Articles

Found 26 Documents
Search

KESIAPAN GURU, SARANA, DAN PRASARANA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DALAM PELAKSANAAN WAJIB BELAJAR Ruminiati, Ruminiati; Ulfatin, Nurul; Syafrawi, Muhammad; Sultoni, Sultoni; Djazimah, Djazimah
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 24, No 1 (1997)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam melaksanakan wajib belajar dilihat dari komponen guru, sarana dan prasarana. Sampel penelitian sebanyak 44 sekolah/kepala sekolah dan 206 guru MI yang tersebar di wilayah kecamatan Singosari, Pujon, Bantur, dan Tajinan Kabupaten Malang. Data dikumpulkan dengan angket, wawancara dan observasi, dan hasilnya dianalisis dengan statistik rerata (mean). Hasilnya menunjukkan bahwa komponen guru cukup siap melaksanakan wajib belajar, sedangkan komponen sarana dan prasarana belum siap dalam mewujudkan pelaksanaan wajib belajar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam melaksanakan wajib belajar dilihat dari komponen guru, sarana dan prasarana. Sampel penelitian sebanyak 44 sekolah/kepala sekolah dan 206 guru MI yang tersebar di wilayah kecamatan Singosari, Pujon, Bantur, dan Tajinan Kabupaten Malang. Data dikumpulkan dengan angket, wawancara dan observasi, dan hasilnya dianalisis dengan statistik rerata (mean). Hasilnya menunjukkan bahwa komponen guru cukup siap melaksanakan wajib belajar, sedangkan komponen sarana dan prasarana belum siap dalam mewujudkan pelaksanaan wajib belajar.
JENDER DAN MANAJEMEN SEKOLAH: SUATU ANALISIS WAWASAN SISTEM TENTANG JABATAN MANAJERIAL Ulfatin, Nurul
Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 25, No 1 (1998)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gender and School Management: An Analysis of the System of Managerial Positions. It has been necessary to study gender issues continously since women dominated schools as teachers, especially in terms of their promotion for managerial positions. The main problem of women?s promotion is on the term gender itself, which is a stereotype resulted from a ?masculine? culture. Men and women are then perceived differently in their managerial positions: women face more obstacles than men. Some models which can be used to explain the obstacles are women position, discrepancy, and meritocracy models, in addition to the organization structure and the psychological view. In a study, the obstacles would not be apparent unless qualitative paradigm with micro-subjective scope were utilized. Therefore, employing a case study method for investigation would make it possible to reveal the obstacles faced by women more comprehensively.
PERILAKU PROFESIONAL DAN BEBAN KERJA PENDIDIK DI SEKOLAH LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I BLITAR Mariana, Devi; Ulfatin, Nurul; Burhanuddin, Burhanuddin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.7, Juli 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.51 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i7.6546

Abstract

This research aims to describe the professional behavior at school. The research location at institute of special recovery for children (ISRC) Class I Blitar. Data were collected by interview, observation and documentation. Data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion. Checking the validity of the data is done by three criteria namely triangulation, adequacy referential, and membercheck. The results indicate that the professional conduct of educators in elementary and secondary schools is reflected in the three professional competence include: pedagogical competence, personal competence and social competence.Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan perilaku profesional pendidik di sekolah. Lokasi penelitian adalah di sekolah LPKA Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Penelitian dilakukan di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA), Kota Blitar.Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan tiga kriteria yakni triangulasi, kecukupan referensial, dan pengecekan keanggotaan. Hasilnya menunjukkan bahwa perilaku profesional pendidik di SD dan SMP tercermin dari tiga kompetensi profesional meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.
KAJI TINDAK PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SATU ATAP UNTUK MENINGKATKAN LIFE SKILLS SISWA DAERAH TERPENCIL Ulfatin, Nurul; Mukhadis, Amat
ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.544 KB)

