuesioner diisi oleh subyek penelitian sebanyak 34 responden kemudian dianalisis deskriptif, korelasi rank kendall, dan analisis jalur. Untuk memperkuat analisis, dilakukan juga wawancara mendalam terhadap beberapa informan. Korelasi terkuat antara variabel kepuasan pengguna dengan variabel manfaat yaitu 63,2% (p < 0,05). Sedangkan Korelasi antara variabel kualitas informasi dengan kepuasan pengguna yaitu 44,9% (p < 0,05). Variabel kepuasan pengguna paling berpengaruh yakni 68,8% (p < 0,05) secara signifikan terhadap manfaat yang diperoleh pengguna. Sementara itu, variabel kepuasan pengguna dipengaruhi secara kuat dan signifikan sebesar 40,2% (p < 0,05%) oleh kualitas informasi. Dengan demikian, kualitas informasi perlu mendapatkan perhatian lebih besar dalam hal perbaikan sistem informasi selanjutnya yang nantinya diharapkan berujung pada kepuasan pengguna hingga memberikan manfaat besar bagi penggunanya.