Hendry Gunawan, Hendry
Laboratorium Fisika Bumi, Jurusan FisikaFMIPA Universitas Andalas

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

PENENTUAN PERSENTASE DAN NILAI SUSEPTIBILITAS MINERAL MAGNETIK BIJIH BESI YANG BERASAL DARI TIGA LOKASI TAMBANG BIJIH BESI DI SUMATERA BARAT

Jurnal Fisika Unand Vol 3, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.919 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk menentukan persentase mineral magnetik dan nilai suseptibilitas magnetik dari sampel bijih besi dari tiga lokasi tambang di Sumatera Barat.Tiga lokasi tambang tersebut terletak di Kecamatan Asam Jujuhan Kabupaten Dharmasraya, Kecamatan Sangir Balai Janggo Kabupaten Solok Selatan dan Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok.Suseptibilitas magnetik diukur dengan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter dengan MS2B dual frequency sensor.Pengukuran suseptibilitas magnetik dilakukan pada 15 arah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata persentase mineral magnetik bijih besi masing-masing lokasi berturut-turut yaitu 90,8%, 91,6% dan 95,1%. Nilai rata-rata suseptibilitas magnetik masing-masing lokasi berturut-turut didapatkan 1332,6×10-8 m3kg-1, 1339,2×10-8 m3kg-, dan 1347,5×10-8 m3kg-1. Nilai tersebut menunjukkan bahwa mineral magnetik bijih besi dari masing-masing lokasi diperkirakan didominasi oleh mineral ilmenit (FeTiO3) yang bersifat feromagnetik.Nilai koefisien keragaman dari ketiga lokasi tambang berturut-turut yaitu 3,17%, 5,32% dan 4,09% dan dapat disimpulkan bahwa penyimpangan perhitungan nilai suseptibilitas masih relatif kecil.Kata Kunci:Suseptibilitas, anisotopi, magnetik, dan bijih besiAbstractThe research to determine percentage of magnetic mineral and the value of susceptibility magnetic of iron ore from three mine locations in West Sumatera has been done. Those three areas are located in Asam Jujuhan Districts Dharmasraya, Sangir Balai Janggo Districts Solok Selatan and Tigo Lurah Districts Solok. Magnetic susceptibility is measured by using Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter with MS2B dual frequency sensor, from fifteen different directions of samples. The result of research show that the average percentage of magnetic mineral of iron ore for each location are 90.8%, 9.16%  and 95.1%. The average value of magnetic susceptibility are 1332.6×10-8 m3kg-1, 1339.2×10-8m3kg-1, and 1347.5×10-8 m3kg-1.From these values it can be estimated mineral iron ore mineral from each location is dominated by ilmenit mineral (FeTiO3) which are ferromagnetic. Diversity coefficient of three consecutive mine is 3.17%, 5.32% and 4.09% and it can be concluded that the deviation of susceptibility calculation is still relatively small.Keywords: susceptibility, anisotropy, magnetic, and iron ore

PENGARUH TINGGI, KEDALAMAN PONDASI MESIN JENIS BLOK DAN PARAMETER TANAH BERBUTIR HALUS TERHADAP AMPLITUDO

Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.174 KB)

Abstract

Pondasi yang menopang mesin dapat dipengaruhi oleh getaran yang disebabkan gayagaya mesin yang tidak seimbang dan juga oleh berat statis dari mesin tersebut. Jika getarangetaran mesin berlebihan maka dapat merusak mesin dan memberikan pengaruh yang merugikan pada bangunan atau orang yang bekerja dekat mesin tersebut. Analisis tentang kestabilan pondasi mesin jenis blok yang dipengaruhi tinggi, kedalaman pondasi dan parameter tanah berbutir halus diperlukan untuk mengetahui besarnya amplitudo yang terjadi diakibatkan oleh mesin supaya tidak merugikan bangunan atau orang yang bekerja di dekat mesin tersebut. Analisis perhitungan amplitudo menggunakan metode Lump Parameter System. Hasil dari analisis ini menunjukkan bawah semakin tinggi pondasi mesin mengakibatkan amplitudo vertikal, amplitudo horisontal, dan amplitudo rocking semakin kecil. Semakin dalam kedalaman pondasi amplitudo vertikal dan horisontal semakin kecil, sedangkan amplitudo rocking semakin besar. Semakin besar berat isi tanah, angka poisson, dan modulus geser tanah mengakibatkan amplitudo vertikal dan horisontal semakin kecil, sedangkan amplitudo rocking semakin besar. Dimensi pondasi 5 ? 3 ? 1 m dengan kedalaman pondasi 1 m, berat isi tanah = 14 kN/m3, angka poisson = 0,4, dan modulus geser tanah = 25000 kN/m2 menghasilkan amplitudo vertikal = 2,08 ? 10-06 m, amplitudo horisontal = 2,23 ? 10-06 m, dan amplitudo rocking = 8,88 ? 10-09 rad.

