Anjar Mukti Wibowo, Anjar Mukti
Prodi Magister Pendidikan Sejarah, Pascasarjana, FKIP-UNS

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Pola Kepemimpinan Kepala Desa Dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Umat Beragama (Studi Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan) Priyatno, Octavian Hendra; Wibowo, Anjar Mukti
Jurnal Agasthia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kepemimpinan kepala desa terhadap masyarakat lintas agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang dipakai yaitu penelitian lapangan (field study research). Sumber data berasal dari sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Informan ditentukan melalui teknik bertujuan (purposive sample). Validasi untuk menguji kebenaran data yakni trianggulasi sumber, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman.Berdasarkan hasil penelitian diketahui pola kepemimpinan kepala desa terhadap masyarakat lintas agama di Desa Balun berorientasi pada perilaku kepemimpinan demokratis. Penekanan pola perilaku tersebut dapat mengakomodasi berbagai kepentingan golongan sehingga terjalin interaksi yang positif antara lembaga pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan. Kepemimpinan demokratis ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang berlandaskan musyawarah dengan melibatkan masyarakat bersangkutan. Hasil penelitian lainnya ditemukan bahwa kerukunan umat beragama di Desa Balun tidak bisa dilepaskan dari prinsip kekeluargaan, pendidikan, kultur masyarakat, peranan tokoh agama, serta dukungan dari pemerintah desa. Selain itu, dalam mempertahankan kerukunan umat beragama di Desa Balun memerlukan kharakter kepemimpinan desa yang secara umum berkecenderungan komunikatif, fleksibel, terbuka, peduli, dan partisipatif untuk meminimalkan benih-benih konflik di tubuh masyarakat.Kata kunci: Pola Kepemimpinan, Kepala Desa, Kerukunan Umat Beragama
Partisipasi Perempuan Dalam Politik Di Kabupaten Magetan Tahun 2000-2010 Setiawati, Ruli Aning; Wibowo, Anjar Mukti
Jurnal Agasthia Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi perempuan dalam struktur partai, peran perempuan dan pengaruh peran perempuan dalam DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tahun 2000-2010. Penelitian ini dilakukan di DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Magetan. Jenis penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari sumber primer dan sumber skunder. Data primer berupa wawancara dengan para fungsionaris partai, anggota DPRD, mantan anggota DPRD, ketua DUPP, dan anggota DUPP dari bidang perempuan. Sumber sekunder berupa arsip atau dokumen serta daftar kepustakaan yang relevan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran perempuan dalam partai Demokrasi Indonesia Perjuangan terbilang tinggi, hal itu terlihat dari keaktifan perempuan dengan berbagai kegiatan rutinnya yaitu senam rutin, pengajian rutin, kegiatan posyandu di desa-desa, pemberian informasi umum seputar perempuan pada saat acara DUPP dan lain sebagainya. Partisipasi perempuan terbilang rendah karena dilihat dari keterlibatan perempuan dalam susunan kepengurusan partai yang hanya melibatkan sedikit perempuan. Kata Kunci : Partisipasi, Perempuan, Partai Politik
Cagar Budaya Masjid Kuncen Sebagai Ikon Wisata Sejarah dan Religi Kota Madiun Triatmoko, Afian; Wibowo, Anjar Mukti
Jurnal Agasthia Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya dan pelestarian cagar budaya Masjid Kuno Nur Hidayatullah Kelurahan Kuncen Kecamatan Taman Kota Madiun. Melestarikan cagar budaya merupakan bukti kecintaan terhadap nilai-nilai sejarah dan menjadikan cagar budaya tersebut sebagai tempat wisata sejarah bernuansa religi.Sejarah berdirinya Masjid Kuno Nur Hidayatullah diawali ketika pusat Kabupaten Madiun/Purbaya pindah dari Sogaten ke areal hutan Wonorejo yang sekarang menjadi Kuncen. Bupati saat itu Pangeran Timur atau Penembahan Ronggo Jumeno. Didirikannya Masjid Kuno Nur Hidayatullah digunakan sebagai pengembangan agama Islam di Madiun. Masjid Kuno Nur Hidayatullah potensial sebagai ikon wisata sejarah dan religius. Selain terdapat masjid juga terdapat makam Bupati dan sendang, serta dua prasasti.Kata Kunci: Masjid Kuno, Wisata Sejarah dan Religi
