Articles

Found 11 Documents
Search

Uji Bioaktivitas Antibakteri Ekstrak Kayu Akar Bayur ( Pterospermum subpeltatum C.B.Rob ) Pince, Salempa; Noor, Alfian; Hariani, Hariani; Tjodi, Harlim
bionature Vol 10, No 2 (2009): Oktober
Publisher : Fakultas MIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.715 KB)

Abstract

Pterospermum subpeltatum C.B. Rob or bayur is traditionally and widely used as medicine for infection diseases caused by bacteria. Four extract from root stem of this plant were evaluated for their antibacterial activity properties against Escherichia coli, Shigella boydii, staphylococcus aureus dan Streptococcus mutan. All the extract were able to inhibited the bacterial strain except Staphylococcus aureus. Chloroform extract exhibited effect for   Shigella boydii and Streptococcus mutan. Hexana extract for Escherichia coli, while methanol extract for Shigella boydii. All extract showed an effect at the same extend (MIC; 50 mg/ml).
EDUKASI GIZI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MENU ANAK BALITA DENGAN KONSUMSI GONAD BULU BABI (Sea urchins) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN PADA KELUARGA ETNIK BAJO SOROPIA Wiralis, Wiralis; Fathurrahman, Teguh; Hariani, Hariani; Nugraheni, Wahyu Puji
GIZI INDONESIA Vol 40, No 2 (2017): September 2017
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Bajo mengandalkan hasil laut sebagai sumber pangan keluarga. Pada musim angin barat, nelayan tidak melaut, mengakibatkan tidak tersedia bahan pangan sumber protein, khususnya pada menu anak balita. Tujuan penelitian melakukan edukasi gizi untuk merubah persepsi keluarga dengan perbaikan pengetahuan, sikap dan keterampilan dan meningkatkan kualitas menu anak balita melalui pemanfaatan gonad Bulu babi (sea urchins).  Metode  penelitian pre- eksperimen dengan desain pre-post test untuk menilai hasil intervensi berupa edukasi gizi dengan bentuk penyuluhan kelompok, pendampingan dan lomba mengolah gonad Bulu babi untuk anak balita. Sampel terpilih adalah ibu anak balita sebanyak  50  orang. Intervensi dilakukan selama 4 bulan dari Agustus sampai November 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata pengetahuan  sebesar 32,8 poin; peningkatan sikap positif yang mendukung praktek kegizian 31,9 poin serta rerata keterampilan  92,7 poin. Uji statistik dengan t-test menunjukkan perbedaan signifikan. Terdapat  peningkatan pengetahuan gizi, sikap positif dan praktek gizi setelah intervensi dan terjadi perubahan kesadaran, ketertarikan, evaluasi dan uji coba  nilai bahwa gonad Bulu babi (Sea urchins) dapat menjadi sumber protein menu anak balita pada musim angin barat.ABSTRACT Nutrition Education to Improve Quality of Menu for Children Under Five Through Consumption of Gonad Sea Urchins as an Alternative of Protein Source Food among Family Bajo Soropia EthnicBajo tribe rely on seafood as a source of family food. In the west wind season, the fishermen can not go for fishing resulting in unavailability of protein rich food source, especially in the menu of children under five. The research objective is to study whether intervention of nutrition education may change the family perception through improvement in knowledge, attitudes and skills in order to increase the quality of the children-under-five diet through the utilization of sea urchin gonads. The research method was pre-experimental using pre and post test design to assess the impact of nutrition education with the method of group counseling, accompaniment of family, and finally competition of urchin gonads dish product for children under five meals among 50 families in the Bokori and Mekar villages. Nutrition education carried out for 4 months. The results showed that the mean knowledge improvement was 32.8 points, attitude was 31.9 points and skills was 92.7 points and these were significant achievement using t-test (p<0.05). In conclusion, through nutrition education, there were increasing in knowledge, attitude and practice to support health and nutrition. The family has been able to process more varied urchin gonads. In addition, there was increasing interest and acceptance of family in sea urchin gonads as an important part of the family menu especially for children-under-five. Keywords: sea urchin gonads, family dish, nutrition education, children-under-five, Bajo Soropia
RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY INCOME, HEALTH CHECK-UP AND NUTRITIONAL STATUS OF BADJAO PREGNANT MOTHERS IN SOUTHEAST SULAWESI, INDONESIA Hariani, Hariani; Paukiran, Tress; Taskawati, Saktian
Public Health of Indonesia Vol 3, No 2 (2017): April-June 2017
Publisher : Public Health of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.784 KB)

