Bety Etikasari, Bety
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRIBUSI SARANA PROSES BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA TERHADAP KOMPETENSI KETERAMPILAN INSTALASI JARINGAN LOKAL Etikasari, Bety; Suswanto, Hary; Muladi, Muladi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.6, Juni 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.79 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i6.6459

Abstract

The aim of this research is to determine the contribution of facility learning process and student thinking skill towards skill competencies of local area network installation in private vocational students computer engineering and network in Malang City. Type and data analysis of this research is using a quantitative approach. The samples used are as many as 232 students. Data collection for facility learning process and thingking skill is using questionnaire, while data collection for skill competencies of local area network installation is using value documentation. Data analysis included descriptive and regression. The results showed that: (1) the contribution of facility learning process towards skill competencies of local area network installation by 22,3%; (2) the contribution of student thingking skill towards skill competencies of local area network installation by 35,1%; and (3) the contribution of facility learning process and student thingking skill simultaneously towards skill competencies of local area network installation by 44,1%.     Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi sarana proses belajar dan kemampuan berpikir siswa terhadap kompetensi keterampilan instalasi jaringan lokal siswa TKJ di SMK Negeri Kota Malang. Jenis dan data analisis penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 232 siswa. Pengumpulan data untuk variabel sarana proses belajar dan kemampuan berpikir siswa dilakukan dengan angket, sedangkan untuk variabel kompetensi keterampilan instalasi jaringan lokal dilakukan dengan dokumentasi nilai. Analisis data meliputi deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kontribusi sarana proses belajar terhadap kompetensi keterampilan instalasi jaringan lokal siswa sebesar 22,3%; (2) kontribusi kemampuan berpikir siswa terhadap kompetensi keterampilan instalasi jaringan lokal siswa sebesar 35,1%; dan (3) kontribusi sarana proses belajar dan kemampuan berpikir siswa secara simultan terhadap kompetensi keterampilan instalasi jaringan lokal siswa sebesar 44,1%.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR DAN METAKOGNITIF SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PBL) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING KELAS X SMK TKJ Wibawanto, Slamet; Etikasari, Bety
TEKNO Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.41 KB)

Abstract

Penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi bidang studi sangat menentukan hasil belajar. Model pembelajaran project based learning dan inkuiri terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran pada kompetensi instalasi jaringan lokal.Strategimetakognitif diterapkan untuk meningkatkan kemampuan metakognitif agar siswa dapat mengatur kognisinya dengan baik.Rancangan penelitian menggunakan desain pretest posttest control group design menggunakan dua kelas sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran project based learning dan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan uji-t karena mengukur perbedaan hasil belajar meliputi kognitif, afektif, psikomotor dan metakognitif meliputi pengetahuan dan regulasi antara dua model pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa       1) model pembelajaran project based learning lebih efektif untuk diterapkan pada kompetensi menginstall jaringan lokal daripada model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan kognitif dan psikomotor siswa, 2) model pembelajaran project based learning dan inkuiri terbimbing memiliki efektifitas yang sama untuk meningkatkan afektif siswa, 3) model pembelajaran project based learning dan inkuiri terbimbing memiliki efektifitas yang sama untuk meningkatkan pengetahuan dan regulasi metakognitif siswa.
ROBOT PENGETIK UNTUK ALAT BANTU PENGOPERASIAN KOMPUTER BAGI PENYANDANG CACAT Kautsar, Syamsiar; Etikasari, Bety; Widiawan, Beni; Agustianto, Khafid
Jurnal Informatika Polinema Vol 4 No 4 (2018)
Publisher : Jurnal Informatika Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.334 KB)

Abstract

Pada tahun 2005, UNICEF memperkirakan jumlah anak-anak penyandang cacat di bawah usia 18 tahun dari 150 juta anak. Indonesia mempunyai 11 juta pekerja penyandang cacat. Jumlah ini kurang dari 50% jumlah penderita cacat (data tahun 2010). Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu penyandang cacat agar dapat bekerja secara normal. Ada banyak penelitian tentang kaki palsu, tangan buatan, dan kursi roda bermotor. Dalam penelitian ini akan membangun sebuah robot pengetik. Ini dirancang untuk penyandang cacat fisik. Fungsi robot ini dapat membantu orang cacat untuk mengoperasikan computer secara normal. Robot pengetik terdiri dari 2 robot lengan. Setiap lengan mempunyai 4 derajat kebebasan (DOF). Sensor kompas dengan kompensasi kemiringan dipasang pada kaki pengguna. Ini digunakan untuk mengukur pergerakan kaki pengguna. Keyboard USB ukuran mini digunakan sebagai objek kerja robot. Sebuah rule-based dibuat untuk mengkonversi gerakan kaki pengguna menjadi gerakan robot pengetik. Pembuatan rule-based mempunyai tingkat keberhasilan 100% (untuk keseluruhan akses tombol) dan kesalahan posisi maksimum 3 mm.