Sugeng Utaya, Sugeng
Unknown Affiliation

Published : 44 Documents
Articles

Agihan Temperatur Udara di Kotamadya Malang Utaya, Sugeng; Utomo, Dwiyono Hari
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (1995)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/pg.v2i2.1866

Abstract

Meningkatnya aktivitas penduduk Lelah berakibat pada semakin tingginya temperatur di Kotamadya Malang. Gejala ini ditunjukkan oleh kecenderungan lebih tingginya tempcratur udara di pus at kola dibanding dengan di pinggiran kola. Penelitian ini bertujuan: 1) Memetakan agihan temperatur udara dalam bentuk isoterrn tertutup untuk menemukan lokasi Pulau Bahang di Kotamadya Malang dan 2) Mengkaji secara deskriptif pengaruh kondisi fisik wilayah dan kendaraan terhadap temperatur udara di Kotamadya Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data dan metode analisis data. Pengumpulan data dikerjakan secara sampling dengan teknik systematic sampling. Jumlah sampel lokasi pengukuran sebanyak 56 titik yang diukur secara screntak pada jam 05.30, jam 06.45, jam 14.00, dan jam 18.30 WIB. Data yang dikumpulkan antara lain data temperatur udara, keadaan cuaca, kondisi bangunan, tanaman pelindung, jumlah dan jenis kendaraan yang lewat, dan lebar jalan. Analisis data dikerjakan dcngan metode logical contouring, analisis keruangan dengan peta, dan analisis deskriptif dengan tabel silang. Penelitian ini mcmperoleh hasil antara lain: 1) Di beberapa tempat temperatur udara di Kotamadya Malang sudah cukup tinggi dan secara kckurangan sudah menunjukkan amplitudo yang cukup besar dan 2) Lokasi Pulau Bahang cenderung di pusat kola atau di tempat-tempat yang memiliki aktivitas manusia.
Pengaruh Kebiasaan Belajar dan Self-Efficacy terhadap Hasil Belajar Geografi Di SMA Rosyida, Fatiya; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.304

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya (1) pengaruh kebiasaan belajar terhadap hasil belajar Geografi, (2) pengaruh self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi, dan (3) pengaruh kebiasaan belajar dan self-efficacy terhadap hasil belajar Geografi di SMAN 1 Widang-Tuban. Data dikumpulkan dengan menyebarkan angket dan dokumentasi dari 94 responden. Kebiasaan belajar diukur dengan angket kebiasaan belajar yang dikembangkan oleh Bakare 1971. Instrumen Motivation and Strategy Learning Quetionare (MSLQ) yang dikembangkan oleh Pintrich dkk tahun 1991 digunakan untuk mengukur self-efficacy, sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai rata-rata ulangan. Setelah data terkumpul, dianalisis secara statistik dengan teknik regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kebiasaan belajar secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,60%, (2) Self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 15,80%, dan (3) kebiasaan belajar dan self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dengan sumbangan efektif sebesar 65,20%. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p017
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH Indrastuti, Wahyu; Utaya, Sugeng; Irawan, Edy Bambang
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v2i8.9786

Abstract

This research aims to describe the implementation of cooperative learning types Make A Match to increased the activity and students learning outcomes of the 4C grade of SDN Beluk Klaten. This research was Action Research Classroom (ARC) in two cycles. Each of the cycle consisted of two meetings. The date collected through observation sheets of students activity and the test results of students learning. The results of the research which an increased of the students activity from 76,10% (Good) in the first cycle to 92,24% (Very Good) in the second cycle. The result of classical learning competences in the first cycle  of 72% with an average of 74,00  to 88% with an average 88% in the second cycle.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kooperatif tipe Make A Match untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Beluk Klaten. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas dua pertemuan. Data dikumpulkan melalui hasil observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dari 76,10% (Baik) pada siklus I meningkat menjadi 92,24% (Sangat Baik) pada siklus II. Ketuntasan belajar klasikal siswa pada siklus I sebesar 72% dengan rata-rata 74,00 meningkat menjadi 88% dengan rata-rata 86,00 pada siklus II.
The Local Wisdom of Indigenous People on Forest Preservation as Learning Source of Geographic Subject Sukmawati, Sukmawati; Utaya, Sugeng; Susilo, Singgih
Jurnal Pendidikan Humaniora (JPH) Vol 3, No 3: September 2015
Publisher : Pascasarjana UM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jph.v3i3.4862