Abstract

Background: The nutritional status of pregnant women is strongly influenced by food intake and the presence of infectious diseases. Other factors that also affect the nutritional status of pregnant women are family income and health services. Objective: This study aims to identify the relationships between family income, health check-up, and nutritional status of Badjao pregnant mothers in Southeast Sulawesi, Indonesia. Methods: This was a correlational cross-sectional study, which was conducted in October 2013 in Lagasa Village, Duruka district, Muna regency. The population in this study is all pregnant women in Badjao tribe staying in the village of Lagasa, Duruka district, Muna regency, Southeast Sulawesi Province. There were 35 samples in this study selected using total samplingResults: Findings showed that there was statistically no significant relationship between income and nutritional status in pregnant mothers with p-value 0.259 (&gt;0.05); and there was statistically significant relationship between health check-up and nutritional status in pregnant mothers with p-value 0.009 (&lt;0.05).Conclusion: There is significant relationship between maternal health check up and nutritional status of Badjao pregnant mothers. it is suggested that the Badjao pregnant mothers should have complete health check-up to ensure they are in good condition and early detection for disease.
POLA KOMUNIKASI PETUGAS PENYULUH LAPANGAN (PPL) TERHADAP PETANI CENGKEH DI DESA WA ODE BURI KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Hariani, Hariani
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 2, No 2 (2017): Edisi April
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.517 KB)

