Mastuang Mastuang, Mastuang
Program Studi Pendidikan Fisika PMIPA FKIP Universitas Lambung Mangkurat Jl. Brigjen. H. Hasan Basri, Kotak Pos 219, Banjarmasin 70123, Kalimantan Selatan

Published : 27 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PENGAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA Mastuang, Mastuang
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.991 KB)

Abstract

The aim of this study was to increase learning outcomes of basic physics II course with the topic of static electric by implementing the direct model learning. The research subject was 34 university students. The research design was One Group Pretest-posttest design and use descriptive qualitative and quantitative of data analysis technique. This study was conducted in two phases; the first was the preparation as development of learning tools and the second was experiment in the classroom as implementation of learning package. The method of collecting data used three techniques; observation, test, and questionnaire. The results showed that (1) learning process was good in accordance with RPP, (2) the learning outcomes of students increase significantly, (3) the student responds to learning was in good category. Therefore, according to the findings above it could be concluded that the implementation of direct learning model is able to increase learning outcomes of the students in the basic physics II course. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika dasar II pokok bahasan listrik statis dengan mengimplemetasikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung. Subjek penelitian berjumlah 34 mahasiswa. Desain penelitian ini menggunakan One-Group pretest-postest design dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitaif. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap pertama persiapan berupa pengembangan perangkat pembelajaran dan tahap kedua adalah eksperimen di kelas berupa penerapan perangkat pembelajaran. Metode pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik sesuai dengan RPP, (2) peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa meningkat dengan berkategori tinggi, dan (3) respons mahasiswa terhadap pembelajaran berkategori baik. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika dasar II. Kata Kunci:fisika dasar, hasil belajar, model pembelajaran langsung
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 26 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Quantum Teaching Pada Materi Ajar Tekanan Rahmawati, Nor; Mastuang, Mastuang; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3589

Abstract

Low of student learning result in science researcher doing lesson because the students are rarely directly involved in learning. Therefore, research that aims to improve learning result. This research aimed to describe (1) teaching materialize, (2) students’ learning result in cognitive aspect and (3) student activity. The method used is a Kemmis & Mc Taggart classroom action research model, with each cycle countain of planning, implementation, observation, and reflection steps. The subjects of this research were 36 students of VIIIth A grade. Technique of data collecting is learning result test, observation sheets, and documentation. Results of this research shown that by applying quantum teaching model (1) teaching materialize on 1st cycle categorized good, on 2nd and 3rd cycles is excellent, (2) completeness of students learning result improve concucivelly individual completeness percentage on 1st, 2nd and 3rd cycles are 69,44%, 77,78% and 94.44%, (3) student activities improve in every aspect with good categorize, except aspects asking questions aspect to teaching, not relevan behavior and express opinion on 1st cycle is categorized good  enough, but on 2nd and 3rd cycle improve with consecutivelly categorized good and excellent. The conclusion that to in order to improve students learning result of VIIIth A grade SMP Negeri 26 Banjarmasin can improved by using quantum teaching model on pressure subject.  
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 26 Banjarmasin Dengan Menggunakan Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) Dalam Setting Pengajaran Langsung Ahliha, Sally; Mastuang, Mastuang; Mahardika, Andi Ichsan
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2894

Abstract

Kegiatan belajar mengajar cenderung menerapkan metode ceramah membuat siswa menjadi pasif, inilah yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah serta kemampuan analisis matematis yang kurang juga menjadi salah satu sebab rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP, (2) hasil belajar siswa, dan (3) keterampilan pemecahan masalah siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc Taggart, dimana setiap siklus penelitian ini terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitiannya siswa kelas VIII E yang berjumlah 32 siswa. Data diperoleh dari tes hasil belajar dan lembar pengamatan. Teknik analisis data menggunakan skor rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving) dalam setting pengajaran langsung (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori baik, dan pada siklus III berkategori sangat baik,(2) ketuntasan hasil belajar siswa meningkat, secara berturut-turut persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 62,5%, pada siklus II sebesar 75%, dan pada siklus III sebesar 93,75%, (3) keterampilan pemecahan masalah siswa meningkat, secara berturut-turut rata-rata nilainya yaitu siklus I sebesar 62 berkategori terampil, pada siklus II sebesar 72 berkategori terampil, dan pada siklus III sebesar 93 berkategori sangat terampil. Diperoleh simpulan bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan cara yaitu menggunakan metode pemecahan masalah (problem solving).The learning process of teaching and learning tend to implemented lecture method makes students become passive learner, the process of passive learner and lack of mathematical analysis cause lower result of learning. The aims of this study are (1) implementation of RPP, (2) result of study by students, and (3) students ability in problem solving. The method of this study is using classroom action research method Kemmis and Mc Taggart class, which every cycle consist of planning, action, observing, and reflection. The subject of this study is 32 students VII E grade. Data obtained from test of result study and observation sheets. The technique of collecting data is result of study test, observation sheet, and documentation. The result of the study show that using problem solving method in direct teaching setting (1) implementation of RPP on cycle I and II as good category, and on cycle III as a very-good category, (2) mastery learning result of students improve, respectively percentage of mastery classical on cycle I 62,5%, on cycle II 75%, and on cycle III 93,75%, (3) students ability in problem solving improve, respectively percentage mastery classical on cycle I 62 as ability category , on cycle II 72 as ability category, and on cycle III 93 as a very-ability category. We can conclude that improving the result of students study can be done using problem solving method. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 2 SMAN 10 Banjarmasin Dengan Menggunakan Model Kooperatif Tipe Stad Pada Materi Fluida Statis Jannah, Julita Lailatul; Zainuddin, Zainuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1033

