Hendra Erik Rudyanto, Hendra Erik
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SD DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA OPEN-ENDED DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA

Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : IKIP PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to describe the ability to think creatively in elementary grade students in open-ended mathematics problems. The approach used in this study is a qualitative approach that seeks to analyze creative thinking ability of students in open-ended mathematics problems. The subjects were students of class V SDN Kawedanan 2, Kawedanan, Magetan. The subjects were 6 students consisting of two students in high category, 2 students in medium category, and 2 students in low category. Data collection techniques were used are observation, tests and interviews. Data analysis was performed with data reduction, data presentation and verification or conclusion. Technique authenticity of data is done by triangulation of data sources. The results show the good ability of creative thinking of students in higher category and medium category in solving open-ended mathematics problems. Creative thinking ability of students in lower category is the lack of good criteria. Overall for low ability students still need guidance.Keywords: Creative Thinking Ability, Open-Ended, Mathematics Ability.

PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA OPEN-ENDED

Premiere Educandum Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creativity of learners has become more and more important in the era of glabal competition, because the complexity of problems of all aspects  in  the  modern  era  keeps  on  increasing all  the  time.  The teaching and learning mathematics at the elementary school has to give  the  positive  contribution  so  as  to  encourage  the  students’ creativity as optimally as possible. Open ended technique of teaching and learning mathematics can assumptively give alternatives of the ‘true’ solutions to students by experiencing investigation against mathematic problems using their deep thnking skill, so that they can construct alternatives of solution creatively. Key words:  Creativity,  Open  Ended  Technique  of  Teaching  andLearning Mathematics

MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERMUATAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF

Premiere Educandum Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Premiere Educandum

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Study aims to produce a model learning device discovery learning with scientific approach to improve the character charged valid creative thinking, practical and effective. The model refers to a model of learning development includes activities Plomp initial investigation, design, realization/contruction, testing, evaluation and revision. The results showed that (1) learning tools developed valid; syllabus ehit an average of 3,3 (very good); RPP with an average of 3,2 (good); LKS with an average of 3,2 (good); textbook student with an average of 3,3 (very good); and TKBK with an average of 3,5 (good).; (2) the stated learning practical , namely: 1) the activity of student on both criteria, an average score 74,1%; 2) the activity of the teacher are very good on the criterion, the average score of 98,25; 3) positive teacher response, a score of 97,14; 4) positive students response, average 89,73.; (3) the learning of mathematics is declared effective the indicator 1) traffic to think creatively achieve mastery with the average value of 71,55 and a classical completeness reaches 90%; 2) the average grade of creative thinking ability model of discovery learning with scientific approachis better than ekspositori class; 3) the character of the curiosity and skills to communicate a positive influence on the ability to think creatively; and 4) an increase in the ability to think creatively in class models discovery learning with scientific approach.Keywords: discovery learning, scientific approach, creative thinking ability.

Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matetatika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar.

PEDAGOGIA Vol 4, No 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.301 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berupaya menganalisis kemamuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kawedanan 2 Kecamatan Kawedanan  Kabupaten  Magetan. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kategori tinggi, 2 siswa dengan kategori sedang, dan 2 siswa dengan kategori rendah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori tinggi pada aspek berpikir lancar sangat baik karena siswa kategori tinggi mampu memunculkan lebih dari satu ide dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Untuk aspek berpikir luwes, siswa pada kategori tinggi berada pada kriteria baik artinya pada umumnya mampu menentukan satu cara dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Aspek keaslian juga berada pada kriteria baik artinya cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang umum tetapi mengarah pada penyelesaian. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif sangat baik, artinya siswa dapat memperjelas penyelesaian dengan rinci dan tepat. Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori sedang pada aspek berpikir lancar, berpikir luwes, dan berpikir orisinil berada pada kriteria baik. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif berada pada kriteria sangat baik, artinya siswa dapat memperinci penjelasan dengan tepat.Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori rendah secara keseluruhan berada pada kriteria kurang baik. Secara keseluruhan untuk siswa kemampuan rendah masih perlu pembinaan.

Pengaruh Kemampuan Membaca Pemahaman Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Soal Cerita Kelas IV

Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.813 KB)

Abstract

Membaca, menulis dan berhitung merupakan kesatuan yang menjadi kebiasaan semua orang. Apalagi bagi peserta didik, tiada hari tanpa ketiga kegiatan tersebut. Ketika siswa mengalami hambatan dalam memahami isi soal cerita, maka siswapun sulit untuk menyelesaikan soal dengan baik. Dengan demikian, prestasi belajar siswa akan menurun karena berulang kali melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Tujuan dari penelitian adalah untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh antara kemampuan membaca pemahaman terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan soal cerita kelas IV SDN 02 Kertosari Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN 02 Kertosari yang berjumlah 28 siswa dari dua sekolah di kelurahan Kertosari. Teknik sampling yang digunakan dengan teknik sampel jenuh, sehingga yang ada pada populasi digunakan sebagai sampel secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes pilihan ganda pada variabel X dan tes isian pada variabel Y. Uji prasyarat yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linearitas, dan uji homogenitas. Analisis data penelitian menggunakan regresi linear sederhana dengan menghitung nilai a, nilai b, dan nilai r, nilai t, serta koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar kontribusi antar variabel.Berdasarkan hasil penelitian, koefisien determinasi yang didapatkan adalah 0,5254 atau 52,54% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan membaca pemahaman terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan soal cerita siswa kelas IV SDN 02 Kertosari tahun pelajaran 2016/2017.

Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matetatika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar.

PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan Vol 4, No 1 (2015): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.301 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berupaya menganalisis kemamuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kawedanan 2 Kecamatan Kawedanan  Kabupaten  Magetan. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kategori tinggi, 2 siswa dengan kategori sedang, dan 2 siswa dengan kategori rendah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori tinggi pada aspek berpikir lancar sangat baik karena siswa kategori tinggi mampu memunculkan lebih dari satu ide dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Untuk aspek berpikir luwes, siswa pada kategori tinggi berada pada kriteria baik artinya pada umumnya mampu menentukan satu cara dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Aspek keaslian juga berada pada kriteria baik artinya cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang umum tetapi mengarah pada penyelesaian. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif sangat baik, artinya siswa dapat memperjelas penyelesaian dengan rinci dan tepat. Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori sedang pada aspek berpikir lancar, berpikir luwes, dan berpikir orisinil berada pada kriteria baik. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif berada pada kriteria sangat baik, artinya siswa dapat memperinci penjelasan dengan tepat.Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori rendah secara keseluruhan berada pada kriteria kurang baik. Secara keseluruhan untuk siswa kemampuan rendah masih perlu pembinaan.

PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA OPEN-ENDED

Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 3, No 02 (2013)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.741 KB)

Abstract

Creativity of learners has become more and more important in the era of glabal competition, because the complexity of problems of all aspects in the modern era keeps on increasing all the time. The teaching and learning mathematics at the elementary school has to give the positive contribution so as to encourage the students’ creativity as optimally as possible. Open ended technique of teaching and learning mathematics can assumptively give alternatives of the ‘true’ solutions to students by experiencing investigation against mathematic problems using their deep thnking skill, so that they can construct alternatives of solution creatively. Key words:   Creativity, Open Ended Technique of Teaching and Learning Mathematics

MODEL DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERMUATAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF

Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 4, No 01 (2014)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.969 KB)

Abstract

This Study aims to produce a model learning device discovery learning with scientific approach to improve the character charged valid creative thinking, practical and effective. The model refers to a model of learning development includes activities Plomp initial investigation, design, realization/contruction, testing, evaluation and revision. The results showed that (1) learning tools developed valid; syllabus ehit an average of 3,3 (very good); RPP with an average of 3,2 (good); LKS with an average of 3,2 (good); textbook student with an average of 3,3 (very good); and TKBK with an average of 3,5 (good).; (2) the stated learning practical , namely: 1) the activity of student on both criteria, an average score 74,1%; 2) the activity of the teacher are very good on the criterion, the average score of 98,25; 3) positive teacher response, a score of 97,14; 4) positive students response, average 89,73.; (3) the learning of mathematics is declared effective the indicator 1) traffic to think creatively achieve mastery with the average value of 71,55 and a classical completeness reaches 90%; 2) the average grade of creative thinking ability model of discovery learning with scientific approachis better than ekspositori class; 3) the character of the curiosity and skills to communicate a positive influence on the ability to think creatively; and 4) an increase in the ability to think creatively in class models discovery learning with scientific approach. Keywords: discovery learning, scientific approach, creative thinking ability. 

TARI OREK-OREK SEBAGAI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN NGAWI

JURNAL EDUKASI: KAJIAN ILMU PENDIDIKAN. Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Sidoarjo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.041 KB)

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan karakter perlu dilakukan dalam segala aspek termasuk melalui konteks budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karekter berbasis kearifan lokal melalui tari Orek-Orek. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitiannya adalah SDN Paron dan SDN Kedungputri 1 Kabupaten Ngawi. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Teknik analisis data meliputi data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Orek-Orek tetap eksis sampai saat ini karena sinergi dan rutin dilakukan dalam berbagai event dan pembelajaran di sekolah. Karakter dalam tari Orek-Orek yang relevan bagi siswa diantaranya  disiplin, lemah lembut, tanggung jawab, dan telaten. Kearifan lokal ini selalu terjaga karena sering ditampilkan dalam berbagai kegiatan-kegiatan besar misalnya perayaan HUT Kabupaten Ngawi. Tidak sampai disitu pemerintah daerah Kabupaten Ngawi juga sering mengadakan pelatihan-pelatihan atau workshop bagi guru SD, sehingga nantinya akan ditularkan kepada siswa disekolahnya.