Abstract

HARIANI (C1D1 12004)“ Pola Komunikasi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Terhadap Petani Cengkeh Di Desa Wa Ode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara”. Penelitian Jurusan IlmuKomunikasi, Universitas Halu Oleo Kendari.PembimbingI yaitu Dr. H.., M.Si dan pembimbing II,S.Ag., M.Si.Penelitian adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Terhadap Petani Cengkeh Di Desa Wa Ode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Teoriyang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi Antar Pribadi oleh Devito (Dilla,2007).Dilaksanakan di desa Wa Ode Buri Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara. Menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 4 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner, wawancara dan observasi, yang penelitiannya menggunakan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi Petugas Penyulu Lapangan (PPL) terhadap  petani cengkeh di desa Wa Ode Buri Kecamatan kulisusu Utara Kabupaten Utara adalah menggunakan pola komunikasi satu arah, komunikasi dua arah, dan komunikasi multi arah. Komunikasi satu arah yaitu lebih bersifat informative kepada petani, komukasi dua arah yaitu adanya tukar pendapat antara penyuluh dan petani (interaksi), sedangkan komunikasi multi arah yaitu adanya masukan dari pihak lain yang bisa memberikan sarahan atau lebih bersifat transaksi. Kata kunci : Pola Komunikasi, Penyuluhan
EDUKASI GIZI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MENU ANAK BALITA DENGAN KONSUMSI GONAD BULU BABI (Sea urchins) SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN PADA KELUARGA ETNIK BAJO SOROPIA Wiralis, Wiralis; Fathurrahman, Teguh; Hariani, Hariani; Nugraheni, Wahyu Puji
GIZI INDONESIA Vol 40, No 2 (2017): September 2017
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Bajo mengandalkan hasil laut sebagai sumber pangan keluarga. Pada musim angin barat, nelayan tidak melaut, mengakibatkan tidak tersedia bahan pangan sumber protein, khususnya pada menu anak balita. Tujuan penelitian melakukan edukasi gizi untuk merubah persepsi keluarga dengan perbaikan pengetahuan, sikap dan keterampilan dan meningkatkan kualitas menu anak balita melalui pemanfaatan gonad Bulu babi (sea urchins).  Metode  penelitian pre- eksperimen dengan desain pre-post test untuk menilai hasil intervensi berupa edukasi gizi dengan bentuk penyuluhan kelompok, pendampingan dan lomba mengolah gonad Bulu babi untuk anak balita. Sampel terpilih adalah ibu anak balita sebanyak  50  orang. Intervensi dilakukan selama 4 bulan dari Agustus sampai November 2014. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata pengetahuan  sebesar 32,8 poin; peningkatan sikap positif yang mendukung praktek kegizian 31,9 poin serta rerata keterampilan  92,7 poin. Uji statistik dengan t-test menunjukkan perbedaan signifikan. Terdapat  peningkatan pengetahuan gizi, sikap positif dan praktek gizi setelah intervensi dan terjadi perubahan kesadaran, ketertarikan, evaluasi dan uji coba  nilai bahwa gonad Bulu babi (Sea urchins) dapat menjadi sumber protein menu anak balita pada musim angin barat.ABSTRACT Nutrition Education to Improve Quality of Menu for Children Under Five Through Consumption of Gonad Sea Urchins as an Alternative of Protein Source Food among Family Bajo Soropia EthnicBajo tribe rely on seafood as a source of family food. In the west wind season, the fishermen can not go for fishing resulting in unavailability of protein rich food source, especially in the menu of children under five. The research objective is to study whether intervention of nutrition education may change the family perception through improvement in knowledge, attitudes and skills in order to increase the quality of the children-under-five diet through the utilization of sea urchin gonads. The research method was pre-experimental using pre and post test design to assess the impact of nutrition education with the method of group counseling, accompaniment of family, and finally competition of urchin gonads dish product for children under five meals among 50 families in the Bokori and Mekar villages. Nutrition education carried out for 4 months. The results showed that the mean knowledge improvement was 32.8 points, attitude was 31.9 points and skills was 92.7 points and these were significant achievement using t-test (p<0.05). In conclusion, through nutrition education, there were increasing in knowledge, attitude and practice to support health and nutrition. The family has been able to process more varied urchin gonads. In addition, there was increasing interest and acceptance of family in sea urchin gonads as an important part of the family menu especially for children-under-five. Keywords: sea urchin gonads, family dish, nutrition education, children-under-five, Bajo Soropia
EFEKTIFITAS PERAWATAN LUKA MODERN DRESSING DENGAN METODE MOIST WOUND HEALING PADA ULKUS DIABETIK DI KLINIK PERAWATAN LUKA ETN CENTRE MAKASSAR. angriani, sri; Hariani, Hariani; Dwiyanti, Ulfa
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 10, No 1 (2019): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.54 KB) | DOI: 10.32382/jmk.v10i1.867

Abstract

Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikiemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Salah satu komplikasi yang dapat ditimbulkan yaitu luka diabetes. Luka diabetes adalah infeksi, ulkus dan/atau kerusakan jaringan yang lebih dalam yang terkait dengan gangguan neurologis dan vaskuler pada tungkai (Black, 2009). Salah satu komplikasi yang banyak ditakutkan oleh kebanyakan orang adalah timbulnya luka pada daerah ekstermitas baik atas maupun bawah. Luka bisa teratasi secara optimal jika penanganan luka dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, digunakan salah satu metode untuk mengatasi hal tersebut. Moist wound healing adalah metode untuk mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan balutan penahan kelembaban, sehingga penyembuhan luka dan pertumbuhan jaringan dapat terjadi secara alami. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperimen, tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pada penelitian ini dapat dilihat efektifitas perawatan luka modern dressing dengan metode moist wound healing pada ulkus diabetik di klinik perawatan luka ETN Centre Makassar. Adapun hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah perawatan luka modern dengan metode moist wound healing efektif terhadap proses penyembuhan luka ulkus diabetik.
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS Hariani, Hariani; Sakung, Jamaluddin; Afni, Nur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol 1, No 1 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.223 KB) | DOI: 10.31934/jom.v1i1.349