Abstract

Abstract: The activity of Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) aims to develop junior high one roof school (Ngenep and Klampok) to carry out activities independently. Especially in developing: learning programs, teaching methods, learning practices and models of local content. Achievement of this goal, done with focus groups discussions (FGD), observation, training and workshops, and mentoring. FGD to agree on the type of local content and the teaching of life skills students are selected. Training, worshop and mentoring to develop and apply life skills in the chosen local content. Field observations to identify the dominant factors and constraints of the school. The results of the action studies of the follow shows: (1) two types of life skills in sewing and cooking are selected and developed by junior high one Roof school in Ngenep, Karangploso and Klampok, Singosari Districts of Malang Regency; and (2) two selected skills and further developed as a flagship pro-gram, according to the results needs assessment a reasonable completion of 9 years, and craft lesson (local content) in the Curriculum 2013, the sub-field of handicraft and processing.Keywords: life skills, learning process, local content, junior one roof school, remote areasAbstrak: Kegiatan Program Ipteks bagi Masyarakat (IbM) bertujuan mengembangkan SMP satu atap (SMP Satap Ngenep dan SMP Satap Klampok) dapat melaksanakan kegiatan secara mandiri. Terutama dalam mengembangkan: program pembelajaran, metode pembel-ajaran, dan model praktik pembelajaran muatan lokal. Pencapaian tujuan ini, dilakukan dengan focus groups discussion (FGD), observasi lapangan, pelatihan dan workshop, serta pendampingan. FGD untuk menyepakati jenis matapel-ajaran muatan lokal dan life skills siswa yang dipilih. pelatihan, worshop dan pendampingan untuk mengembangkan dan mengaplikasikan life skills terpilih dalam muatan lokal. Observasi lapangan untuk mengidentifikasi faktor dominan dan kendala sekolah. Hasil kaji tindak menunjukkan: (1) dua jenis life skills menjahit dan memasak dipilih dan dikembangkan oleh SMP Satu Atap Ngenep Karangploso dan SMP Satu Atap Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang; dan (2) dua keterampilan terpilih dan dikembangkan lebih lanjut sebagai program unggulan, sesuai hasil analisis kebutuhan penuntasan wajar 9 tahun, dan matapelajaran prakarya (muatan lokal) dalam kurikulum 2013, dengan subbidang kerajinan dan pengolahan.Kata kunci: daerah terpencil, life skills, muatan lokal, pembelajaran, SMP satu atap
PENDAMPINGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Gunawan, Imam; Ulfatin, Nurul; Sultoni, Sultoni; Sunandar, Asep; Kusumaningrum, Desi Eri; Triwiyanto, Teguh
ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.212 KB)

Abstract

Abstract: Management of effective learning aspects will encourage students to participate actively during the learning process. There is no appropriate learning strategy for all learning materials and situations as well as supporting the achievement of learning objectives. Teacher variation in applying learning strategy becomes important thing done in learning activity. The target audience for the implementation of innovative learning strategies in the implementation of Curriculum 2013 are the teachers of Private Madrasah Ibtidaiyah (Madrasah Ibtidaiyah Swasta / MIS) Lowokwaru Malang. Activities will be held in one of the MI Al Fattah classrooms, with a target audience of 17 teachers. The method used is varied discourse and practice (peer teaching). The results of this mentoring activities include several components, namely: (1) the success of the target number of mentoring participants in attendance were 17 teachers (85%) of the total invited as many as 20 teachers; (2) the achievement of the material targets given to the mentoring participants, and also additional knowledge on the implementation of lesson study for teachers; and (3) outcome achievement of mentoring activities, namely lesson plan (RPP) based on cooperative learning model compiled by teacher and display video of teacher teaching in implementing learning activities by applying cooperative learning model.Keywords: mentoring, learning strategy, Curriculum 2013Abstrak: Pengelolaan aspek pembelajaran yang efektif akan mendorong siswa berpartisipasi secara aktif pada saat proses pembelajaran. Tidak ada strategi pembelajaran yang tepat untuk semua materi dan situasi pembelajaran serta menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Variasi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran menjadi hal yang penting dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Khalayak sasaran kegiatan pendampingan penerapan strategi pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum 2013 ini adalah para guru MIS Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kegiatan akan dilaksanakan di salah satu ruang kelas MI Al Fattah, dengan jumlah khalayak sasaran adalah 17 orang guru. Metode yang digunakan adalah ceramah bervariasi dan praktik (peer teaching). Hasil kegiatan pendampingan ini mencakup beberapa komponen, yaitu: (1) keberhasilan target jumlah peserta pendampingan yang hadir yakni 17 orang guru (85%) dari total yang diundang sebanyak 20 orang guru; (2) ketercapaian target materi yang diberikan kepada peserta pendampingan, dan juga ada tambahan pengetahuan tentang implementasi lesson study bagi guru; dan (3) ketercapaian luaran kegiatan pendampingan, yakni RPP berbasis model pembelajaran kooperatif yang disusun oleh guru dan video tampilan mengajar guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif.Kata kunci: pendampingan, strategi pembelajaran, Kurikulum 2013
KERJASAMA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DENGAN LEMBAGA LAIN BIDANG KEJURUAN Meyana, Yulanda Elis; Ulfatin, Nurul; Sultoni, Sultoni
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.2, No.1, Januari 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.773 KB) | DOI: 10.17977/jp.v2i1.8500

