Sasanti Tarini Darijanto, Sasanti Tarini
Sekolah Farmasi, Institut Teknologi Bandung

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Formulasi Solid Lipid Nanoparticle Ceramide Jafar, Garnadi; Darijanto, Sasanti Tarini; Mauludin, Rachmat
JURNAL PHARMASCIENCE Vol 2, No 2 (2015): JURNAL PHARMASCIENCE
Publisher : JURNAL PHARMASCIENCE

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ceramide merupakan senyawa golongan Phytosphingosine yang secara alami terdapat didalam kulit disekitar stratum korneum yang memiliki efek sebagai menjaga kelembaban kulit. Ceramide yang terdapat dikulit secara alami akan berkurang seiring dengan penuaan dan faktor lainnya yang mengakibatkan kulit menjadi kering. Untuk mengatasi masalah ini maka pada penelitian ini dilakukan pengembangan formula solid lipid nanoparticle (SLN) ceramide sintetik yang diinkorporasikan kedalam sediaan gel agar membentuk sistem oklusif pada kulit untuk membantu dalam mengatasi TEWL (Transepidermal Water Loss). Pembuatan SLN yang digunakan yaitu ultraturax dan ultrasonik probe dengan pemilihan 3 jenis lipid padat (asam stearat, gliserol monostearat dan apifil) serta 2 jenis surfaktan (tego care dan planta care). Karakterisasi SLN meliputi analisis ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi (TEM) dan stabilitas fisik. SLN ceramide yang stabil terbentuk dengan kapasitas pemuatan ceramide 4 %  dengan kapasitas apifil 4 % dan planta care 1 % memiliki diameter globul 113.5 ± 3.60 nm dan indeks polidisperitas 0.263 ± 0.01. Selama penyimpanan 2 bulan kandungan ceramide relative stabil dengan nilai 92.26 %. Kata Kunci : ceramide, SLN, kelembaban. ABSTRACTCeramide is a substance from Phytosphingosine group that naturally occured around stratum corneum region within our skin, possessing skin moisturizing activity. Along with aging process, ceramide will progressively reduce in number, bringing dryness to the skin. In this research, solid lipid nanoparticle (SLN) formulation containing synthetic ceramide was developed and later incorporated into gel and cream dosage forms that formed occlussive system on skin surface to reduce Transepidermal Water Loss (TEWL). SLN manufactured by ultrathurax and probe ultrasonic using 3 types of solid lipids (stearic acid, glycerol monostearate, and apiphyl) and 2 types of surfactants (tego care and planta care). SLN characterisation including particle size analysis, polydispersity index, zeta potensial determination, morphology (TEM), and physical stability. Ceramide SLN then incorporated into gel or cream dosage form. Physical stability conducted were organoleptic, pH, and viscosity tests in room temperature storage and also in accelerated stability test condition. Cream dosage forms before and after stability test (freeze-thaw instability test) were compared, showing viscosity reduction after 5cycles. Moisturity test was later conducted using CM 825 corneometer. Stable ceramide SLN was formed with 4 % ceramide loading capacity using 4 % apiphyl and 1 % planta care, having globules diameter of 113.5 ± 3.60 nm and polydispersity index of 0.263 ± 0.01. During 2 months storage, ceramide was relatively stable with concentration of 92.26 %.Keywords : ceramide, SLN, gel, cream, moisturity
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Mikroemulsi Untuk Penghantaran Transdermal Ketoprofen dengan Fasa Minyak Labrafil M1944CS Priani, Sani Ega; Darijanto, Sasanti Tarini; Suciati, Tri; Iwo, Maria Immaculata
Jurnal Matematika dan Sains Vol 19 No 3 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketoprofen termasuk obat anti inflamasi non steroid (NSAIDs) untuk pengobatan simptomatik nyeri dan inflamasi. Pemakaian ketoprofen secara transdermal diketahui mampu menghantarkan zat aktif untuk mencapai konsentrasi efektif pada jaringan target, dengan konsentrasi plasma yang lebih rendah dibanding penggunaan per oral, sehingga  mengurangi resiko efek samping sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan mikroemulsi ketoprofen yang stabil secara fisik untuk penghantaran transdermal. Optimasi formula mikroemulsi dibuat menggunakan fasa minyak labrafil M 1944 CS, surfaktan Cremophor EL, serta kosurfaktan etanol, propilenglikol, dan gliserin. Evaluasi sediaan meliputi pengamatan organoleptik, pH, viskositas, dan  ukuran globul, serta pengujian stabilitas fisik menggunakan metode sentrifugasi dan freeze thaw. Selanjutnya dilakukan uji difusi in vitro dan uji iritasi kulit dan mata pada kelinci. Formula mikroemulsi optimum mengandung labrafil 15%, cremophor EL 30%, dan propilenglikol 10%. Sediaan mikroemulsi memenuhi kriteria stabilitas fisik berdasarkan uji sentrifugasi dan freeze thaw. Nilai pH dan viskositas sediaan relatif stabil selama 120 hari penyimpanan pada suhu kamar. Mikroemulsi ketoprofen memiliki ukuran globul rata-rata 29,3 nm. Jumlah ketoprofen terdifusi selama 180 menit pengujian adalah 386,6 ± 61,2 µg/cm2. Sediaan mikroemulsi mengiritasi ringan pada kulit tetapi tidak mengiritasi mata. Kata kunci: Ketoprofen, Mikroemulsi, Transdermal, Difusi.   Formulation and Evaluation of Microemulsion for Ketoprofen Transdermal Delivery Using Labrafil M1944CS as an Oil Phase Abstract Ketoprofen belongs to NSAIDs and is commonly applied  for symptomatic treatment of pain and inflamation. Transdermal route of ketoprofen application enables the delivery of this active substance to reach its effective concentration in target organ but with lower plasma concentration compared to that of per oral application and hence can reduce systemic side effects. The objectives of this study are to obtain microemulsion formulation of ketoprofen for transdermal delivery. Microemulsion was formulated using Labrafil M 1944 CS as an oil phase, cremophor EL as surfactant and etanol, propylene glycol, glycerin as cosurfactans. Evaluation of ketoprofen microemulsion included organoleptic evaluation, pH, viscocity, globul diameter, and physical stability test using centrifugation and freeze thaw methods. Skin permeation was evaluated in vitro using spangler membrane and irritation effect test on rabbits. The optimum formulation of microemulsion was labrafil 15%, cremophor EL 30%,and  propylene glycol 10%. Microemulsion of ketoprofen did not show any changes during freeze thaw and centrifugation tests which indicated its stability. The viscosity and pH of preparations were relatively stable for 120 days storage at room temperature. Average globule  diameter of microemulsion was 29.3 nm. The total ketoprofen diffused was 386.6 ± 61.2 µg/cm2 for 180 minutes of testing time. The microemulsion showed slight irritation effect on the skin but no irritation effect on the eyes. Keywords : Ketoprofen, Microemulsion, Transdermal, Diffusion.
Formulasi dan Evaluasi Mikroemulsi Antikerut Ekstrak Beras Hitam (Oryza sativa L.) Baitariza, Ardian; Darijanto, Sasanti Tarini; Pamudjie, Jessie Sofia; Fidrianny, Irda; Suherman, Shelvi E.
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.756 KB)