Abstract

Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik karbohidrat sehingga kadar gula darah meningkat melebihi ambang normal, kadar gula darah diatas normal merupakan suatu masalah pada kesehatan masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen desain controlled time series dan menggunakan metode uji toleransi oral . Alat yang digunakan dalam mengambil sampel darah yaitu glucometer easy touch. Peneltian ini menggunakan 20 ekor tikus berat 150 – 200 gram berusia 1,5 – 3 bulan yang dibagi menjadi 4 kelompok secara acak yaitu kontrol positif (glibenklamid 5 mg/g BB), kelompok infusa dosis 1 (20 mg/g BB), kelompok infusa dosis 2 (40 mg/g BB), kelompok infusa dosis 3 (60 mg/g BB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kadar glukosa darah yang signifikan terdapat pada kelompok perlakuan infusa dosis 1 (20 mg/g BB) dengan penurunan kadar glukosa darah sebesar 48,6% hamper sama dengan kontrol positif yang diberi Glibenklamid 5 mg/g BB yaitu 52,6%, sedangkan penurunan glukosa darah pada dosis 2 (40 mg/g BB) yaitu 48%, sementara penurunan kadar glukosa darah dosis 3 (60%) yaitu 45,5 %. Kesimpulan penurunan kadar glukosa darah yang sangat signifikan terdapat pada dosis 1 dengan pemberian infusa (20 mg / g BB).
Hubungan Motivasi dengan Kinerja Kader Posyandu di Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar Hariani, Hariani; Ramlah, Ramlah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i2.289

Abstract

Posyandu akan meningkatkan kinerja kader Posyandu. Namun permasalahan yang terjadi adalah masih banyak kader yang kurang termotivasi dalam kegiatan Posyandu. Persentase kader aktif secara nasional adalah 69,2% dan angka drop out kader sekitar 30,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan kinerja kader Posyandu di Kecamatan Bulo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain observasional (cross sectional). Populasi adalah seluruh kader Posyandu di Kecamatan Bulo sebanyak 53 kader dan sampel adalah total sampling sebanyak 53 kader. Variabel dalam penelitian ini adalah tanggung jawab, insentif, hubungan kerja dan prosedur kerja kader Posyandu. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-square dengan dengan α = 0,05. Dari hasil analisis bivariat ada variabel berhubungan dan tidak berhubungan dengan kinerja kader Posyandu. Berdasarkan tanggung jawab diperoleh p value = 1,000 > α = 0,05, insentif diperoleh p value = 0,005 < α = 0,05, hubungan kerja diperoleh p value= 0.005 < α = 0,05 dan prosedur kerja diperoleh p value = 0,031 < α = 0,05. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan tanggung jawab dengan kinerja kader Posyandu dan terdapat hubungan insentif, hubungan kerja  dan prosedur kerja dengan kinerja kader Posyandu. Posyandu yang ada didaerahnya karena Posyandu merupakan pelayanan dasar yang dapat mendeteksi penyakit balita serta ibu hamil secara cepat.
KAJIAN MUTU ORGANOLEPTIK DAN DAYA SIMPAN PINDANG TONGKOL DENGAN PERLAKUAN JENIS AIR DAN LAMA PENGUKUSAN Handayani, Baiq Rien; Kusumo, Bambang Dipo; Werdiningsih, Wiharyani; Rahayu, Tri Isti; Hariani, Hariani
Pro Food Vol 3 No 1 (2017): Pro Food
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v3i1.42

