Elistia Liza Namigo, Elistia Liza
Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

Fault detection using neural network Namigo, Elistia Liza
Journal of Physics: Theories and Applications Vol 1, No 1 (2017): Journal of Physics: Theories and Applications
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fault detection technique using neural networks have been successfully applied to a seismic data volume. This technique  is basically creating  a volume that highlights faults by combining the information from several fault indicators attributes (i.e. similarity, curvature and energy) into fault occurrence probability. This is performed by training a neural network on  two sets of attributes extracted at sample  locations picked manually -  one set  represents the fault class and the other represents the non-fault class. The next step is to apply the trained artificial neural network on the seismic data. Result indicates that faults are more highlighted and have better continuity since the surrounding noise  are mostly suppressed.
ATENUASI MULTIPLE PADA DATA SEISMIK 2D CEKUNGAN BRYANT CANYON LEPAS PANTAI TELUK LOUISIANA TEXAS Saputra, Ade; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.265 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan atenuasi multiple berbasis Seismic Unix pada data seismik 2D laut dalam (3000- 5000 meter) pada cekungan Bryant Canyon lepas pantai teluk Louisiana Texas. Atenuasi dilakukan pada empat line seismik dengan metode Predictive Deconvolution, Transformasi Radon, dan kombinasi Predictive Deconvolution dengan Transformasi Radon atau disebut TauP Deconvolution. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui efektifitas ketiga metode dalam mengatenuasi multiple pada data seismik laut dalam dengan struktur geologi kompleks. Pada keempat line seismik tersebut teridentifikasi water-bottom, peg-leg, dan intrabed multiple. Metode Predictive dan TauP Deconvolution efektif digunakan untuk menghilangkan peg-leg, intrabed multiple, dan multiple di sekitar kubah garam (pada line 3) namun tidak dapat mengatenuasi water-bottom multiple. Kedua metode juga berhasil meningkatkan signal to noise ratio serta memperbaiki dead trace. Metode Transformasi Radon terbukti tidak efektif untuk mengatenuasi multiple laut dalam dengan morfologi yang kompleks.Kata Kunci :   Multiple, Predictive Deconvolution, Transformasi Radon, TauP Deconvolution.AbstractSeismic Unix based - multiple attenuation has been performed on 2D seismic data on deep ocean (3000-5000 metres) of Bryant Canyon basins offshore Louisiana Gulf Texas. Attenuation was performed on four seismic lines by Predictive Deconvolution, Radon Transform, and the combination of Predictive Deconvolution and Radon Transform or called the TauP Deconvolution methods. This study aimed to find out the effectiveness of the three methods in multiple attenuation on marine seismic data in structure geological complex. Water-bottom, peg-leg, and intrabed multiples were identified in the four seismic lines. Predictive Deconvolution method and TauP Deconvolution methods are effective for removing peg-leg, intrabed and salt-related multiples (identified on seismic line 3) but the two methods fail to attenuate water-bottom multiples. The two methods have also successfully enhanced signal to noise ratio and fixed the dead traces. Radon transform method was prooped to be in effective for deep water and complex structure multiple elimination. Keywords :  Multiple, Predictive Deconvolution, Radon Transform, TauP Deconvolution.
PRE-STACK TIME MIGRATION (PSTM) BERBASIS SEISMIC UNIX PADA DATA SEISMIK 2D CEKUNGAN BRYANT CANYON LEPAS PANTAI TELUK LOUISIANA TEXAS Yenti, Vivi Lispa; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 4, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.721 KB)

