Articles

Found 4 Documents
Search

DESALINATION OF THE BRACKISH WATER USING SURFACTANT MODIFIED ZEOLITE (SMZ) Astuti, Widi; Jamali, Adil; Amin, Muhammad
Jurnal Zeolit Indonesia Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Jurnal Zeolit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.832 KB)

Abstract

The intrusion of seawater in the beach area of Bandar Lampung and the Eastern beach of Lampung causes many problems for people because it turns the water into a brackish water. The brackish water is the water whose salinity is between 0.5 ppt until 17 ppt. The brackish water cannot be used for drinking, cooking or washing because the maximum degree of salinity for such purposes is 0.5 ppt. Desalination of brackish water is a process of reducing the salinity of a brackish water. In this research, natural zeolite from Lampung was modified with surfactant to become surfactant-modified zeolite (SMZ). It was used as ion exchanger in the desalination of a brackish water. The result showed the salinity of the brackish water could be reduced to 52% from the initial value. The best results were obtained at the contact time of 4 hours and the initial salinity 0.863 ppt.
PENGARUH BAHAN PEREKAT DAN WAKTU REDUKSI PADA PEMBUATAN BRIKET SPONGE DARI BIJIH BESI LOKAL[Effect of Binder and Reduction Time in The Preparation of Sponge Iron Briquette from Local Iron Ore] Jamali, Adil; Mufakhir, Fiqa Rofiq; Amin, Muhammad
Metalurgi Vol 27, No 2 (2012): Metalurgi Vol. 27 No. 2 Agustus 2012
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.212 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v27i2.146

Abstract

 PENGARUH BAHAN PEREKAT DAN WAKTU REDUKSI PADA PEMBUATAN BRIKET SPONGEDARI BIJIH BESI LOKAL. Besi sponge merupakan produk antara dalam pembuatan besi-baja melalui prosesreduksi langsung bijih besi. Dalam penelitian ini dibuat besi sponge dari bijih besi lokal yang hasilnya dapatdimanfaatkan oleh industri besar ataupun industri kecil yang menggunakan dapur kupola. Metode yangdigunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menentukan kondisi proses yang optimal dalam pembuatanbriket sponge. Dari percobaan yang dilakukan pada temperatur reduksi 1150 °C, untuk perekat bentonitdiperoleh sponge dengan metalisasi optimal sebesar 96 % dengan waktu reduksi 40 menit. Briket sponge denganperekat aci mengalami metalisasi sedikit lebih baik dari briket berperekat bentonit. Yaitu 84,26 % dibanding83,59 % pada reduksi 60 menit, dimana berat jenis lebih besar 4,87 g/cm3 dibanding 3,37 g/cm3 dengan jumlahpengotor lebih kecil akan tetapi mudah pecah. Briket sponge-bentonit mempunyai titik leleh 1522 °C, berhasildilebur dalam tungku induksi listrik pada temperatur 1541 °C. Pada titik lebur sponge tersebut kupola udaradingin diperkirakan belum mampu untuk digunakan melebur sponge, dalam hal ini diperlukan kupola udarapanas. Temperatur reduksi yang relatif rendah (1150 °C), dimaksudkan untuk mempermudah penyediaanperalatan reduksi dan pengoperasiannya. Prospek hasil penelitian ini adalah bahwa briket sponge dengan perekatbentonit berpeluang besar menjadi umpan kupola, karena secara fisik tidak mudah pecah. Briket spongeberperekat aci berpeluang sebagai umpan tungku induksi listrik, karena akan menghasilkan slag yang lebihsedikit disebabkan perekat akan menguap dalam pemanasan. Briket yang mudah pecah dapat digerusmenghasilkan sponge halus untuk penggunaan dalam pengolahan air buangan. AbstractEFFECT OF BINDER AND REDUCTION TIME IN THE PREPARATION OF SPONGE IRONBRIQUETTE FROM LOCAL IRON ORE. Sponge Iron is an intermediate product in Iron and Steel productionthrough Direct Reduction process of iron ore. In this experiment, sponge iron was made from local iron ore asfeed for big Industry and small one that use cupola furnace. The method used was laboratory experiment to findoptimum process condition on sponge Iron briquette preparation. From experiment at 1150 ° C , reduction time40 minutes using bentonite as binder, the optimum sponge metalization of 96 % was obtained. Sponge briquettewith starch binder has a slightly better metalization compared to sponge with bentonite binder. Namely 84.26% and 83.59 % respectively at 60 minutes redution time. The densities are 4.87 g/cm3 and 3.37 g/cm3respectively. Although starch binded sponge contain less impurities, it is more brittle than bentonite bindedsponge. Bentonite binded sponge which has a melting point of 1522 ° C was melted in induction furnace at 1541°C. It is predicted that melting at these temperature using cupola furnace will require a hot blast instead ofcold blast cupola. The relatively low reduction temperature of 1150 °C used in the experiment was chosen sothat reduction equipment was easy to build and operated. The prospect of the experimental results is thatbentonite binded sponge would be suitable as feed of cupola melting furnace due to its better crushing strength.Starch binded sponge is suitable for induction furnace feed , due to its small impurities that will produce aminimum slag. The britle and easily disintegrated starch binded sponge when pulvuriced to powder can be usedin waste water treatment.
PROSES DEKARBURISASI NICKEL PIG IRON Jamali, Adil; Binudi, Ra; Adjiantoro, Bintang
Metalurgi Vol 29, No 2 (2014): Metalurgi Vol.29 No.2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Penelitian Metalurgi dan Material - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.881 KB) | DOI: 10.14203/metalurgi.v29i2.287