INTERAKSI SOSIAL SUKU SAMIN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR (STUDI DI DUSUN JEPANG DESA MARGOMULYO KECAMATAN MARGOMULYO KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 1990-2012) Wibowo, Anjar Mukti; Huda, Khoirul
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial Suku Samin dengan Masyarakat Sekitar di Dusun Jepang Desa Margomulyo Kecamatam Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Tahun 1990-2012. Adapun bentuk dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang datanya menekankan pada kondisi obyek yang alamiah untuk memahami dan menafsirkan makna peristiwa hubungan interaksi pola tingkah laku, dan tidak ada rekayasa dalam aktifitas tersebut saat penelitian berlangsung. Pengambilan data melalui sumber data primer diperoleh dari wawancara dengan informan, dan sumber data sekunder diperoleh dari dokumen Desa Margomulyo, dokumen sejarah Samin dan bahan kepustakaan maupun jurnal ilmiah. Validasi yang digunakan yaitu validasi sumber dan teknik. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keberadaan masyarakat Samin telah mengalami transisi dari tradisional menuju masyarakat modern, dan terwujud dalam bentuk interaksi asosiatif dan disosiatif. Bentuk asosiatif berupa kerjasama seperti gotong royong, musyawarah, dan membantu ketika ada yang memerlukan. Bentuk disosiatif yakni konflik seperti terjadi kesalahpahaman misalnya ada kecemburuan sosial ketika adanya bantuan dari pemerintah pusat yang terkadang membuat kedua belah pihak ada rasa iri. Selain itu pengaruh yang terjadi bersifat positif maupun negatif, bagi Samin perubahan positif seperti gaya hidupnya dan pola/cara berpikir yang modern, sedangkan pengaruh negatif yaitu tradisi dan budaya Samin mulai sedikit terkikis dan ditinggalkan. Bagi masyarakat akan mengetahui karakter orang Samin dan dalam berkomunikasi terkadang mereka berhati-hati, sebab orang Samin mudah tersinggung serta nilai Saminisme yaitu kejujuran juga sedikit terbawa dalam kehidupan masyarakat saat ini.Kata Kunci : Interaksi Sosial, Suku Samin, Masyarakat
PENINGKATAN MINAT BELAJAR IPS SEJARAH DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO PADA SISWA KELAS VII B MTs NEGERI KEMBANGSAWIT TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Wibowo, Anjar Mukti; Rodliyah, Wiwik Lailatur
Jurnal Agasthia Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa dan peningkatan keaktifan serta prestasi siswa pada pelajaran IPS Sejarah dengan menggunakan strategi pembelajaran The Power Of Two Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B MTs Negeri Kembangsawit Tahun Pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 37 siswa, yang terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dirancang dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan metode angket, observasi dan tes. Data yang diperoleh adalah data angket minat belajar siswa, keaktifan siswa serta prestasi belajar siswa.Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui presentase hasil angket minat belajar siswa pada IPS Sejarah siklus I adalah 46% meningkat pada siklus II menjadi 92%, begitu pula dengan keaktifan siswa yang mengalami peningkatan, pada siklus I presentase keaktifan siswa 41% naik pada siklus II menjadi 84%, dan prestasi belajar siswa pra siklus 35% meningkat pada siklus I 46% dan pada siklus II menjadi 92%.Kata kunci: Strategi Pembelajaran The Power Of Two, Minat Belajar, IPS Sejarah