Abstract

The objective of this study was to determine the influence of water type and the length of steam on sensory quality and shelf life of steamed tuna, so it is expected that the resulting output can be useful for the processing of coastal fish with limited fresh water. This research uses Randomized Block Design with 2 (two) factors ie water type (freshwater and seawater of Tanjung Luar) and steam duration (15, 30, 45, 60 and 75 minutes). Each treatment was replicated 3 times to obtain 30 experimental units. The parameters observed were sensory quality which included hedonic and&nbsp; scoring test with consisted of color,&nbsp; flavor, texture and aroma as well as shelf life of steamed tuna. The results of sensory observation were analyzed by diversity analysis at 5% real level by using Friedman Two Anova and the real difference was tested further with Wilcoxon Match Pairs Test. The steamed tuna sustainability was observed visually by looking at the growth of the fungus. The results showed that the use of water type (seawater and fresh water) and the duration of steaming influence the sensory quality and shelf life of steamed tuna. The use of seawater with steaming for 45 minutes produces steamed tuna with the best sensory reception with favored color characteristics (brownish white), favored scent (a rather strong pindang aroma) with a preferred flavor (a slightly stronger and slightly salty flavored pindang) It has a preferred texture (padded) with 72 hours of storage at room temperature. Key words: sensory, shelf life, steaming, tuna, water &nbsp; ABSTRAK &nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis air dan lama pengukusan terhadap mutu organoleptik dan daya simpan pindang ikan tongkol, sehingga diharapkan keluaran yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi pengolahan ikan daerah pesisir dengan keterbatasan air tawar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 (dua) faktor yaitu jenis air (air tawar dan air laut Tanjung Luar) dan lama pengukusan (15, 30, 45, 60 dan 75 menit). Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 30 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah mutu organoleptik yang meliputi uji hedonik dan uji skoring warna, rasa, tekstur dan aroma serta daya simpan pindang tongkol. Data hasil pengamatan organoleptik dianalisa dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% dengan menggunakan Friedman Two Anova dan perbedaan nyata diuji lanjut dengan Wilcoxon Match Pairs Test. Daya simpan tongkol diamati secara visual dengan melihat pertumbuhan jamur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan jenis air (air laut dan air tawar) dan lama pengukusan berpengaruh terhadap mutu organoleptik dan daya simpan pindang ikan tongkol. Penggunaan air laut dari Tanjung Luar dengan pengukusan selama 45 menit menghasilkan tongkol dengan penerimaan organoleptik terbaik dengan karakteristik warna disukai (putih kecoklatan), aroma disukai (aroma pindang agak kuat) dengan rasa disukai (rasa khas pindang agak kuat dan terasa agak asin), selain itu memiliki tektur yang disukai (empuk) dengan lama penyimpanan 72 jam pada suhu ruang. Kata kunci: air, daya simpan, organoleptik pengukusan, tongkol
ANALISIS DATA HASIL PEMANTAUAN STATUS GIZI DARI FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Hariani, Hariani; Sudarsono, I Made Rai; sostinengari, Yeni
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 10 No 1 (2018): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Masalah anak pendek (stunting) merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di Negara ? Negara miskin dan berkembang. Berdasarkan hasil penilaian status gizi tahun 2016. Gambaran status gizi balita TB/U atau PB/U secara nasional kategori stunting mencapai 27,5% di Provinsi Sulawesi Tenggara prevalensi balita stunting mencapai 29,5%. Berdasarkan hasil penilaian status gizi provinsi Sulawesi tenggara 2016, prevalensi&nbsp; Kabupaten Konawe Kepualauan mencapai 25,5% berada di atas prevalensi Nasional. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara, Tinggi badan orang tua, Asi Ekslusif, Pemberian MP-ASI dengan stunting. Jenis penelitian ini adalah observasional study dengan desain pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel 116 anak balita berdasarkan analisis data pemantauan status gizi di Kabupaten Konawe Kepulauan . Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu Asi Ekslusif, Tinggi Badan Ibu, Pemberian MP-ASI dan stunting sebagai variabel terikat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian&nbsp; ini adalah data sekunder dari hasil pemantauan status gizi di Kabupaten Konawe Kepulauan Provinsi Sulawesi Tenggara. Prevalensi stunting di Kabupaten Konawe Kepulauanmencapai 28,5%. Tidak ada hubungan antara Asi ekslusif dengan stunting (p=0,941). Tidak ada hubungan antara Tinggi badan ibu dengan stunting (p=1,000). Tidak ada hubungan antara pemberian MP-ASI&nbsp; dengan stunting (p=0,941). Tidak ada hubungan antara Pemberian MP-ASI, Tinggi badan ibu dan ASI Ekslusif dengan kejadian stunting.