Titin Masfingatin, Titin
IKIP PGRI MADIUN

Published : 13 Documents
Articles

Found 13 Documents
Search

The Development of Research-Based Learning Materials with Problem Solving and Problem Posing Oriented of Mathematics Statistics Krisdiana, Ika; Masfingatin, Titin; Murtafiah, Wasilatul
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2018): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Raden Intan State Islamic University of Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.749 KB)

Abstract

This study aims to describe the feasibility of research-based learning materials with problem solving and problem posing oriented of Mathematics Statistics. This research is a development research refers to the instructional development cycle by Fenrich (1997). Data collection techniques by observation, tests, and closed questionnaires. Data analysis techniques used qualitative and quantitative descriptive analysis (mixing method). The results: (1) a valid Semester Learning Plan (RPS) both in content and construct, Student Activity Sheet (LKM) based on research and a Learning Result Test (THB) assessment sheet with good and very good assessment from the validator that can be used with few revision, (2) positive response from students to teaching materials amounted to 88.67%, (3) effectiveness of teaching materials was seen based on student learning completeness of 78.20%and better compared to classes that are not taught to use research-based learning teaching materials developed. The development of research-based learning materials with problem solving and problem posing oriented are valid, practic and effective that suitable for use in Statistics Mathematics learning process. 
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Masfingatin, Titin
JIPM Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses berpikir siswa kelas 8 SMP yang memiliki tinggi, sedang , dan tingkat AQ yang rendah dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan aturan Polya itu . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif . Subyek penelitian adalah siswa kelas 8 MTs Negeri Dolopo yang terdiri dari tiga mahasiswa saja. Kriteria pemilihan subjek didasarkan pada tingkat AQ siswa (yaitu tinggi, sedang , dan rendah AQ ) dan kelancaran komunikasi ( lisan dan tulisan ) . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara berbasis tugas yaitu uji pemecahan masalah tentang pesawat bentuk . Analisis data dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari teknik wawancara berbasis tugas . Maka metode triangulasi dilakukan untuk mendapatkan data penelitian yang valid . Hasil penelitian yang menggambarkan proses berpikir siswa berdasarkan tingkat mereka Adversity Quotient ( AQ ) adalah sebagai berikut : The high- AQ mahasiswa menggunakan proses asimilasi berpikir dalam masalah pemahaman . The high- AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi dalam membuat rencana pemecahan masalah . Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa hasil dari pemecahan masalah , siswa high- AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Media - AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi di masalah pemahaman . Dalam membuat dan melaksanakan rencana pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Dalam mengecek kembali hasil pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . Sementara siswa rendah - AQ tidak lengkap dalam masalah pemahaman karena siswa memiliki ketidaksempurnaan proses asimilasi berpikir . Mahasiswa juga tidak lengkap dalam membuat rencana pemecahan masalah karena siswa memiliki ketidaksempurnaan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengecek kembali hasil pemecahan siswa rendah AQ tidak melakukan keduanya asimilasi dan akomodasi masalah .Kata kunci : Proses Berpikir , Adversity Quotient ( AQ ) , Matematika Soal , Problem
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Masfingatin, Titin
JIPM Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JIPM

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar sisi datar berdasarkan Teori Van Hiele, yang meliputi proses berpikir dalam pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan. Sedangkan tahapan pemikiran Teori Van Hielemeliputi informasi, orientasi, penjelasan, orientasi bebas dan integrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun. Pengambilan subyek berdasarkan hasil rapor siswa pada mata pelajaran matematika yaitu dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang dan dua siswa berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi yaitu membandingkan data hasil tes dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara tepat. Siswa dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar dengan benar dan tepat sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah secara terurut. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara kurang tepat. Pada umumnya siswa berkemampuan sedang dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar dengan benar tetapi kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan tidak mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara tidak tepat. Pada umumnya siswa berkemampuan rendah tidak dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar sesuai langkah-langkah pemecahan masalah.Kata Kunci :   Proses Berpikir, Pemecahan Masalah, Teori Van Hiele
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN 14 BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF Adamura, Fatriya; Masfingatin, Titin
Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang telah dimodifikasi yang  meliputi tahap pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop).Subyek penelitian adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika IKIP PGRI Madiun  semester genap tahun akademik 2013/2014 yang sedang memelajari mata kuliah Sistem  Geometri. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, lembar validasiketerbacaan, lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran oleh dosen, lembar pengamatan  aktivitas mahasiswa, tes hasil belajar, dan angket respon mahasiswa. Analisis data dilakukanpada setiap data yang diperoleh dengan instrumen penelitian.  Kesimpulan yang didapatkan adalah perangkat pembelajaran berdasarkan masalah materi  geometri non Euclides yang baik dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan4D yang dimodifikasi. Hal ini karena perangkat pembelajaran yang telah didapatkan dinyatakan  valid oleh para validator dan memenuhi kriteria: (1) aktivitas mahasiswa efektif, (2) kemampuan dosen mengelola pembelajaran baik, (3) tes hasil belajar sensitif, valid, dan reliabel, dan (4) respon mahasiswa positif. Perangkat pembelajaran berdasarkan masalah materigeometri non Euclides yang dihasilkan meliputi: (1) Satuan Acara Perkuliahan (SAP), (2) Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM), dan (3) Tes Hasil Belajar (THB).Kata kunci : Pengembangan Perangkat Pembelajaran, Pembelajaran berdasarkan Masalah, Materi Geometri non Euclides, Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif
PROSES BERPIKIR MAHASISWA DENGAN KEMAMPUAN SPATIAL INTELLEGENT TINGGI DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI Murtafi’ah, Wasilatul; Masfingatin, Titin
KadikmA Vol 6, No 1: April 2015
Publisher : KadikmA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.231 KB)

