Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN GAS OKSIHIDROGEN TERHADAP UNJUK KERJA MOTOR BENSIN BERBAHAN BAKAR PERTAMAX Harman, Harman; Arif, Effendy; Hasan, Duma
DINAMIKA – Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : HALUOLEO UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.052 KB)

Abstract

Salah satu cara yang dapat dilakukan bagi pengguna motor bensin untuk mensiasati kenaikan harga bahan bakar minyak adalah pemanfaatan gas oksihidrogen (HHO), yang dapat diperoleh dengan cara melakukan elektrolisa Air (H2O) sebagai suplemen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gas Oksihidrogen terhadap unjuk kerja mesin dengan menggunakan bahan bakar Pertamax sebagai bahan bakar utama. Sebuah generator sederhana dibuat, dimana mampu menghasilkan gas HHO sebesar masing-masing 0.05 L/menit pada konsumsi daya 72 watt, dan 0.13 L/menit pada konsumsaai daya 96 watt. Perhitungan prestasi mesin diperoleh berdasarkan pengukuran data hasil eksperimen pada Mesin ENDURO XL 4-tak di laboratorium. Pada pengujian standar, dimana digunakan Pertamax  tanpa suplemen gas HHO, pada putaran 3000 RPM dan beban pengereman 3 kg, diperoleh torsi sebesar 1.8 N.m,  daya efektif (Ne) sebesar 0.57 kW, konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) sebesar 0.609 kg/kWh serta efisiensi termis sebesar 13.49%. Pada pengujian dengan penambahan gas HHO  yang diperoleh dari generator, dengan konsumsi daya battery sebesar 96 watt serta pada putaran 3000 RPM dan beban pengereman 3 kg,  diperoleh torsi sebesar 3.9 N.m, daya efektif sebesar 1.225 kW, konsumsi bahan bakar spesifik sebesar 0.303 kg/kWh dan efisiensi termis sebesar 28.46%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan penambahan gas HHO yang diperoleh dari hasil elektrolisis, dapat meningkatkan Torsi, daya Efektif dan efisiensi termis  mesin serta menurunkan konsumsi bahan bakar spesifik
Rancang Bangun Mesin Pelubang Kayu untuk Industri Mebel Skala Mikro dan Kecil Harman, Harman
DINAMIKA – Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : HALUOLEO UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.529 KB)

Abstract

Mesin pelubang kayu yang sering digunakan pada industri mebel skala mikro dan kecil saat ini masih memiliki banyak kekurangan. Pelaku usaha sebgian besar masih menggunakan mesin seadanya untuk menekan biaya investasi, sehingga baik dari segi efisiensi kinerja mesin maupun dari segi kecepatan produksi sangat rendah. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah melakukan perancangan dan pembuatan prototype mesin pelubang kayu yang berbiaya murah, namun dapat mempercepat proses pembuatan lubang, meningkatkan produksi harian dan memperoleh kualitas pemotongan yang lebih presisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat prototype mesin pelubang kayu yang berbiaya murah, namun dapat mempercepat proses pembuatan lubang, meningkatkan produksi harian dan memperoleh kualitas pemotongan yang lebih presisi bagi industri mebel skala mikro dan kecil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pembuatan desain rancangan dan gambar kerja, dan pembuatan komponen mekanik dan kelistrikan, serta pendukung mesin dengan mempertimbangkan penggunaan bahan-bahan yang mudah diperoleh di pasaran. Hasil pengujian yang dilakukan pada 2 bengkel usaha mebel yang berbeda menunjukkan bahwa dengan menggunakan mesin tersebut dalam pembuatan lubang berukuran 12mm x 90 mm dengan kedalaman 70 mm, terjadi penurunan waktu proses rata-rata 1.03 menit dibanding jika menggunakan mesin yang selama ini digunakan. Dari aspek tigkat kepresisian, hasil pengukuran sepanjang lubang menunjukkan bahwa selisih antara ujung lubang hanya terpaut sekitar dari 0.1mm.
ANALISIS EKSPERIMEN PENGGUNAAN REFRIJERAN R22, R32, DAN CAMPURAN R502-R407C UNTUK MENGETAHUI KINERJA AC SPLIT Harman, Harman; A., Mukhlis; Hamarung, Hamarung
DINAMIKA: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.446 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v9i1.3212