Abstract

Radikal bebas dalam tubuh dapat memicu terjadinya kerut. Salah satu upaya mengatasi kerut adalah dengan antioksidan. Beras hitam telah terbukti memiliki efek antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan sediaan mikroemulsi ekstrak beras hitam yang stabil dan memiliki efek antikerut. Penelitian dimulai dengan melakukan uji daya antioksidan ekstrak beras hitam secara in vitro terhadap DPPH. Kemudian dilakukan optimasi terhadap basis sediaan mikroemulsi. Basis yang optimal lalu diformulasikan dengan ekstrak beras hitam. Terhadap sediaan mikroemulsi ekstrak beras hitam dilakukan uji stabilitas fisika kimia dan uji efek antikerut. Hasil menunjukkan bahwa formula mikroemulsi ekstrak beras hitam yang stabil memiliki komposisi ekstrak beras hitam 4%, VCO 28,8%, Croduret-50-SS 28,8%, gliserin 28,8%, dan dapar sitrat fosfat pH 3,0 9,6%. Efektivitas antikerut ekstrak beras hitam dalam sediaan mikroemulsi lebih besar daripada dalam sediaan emulsi. Penurunan rata-rata level kerut oleh mikroemulsi ekstrak beras hitam adalah 44,46%±19,7%, sedangkan oleh emulsi ekstrak beras hitam adalah 36,6%±19,5%.       Kata kunci: Antikerut, beras hitam, mikroemulsi 
Formulasi Mikroemulsi Glukosamin Hidroklorida Hayati, Rima; Darijanto, Sasanti Tarini; Tjahjono, Daryono Hadi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glukosamin hidroklorida (glukosamin HCl) merupakan senyawa yang sudah populer sebagai suplemen untuk mengurangi rasa nyeri dan kerusakan sendi pada penderita osteoarthritis. Namun terdapat beberapa faktor yang menjadi tantangan dalam pengembangan sediaan glukosamin, yaitu dosis yang besar untuk diabsorpsi secara perkutan serta masalah stabilitas glukosamin di dalam air yang mudah sekali membentuk maillard product. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mikroemulsi glukosamin HCl untuk penggunaan transdermal sehingga permeabilitas terhadap stratum korneum meningkat dan stabilitas sediaan lebih baik. Dalam penelitian ini glukosamin HCl dikembangkan dalam bentuk mikroemulsi M/A dan diperoleh formula optimum dengan komposisi glukosamin HCl 15%, isopropil miristat 4,2%, Tween 80 22,70%, isopropil alkohol 5,70%, natrium metabisulfit 0,10%, aquadeion 52,30%. Uji karakterisasi menunjukkan mikroemulsi memenuhi persyaratan secara organoleptis, viskositas, serta ukuran globul. Mikroemulsi stabil pada uji sentrifugasi. Sementara uji kadar dengan menggunakan metode KCKT diperoleh hasil 14,9%.
Formulasi Solid Lipid Nanoparticle Ceramide Jafar, Garnadi; Darijanto, Sasanti Tarini; Mauludin, Rachmat
Jurnal Pharmascience Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.28 KB)