Pemodelan Hasil Elisitasi Kebutuhan Sistem Penjualan Online Menggunakan Metode Knowledge Acquisition in Automated Specification

JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 4, No 2 (2018): Volume 4 No 2
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjualan online adalah sebuah fungsi dari sistem e-commerce yang saat ini sedang sangat berkembang seturut kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan internet dan telepon pintar dalam setiap aspek kehidupan juga semakin mempermudah aktivitas penjualan online. Pengusaha dalam memasarkan dan menjual produk-produknya harus sudah mulai menggunakan teknologi, terutama memanfaatkan sistem penjualan online. Saat ini bagi para pengusaha yang baru ingin mempunyai sistem penjualan online perlu memahami bagiamana proses elisitasi kebutuhan sistem yang ingin dikembangkannya itu. Banyak metode elisitasi kebutuhan sebagai bagian dari proses rekayasa kebutuhan yang tersedia saat ini. Salah satu yang sedang sering digunakan adalah metode rekayasa kebutuhan yang beorientasi pada tujuan. Metode Knowledge Acquisition in autOmated Specification (KAOS) adalah sebuah metode rekayasa kebutuhan yang berorientasi pada tujuan, yang paling pertama dikembangkan dan paling sering digunakan dalam proses rekasaya kebutuhan.   Pada penelitian ini didemonstrasikan kegiatan elisitasi kebutuhan untuk sistem penjualan online dengan metode KAOS lalu hasilnya dituangkan dalam model Goal Tree Model (GTM). Dengan memanfaatkan metode KAOS, kebutuhan sistem penjualan online dapat diperoleh dan digunakan oleh pengusaha dan pihak pengembang sistem dalam proses elisitasi kebutuhan. Hasil dari elisitasi kebutuhan ini dapat digunakan selanjutnya dalam proses rekayasa perangkat lunak sampai menghasilkan sebuah sistem penjualan online yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pengusaha dalam memasarkan produk-produknya.

ANALISA DAN DESAIN RUNWAY BEAM PADA HOIST CRANE DALAM BANGUNAN INDUSTRI

Jurnal Teknik Sipil USU Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Teknik Sipil USU Volume 8, No. 1 Tahun 2019
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Masalah pengangkatan terutama untuk beban-beban berat merupakan masalah yang telah ada sejak dulu.Seiring dengan berkembangnya zaman maka diciptakan jenis peralatan yang membantu dalam memindakan barang yaitu krane,Ketika beban yang dipikul oleh krane semakin berat hal ini mengakibatkan timbulnya tekuk torsi pada profil yang memikul balok jembatan.Tekuk torsi terjadi karena ketika crane mengangkat/memindahkan beban terjadinya gaya torsi yang sangat besar yang diakibatkan oleh gerak hoist crane baik secara vertical maupun horizontal sehingga profil yang biasanya hanya dirancang untuk menahan balok jembatan tidak dapat menahan dan kemudian terjadilah kegagalan.Tugas akhir ini bertujuan untuk membahas mengenai analisis buckling yang terjadi pada runway beam dengan 3 profil yang berbeda yaitu Profil I,Profil I + UNP dan Profil I dengan system Truss kemudian hasil yang didapat akan dievaluasi dan diambil design profil yang paling ekonomis dan juga aman.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada bentang runway beam 6 m yang memakai profil I dengan sistem truss merupakan profil yang paling ekonomis untuk digunakan jika dilihat dari keekonomisan bahan yang digunakan serta tahan terhadap lateral torsional buckling  Kata kunci: krane,balok runway,balokjembatan,tekuk torsi lateral,sistem truss