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan pre-stack time migration (PSTM) berbasis Seismic Unix pada data 2D cekungan Bryant Canyon lepas pantai teluk Louisiana Texas. Penelitian ini menggunakan data Marmousi sebagai data uji untuk menentukan metode migrasi paling tepat. Dari hasil pengujian, metode Phase Shift, Finite-Difference dan Kirchhoff dipilih sebagai metode yang diterapkan pada data Bryant Canyon pada line 9 dan 12 yang diidentifikasi memiliki struktur kompleks (sinklin, patahan dan salt body) dan mengandung banyak noise (bowtie, difraksi dan multiple). Metode Phase Shift baik digunakan pada struktur yang memiliki kemiringan di atas 90˚ sedangkan metode Finite-Difference mampu menangani variasi kecepatan horizontal dengan kemiringan yang terbatas. Metode Kirchhoff efektif menghilangkan pola-pola difraksi sehingga struktur yang ada pada penampang seismik terlihat jelas. Dari penelitian ini terlihat bahwa struktur bawah permukaan dengan variasi kecepatan vertikal dan lateral yang kompleks tidak dapat dipilih satu metode migrasi terbaik namun ketiganya saling menunjang dari segi struktur maupun penanganan noise.Kata Kunci : metode Phase Shift, metode Finite Difference, metode KirchhoffAbstractSeismic Unix based - pre-stack time migration (PSTM) on 2D seismic data of Bryant Canyon trough the Louisiana gulf of coast has been conducted. This research uses Marmousi data set to determine the most appropriate method of migration. From the test, Phase Shift, Finite-Difference and the Kirchhoff methods were chosen to be applied on line 9 and 12 of Bryant Canyon data set where complex structures such assyncline, fault and salt body and several types of noise e.g bowties, diffractions and multiples were identified. Phase Shift method is reliable for definiting structures that have slopes above 90˚ where as Finite-Difference method is good in handling lateral velocity variation in the subsurface structure. Kirchhoff method eliminates diffraction patterns so that the existing structure is clearly visible in the seismic cross-section. From this research, it was found that for complex structures can not be selected one of excellentmigration methods but the three methods complimentary each other in terms of structure and handling noise.Keywords : Phase Shift method, Finite-Difference method, Kirchhoff method
Pemetaan Magnitude of Completeness (Mc) untuk Gempa Sumatera Simamora, Jenny Teresia; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.567 KB)

Abstract

Telah dilakukan estimasi nilai Mc, nilai-b dan nilai-a menggunakan data gempa bumi dari katalog USGS (United States Geological Survey) dari Januari 1970 sampai Maret 2015 dengan batas 90°BB - 106°BB dan 6°LU - 6°LS dengan skala magnitudo Mw≥4 SR sampai 9 SR pada kedalaman maksimum 300 km yang meliputi wilayah Sumatera dan Samudera Hindia. Dalam penelitian ini digunakan Software ZMAP under MATLAB. Estimasi Mc dilakukan secara spasial dan temporal dengan menggunakan dua metoda yaitu metoda MAXC dan EMR. Variasi nilai Mc secara spasial kemudian dipetakan dengan bin size 250 secara spasial dan secara temporal persepuluh tahun untuk melihat evolusi nilai Mc selama empat dekade terakhir. Dari analisis diatas, diperoleh Mc sekitar 4,2 SR sampai 5,6 SR (nilai Mc rata-rata adalah 4,6 SR), Nilai-b berkisar 0,6 sampai 1,1 dan variasi nilai-a berkisar 5 sampai 7,5. Berdasarkan pemetaan nilai Mc, Sumatera bagian utara dan daerah lepas pantai barat Sumatera memiliki nilai Mc yang rendah yaitu (4.6-4,9) SR. Ini menandakan bahwa data gempa untuk daerah-daerah tersebut cukup lengkap di banding daerah lain. Berdasarkan pemetaan nilai-b dan nilai-a, wilayah yang memiliki tingkat kegempaan yang relatif tinggi dan memiliki potensi gempa-gempa besar adalah wilayah Aceh, Simeulue, Nias, Mentawai dan sekitar Bengkulu. Variasi Mc secara temporal relatif menurun selama empat dekade terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perekaman data gempa relatif baik.Kata Kunci: pemetaan Mc, nilai-b, nilai-a, MAXC, EMR.
Analisis Atribut Seismik dan Seismic Coloured Inversion (SCI) pada Lapangan F3 Laut Utara, Belanda Fitri, Rahayu; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.054 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis atribut seismik dan Seismic Coloured Inversion (SCI) pada lapangan F3 Laut Utara Belanda. Penelitian ini menggunakan data seismik sebagai input dan data sumur sebagai data kontrol untuk menentukan nilai impedansi akustik (AI). Nilai AI ini dikonversi menjadi nilai porositas batuan dan dipetakan dengan pola penyebaran. Analisis atribut energi dilakukan untuk meningkatkan resolusi seismik dalam rangka menentukan zone of interest. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa log gamma ray sensitif dalam pemisahan litologi batuan yaitu sandstone dan shale. Pada hasil penelitian diperoleh nilai AI berkisar antara 4,3x106 - 5,3x106 kg/m2s dan nilai porositas sebesar 37%. Hal ini menunjukkan bahwa pada lapangan F3 Laut Utara Belanda terdapat potensi kandungan hidrokarbon.Kata kunci: energy, gamma ray, porositas, sand, seismic coloured inversion (SCI), shale, zone of interest
Karakterisasi Reservoar Menggunakan Inversi Deterministik Pada Lapangan F3 Laut Utara, Belanda Nofriyanti, Sri; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.426 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi reservoar menggunakan inversi deterministik pada lapangan F3 Laut Utara, Belanda. Penelitian ini menggunakan metode model based untuk meningkatkan resolusi seismik. Tujuan penelitian ini adalah memprediksi parameter sifat fisis batuan dan mengidentifikasi litologi reservoar. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter log gamma ray pada sumur F03-2 sensitif dalam pemisahan litologi, sedangkan batuan yang dominan pada sumur F03-4 adalah sandstone. Hasil dekomposisi spektral menujukkan zone of interest pada lapangan F3. Hasil inversi menunjukkan bahwa nilai densitas batuan besar yaitu lebih dari 0,87 g/cm3. Kondisi ini menunjukan bahwa pada lapangan F3 Laut Utara Belanda terdapat potensi hidrokarbon.Kata kunci: analisis sensitivitas, dekomposisi spektral, inversi deterministik, model based
Analisis Anomali Geomagnetik Ultra Low Frequency (ULF) Sebagai Prekursor Gempa Bumi Pada Gempa Sumatera 2016 Yusdesra, Osi; Namigo, Elistia Liza; Mega Y, Dian
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 2 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4058.776 KB)