Abstract

Hingga saat ini penggunaan Refrijeran R22 pada sistem pengkondisian udara masih relatif tinggi sehingga para peneliti masih terus melakukan penelitian tentang jenis Refrijeran yang paling sesuai untuk menggantikan R22.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan refrijeran R22, R32, dan campuran R502-R407C terhadap prestasi mesin pengkondisian udara dan penurunan temperatur ruangan yang dikondisikan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan mengganti secara langsung (drop-in subtitute), dilakukan pada ruangan yang berukuran panjang 3 meter, lebar 2.4 meter, dan tinggi 2.5 meter. Penentuan entalpi menggunakan software REFPROP 7.0, sedangkan pengambilan data sesuai parameter yang diperlukan menggunakan program komputer berbasis Arduino. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa, COP mesin semakin menurun seiring dengan lamanya pengoperasian mesin, demikian pula dengan temperatur ruangan yang semakin menurun seiring dengan lamanya pengoperasian mesin. Kecepatan penurunan temperatur yang terbaik pada penggunan campuran R502 50%-R407C 50%. Sedangakan COP yang tertinggi pada penggunaan R32. Komposisi campuran yang paling mendekati R22 adalah campuran R502 60%-R407C 40%. Kata Kunci: Refrijeran, R22, R32, campuran R502-R407C, COP
ANALISIS PERFORMANSI PENGENDALI PADA KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA MENGGUNAKAN METODE HARRIOT DENGAN PENGENDALI HYBRID SMC DAN PID Faizal, Ahmad; Harman, Harman
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2017: SNTIKI 9
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor Induksi adalah motor yang banyak ditemui di industri karena memiliki perawatan yang relatif murah dan kekokohan pada mekaniknya namun pada motor Induksi memiliki kekurangan yaitu pengaturan kecepatan yang susah maka dibutuhkan suatu pengendali yang kokoh, salah satunya adalah pengendali SMC. Pengendali SMC adalah pengendali yang terkenal dengan kekokohannya dalam mengatasi gangguan, namun pengendali SMC memiliki kelemahan diantaranyachattering. Pada aplikasinya nilai chattering pada pengendali SMC mampu memicu terjadinya error steady state dan overshoot, salah satu pengendali yang mampu mengatasi error steady state dan overshoot adalah pengendali PID. Berdasarkan hasil simulasi dengan pengendali hybrid SMC dan PID pengaturan kecepatan motor Induksi 3 Fasa terbukti pengendali PID mampu mengatasi kelemahan SMC dengan nilai overshoot  pada beban minimal 0%, beban nominal 0,01% dan beban maksimal 0,01% tanpa error steady state, serta memiliki waktu transien lebih cepat  dan kokoh dengan nilai τ pada beban minimal 0,5727s, nominal 0,5725s dan maksimal 0,5735s.
EVALUASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI KOTA JAMBI Harman, Harman
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 8, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.851 KB)

Abstract

This study aims to determine the ability of solving mathematical problems through creative problem solving learning model higher than the direct learning model on the students of class X state senior high school of Jambi city. This research is an experimental research because of causal relationship. The way this study is to compare one or more comparison group that have received treatment. The sample of this research is class X MIA 1 as experiment class which is taught by creative problem solving model, while control class is X MIA 2 which is taught by direct learning model. From the result of research and discussion that have been done can be concluded that the ability of solving mathematical problems of students who are studied through the creative problem solving (experiments) learning model obtained an average of 71,9 and students in the learning through direct learning model (control) average 63,3. Of the two clasess obtained tcount is 4,17 and ttable is 1,66 then in this case H0 is rejected and H1 accepted at 95% confidence level. Then it can be concluded that the problem solving ability of mathematical students taught through creative problem solving learning model is higher that the students taught through direct learning model in class X state senior high school of Jambi city.Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, Creative Problem Solving Learning Model, Direct Learning Model.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 KOTA JAMBI Harman, Harman
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 7, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.835 KB)