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika diduga ada kaitannya dengan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga kurang interaksi antara guru dan siswa yang menjadikan siswa pasif dan kurang perhatian untuk belajar kreatif dalam memecahkan masalah yang bersifat efektif. Oleh sebab itu penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi fluida statis. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP (2) hasil belajar (3) keterampilan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan tiga siklus yang terdiri: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, handout, LKS dan THB. Adapun teknik pengumpulan data terdiri dari: observasi, tes dan dokumentasi. Temuan penelitian: (1) keterlaksanaan RPP pada terjadi peningkatan ditiap siklusnya 3.12 3.37, 3.67 ; (2) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal juga terjadi peningkatan ditiap siklusnya yaitu sebesar 6.90%, 67.85%, dan 86.67%. (3) Keterampilan sosial pada siklus I yaitu 70%, 55%, 60%, siklus II 80%, 65%, 85% dan siklus III 85%, 90%, 90%. Simpulan berdasarkan temuan tersebut bahwa hasil belajar siswa kelas XI IPA 2 SMAN 10 Banjarmasin pada materi fluida statis meningkat setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. 
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dengan Model Inkuiri Terbimbing Pada Siswa Kelas X PMIA 3 DI SMAN 3 Banjarmasin Elnada, Ika Widya; Mastuang, Mastuang; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1851

Abstract

Rendahnya keterampilan proses sains dikarenakan pembelajaran yang masih berorientasi pada penguasaan materi dan jarang melakukan percobaan, sehingga proses pembelajaran tersebut hanya berhasil dalam kompetensi mengingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali siswa memecahkan persoalan dalam kompetensi jangka panjang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan menerapkan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran fisika untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) keterlakasanaan RPP, (2) keterampilan proses sains siswa (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri atas 3 siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 38 siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan: (1) rata-rata skor keterlaksanaan RPP pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar  3,13 (baik), 3,55 (sangat baik) dan 3,87 (sangat baik), (2) rata-rata skor keterampilan proses sains siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 2,31 (cukup terampil), 3,14 (terampil), dan 3,63 (sangat terampil), (3) ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I, II, dan III masing-masing sebesar 65,79%, 76,32%, dan 92,10%. Diperoleh simpulan bahwa keterampilan proses sains siswa kelas X PMIA 3 SMAN 3 Banjarmasin dapat ditingkatkan dengan model inkuiri terbimbing.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri 27 Banjarmasin Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Aswad, Ana Nadzifatul; Jamal, M. Arifuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i2.754

Abstract

Student learning outcomes is still low, it is because the conditions of learning that took place during this done a teacher-centered. General research objective is to describe how the implementation of cooperative learning  to improve student learning outcomes VIII-A classes on the subject of pressure and specific purpose of this study is to describe, (1) adherence to the RPP, (2) social skills of students, (3) the results of student learning. This study is a Class Action Research (CAR) conducted in three cycles and stiap cycle consisting of planning, taking action, observing, and reflecting. Research result; (1) adherence to the RPP in the first cycle of 96%, the second cycle of 97% and 98% for the third cycle, (2) social skills of students in the first cycle of 90,5%, in the second cycle of 92,75%, and the third cycle of 94.25%,(3) mastery learning outcomes of students in the classical style on the first cycle of 91,66%, the second cycle of 96,66%, and 96,67% for the third cycle. The conclusion shows that the cooperative learning model Investigation Group can improve student learning outcomes VIII-A classes on the subject of pressure.  
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 10 Banjarmasin Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Karim, Muhammad Abdul; Zainuddin, Zainuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1039