Abstract

Penelitian tentang anomali sinyal geomagnetik ultra low frequency (ULF) sebagai prekursor gempa telah dilakukan pada 3 gempa besar yang terjadi di Pulau Sumatera tahun 2016. Gempa tersebut adalah gempa Mentawai (Mw=7,8) pada tanggal 2 Maret, gempa Pesisir Selatan (Mw=6,5) pada tanggal 1 Juni dan gempa Pidie Jaya (Mw=6,5) pada tanggal 6 Desember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data geomagnetik yang direkam oleh magnetometer MAGDAS di stasiun pengamatan Gunung Sitoli (GSI), Sumatera Utara. Data geomagnetik yang dianalisis memiliki rentang waktu 2 bulan sebelum kejadian gempa. Data ini diolah pada frekuensi 0,012 Hz. Anomali ditentukan berdasarkan nilai polarisasi power ratio SZ/SH yang melewati batas standar deviasi. Anomali yang terdeteksi kemudian divalidasi dengan data indeks Dst dan indeks Kp. Validasi dilakukan untuk memastikan bahwa anomali merupakan prekursor gempa bumi yang sedang diteliti. Hasil analisis menunjukkan terdapat anomali sinyal eletromagnetikik (ULF) yang terjadi sebelum kejadian gempa bumi. Sebelum kejadian gempa Mentawai terdeteksi 31 anomali, 10 diantaranya dapat dianggap sebagai prekursor gempa. Onset time anomali untuk gempa ini terjadi pada tanggal 19 Februari dengan lead time 12 hari sebelum gempa. Untuk gempa Pesisir Selatan terdeteksi 5 dari 28 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa dengan onset time pada tanggal 15 Mei dan lead time anomali 17 hari sebelum gempa . Kemudian, terdapat 36 anomali sebelum gempa Pidie Jaya, dimana ada 8 anomali yang dapat dijadikan sebagai prekursor gempa. Gempa ini memiliki onset time yang terjadi pada tanggal 13 November  dan lead time 24 hari sebelum gempa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengamatan prekursor gempa untuk gempa di Sumatera (Mw>6) menggunakan anomali sinyal geomagnetik ULF mempunyai lead time dalam rentang 12-24 hari sebelum gempa terjadi. Kata kunci: prekursor gempa, anomali sinyal geomagnetik, Ultra Low Frequency (ULF),    MAGDAS, polarisasi power ratio, gempa Sumatera
Identifikasi Anomali Sinyal Geomagnetik Ultra Low Frequency Sebagai Prekursor Gempa Bumi Dengan Magnitudo Kecil Di Wilayah Kepulauan Nias M. Hamidi, M. Hamidi; Namigo, Elistia Liza; Ma’muri, Ma’muri
Jurnal Ilmu Fisika Vol 10, No 1 (2018): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.066 KB)