Abstract

The low learning outcomes of mathematics students of SMP Negeri 5 Kota Jambi become the background of this research. One of the causes is less optimal learning process in school. The role of teachers who are more active in the learning process causes students to only receive the material and record it so as to cause a sense of boredom and tend to be passive. Cooperative learning model Talking Stick type is expected to help teachers in the delivery of teaching materials well, so as to improve student learning outcomes. This study is an experimental research that aims to see the results of learning mathematics through cooperative learning model type of talking stick with conventional learning. The population in this study is all students of class VIII SMP Negeri 5 Kota Jambi. The sample class is class VIII A as experiment class and class VIII C as control class. Based on the results of research conducted on the final test score (post-test), obtained the average value of the experimental class of 76.5 and the results of the average grade of control class 70.9, and from the results of hypothesis test obtained t count of 2.13 and ttable of 1.68. From the calculation shows that t count is bigger than ttable so H0 is rejected and H1 accepted. So it can be concluded that the results of learning mathematics students using cooperative learning model type of talking stick higher than the mathematics learning outcomes of students through conventional learning.Keywords: Learning Outcomes, Cooperative Learning Model Type Talking Stick, Conventional Learning
Design of HHO Generator to Reduce Exhaust Gas Emissions and Fuel Consumption of Non-Injection Gasoline Engine Harman, Harman; Ahyar, Ahyar
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.042 KB) | DOI: 10.21831/dinamika.v4i1.24276

Abstract

The continuous increase of fuel consumption has caused fossil fuel shortages, rising its price tremendously. Transportation activities have the largest contribution to air pollution in the form of exhaust gas compared to other industrial activities. Various methods have been used to reduce the air pollution level as well as reducing fuel consumptions, one of which is the use of environmentally friendly fuel gas. The fuel gas is obtained from the electrolysis of water into oxy-hydrogen gas (HHO) as an additive in the fuel combustion process. The research methodology is experimental research which consists of designing and manufacturing of HHO, and field testing. In the planning and manufacturing stages, an HHO generator is produced, equipped with an input voltage regulator in order to produce the gas as needed, with shape and size adapted to the available space on the engine room. The testing stage was conducted on a 1781 cc engine, 2015 Toyota pick up truck which included laboratory test and on the road test. The results show that by activating the HHO generator, there is a reduction of CO and HC emissions, and also a reduction in fuel consumption when compared to the operation of the vehicle at the same load but without HHO generator.Meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak secara terus menerus menyebabkan kelangkaan ketersediaan bahan fosil di alam, sehingga harganya menjadi mahal. Kegiatan transportasi menyumbangkan polusi udara dari hasil emisi gas buang kendaraan terbesar dibanding kegiatan industri lainnya. Oleh karena itu dilakukan berbagai cara untuk menurunkan tingkat polusi udara sekaligus menurunkan konsumsi bahan bakar minyak. Salah satunya adalah penggunaan gas bakar ramah lingkungan yang diperoleh dari elektrolisis air gas oksihidrogen (HHO) sebagai bahan tambah dalam proses pembakaran bahan bakar. Metodologi penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang terdiri atas perancangan dan pembuatan generator HHO serta pengujian lapangan.  Pada tahap perancangan dan pembuatan dibuat generator gas HHO yang dilengkapi dengan pengatur tegangan input agar menghasilkan gas sesuai kebutuhan, dengan bentuk dan ukuran yang disesuaikan dengan tempat yang tersedia pada ruang mesin. Sedangkan pengujian dilakukan pada Mobil Toyota Kijang Pick Up 1781cc pembuatan tahun 2005 yang meliputi uji laboratorium dan uji jalan di jalan raya.  Hasil yang diperoleh bahwa dengan mengaktifkan generator HHO, terjadi penurunan emisi CO dan HC serta penurunan konsumsi bahan bakar pada beban yang sama, dibandingkan jika kendaraan dioperasikan tanpa generator HHO 
PERTUMBUHAN SEMAI EBONI (Diospyros celebica Bakh.) PADA BERBAGAI INTENSITAS CAHAYA DAN JENIS MULSA Harman, Harman; eardah, wardah; Zulkaidhah, Zulkaidhah
Jurnal Warta Rimba Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ebony (Diospyros celebica Bakh.) Has a local name as kayu hitam, which is one of the superior tree species in Sulawesi. Ebony wood has a very high economic value because in addition to the beauty of fiber and wood color, ebony also includes exotic species that have high strength and durability. Ebony regeneration rate in nature is relatively low, this is caused by its semi-tolerant nature, where at the ebony seedling level requires shade plants. In addition to shade, mulch also plays an important role in the initial growth process of plants, the use of mulch is able to maintain a more stable soil temperature and is able to retain moisture around plant roots. The research was conducted for 3 months, from December 2015 to February 2016. The research location was in the area of the Faculty of Forestry, Tadulako University, Palu, Central Sulawesi Province. The method used is a completely randomized design (CRD) factorial pattern, which consists of two factors, namely light intensity and type of mulch. The materials used in this study were 6-month-old ebony seedlings, topsoil soil, bokashi fertilizer. Observation of ebony plant growth shows that ebony needs shade at an early stage and requires mulch for the growth process, I1M1 treatment (70% light intensity + 1kg coconut shell charcoal mulch) produces the best height increase of 1.79 cm. The I1M2 treatment (70% light intensity + 1kg sawdust charcoal mulch), the best is 1.30 mm. The I2M1 treatment (90% light intensity + 1kg coconut shell charcoal mulch) did not dominate the growth of leaves much as well as the I2M2 treatment (light intensity 90 + sawdust charcoal) did not dominate the leaf area increase.Keywords: Eboni, light intensity, mulch. Diospyros celebica Bakh
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KOTA JAMBI Oktaviani, Rismaya; Harman, Harman; Dewi, Sri
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.395 KB) | DOI: 10.33087/phi.v2i1.25

