Ika Krisdiana, Ika
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

UPAYA PENINGKAKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA POKOK BAHASAN PELUANG DI SMA NEGERI 1 DAGANGAN MADIUN KELAS XI IPS Susmiatiningsih, Fitri; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar matematika yang rendah merupakan masalah yang sering muncul dalam pembelajaran matematika. Hal ini dimungkinkan penggunaan strategi pembelajaran yang kurang tepat. Model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang memberikan keberhasilan terhadap siswa untuk aktif berfikir dan berinovatif. Sedangkan pembelajaran Team-GamesTournament (TGT), merupakan salah satu pembelajaran yang dapat memotivasi siswa untuk mencari informasi dari masalah dan merencanakan pembelajaran dengan pemikiran atau ide mereka sendiri. Melalui pembelajaran Team-GamesTournament (TGT), dapat menimbulkan aktivitas siswa dalam belajar matematika sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Team-GamesTournament (TGT), dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pokok bahasan peluang di SMA Negeri 1 Dagangan Madiun kelas XI IPS. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek penelitian kelas XI IPS3 dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui adanya peningkatan nilai rata-rata aktivitas kelas dari siklus I 73,55 meningkat pada siklus II menjadi 80,45. Dari rata-rata tes formatif yang dilaksanakan pada tiap akhir siklus dapat diketahui peningkatan prestasi belajar matematika siswa, yaitu dari rata-rata tes formatif pada siklus I sebesar 68,97% meningkat menjadi 80.45% pada siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe Team-GamesTournament (TGT) dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematiaka pada pokok bahasan peluang di SMA Negeri 1 Dagangan Madiun kelas XI IPS.Kata Kunci : Kooperatif, Team-GamesTournament (TGT), Prestasi, Matematika.
ANALISIS KESULITAN YANG DIHADAPI OLEH GURU DAN PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (Studi Kasus Eks-Karesidenan Madiun) Krisdiana, Ika; Apriandi, Davi; Setiansyah, Reza Kusuma
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami guru dan peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut, serta untuk mengetahui solusi dalam mengatasi kesulitan guru dan peserta didik dalam implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru dan peserta didik Sekolah Menengah Pertama di Karesidenan Madiun. Subyek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sample. Dipilih tiga Kabupaten/Kota dalam wilayah Karesidenan Madiun. Sekolah yang menjadi sampel penelitian ini adalah dua SMP dari setiap Kabupaten/Kota yang dipilih, dengan kriteria bahwa sekolah yang akan dijadikan sampel telah melaksanakan Kurikulum 2013. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada matapelajaran matematika, antara lain: (1) guru kurang memahami tujuan Kurikulum 2013 dan pendekatan saintifik, (2) penggunaan bahasa dalam buku teks sulit dipahami dan kurang efektif dalam meningkatkan proses pembelajaran, (3) guru kurang mampu melaksanakan proses pembelajaran yang menuju keterampilan aplikatif, (4) guru kurang mampu melakukan proses pembelajaran yang membuat peserta didik menjadi ingin melakukan pengamatan dan eksperimen, (5) guru kurang mampu melakukan proses pembelajaran yang menumbuhkan kreatifitas peserta didik. Sedangkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 pada matapelajaran matematika, antara lain: (1) peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami isi, contoh-contoh dan bahasa dalam buku teks, (2) peserta didik jarang dilatih melakukan pengamatan dan percobaan, (3) dalam proses pembelajaran berlangsung guru jarang menggunakan teknologi  informasi dalam proses belajar mengajar. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut adalah (1) kurangnya pelatihan atau workshop tentang kurikulum 2013, (2) kurangnya sarana dan prasarana dalam pembelajaran disekolah, (3) kurangnya pemahaman terhadap kompetensi inti dan kompetensi dasar, (4) materi dan contoh soal yang disajikan dalam buku teks sulit dipahami oleh siswa, (5) guru masih menerapkan pembelajaran konvensional, sehingga kurang menggali kemampuan siswa, (6) guru kurang kreatif dalam menerapkan model dan metode pembelajaran, (7) kemampuan guru dalam pemanfaatan teknologi, informasi dan teknologi masih lemah. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah: (1) perlu diadakan pelatihan/workshop tentang kurikulum 2013, (2) guru harus lebih banyak belajar dan membaca tentang implementasi kurikulum 2013, (3) guru harus lebih kretif dalam menerapkan model/metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, (4) kemampuan guru dalam bidang teknologi, informasi dan komunikasi harus ditingkatkan dengan mengikuti workshop/pelatihan.Kata Kunci: kesulitan guru dan peserta didik, implementasi kurikulum 2013