Abstract

This research objective is to assess the cooperation between PPPPTK BOE/VEDC Malang with the related institutions as a vocational training program. This research used qualitative design with case study which it aims at understanding rational reality as a subjective reality particularly within related stakeholder in cooperation as a vocational training program including (1) cooperation objectives; (2) cooperation principles employed; (3) cooperation planning; (4) cooperation organization; (5) cooperation significance; (6) cooperation form; (7) issues encountered and approach of solvency within the cooperation.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerjasama PPPPTK BOE/VEDC Malang dengan lembaga- lembaga lain sebagai pusat diklat bidang kejuruan. Metode penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus karena teknik ini untuk memahami realitas rasional sebagai realitas subjektif khususnya pihak-pihak yang terakait dalam kerjasama dengan lembaga-lembaga lain sebagai pusat diklat bidang kejuruan yang meliputi (1) tujuan kerjasama; (2) prinsip yang digunakan dalam pelaksanaan kerjasama; (3) perencanaan kerjasama; (4) pengorganisasian kerjasama; (5) manfaat kerjasama; (6) bentuk kerjasama yang dilakukan; (7) kendala yang dihadapi serta cara penyelesaian dalam implementasi kerjasama.  
MANAJEMEN PENANGANAN BURNOUT DALAM MENINGKATKAN KINERJA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH Hartanti, Iva Dwi; Supriyanto, Achmad; Ulfatin, Nurul
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.503 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to determine the implementation of burnout management to improve the performance of TAS in high school. This study uses a qualitative descriptive method with a type of case study. The collection of data using in-depth interviews, observation and documentation. Data sources of researchers came from principals, laboratory staff, financial staff, caraka, security guards and sub-heads of TU. Data analysis was carried out with data condensation, data display and verification processes. The results of this study (1) TAS showed symptoms of physical and psychological fatigue, decreased morale, complaining about oneself, emotional uncertainty, and feelings of cynicism, (2 ) type of burnout is fatigue and saturation in work, keeping distance from the environment, emotions are more sensitive, (3) causes of burnout are two factors, external factors and internal factors, (4) procedural steps in handling burnout using the management process starting from planning, organizing, implementation and evaluation, (5) the impact of management on burnout handling, namely a sense of kinship between TAS employees, building friendships, preventing misunderstandings, being more prepared to carry out tasks, and being more disciplined in carrying out tasks and activities.Keywords: Burnout, Performance, TASAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen penanganan burnout untuk meningkatkan kinerja TAS di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data peneliti berasal dari kepala sekolah, laboran, staf keuangan, caraka, satpam dan kasubag TU. Analisis data dilakukan dengan proses kondensasi data, display data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini (1) TAS menunjukkan gejala kelelahan secara fisik dan psikologis, semangat kerja menurun, mengeluh pada diri sendiri, emosional yang tidak menentu, dan terdapat perasaan yang sinisme, (2) jenis burnout yaitu kelelahan dan jenuh dalam bekerja, menjaga jarak dengan lingkungan, emosi yang lebih sensitif, (3) penyebab burnout ada dua faktor yaitu faktor ektern dan faktor intern, (4) langkah prosedural dalam manajemen penanganan burnout menggunakan proses manajemen dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi, (5)dampak manajemen penanganan burnout yaitu rasa kekeluargaan antara pegawai TAS, membangun silaturahmi, mencegah kesalahpahaman, lebih siap menjalankan tugas, dan lebih disiplin dalam menjalankan tugas maupun kegiatan. Kata Kunci: Burnout, Kinerja, TAS 
MANAJEMEN KURIKULUM TERPADU DI SEKOLAH ALAM BERCIRI KHAS ISLAM Adipratama, Zoga; Sumarsono, Raden Bambang; Ulfatin, Nurul
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.475 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out about the implementation of school curriculum management nature. characteristic of Islam. This research uses qualitative descriptive method with this type of case studies. A data source includes the principal researchers, teachers, students and representatives of the principal part of the curriculum. Data collection techniques in the form of interviews, observation, documentation. Data analysis was conducted concurrently with data collection in the field with the analysis process consists of a reduction of data, display data, and verify the data. The results of this research are (1) planning curriculum through workshops to prepare learning devices for one academic year, (2) the preparation of the school calendar is done after receiving a calendar of national education, (3) preparing the progam work performed each end of the new school year and the school do the evaluation at the end of each year to determine the new work program next, (4) preparation of the schedule of lessons arranged by vice principal part of the curriculum and its curriculum with the team see the urgency subjects of competence which are then invited to the head of school, (5) the Division of the burden of teaching based on the number of teachers and the number of teaching hours of teachers, (6) implementation of teaching and learning program conducted after the teacher and the learners perform prayers Duha, reading and memorizing the Quran, (7) evaluation of the integrated curriculum is carried out each week on Friday to figure out the constraints and how to solve the constraints directly.Keywords: management,integrated curriculum, school of natural characteristic of IslamAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pelaksanaan manajemen kurikulum sekolah alam.berciri khas Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data peneliti meliputi kepala sekolah, guru, siswa dan wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi. Analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data di lapangan dengan proses analisis terdiri dari reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini (1) perencanaan kurikulum melalui kegiatan workshop untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran selama satu tahun ajaran, (2) penyusunan kalender sekolah dilakukan setelah mendapat kalender pendidikan nasional, (3) penyusunan progam kerja dilakukan setiap akhir tahun ajaran baru dan sekolah melakukan evaluasi di setiap akhir tahun untuk menentukan progam kerja baru selanjutnya, (4) penyusunan jadwal pelajaran disusun oleh wakil kepala sekolah bagian kurikulum beserta tim kurikulum dengan melihat urgensi kompetensi mata pelajaran yang kemudian dikonsultasikan kepada kepala sekolah, (5) pembagian beban mengajar berdasarkan pada banyaknya guru dan jumlah jam mengajar guru, (6) pelaksanaan progam belajar mengajar dilakukan setelah guru dan peserta didik melakukan kegiatan sholat dhuha, membaca serta menghafal Al-Qur’an, (7) evaluasi kurikulum terpadu dilakukan setiap satu minggu di hari jum’at untuk mengetahui kendala dan cara menyelesaikan kendala tersebut secara langsung.Kata Kunci: manajemen, kurikulum terpadu, sekolah alam berciri khas Islam
SISTEM PENGELOLAAN GURU TIDAK TETAP (GTT) DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN Rahayu, Milla; Ulfatin, Nurul; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.108 KB)