Abstract

Abstract: This research is motivated by low students' critical thinking ability. This is caused by the ineffectiveness of learning in the classroom in the learning process with conventional model while the students who receive it more passive and afraid to express the assumption because they think that math is hard to learn. So teachers need to apply a fun learning system and more real in improving the ability to think critically by using Realistic Mathematics Education Approach (RME) to help critical thinking of students to be more critical. This research is an experimental research. The population in this research is all students of class VII SMPN 2 Kota Jambi Academic Year 2017/2018. Sampling using Random Sampling technique, which is taken class VII A and VII D where two classes are given different treatment. This study aims to determine the difference of Realistic Mathematics Education (RME) approach to critical thinking skills of the seventh grade students of SMPN 2 Kota Jambi, the subject of the set. Based on Post-test results can be seen that the critical thinking ability of students of class VIIIA (experiment) SMP Negeri 2 Kota Jambi on the set material, the average value is 76.84 with standard deviation 6.96 whereas in class VIIID (Control) average of 72.75 with standard deviation of 11.64. Based on these calculations there is a difference between the experimental class and the control class, this is the influence of the approach of Realistic Mathematics Edication (RME).Keywords: Realistic Mathematics Education (RME) Approach, Student Critical Thinking Ability
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY LEARNING DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII SMPN 5 KOTA JAMBI Sari, Windi Purnama; Harman, Harman; Aisyah, Aisyah
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.439 KB) | DOI: 10.33087/phi.v3i1.64

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam menyatakan ulang konsep pada siswa kelas VII SMPN 5 Kota Jambi. Hal ini dikarenakan siswa terbiasa menghafal konsep, bukan memahami konsep tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dibelajarkan dengan  menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning dan Problem Based Learning. Desain penelitian ini menggunakan penelitian Quasy Eksperimen dengan desain The Randomized Posttest Only Control yang dilakukan terhadap 2 kelas sampel yang diberikan perlakuan berbeda. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling, sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII I sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dengan memberikan soal posttest kepada kedua kelas sampel. Setelah hasil postes diperoleh, data dianalisis untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Adapun rata-rata dan simpangan baku yang diperoleh kelas eksperimen 82.51 dan 6.97 dan kelas control adalah 78.61 dan 8.32. Dari analisis yang telah dilakukan terhadap hasil postes dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Inquiry Learning lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang meggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Kata kunci :Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa, Model Pembelajaran Inquiry Learning, Model Pembelajaran Problem Based learning.