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN METODE PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING (CATATAN TERBIMBING) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT SISWA KELAS VII MTs NEGERI KOTA MADIUN TAHUN AJARAN 2013/2014 Isari, Sri; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibanding dengan metode Guided Note Taking (Catatan terbimbing), (2) adakah perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dan yang menggunakan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di MTs Negeri Kota Madiun. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan kelas yang dipilih adalah siswa kelas VII E sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan siswa kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan jumlah 30 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes untuk memperoleh data prestasi belajar matematika dan dokumentasi untuk data pendukung. Analisa data yang digunakan adalah uji keseimbangan dengan uji-t. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh nilai t hitung = 2,864 dan nilai t tabel = 1,645. Sehingga  t hitung > t tabel maka H0 ditolak atau H1 diterima, artinya metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran Guided Note Taking (Catatan Terbimbing). Dapat dilihat pula dari nilai rata-rata kelas tes prestasi belajar. Kelas eksperimen memperoleh nilai     rata-rata 74,69 sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 67,33. Ini berarti, prestasi belajar matematika siswa yang diajar dengan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) lebih baik daripada yang diajar dengan menggunakan metode pembelejaran Guided Note Taking (Catatan terbimbing).Kata Kunci: Metode Pembelajaran Think Pair Share (TPS), Metode Pembelajaran Guided Note taking (Catatan Terbimbing), Prestasi Belajar Matematika.
PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS TERBIMBING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MATA KULIAH TEORI GRAF UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Setyansah, Reza Kusuma; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak perkembangan aktivitas belajar mahasiswa berdasarkan pengembangan penggunaan media pembelajaran interaktif berupa power point pada perkuliahan teory graf mahasiswa yang selanjutnya diharapkan akan membantu meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada masing-masing siklus memiliki empat tahap yaitu, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap (kelas VI-A) tahun akademik 2012/2013 yang berjumlah 37 orang. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisa data yang dilakukan adalah analisis diskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian 37 orang mahasiswa pada siklus I diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 13,51% dan 86,49% mahasiswa yang tidak tuntas.Pada siklus II diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah 27,03% dan 72,97% mahasiswa yang tidak tuntas. Pada siklus III diperoleh banyaknya mahasiswa yang tuntas adalah72,97% dan 27,03% mahasiswa yang tidak tuntas. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti. Pada perlakuan Siklus II dan siklus III selain terdapat peningkatan prestasi, penerapan metode pemberian tugas terbimbing memiliki pengaruh yang cukup berarti dalam meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa.Keywords : Teori Graf, Media Pembelajaran, Prestasi Belajar.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) MENGGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) TAHUN AJARAN 2014 / 2015 Hardiana, Yuli; Andari, Tri; Krisdiana, Ika
Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika (JIPM) Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui apakah model pembelajara TGT dengan media Ular Tangga lebih efektif daripada dengan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 2) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA. 3) Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient siswa tipe climbers, campers dan quitters terhadap hasil belajar matematika siswa SMA.Penelitian ini berbentuk penelitian kuantitatif. Penentuan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan kelas eksperimen 1 diajar dengan model pembelajaran TGT berbantuan Ular Tangga dan kelas eksperimen 2 berbantuan Question Card. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen semu. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk data Adversity Quotient dan tes untuk data hasil belajar matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan uji analisis variansi dua jalan sel tak sama dan uji lanjut menggunakan uji scheffe. Hasil penelitian dengan α=5% menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran TGT menggunakan media Ular Tangga sama efektifnya dengan model pembelajaran TGT menggunakan media Question Card terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 2,4932 < Fα = 4,0304). 2) Adversity Quotient  memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa (Fobs = 3,7166 > Fα = 3,1788). Hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers tidak jauh berbeda dengan tipe campers, hasil belajar siswa yang memiliki Adversity Quotient tipe climbers lebih baik daripada tipe quitters, dan hasil belajar sswa yang memiliki Adversity Quotient tipe campers tidak jauh berbeda dengan tipe quitters 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan model pembelajaran TGT berbantuan media Ular Tangga dan  media Question Card dengan Adversity Quotient terhadap hasil  belajar siswa (Fobs = 1,0669 < Fα = 3,1788). Kata Kunci: Adversty Quotient (AQ), Teams Games Tournament (TGT), Ular Tangga,   Question Card.                  