Abstract

Abstract: A teachers have a very important role in the achievement of a goal education.Basically management teachers fully had an enormous impact and regarded as the key in improving the quality of education.Yet management teachers was intended to produce professional teachers so that it can be created an output that capable, having budi sublime are good and profitable to the nation.The development of science and technology ( science and technology ) then the system education also increase significantly, this might impact on the needs teachers. This Non Permanent Teacher (GTT) also has the status a very vital at the school due to the presence of gtt very petrified school.The majority gtt is those who can afford to controls science and in accordance with the developments of the times.Keyword: Needs, Recruitment, Selection, Compensation.Abstrak: Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Pada dasarnya pengelolaan guru sepenuhnya mempunyai pengaruh yang sangat besar dan dianggap sebagai kunci utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Hakikatnya pengelolaan guru bertujuan untuk menghasilkan guru yang profesional sehingga dapat menciptakan output yang cakap, memiliki budi luhur yang baik dan berguna bagi bangsa. Semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) maka sistem pendidikan juga ikut meningkat, hal ini berdampak pada kebutuhan guru. Guru Tidak Tetap (GTT) juga memiliki kedudukan yang sangat vital disekolah karena keberadaan GTT sangat membatu sekolah. Mayoritas GTT adalah mereka yang mampu menguasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sesuai dengan perkembangan zaman.Kata kunci: Kebutuhan, Rekrutmen, Seleksi, Kompensasi.
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK PADA SEKOLAH BERBASIS PESANTREN MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM TERPADU Ainurrosidah, Liza; Ulfatin, Nurul; Wiyono, Bambang Budi
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1703.746 KB)

Abstract

Abstract: An integrated curriculum is a two or more curriculum that is united and implemented in a school to provide a complete experience to learners. This research was conducted by using qualitative approach in SMP based on pesantren that implements integrated curriculum as effort of character formation of learners. The study design used case study at SMP Modern Al-Rifaie 2 Gondanglegi Malang Regency. By collecting data through interviews and observations it was found that an integrated curriculum system between the curriculum established by the National Education Service (Diknas), the curriculum derived from the Ministry of Religious Affairs (Kemenag) and the diniyah curriculum characteristic of Al-Rifaie itself. With three combined curriculum, it can form the character of learners, that is the character of religious, honest, discipline, creative, independent, love homeland or nationalism, friendly/communicative, likes to read, and responsibility. Abstrak: Kurikulum terpadu adalah dua atau lebih kurikulum yang disatukan dan diterapkan di suatu sekolah untuk memberikan pengalaman yang utuh kepada peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif di SMP berbasis pesantren yang mengimplementasikan kurikulm terpadu sebagai upaya pembentukan karakter peserta didik. Rancangan penelitian menggunakan studi kasus di SMP Modern Al-Rifa’ie 2 Gondanglegi Kabupaten Malang. Dengan mengumpulan data melalui wawancara dan observasi ditemukan bahwa sistem kurikulum terpadu antara kurikulum yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas), kurikulum yang berasal dari Kementrian Agama (Kemenag) dan kurikulum diniyah ciri khas dari Al-Rifa’ie itu sendiri. Dengan tiga kurikulum yang dipadukan, maka dapat membentuk karakter peserta didik, yaitu karakter yang religius, jujur, disiplin, kreatif, mandiri, cinta tanah air atau nasionalisme, bersahabat/komunikatif, gemar membaca, dan tanggung jawab.   Kata Kunci: pembentukan karakter, sekolah berbasis pesantren, kurikulum terpadu