Abstract

Abstract. This study aims to describe the process of thinking student of mathematics education with high spatial intellegent in solving geometry problems based steps Polya problem solving. This research is a qualitative descriptive study. The subject of this study is a second semester students of Mathematics Education IKIP PGRI MADIUN with a high degree of spatial intelligence. Data collection techniques were used that method of written test and interview-based tasks. Data analysis was conducted based on data written test and interview-based tasks. Furthermore, to obtain valid data triangulation method of writing data from and interviews. This research resulted in the description of the thought processes of students with a high level of spatial intelligence in solving geometry problems. In understanding the problem using the thought process of assimilation, in a problem-solving plan to use the thinking process is less than perfect assimilation and accommodation. In implementing the plan of solving students with high spatial intelligence using the thought process of assimilation. While in checking the breakdown of students with high spatial intelligence the process of assimilation and accommodation. Keywords: thought processes, spatial intelligence, geometry problem solving.  
MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANIMASI PADA MATERI STATISTIKA UNTUK SISWA KELAS 7 SMP Widjayanti, Wigita Rezky; Masfingatin, Titin; Setyansah, Reza Kusuma
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.293 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran interaktif berbasis animasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian dan pengembangan ini terdiri dari fase investigasi awal, design, konstruksi, tes, evaluasi dan revisi, serta implementasi. Penelitian hanya difokuskan sampai pada fase tes, evaluasi dan revisi. Hasil penelitian adalah: 1) media pembelajaran interaktif berbasis animasi dinyatakan sangat valid yang dilihat dari hasil rata-rata penilaian validator  media sebesar 89,05%, 2) media pembelajaran interaktif berbasis animasi dinyatakan praktis dari hasil rata-rata yang diperoleh dari lembar angket respon siswa mencapai 87,95% memberikan respon positif, 3) media pembelajaran interaktif berbasis animasi dinyatakan efektif digunakan dalam pembelajaran yang diketahui dari persentase ketuntasan siswa sebesar 87,50%. Dengan demikian media pembelajaran interaktif berbasis animasi layak digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi statistika untuk siswa kelas 7 SMP.
Kemampuan mahasiswa calon guru matematika dalam pemecahan masalah pembuktian teorema geometri Masfingatin, Titin; Murtafiah, Wasilatul; Krisdiana, Ika
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.038 KB)