Abstract

Telah dilakukan identifikasi anomali sinyal geomagnetik frekuensi rendah sebagai prekursor gempa bumi dengan magnitudo kecil di wilayah Kepulauan Nias. Pada penelitian ini digunakan data gempa dari bulan September 2016 hingga bulan Juni 2017 dengan rentang waktu data geomagnetik yang digunakan 30 hari sebelum terjadinya gempa bumi. Data geomagnetik ini adalah data yang terekam oleh sensor Magnetic Acquisition Data System (MAGDAS). Penyeleksian data gempa bumi dilakukan dengan menerapkan persamaan radius daerah persiapan gempa yaitu  Pengolahan data geomagnetik dilakukan dengan menggunakan metode Power Spectrum Density (PSD) untuk menganalisis rasio komponen SZ/SH medan magnet bumi dan menggunakan metode Single Station Transfer Function (SSTF) untuk menentukan arah azimuth yang dihasilkan oleh anomali Ultra Low Frequency (ULF).  Selanjutnya, untuk memastikan sumber anomali digunakan validasi indeks Disturbance Storm Time (DST). Dari hasil pengamatan diperoleh 3 kejadian gempa bumi dengan anomali ULF sebelum terjadinya gempa. Gempa bumi tersebut adalah gempa 13 Oktober 2016 dengan magnitudo 3,3, gempa 16 November 2016 dengan magnitudo 3,6 dan gempa 16 April 2017 dengan magnitudo 3,2. Lead time anomali ULF untuk ketiga gempa ini memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan dengan lead time anomali ULF untuk gempa bumi dengan magnitudo besar yang pernah terjadi di Pulau Sumatera.Kata kunci: sinyal geomagnetik, ultra low frequency, prekursor, gempa magnitudo kecil, kepulauan nias
PREDIKSI DISTRIBUSI SAND MENGGUNAKAN PEMODELAN GEOSTATISTIK Namigo, Elistia Liza
Jurnal Ilmu Fisika Vol 6, No 2 (2014): JURNAL ILMU FISIKA
Publisher : Jurnal Ilmu Fisika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.753 KB)

Abstract

Gambaran distribusi fasies dan heterogenitas geologi yang representatif sangat diperlukan dalam pengelolaan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi migas di bawah permukaan. Telah dilakukan pemodelan distribusi sand pada formasi Missisauga, lapangan Penobscot dengan menggunakan tiga algoritma berbasis grid yaitu Sequential Indicator Simulation (SIS) dan Truncated Gaussian Simulation (TGS) dan Multipoint Geostatistic (MPG). SIS dan TGS yang merupakan algoritma yang berbasis variogram, mampu menghasilkan model yang merepresentasikan korelasi spasial antar sumur dengan cukup baik namun belum secara optimal menangkap geometri fasies akibat sifat dari variogram yang hanya bisa memodelkan kontinuitas spasial antara dua lokasi pada satu waktu. TGS lebih unggul dibandingkan SIS pada aspek keterhubungan lateral dari sand channel dan distribusi fasies terlihat lebih well-ordered (sand-shalysand-shale).. MPG yang merupakan metode yang didasarkan pada data singkapan menawarkan korelasi lateral yang lebih baik.
Karakterisasi Reservoar Hidrokarbon Menggunakan Atribut Energi dan Metode Seismic Coloured Inversion (SCI) Pada Lapangan Penobscot Kanada Witarsa, Jarnal; Pujiastuti, Dwi; Namigo, Elistia Liza
Jurnal Fisika Unand Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi reservoar hidrokarbon pada Lapangan Penobscot Kanada menggunakan atribut energi dan  metode Seismic Coloured Inversion (SCI) di sepanjang inline 1284 m. Penelitian ini menggunakan data seismik post stack sebagai data input dan data sumur sebagai data kontrol untuk menentukan nilai impedansi akustik (AI). Analisis sensitivitas log yang digunakan menunjukkan bahwa gamma ray log lebih sensitif dalam pemisahan lapisan sand dan shale. Analisis atribut energi dilakukan untuk meningkatkan resolusi vertikal dari penampang seismik untuk menentukan zone of interest. Analisis inversi SCI dilakukan untuk melihat pola sebaran nilai AI pada penampang seismik yang diteliti. Dari hasil inversi SCI terhadap penampang seismik diperoleh nilai AI antara 2,00 x 106 kg/m2s sampai 5,56 x 106 kg/m2s. Hal ini menunjukkan bahwa pada penampang seismik yang diteliti terdapat potensi reservoar hidrokarbon.Kata kunci: atribut energi, Seismic Coloured Inversion (SCI), Acoustic Impedance (AI), Zone Of Interest.