Soenarjo Soenarjo, Soenarjo
Bagian Anestesi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Mesin Cardiopulmonary Bypass Terhadap Kadar Leukosit pada Operasi Bedah Jantung Hardian, Rapto; Satoto, Hariyo; Soenarjo, Soenarjo
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 4, No 1 (2012): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Prosedur bedah jantung menggunakan mesin cardiopulmonary bypass semakin banyak dilakukan. Penggunaan mesin cardiopulmonary bypass dianggap menyebabkan peningkatan jumlah leukosit yang merupakan salah satu tanda terjadinya Systemic inflammatory response syndrome (SIRS).Tujuan : untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin cardiopulmonary bypass terhadap peningkatan jumlah leukosit pada operasi bedah jantung.Metode : merupakan penelitian cohort observational prospective pada 22 pasien yang menjalani operasi bedah jantung menggunakan Cardiopulmonary bypass. Pengambilan sampel darah tepi untuk menghitung leukosit diambil pada saat pra sternotomy (Leukosit 1), pra kanulasi (Leukosit 2), menit ke 15 (Leukosit 3) selama CPB dan menit ke 30 (Leukosit 4) selama CPB. Sampel darah dihitung menggunakan mesin secara otomatis. Uji statistik menggunakan Paired t-test dan Wilcoxon signed ranks test (dengan derajat kemaknaan < 0,05).Hasil : karakteristik data penderita akan disajikan dalam bentuk tabel. Pada penelitian ini didapatkan hasil uji pada Leukosit 2 dengan Leukosit 3 didapatkan hasil yang tidak bermakna p = 0,170 (p > 0,05 ). Hasil uji pada Leukosit 1 dengan Leukosit 2, Leukosit 1 dengan Leukosit 3, Leukosit l dengan Leukosit 4, Leukosit 2 dengan Leukosit 4, dan Leukosit 3 dengan Leukosit 4, didapatkan hasil yang bermakna dengan p = 0,019, p = 0,026, p = 0,001, p = 0,003 dan p = 0,007 (p < 0,05).Kesimpulan : terdapat peningkatan jumlah leukosit pada pemakaian mesin CPB terutama pada menit ke 30. Pada menit ke 15 belum terdapat peningkatan jumlah leukosit yang bermakna akibat pemakaian mesin CPB
Perbandingan Penggunaan Triamcinolone Acetonide dan Lidocaine Pada Pipa Endotrakea Terhadap Angka Kejadian Nyeri Tenggorok Pasca Intubasi Pada Anestesi Umum Ferdian, Erwin; Soenarjo, Soenarjo; Budiono, Uripno
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 6, No 3 (2014): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.265 KB)