Abstract

PROSES DEKARBURISASI NICKEL PIG IRON. Nickel Pig Iron yang disingkat NPI adalah pig iron ataubesi mentah yang mengandung nikel < 15 % dengan kandungan fosfor dan belerang lebih besar dari ferronikel.NPI dibuat dari bijih nikel laterite kadar rendah, Ni < 1,8 % yang banyak terdapat di Indonesia. Penggunaan NPIyang utama adalah sebagai bahan baku pembuatan stainless steel dan baja paduan nikel lainya.Unsur nikel dalampaduan memberikan nilai lebih berupa ketahanan korosi, keuletan dan kekuatan serta sifat mampu las yang lebihbaik dari baja biasa yang tidak mengandung nikel. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari prosesdekarburisasi NPI dengan kandungan karbon 3 – 4 % menjadi baja laterit berkadar karbon sangat rendah, C<0,03%. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium skala 200 kg logam cair. Bahan baku NPIdilebur dalam tungku induksi listrik kapasitas 500 kg, kemudian cairan logam dituang ke dalam konverter.Selanjutnya oksigen ditiupkan ke permukaan logam cair menggunakan pipa lance yang berlapis bahan refraktori.Proses dekarburisasi berhasil dilakukan dengan tiupan oksigen 160 kg/ton logam cair dalam waktu 24 menit,dihasilkan baja laterit berkadar karbon 0,01%.
Karakteristik Sifat Mekanik Baja Laterit Melalui Proses Pengerjaan dan Perlakuan Panas Adjiantoro, Bintang; Jamali, Adil; Binudi, Rahardjo; Hasbi, Muhammad Yunan
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.49 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v6i2.72

Abstract

Steel laterite potentially meet the national infrastructure demand that requires toughness properties because of Ni content is about 2-3%. In this study, there were five types composition of the as-cast steel laterite from decarburises Nickel Pig Iron (NPI) process. Five types of compositions as-cast steel were prepared for homogenizing process at 900 °C and subsequently hot rolled into the size 6,5 mm thick from 40 mm. Hot rolled process conducted at 980 °C with three stages of reduction. The first stage was 60%, 40% the second and last stage was 30%. Samples subsequently cooled in the air and prepared for hardness test and tensile test. Results of hot rolled process showed that the formability of steel laterite quite well with no crack during hot rolled. Increased mechanical properties of steel promoted by hot rolled process with optimum results 238,5 HB and 779 N/mm2 respectively. Metallography observation obtained show that Ni was promoted grain refining on recrystallization phenomena.Baja berbasis bijih nikel laterit berpotensi diaplikasikan dalam infrastruktur yang membutuhkan sifat tangguh karena kandungan Ni yang dimiliki yaitu sebesar 2-3%. Dalam studi ini telah dilakukan penelitian mengenai sifat mekanik terhadap lima jenis komposisi as-cast baja laterit hasil proses dekarburisasi Nickel Pig Iron (NPI).  Baja laterit hasil as-cast dengan  lima jenis komposisi terlebih dahulu dilakukan homogenisasi dengan proses anil pada suhu 900 °C. Spesimen baja kemudian dilakukan pengerolan panas hingga menjadi pelat dengan ketebalan 6 mm dari tebal awal 40 mm. Proses pengerolan dilakukan pada suhu 980 °C dengan tiga tahap reduksi yaitu 60%, 40% dan 30%. Setelah proses pengerolan panas dilakukan, pelat didinginkan di udara dan kemudian dilakukan uji kekerasan dan uji tarik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mampu bentuk baja laterit cukup baik dengan tidak ditunjukkannya keretakan pada sampel. Hasil uji kekerasan dan uji tarik juga menunjukkan kecenderungan peningkatan pada tiap sampel baja dengan nilai optimal mencapai 238,5 HB dan 779 N/mm2. Ditinjau dari pengamatan struktur mikro, paduan Ni memicu penghalusan butir dalam fenomena rekristalisasi.