Abstract

Kearifan Lokal Masyarakat Adat dalam Pelestarian Hutan Sebagai Sumber Belajar GeografiAbstract: The purpose of this research is to identify the values of Adat Ammatoa’s local wisdom in preserving forests that will serve as a geography’s learning resources. This study is a qualitative study with ethnographic approach. Data about Local wisdom values of Adat Ammatoa retrieved from observations and interviews of Adat Ammatoa’s people. Data analysis was performed through the stages of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. Result of this study is forest conservation of people in Adat Ammatoa always respect Pasang’s law. The values of Adat Ammatoa’s local wisdom is important to known by student. So that the values can be used as a main learning resources in teaching geography.Key Words: . local wisdom, preserving forest, geography’s learning resources Abstrak: Tujuan Penelitian ini adalah mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal Adat Ammatoa dalam melestarikan hutan yang akan dijadikan sebagai sumber belajar geografi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data tentang nilai-nilai kearifan lokal Adat Ammatoa diperoleh dari hasil observasi dan wawancara pada masyarakat Adat Ammatoa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, sajian data, penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelestarian hutan pada komunitas Adat Ammatoa tak lepas dari hukum adat yang selama ini dihormati dan dijunjung tinggi masyarakat adat yakni, “Pasang”. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut penting untuk diketahui mahasiswa. Olehnya itu nilai-nilai tersebut dapat dijadikan sumber belajar utamanya dalam pembelajaran geografi.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pelestarian Hutan, Sumber Belajar Geografi
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SISWA SMA Sholihah, Mar’atus; Utaya, Sugeng; Susilo, Singgih
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.11, Nopember 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i11.7869

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of Experiential Learning models developed by Kolbs theory of the critical thinking skills of high school students. This study uses a quasi experiment conducted in SMA Assaadah Gresik. The population of students of class X IS second semester of academic year 2015/2016. Samples are 2 classes that are homogeneous. Methods of data collection using test questions and the ability to think critically using observation sheet. Data were analyzed by comparing the average acquisition value of critical thinking skills with experimental class control class. Average value of the critical thinking skills using model Experiential Learning higher at 80.9 while the control class is 71.2. Based on the average it can be concluded that the learning model of Experiential Learning can improve students critical thinking skills. This study is expected to provide information on the application and benefits of the model Experiential Learning in teaching geography and make it more meaningful for students.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model Experiential Learning yang dikembangkan oleh teori Kolb terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimen yang dilakukan di SMA Assa’adah Gresik. Populasi siswa kelas X IS semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Sampel yang digunakan sebanyak 2 kelas yang bersifat homogen. Metode pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan berpikir kritis serta menggunakan lembar observasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan membandingkan rata-rata perolehan nilai kemampuan berpikir kritis kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Nilai rata rata kemampuan berpikir kritis yang menggunakan model pembelajaran Experiential Learning lebih tinggi, yaitu sebesar 80,9, sedangkan kelas kontrol sebesar 71,2. Berdasarkan nilai rata-rata tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Experiential Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang penerapan dan manfaat model Experiential Learning dalam pembelajaran Geografi dan supaya lebih bermakna bagi siswa.
Hubungan antara Minat Menjadi Guru dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Lutfiyah, Zakiyatul; Utaya, Sugeng; Susilo, Singgih
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.303