Abstract

Latar Belakang : Salah satu komplikasi pemasangan pipa endotrakea adalah nyeri tenggorok paska operasi akibat kerusakan mukosa trakhea. Triamcinolone acetonide gel mengandung kortikosteroid disamping dapat sebagai agen lubrikasi juga mempunyai efek anti inflamasi. Tujuan : Membandingkan efek lubrikasi pipa endotrakea dengan triamcinolone acetonide gel dan lidocaine jelly terhadap angka kejadian nyeri tenggorok paska intubasi. Metode : 58 pasien yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum di RSUP Dr.Kariadi Semarang dan memenuhi kriteria inklusi dibagi secara acak menjadi 2 kelompok. Induksi menggunakan propofol 2 mg/kgBB iv, rokuronium 0,6 mg/kgBB iv dan fentanyl 1 mcg/kgBB iv kemudian dilakukan intubasi dilakukan intubasi dengan pipa endotrakea high volume low pressure non kinking dengan ukuran 7.0 untuk perempuan dan 7,5 untuk laki-laki. Kelompok 1 (K1) diberikan triamcinolone acetonide in orabase 0,1 % pada pipa endotrakea, kelompok 2 (K2) diberikan Lidocaine Jelly masing-masing diberikan 0,5 cc dilubrikasikan pada pipa endotrakea sepanjang 15 cm dari ujung distal. Selanjutnya cuff dikembangkan dengan udara dalam spuit 20 cc sampai tidak terdengar kebocoran udara napas. Rumatan anestesi dengan isofluran 1-1,5 % dalam O2 dan N2O 50% dan pelumpuh otot rokuronium intermiten. Analgetik diberikan ketorolak 30 mg dan tramadol 2 mg/kgBB iv. Selesai operasi, ekstubasi pipa endotrakea dilakukan saat pasien sudah sadar. Dilakukan observasi nyeri tenggorokan 1 jam, 6 jam dan 24 jam setelah ekstubasi. Hasil : Angka kejadian nyeri tenggorok paska intubasi endotrakea pada kelompok 1 lebih rendah dibandingkan pada kelompok 2. Kesimpulan : Triamcinolon acetonide jelly lebih baik dibanding lidocaine jelly dalam mengurangi nyeri tenggorok paska anestesi umum dengan intubasi.
Pengaruh Induksi dengan Propofol dan Etomidat Terhadap Kadar Gula Darah Bernardus, Johan Eduard; Witjaksono, Witjaksono; Soenarjo, Soenarjo
JAI (Jurnal Anestesiologi Indonesia) Vol 3, No 2 (2011): Jurnal Anestesiologi Indonesia
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Etomidat memiliki keunggulan karakteristik berupa keamanan dari segi hemodinamik, respirasi, maupun neuroproteksi, akan tetapi efeknya terhadap fungsi adrenal, kortisol dan menurunkan kadar gula darah menjadikan penggunanya terbatas.?Tujuan: Membuktikan adanya perbedaan pengaruh pemberian propofol 2,5 mg/kgBB intravena dan etomidat 0,2 mg/kgBB intravena terhadap penurunan kadar gula darah.? Metode: Penelitian ini menggunakan desain Randomized Clinical Control Trial pada 38 pasien yang menjalani anastesi umum, dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan (n=19), etomidat dan propofol. Masing-masing kelompok diperiksa kadar gula darah sebelum induksi,2 dan 8 jam setelah induksi. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk membandingkan kadar gula darah pada masing-masing kelompok sedangkan uji statistik Mann Whitney U Test digunakan untuk membandingkan antar kelompok perlakuan.? Hasil: Terdapat perbedaan bermakna kadar gula darah sebelum dan 2 jam pasca induksi pada kelompok etomidat (122,42+4,98 vs 78,73+4,56), tetapi tidak pada 8 jam pasca induksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengurangan dosis etomidat sampai 0,2 mg/kgBB masih menurunkan kadar gula secara signifikan sampai < 8 jam pasca induksi. Pada kelompok propofol terdapat peningkatan bermakna kadar gula darah 2 jam pasca induksi (P=0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa propofol tidak memiliki efek menurunkan kadar gula darah.?Kesimpulan: Pemberian etomidat 0,2 mg/kgBB menurunkan sintesis gula darah pada 2 jam pasca induksi namun kembali normal 8 jam pasca induksi. Pemberian propofol 2,5 mg/kgBB tidak menyebabkan penurunan kadar gula darah.
Cardiac arrest in a child during a combined general epidural anesthesia procedure Soenarjo, Soenarjo; Prabakti, Yudhi; Siahaan, Edwin MP; Soemantri, A; Sidhartani, M
Paediatrica Indonesiana Vol 45 No 3 (2005): May 2005
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An increased risk of perioperative cardiac arrestin children, in comparison to adults, has beenrecognized. A number of factors associatedwith perioperative cardiac arrest have been identified,including young age, comorbidities, and emergencysurgery. Since anesthesia-related cardiac arrest isuncommon, a multi-related database is required tounderstand the mechanisms of cardiac arrest and todevelop preventive strategies. Most cardiac arrestsoccur during induction (37%) or maintenance (45%)of anesthesia, usually following one or more of thefollowing antecedent events, i.e., bradycardia (54%),hypotension (49%), abnormality of oxygen saturationas measured by pulse oximetry (48%), inability tomeasure blood pressure (25%), abnormality of end-tidal CO 2 (21%), cyanosis (21%), or arrhythmia(18%). In 11% of cases, cardiac arrest occurredwithout recognized warning. There are only fewreports in the literature, and in Kariadi Hospital, nonehas ever been reported. The aim of this report is toidentify and discuss possible causes of cardiac arrestand to anticipate its complications.
PAIN LEVEL AND PROSTAGLANDIN-E2 USING COUNTER-PRESSURE DURING 1ST STAGE OF LABOR Rejeki, Sri; Soejonoes, Ariawan; Soenarjo, Soenarjo; Husni, Amin
Jurnal Ners Vol 9, No 1 (2014): Vol 9 No 1 April 2014
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.045 KB)