Abstract

Siswa kelas VIII B SMP Negeri 10 Banjarmasin memiliki keterampilan proses sains yang masih rendah. Hal ini dikarenakan siswa hanya terbiasa mendapat informasi hanya dari guru sehingga jarang dilatihkan untuk mengembangkan keterampilan proses sainsnya. Untuk itu dilakukan upaya untuk meningkatkan keterampilan proses sains melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing yang memiliki tujuan khusus: (1) mendeskripsikan keterlaksanaan RPP model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa melaui model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan (3) mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas menggunakan rancangan model Hopkins. Teknik pengumpulan data berupa observasi, penilaian, tes dan dokumentasi.  Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan: (1) keterlaksanaan RPP mencapai terlaksana sangat baik, (2) keterampilan proses sains siswa meningkat dengan kategori baik, (3) hasil belajar siswa yang meningkat dengan ketuntasan klasikal sebesar 87,10%. Diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMP Negeri 10 Banjarmasin.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Menggunakan Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Berbantuan Gerakan Senam Otak Pada Pokok Bahasan Gerak melitasari, melitasari; Zainuddin, Zainuddin; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.804

Abstract

Kegiatan pembelajaran IPA hanya mengacu pada buku panduan LKS. Hal ini mengakibatkan proses pembelajaran menjadi kurang maksimal, karena minimalnya perangkat pembelajaran yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran IPA menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan gerakan senam otak dengan tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) Validitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan, (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dilihat dari keterlaksanaan RPP, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dilihat dari hasil belajar kognitif produk. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey. Subyek uji coba adalah peserta didik kelas VII.E SMPN 27 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan keterlaksanaan RPP, dan hasil belajar. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Validitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dinyatakan valid dengan revisi kecil, (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dinyatakan terlaksana dengan sangat baik, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran IPA yang dikembangkan dinyatakan sedang. Simpulan penelitian adalah bahwa perangkat pembelajaran IPA dengan menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan gerakan senam otak layak untuk digunakan.                                                                                          
Pengembangan Modul IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Materi Suhu dan Kalor Untuk Melatihkan Keterampilan Proses Sains Astuti, Meilisa Windi; Hartini, Sri; Mastuang, Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4934

Abstract

 Penelitian ini dilakukan karena sebagian besar guru di sekolah belum mengembangkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan modul IPA yang dikembangkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi suhu dan kalor berdasarkan validitas, kepraktisan, efektivitas dan ketercapaian keterampilan proses sains. Penelitian ini adalah penelitian R&D menggunakan model pengembangan ADDIE dengan subjek uji coba 29 orang siswa kelas VII-C SMP Negeri 13 Banjarmasin. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi modul, angket respon siswa, tes hasil belajar dan lembar pengamatan keterampilan proses sains. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) validitas modul IPA termasuk kategori baik (2) kepraktisan modul IPA termasuk kategori sangat baik (3) efektivitas modul IPA termasuk kategori sedang dan (4) ketercapaian keterampilan proses sains termasuk kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa modul IPA layak untuk digunakan pada kegiatan pembelajaran. This research is conducted because most teachers have not yet developed teaching materials that will be used in the learning process. Therefore, the research development aimed to describe the appropriateness of science module developed by using guided inquiry learning on the temperature and heat materials based on validity, practicality, effectiveness and achievement of science process skill. This research is R&D based on the development of ADDIE with the subject were 29 students of VII-C class in SMP Negeri 13 Banjarmasin. The instrument of this research is validity’s sheet, questioner of student’s response, learning outcome test, and sheet of the science process skill observation. The results of this research showed that (1) the validity of the science module on good category (2) the practicality of the science module is included on very good category (3) the effectiveness of science module including the medium category and (4) the achievement of science process skills including the very good category. The conclusion of this research is science module is appropriate to use in the learning activity.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Pada Pokok Bahasan Tata Surya Rifansyah, Muhammad; Mastuang, Mastuang; M., Abdul Salam
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3932

Abstract

Learning materials used on the learning process in schools still considered not optimal and need to be developed. The impact of this is low cognitive results of students and consequently still need to be improved. Based on that, development of a learning equipment using a cooperative learning model conducted, which has specific purposes to describe: (1) validity of the learning equipment, (2) the practicability of learning equipment based on how it carrying out lesson plan, (3) the effecticeness of learning equipment based on students cognitive achievement. The research stated: (1) learning equipment is considered valid with a good criteria, (2) the practicability of learning equipments are rated to be implemented very well, (3) the effectiveness of learning equipments has a high criteria. Based on the result of the research can be concluded that the natural science learning equipment which developed is viable for use in learning process.