Abstract

Pemecahan masalah sangat diperlukan baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan. Pemecahan masalah membutuhkan suatu kemampuan berpikir tingkat tinggi. Khususnya dalam geometri pemecahan masalah yang sering dihadapkan adalah masalah pembuktian. Melalui pembuktian selain mengetahui kebenaran suatu teorema juga dapat mengasah kemampuan berpikir logis mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah pembuktian geometri oleh mahasiswa calon guru matematika Universitas PGRI Madiun. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 2 mahasiswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah yang melakukan pembuktian teorema geometri berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pembuktian geometri mahasiswa berkemampuan tinggi dalam setiap tahap pemecahan masalah adalah mahasiswa mampu menentukan hipotesis dan kesimpulan dengan bahasa matematis sendiri, mengaitkan dan menggunakan definisi, postulat dan teorema yang telah dibuktikan sebelumnya untuk menyusun pembuktian yang logis disertai visualisasi. Mahasiswa berkemampuan tinggi mampu menyusun metode pembuktian yang berbeda dari yang telah dilakukan. Mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu merumuskan kesimpulan dengan bahasa matematika sendiri dan belum mampu membuat hubungan antar definisi, postulat dan teorema sehingga belum mampu menyusun pembuktian yang logis. Mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu menyusun pembuktian yang berbeda dari yang telah dilakukan. Berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah ditemukan factor yang sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yaitu kemandirian belajar (self regulated learning). 
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Masfingatin, Titin
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.814 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar sisi datar berdasarkan Teori Van Hiele, yang meliputi proses berpikir dalam pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan. Sedangkan tahapan pemikiran Teori Van Hiele meliputi informasi, orientasi, penjelasan, orientasi bebas dan integrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subyek penelitian adalah enam siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun. Pengambilan subyek berdasarkan hasil rapor siswa pada mata pelajaran matematika yaitu dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang dan dua siswa berkemampuan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi yaitu membandingkan data hasil tes dan wawancara. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah siswa kategori tinggi memiliki kecenderungan mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara tepat. Siswa dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar dengan benar dan tepat sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian masalah secara terurut. Siswa kategori sedang memiliki kecenderungan mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara kurang tepat. Pada umumnya siswa berkemampuan sedang dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar dengan benar tetapi kurang tepat. Siswa kategori rendah memiliki kecenderungan tidak mampu menggunakan unsur-unsur proses berpikir dengan indikator pembentukan pengertian, pembentukan pendapat dan penarikan kesimpulan secara tidak tepat. Pada umumnya siswa berkemampuan rendah tidak dapat memecahkan masalah bangun ruang sisi datar sesuai langkah-langkah pemecahan masalah.
PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Masfingatin, Titin
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.888 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses berpikir siswa kelas 8 SMP yang memiliki tinggi, sedang , dan tingkat AQ yang rendah dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan aturan Polya itu . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif . Subyek penelitian adalah siswa kelas 8 MTs Negeri Dolopo yang terdiri dari tiga mahasiswa saja. Kriteria pemilihan subjek didasarkan pada tingkat AQ siswa (yaitu tinggi, sedang , dan rendah AQ ) dan kelancaran komunikasi ( lisan dan tulisan ) . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara berbasis tugas yaitu uji pemecahan masalah tentang pesawat bentuk . Analisis data dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari teknik wawancara berbasis tugas . Maka metode triangulasi dilakukan untuk mendapatkan data penelitian yang valid . Hasil penelitian yang menggambarkan proses berpikir siswa berdasarkan tingkat mereka Adversity Quotient ( AQ ) adalah sebagai berikut : The high- AQ mahasiswa menggunakan proses asimilasi berpikir dalam masalah pemahaman . The high- AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi dalam membuat rencana pemecahan masalah . Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memeriksa hasil dari pemecahan masalah , siswa high- AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Media - AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi di masalah pemahaman . Dalam membuat dan melaksanakan rencana pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi proses berpikir . Dalam mengecek kembali hasil pemecahan masalah , siswa menengah - AQ digunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . Sementara siswa rendah - AQ tidak lengkap dalam masalah pemahaman karena siswa memiliki ketidaksempurnaan proses asimilasi berpikir . Mahasiswa juga tidak lengkap dalam membuat rencana pemecahan masalah karena siswa memiliki ketidaksempurnaan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengecek kembali hasil pemecahan siswa rendah AQ tidak melakukan keduanya asimilasi dan akomodasi masalah .
KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MAHASISWA DENGAN ADVERSITY QUOTIENT TIPE CLIMBER DALAM PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI Masfingatin, titin; Murtafi’ah, Wasilatul
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.982 KB)

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi bertujuan untuk membangun pola berpikir dalam struktur kognitif dan mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan keterampilan pemecahan masalah. Mahasiswa dalam memecahkan masalah tentunya mengalami kesulitan yang dipengaruhi oleh Adversity Quotient. Adversity Quotient  mahasiswa dikategorikan menjadi 3 tipe, salah satunya tipe climber yang merupakan seseorang dengan daya juang tinggi dalam menghadapi kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis mahasiswa pendidikan matematika dengan tipe climber dalam memecahkan masalah geometri.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik informasi yang diperoleh melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi kemampuan berpikir logis mahasiswa climber dalam pemecahan masalah geometri, yang meliputi: (1) Mahasiswa climber dalam memahami masalah mampu melakukan keruntutan berpikir dalam kategori baik, (2) Dalam menyusun rencana pemecahan masalah mampu melakukan keruntutan berpikir dan kemampuan berargumen dalam kategori baik, (3) Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek memiliki kemampuan berargumen dan penarikan kesimpulan pada kategori baik, dan (3) Dalam memeriksa kembali hasil pemecahan subjek mampu menarik kesimpulan dengan baik. Kata Kunci: berpikir logis, pemecahan masalah geometri, adversity quotient, climber