Abstract

Introduction : Increased the forming of PG-E2 able to trigger uterus contraction and cause of labor pain. The longer a woman experiences with labor pain the more dangerous for the mother and the baby. So, it is necessary the solutions for labor pain problem. Some studies reported that giving some medicines to relieve the pain often have many side effects on fetus. It is necessary to fi nd a method which is not only effective but also has minimal side effect and it doesn’t affect on uterus contraction and labor progression. Counter-Pressure become preferences to reduce labor pain. The purpose of this study is to analyze Counter-Pressure in relieving the labor pain. The labor pain level, PG-E2 level become the indicators of this study. Method: This study was quasi-experimental designs, by using a Nonequivalent Control group Design. As many as 52 primigaravidas in labor progression phase I, with consecutive sampling were chosen as samples. They were divided into 2 groups; 26 subjects with counter-pressure treatment and 26 subjects as control. Result: There were a very signifi cant decline of labor pain phase I level on counter-pressure treatment (p=0.000)). There was no change of PG-E2 level on the counter pressure treatment (p=0,095), but there is change on control. Discussion: Counter-pressure method is very signifi cant in declining the labor pain level. Counter-pressure method do not affect both the PG-E2.Key words: Pain level, PG-E2, Counter-pressure
MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRASI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Soenarjo, Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.529 KB)

Abstract

Era reformasi dan demokrasi kini tengah melanda kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara, namun belum juga menemukan format pada kedewasaan demokrasi atau masyarakatyang demokratis, bahkan seringkali muncul sikap dan perilaku yang menyimpang dari normatatanan masyarakat demokratis. Untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagaiupaya diantaranya melalaui pendidikan kewarganegaraan.Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang demokratis,berkeadaban, cerdas, bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan negaranyaKeberhasilan demokrasi ditunjukkan oleh sejauh mana demokrasi sebagai prinsip hidup bersamaantar warga negara dan antara warga negara dengan negara dijalankan dan disepakati.Menjadi demokratis diperlukan norma sebagai rujukan tatanan masyarakat yang demokratis.Diantaranya kesadaran akan pluralisme, musyawarah, kebebasan nurani,persamaan hak dankewajiban, kejujuran dalam pemufakatan
MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BARAT SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Soenarjo, Soenarjo; Sari, Siska Diana; Dwijayanto, Dwijayanto
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.766 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar PKN siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Barat semester genaptahun pelajaran 2014/2015.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.Populasinyaadalah siswa kelas VIII berjumlah 191 siswa.Penentuan sampel sebanyak 38 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan angket.Teknik analisis data menggunakan rumus regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan harga a = 39,022 dan harga b = 0,4, persamaan regresinya yaitu Ŷ = 39,022 + 0,4 X. Hasil dari koefisien b menunjukkan angka positif, berarti apabila nilai atau harga X pada variabel motivasi belajar naik, prestasi belajar juga akan naik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh antara motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar PKN. Koefisien korelasi r2 = 0,06932 = 0,0048. Hal ini menyatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh motivasi belajar sebesar 4,8%, sisanya 95,2% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil tersebut menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif antara motivasi belajar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Barat Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015.
PENGARUH PEMBELAJARAN PKn TERHADAP PENGEMBANGAN SIKAP NASIONALISME SISWA KELAS VII SEMESTER GENAP SMP NEGERI 2 BARAT KECAMATAN BARAT KABUPATEN MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Soenarjo, Soenarjo; Kokotiasa, Wawan; Wicaksana, Johan Satria
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.926 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran PKn terhadap sikap nasionalisme siswa kelas VII Semester Genap SMP Negeri 2 Barat Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2014/2015. Dalam penelitian ini, populasi yang diambil berjumlah 210 siswa sehingga diperoleh sampel berjumlah 80 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Analisis data menggunakan teknik koefisiensi korelasi yaitu koefisiensi product moment. Hasilnya menunjukkan dari hasil penghitungan koefisien korelasi diperoleh r2 = 0,972 = 0,94. Hal ini menyatakan bahwa sikap nasionalisme dipengaruhi oleh pembelajaran PKn sebesar 4%, sisanya 96% dipengaruhi oleh faktor lain.Sedangkan hasil analisis data berdasarkan penghitungan dengan menggunakan persamaan regresi ditemukan harga a = -1,98 dan harga b = 1,11, persamaan regresinya yaitu Ŷ = -1,98 + 1,11 X. . Hasil dari koefisien b menunjukkan angka positif, berarti apabila nilai atau harga X pada variabel pembelajaran PKn naik, sikap nasionalisme juga akan naik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pembelajaran PKn terhadap sikap nasionalisme.
PENGARUH PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL FACEBOOK TERHADAP KARAKTER NASIONALISME SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KENDAL SEMESTER GENAPTAHUN 2014/2015 Soenarjo, Soenarjo; Kokotiasa, Wawan; Yulianto, Wahyu Eko
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.141 KB)