EFEKTIVITAS MODEL STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR STATISTIKA DASAR DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA PADA POKOK BAHASAN DISTRIBUSI PELUANG DISKRIT Krisdiana, Ika
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisions) dengan pembelajaran langsung. (2) Perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah. (3) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kooperatif tipe STAD. (4) Perbedaan prestasi mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran langsung. (5) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas tinggi. (6) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas sedang. (7) Efektivitas pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan pembelajaran langsung pada mahasiswa dengan aktivitas rendah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random stratifikasi (stratified random sampling) dan sampling random kluster (cluster random sampling). Pengujian hipotesis menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5 %. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu Uji Normalitas menggunakn Uji Liliefors dan Uji Homogenitas menggunakan Uji Bartlett. Dari hasil analisis disimpulkan : (1) prestasi mahasiswa dengan pembelajaran STAD lebih baik daripada pembelajaran langsung. (2) mahasiswa dengan aktivitas tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas sedang dan rendah. (3) mahasiswa dengan aktivitas tinggi prestasinya lebih baik daripada mahasiswa dengan aktivitas rendah dan sedang jika diajar dengan pembelajaran STAD. (4) mahasiswa dengan aktivitas tinggi, sedang dan rendah mempunyai prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran langsung. (5) mahasiswa dengan aktifitas tinggi jika diajar dengan pembelajaran STAD memberikan prestasi yang lebih baik daripada pembelajaran langsung. (6) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama jika diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung. (7) mahasiswa dengan aktivitas sedang memberikan prestasi yang sama diajar dengan pembelajaran STAD maupun pembelajaran langsung.Kata Kunci : STAD, Kooperative, Aktivitas belajar
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA MENGGUNAKAN POWER POINT DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA Ghofuri, Ahmad Mizan; Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) apakah penerapan pembelajan berbasis multimedia menggunakan power point lebih efektifdibanding dengan pembelajaran berbasis masalah , (2) pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar, dan (3) interaksi antara model pembelajaran dengan motivasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Taraf signifikansi (α) yang digunakan adalah 0,05. Sampel yang diambil dua kelas, diambil dengan teknik Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi, angket motivasi dan tes efektivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan model anava 2 jalan dengan sel tak sama. Hasil uji hipotesis dengan uji anava dua jalan sel tak sama (a = 0,05) menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan efek antar baris terhadap variabel terikat  Fobs = 0,1970 dan Ftabel = 4,1105 , (2) terdapat perbedaan efek antara kolom terhadap variabel terikat Fobs=16,9486 dan Ftabel = 3,2569 (3) tidak ada interaksi baris dan kolom terhadap variabel terikat Fobs=1,8338 dan Ftabel = 3,2569. Kesimpulan dari  hasil penelitian ini adalah (1)pembelajaran berbasis multimedia menggunakan Power Point sama efektifnya dengan pembelajaran berbasis masalahdalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, (2) siswa yang memiliki motivasi tinggi lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi sedang maupun rendah, dan siswa yang memiliki motivasi sedang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi rendah, (3) Tidak ada interaksi antara pembelajaran bebasis multimedia menggunakan Power Point dan pembelajaran berbasis masalahdengan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika.Kata kunci: Multimedia, Power Point,  Motivasi Belajar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MICROTEACHING UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK YANG MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI DAN NILAI-NILAI KARAKTER Sanusi, Sanusi; Krisdiana, Ika
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang antara lain memiliki kompetensi tertentu, yaitu kompetensi pedagogik (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik), kompetensi kepribadian (kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik), kompetensi sosial (kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar), dan kompetensi profesional (kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam). Di dalam pendidikan calon guru, dirasa penting sekali untuk dilatihkan kompetensi-kompetensi tersebut. Salah satu kompetensi yang dapat dilatihkan dalam mata kuliah Microteching adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik tersebut seharusnya dapat mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar Microteaching untuk melatihkan kompetensi pedagogik yang mengintegrasikan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter. Urgensi penelitian adalah pentingnya penguasaan teknologi informasi komunikasi dan nilai-nilai karakter oleh mahasiswa yang terintegrasi melalui perkuliahan Microteaching. Tahap awal penelitian pada tahun pertama adalah menyusun instrumen untuk investigasi, melakukan analisis, membuat perencanaan dan merancang prototipe. Pada tahun pertama bahan ajar yang telah dirancang meliputi: SAP, Buku Ajar, Media, dan Pedoman Penilaian. Pada tahun kedua adalah dilanjutkan dengan pengembangan bahan ajar Microteaching dan mengimplementasikannya dalam perkuliahan. Setelah dilakukan pengembangan (development) telah diperoleh bahwa bahan ajar yang telah dirancang (SAP, Buku Ajar dan Pedoman Penilaian) dinyatakan valid oleh validator baik internal maupun eksternal. Hasil penelitian pengembangan bahan ajar layak untuk digunakan pada pembelajaran Microteaching.Kata Kunci : Microteaching, TIK, dan Karakter