SEJARAH PERKEMBANGAN KESENIAN TARI GAPLIK DI DESA KENDUNG KECAMATAN KWADUNGAN KABUPATEN NGAWI TAHUN 1966-2014 Wibowo, Anjar Mukti; Cahyanul Janah, Shoffikha
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan tari gaplik diperkirakan sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Gaplik ini merupakan singkatan dari gambaran petunjuk liwat kesenian. latar belakang ditarikannya tari ini karena desa Kendung mengalami bencana pagebluk dan huru hara, dan setelah diadakan tari gaplik keadaan menjadi lebih baik. Tari Gaplik di desa Kendung ditarikan pada hari Jumat Wage. Orang yang menarikannya saat ini adalah saudara Hartono, yang menjadi penerus ayahnya yaitu saudara Kasno. Pada tahun 1966 tari gaplik mulai ditampilkan dalam acara-acara Nyadran di desa-desa yang lain. Diantaranya adalah desa Mbayem, desa Kincang kabupaten Magetan, desa Suratmajan Maospati, dan desa Kinandang kabupaten Magetan. Pada tahun 2005  tari gaplik mulai mewakili kota Ngawi dalam festival kesenian tradisional di Surabaya. Pada bulan januari 2006 tari gaplik kembali mengikuti festival kesenian tradisional se jawa timur di Surabaya. Setelah itu pada tahun 2008  tari gaplik dipercaya kembali dan diikut sertakan dalam lomba kesenian tradisional se Jawa Timur di Bojonegoro, dan untuk ke empat kalinya tari gaplik kembali diikutkan dalam lomba pada Agustus 2010 di Kediri. Setelah dikenal luas oleh masyarakat dan menjadi tari tradisional yang menghibur serta menarik banyak penonton, pada bulan Juni 2013 tari gaplik ditampilkan dalam hari jadi Ngawi di Benteng Pendem kota Ngawi.
SEJARAH KESENIAN WAYANG TIMPLONG KABUPATEN NGANJUK Wibowo, Anjar Mukti; Putra Ardany, Prisqa
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Sejarah Kesenian wayang Timplong Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan yaitu bulan Februari sampai Juli. Adapun bentuk penelitian  ini merupakan pendekatan kualitatif. yang menggambarkan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang dipakai yakni sumber data primer dan sumber data Sekunder. Teknik pengambilan data yaitu dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi  yang dipergunakan untuk mengkuji kebenaran data yaitu menggunakan Trianggulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis data model interaktif Miles dan Huberman yang didalamnya terdapat tiga tahapan  yaitu melalui proses reduksi data, sajian data dan verifikasi data              Berdasarkan hasil penelitian  dapat diketahui bahwa Sejarah kesenian wayang Timplong di Kabupaten Nganjuk berasal dari Desa jetis Kecamatan Pace yang di ciptakan oleh Mbah bancol pada tahun 1910 dikarenakan  kegemaran mbah Bancol masa kecil senang menonton pertunjukkan kesenian wayang Klithik yang berinisiatif membuat wayang baru yang berbeda dengan wayang lainnya dan semata mata untuk hiburan. Keahlian mendalang mbah Bancol diturunkan kepada putranya Ki Karto Guno hingga Ki Tawar Perkembangannya proses pewarisan mendalang wayang Timplong  bukan lagi dari garis keturunan, yang mengakibatkan banyak bermunculan dalang-dalang wayang Timplong yang berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Nganjuk luar Desa Jetis. Pada awalnya kesenian wayang Timplong dipentaskan sebagai sarana hiburan saja namun kini menggalami perubahan kesenian wayang Timplong lebih banyak dipentaskan sebagai sarana ritual upacara seperti ruwatan dan bersih desa. Pada tahun 2005 salah satu dalang wayang Timplong di Kabupaten Nganjuk  mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo sebagai apresiasi seniman kesenian Tradisional. Pada saat ini kesenian wayang Timplong tidak hanya dipentaskan di daerah Nganjuk saja tapi di luar Nganjuk dalam acara pentas seni untuk lebih mengenalkan kesenian wayang Timplong.