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan jejaring sosial facebook terhadap karakter nasionalisme siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kendal. Desain penelitian menggunakan rancangan deskriptif korelasi ex-post-facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri Kendal Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2014/2015 sejumlah 120 siswa dengan sampel sejumlah 60 siswa. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linieritas dan uji hipotesis menggunakan regresi sederhana untuk menguji angket.Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,017. Nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 makaH1 diterima. Selain itu, hasil dari nilai Fhitung sebesar 6,010 dan nilai Ftabel sebesar4,00, jadi Fhitung&gt; Ftabel sehingga H1 diterima. Artinya, ada pengaruh penggunaan facebook terhadap karakter nasionalisme siswa XI IPS SMA Negeri 1 Kendal semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini menunjukkan bahwa rasa nasionalisme siswa dapat dipengaruhi oleh penggunaan jejaring sosial facebook.
IMPLEMENTASI PERATURAN DESA NO. 3 TAHUN 2009 TERHADAP KETERTIBAN PENYELENGGARAAN HAJATAN DI DESA SIRAPAN KECAMATAN MADIUN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2014 Soenarjo, Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.116 KB)

Abstract

Dalam penyelenggaraan hajatan masyarakat Desa Sirapan kerap muncul gangguan atau kegaduhan yang dilakukan oleh orang tertentu yang tidak bertanggungjawab, membuat masyarakat ketika menyelenggarakan hajatan merasa tidak nyaman, tidak tentram, dan tidak damai. Serta dari keonaran atau kisruh tersebut juga menimbulkan kerugian yang harus ditanggung penyelenggara hajatan. Dengan adanya tindakan tersebut, maka kepala desa dan BPD membuat peraturan desa.Untuk mewujudkannya semua elemen desa haruslah ikut berpartisipasi agar ketertiban yang diharapkan pada penyelenggaraan hajatan terwujud dan terlaksana dengan baik, yang mana aturannya terdapat pada Peraturan Desa nomor 3 tahun 2009 tentang ketertiban penyelenggaran hajatan.Peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Penelitian akan dilakukan di lapangan (Field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Peraturan Desa Nomor 3 Tahun 2009 khususnya mengenai ketertiban penyelenggaraan hajatan telah di laksanaakan sesuai aturan sehingga tidak mengganggu ketertiban di dalam penyelenggaraan hajatan yang diadakan masyarakat Desa Sirapan.Hal ini dapat dibuktikan, bahwa setiap di laksanakannya penyelenggaraan hajatan di Desa Sirapan selalu berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan keributan-keributan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat Desa Sirapan saat menyelenggarakan hajatan. Sehingga, penyelenggaraan hajatan dapat berjalan dengan baik, tertib, lancar, dan aman serta keadaan menjadi kondusif dan terkendali. Ini disebabkan karena adanya kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam pelaksanaan Peraturan Desa Nomor 3 tahun 2009 khususnya mengenai ketertiban penyelenggaraan hajatan dan kerjasama yang baik antara masyarakat Desa Sirapan dengan perangkat desa. Dengan demikian, tujuan dari ketertiban yakni terwujudnya rasa aman, tidak ada sengketa maupun tidak ada konflik dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.