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA MATAKULIAH STATISTIKA DASAR DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING Krisdiana, Ika
JEMS Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is the development of learning in basic statistics courses with Problem Based Learning method. This research is the development that follows the mechanism and design of the development of teaching materials (Fenrich, 1997). The steps include the development of teaching materials analysis phase (analysis), planning (planning), design (design), development (development), implementation (implementation), evaluation and revision (evaluation and revision). The initial phase of the study in the first year is to develop an instrument for the investigation, analysis (analysis), planning (planning) and designing (design) prototype. In this study, the learning device that has been designed include: Syllabus, SAP, Student Worksheet, and Textbook of Basic Statistics.The results of this study are learning the basic statistics covering the syllabus, SAP, Worksheet Student and Instructional Materials. From the results of the study showed that the learning tools that have been developed can be regarded as a good learning tool because it meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MICROTEACHING UNTUK MELATIHKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK YANG MENGINTEGRASIKAN TIK DAN NILAI-NILAI KARAKTER Sanusi, Sanusi; Murtafiah, Wasilatul; Krisdiana, Ika
Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Position of teachers as professionals in the Act No. 14 of 2005, serves to increase the dignity of teachers as well as its role as a learning agent to improve the quality of national education. Teachers as professionals implies that teachers work can only be done by someone who, among others, have certain competencies, namely: pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. The purpose of this research is to developteaching materials for train pedagogical Microteaching integrating communications and information technology the values of character. Urgency of research is the importance ofcommunication and information technology mastery character values by students through lectures integrated Microteaching. This research is the development that follows the mechanism and design of the development of teaching materials (Fenrich, 1997). The steps include the development of teaching materials analysis phase (analysis), planning (planning), design (design), development (development), implementation (implementation), evaluation and revision (evaluation and revision). The initial phase of the study in the first year is to develop an instrument for the investigation, analysis (analysis), planning (planning) and designing (design) prototype. In the first year of teaching materials that have been designed include: SAP, Textbook, Media, and theAssessment Guidelines. In the second year was followed by the development (development) Microteaching teaching materials and implements (implementation) in the lecture. The results showed that the Microteaching Subjects that have been developed to train integrating ICT pedagogical competence and character values can be regarded as a good learning tool because it meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. Integrating ICT pedagogicalcompetence and character values can be trained.Position of teachers as professionals in the Act No. 14 of 2005, serves to increase the dignityof teachers as well as its role as a learning agent to improve the quality of national education.Teachers as professionals implies that teachers work can only be done by someone who, amongothers, have certain competencies, namely: pedagogical competence, personal competence,social competence, and professional competence. The purpose of this research is to developteaching materials for train pedagogical Microteaching integrating communications andinformation technology the values of character. Urgency of research is the importance ofcommunication and information technology mastery character values by students through lecturesintegrated Microteaching. This research is the development that follows the mechanism and designof the development of teaching materials (Fenrich, 1997). The steps include the development ofteaching materials analysis phase (analysis), planning (planning), design (design), development(development), implementation (implementation), evaluation and revision (evaluation andrevision). The initial phase of the study in the first year is to develop an instrument for theinvestigation, analysis (analysis), planning (planning) and designing (design) prototype. In thefirst year of teaching materials that have been designed include: SAP, Textbook, Media, and theAssessment Guidelines. In the second year was followed by the development (development)Microteaching teaching materials and implements (implementation) in the lecture. The resultsshowed that the Microteaching Subjects that have been developed to train integrating ICTpedagogical competence and character values can be regarded as a good learning tool because itmeets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. Integrating ICT pedagogicalcompetence and character values can be trained.