Abstract

ABSTRAK Ceramide merupakan senyawa golongan Phytosphingosine yang secara alami terdapat didalam kulit disekitar stratum korneum yang memiliki efek sebagai menjaga kelembaban kulit. Ceramide yang terdapat dikulit secara alami akan berkurang seiring dengan penuaan dan faktor lainnya yang mengakibatkan kulit menjadi kering. Untuk mengatasi masalah ini maka pada penelitian ini dilakukan pengembangan formula solid lipid nanoparticle (SLN) ceramide sintetik yang diinkorporasikan kedalam sediaan gel agar membentuk sistem oklusif pada kulit untuk membantu dalam mengatasi TEWL (Transepidermal Water Loss). Pembuatan SLN yang digunakan yaitu ultraturax dan ultrasonik probe dengan pemilihan 3 jenis lipid padat (asam stearat, gliserol monostearat dan apifil) serta 2 jenis surfaktan (tego care dan planta care). Karakterisasi SLN meliputi analisis ukuran partikel, indeks polidispersitas, zeta potensial, morfologi (TEM) dan stabilitas fisik. SLN ceramide yang stabil terbentuk dengan kapasitas pemuatan ceramide 4 %  dengan kapasitas apifil 4 % dan planta care 1 % memiliki diameter globul 113.5 ± 3.60 nm dan indeks polidisperitas 0.263 ± 0.01. Selama penyimpanan 2 bulan kandungan ceramide relative stabil dengan nilai 92.26 %. Kata Kunci : ceramide, SLN, kelembaban. ABSTRACTCeramide is a substance from Phytosphingosine group that naturally occured around stratum corneum region within our skin, possessing skin moisturizing activity. Along with aging process, ceramide will progressively reduce in number, bringing dryness to the skin. In this research, solid lipid nanoparticle (SLN) formulation containing synthetic ceramide was developed and later incorporated into gel and cream dosage forms that formed occlussive system on skin surface to reduce Transepidermal Water Loss (TEWL). SLN manufactured by ultrathurax and probe ultrasonic using 3 types of solid lipids (stearic acid, glycerol monostearate, and apiphyl) and 2 types of surfactants (tego care and planta care). SLN characterisation including particle size analysis, polydispersity index, zeta potensial determination, morphology (TEM), and physical stability. Ceramide SLN then incorporated into gel or cream dosage form. Physical stability conducted were organoleptic, pH, and viscosity tests in room temperature storage and also in accelerated stability test condition. Cream dosage forms before and after stability test (freeze-thaw instability test) were compared, showing viscosity reduction after 5cycles. Moisturity test was later conducted using CM 825 corneometer. Stable ceramide SLN was formed with 4 % ceramide loading capacity using 4 % apiphyl and 1 % planta care, having globules diameter of 113.5 ± 3.60 nm and polydispersity index of 0.263 ± 0.01. During 2 months storage, ceramide was relatively stable with concentration of 92.26 %.Keywords : ceramide, SLN, gel, cream, moisturity
Formulasi Sediaan Gel Niosom Kafein dan Usaha Peningkatan Absorpsi melalui Kulit Nafi'ah, Rahma; Darijanto, Sasanti Tarini; Mudhakir, Diky
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Research Gateway

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.23 KB)

Abstract

Cellulite is a condition in the skin that changes the topographic of the skin surface. Caffeine can be used as an active compound for its slimming effect. To improve the penetration into the skin and increasing its solubility for cellulite treatment, caffeine was formulated as niosome vesicles. Niosome was made by using thin layer hydration method. Span 60, caffeine and cholesterol dissolved in chloroform and evaporated to produse a thin layer. The dispersion of caffeine and niosome was formulated in the form of gel using 6% of HPMC gel base. To determine the formulation stability, caffeine niosome gel was stored at a room temperature and accelerated condition using climatic chamber at a temperature of 40⁰C, 75% RH for 28 days. The result was then compared with caffeine gel. The diffusion rate of both gels was determined in vitro using flow through method. The results showed that the niosome system improved the solubility of caffeine up to 20,34 mg/ml and also showed that the pH and viscosity of caffeine niosome gel were stable under room temperature and accelerated condition.The diffusion test showed that the flux of caffeine niosome gel is 13.991 μg/cm2Keywords : Caffeine, niosome, cellulite, diffusion test.