Abstract

Abstrak: Prestasi belajar merupakan hasil akhir usaha belajar. Prestasi belajar bisa diukur melalui simbol angka. Pada tingkat perguruan tinggi, prestasi belajar bisa dilihat berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK). IPK dengan kategori pujian menjadi tujuan semua mahasiswa. Prestasi belajar sangat mempengaruhi hasil lulusan sarjana yang berkualitas. Hal itu termasuk dalam fungsi prestasi belajar, maka diperlukan pengetahuan untuk mengetahui faktor apa saja yang memberikan sumbangan terbesar. Minat menjadi guru merupakan faktor instrinsik yang penting dalam prestasi belajar mahasiswa pendidikan geografi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat menjadi guru dengan prestasi belajar mahasiswa. Rancangan penelitian kuantitatif menggunakan eksplanatory. Hasil analisis menggunakan uji korelasional menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Jadi nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak. Hasil analisis korelasional diketahui bahwa 0,465 yang berarti ada hubungan minat menjadi guru dengan prestasi belajar. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v21i22016p008
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG PROSES PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI HOMESCHOOLING SEKOLAH DOLAN KOTA MALANG Fitriana,, Evi; Utaya, Sugeng; Budijanto, Budijanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.4, April 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i4.6212

Abstract

The aim of this research is to know the relationship between student perception on learning and the learning achievement of Geography subject in Homeschooling Sekolah Dolan Malang City. This research used quantitative description method, with correlation analysis. Perception data collection using a questionnaire based on the Likert scale. Learning achievement data was collected from report achievement on 1st semester. Based on the data analysis, showed that the relations between student perception and the learning achievement of Geography are significant. Learning process has moderate correlation with learning achievement. The learning process is one of the external factors that have contributed in determining learning achievement, so that expected there are other factors that affect learning achievement.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi tentang proses pembelajaran dengan hasil belajar geografi siswa homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan analisis korelasi product moment untuk menganalisis hubungan antar variabel penelitian. Pengumpulan data persepsi tentang pembelajaran menggunakan angket yang penilaiannnya berpedoman pada skala likert. Data hasil belajar dikumpulkan dari nilai rapor semester ganjil. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi tentang proses pembelajaran dan hasil belajar geografi di homeschooling Sekolah Dolan Kota Malang. Proses pembelajaran memiliki korelasi sedang dengan hasil belajar. Proses pembelajaran merupakan salah satu faktor eksternal yang mempunyai kontribusi dalam menentukan hasil belajar, sehingga diduga terdapat faktor-faktor lain yang memengaruhi hasil belajar.
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENJADI GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Lutfiyah, Zakiyatul; Utaya, Sugeng; Susilo, Singgih
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 21, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jpg.v21i2.5908

Abstract

Abstrak: Prestasi belajar merupakan hasil akhir usaha belajar. Prestasi belajar bisa diukur melalui simbol angka. Pada tingkat perguruan tinggi, prestasi belajar bisa dilihat berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK). IPK dengan kategori pujian menjadi tujuan semua mahasiswa. Prestasi belajar sangat mempengaruhi hasil lulusan sarjana yang berkualitas. Hal itu termasuk dalam fungsi prestasi belajar, maka diperlukan pengetahuan untuk mengetahui faktor apa saja yang memberikan sumbangan terbesar. Minat menjadi guru merupakan faktor instrinsik yang penting dalam prestasi belajar mahasiswa pendidikan geografi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat menjadi guru dengan prestasi belajar mahasiswa. Rancangan penelitian kuantitatif menggunakan eksplanatory. Hasil analisis menggunakan uji korelasional menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Jadi nilai signifikansi 0,000 &lt; 0,05, maka H0 ditolak. Hasil analisis korelasional diketahui bahwa 0,465 yang berarti ada hubungan minat menjadi guru dengan prestasi belajar.Kata Kunci: minat menjadi guru dan prestasi belajarAbstract: The learning achievement is the end result of learning effort. The learning achievement can be measured through number symbols. At the college level, academic achievement can be seen based on grade point average (GPA). CPI by category compliments the goal of all students. The learning achievement greatly affect the outcome of qualified graduates. It was included in the function of learning achievement, the necessary knowledge to determine what factors contributed most. Interest in becoming a teacher is an intrinsic factors that are important in the achievement of students of geography education, State University of Malang. This study aims to determine the relationship of interest to be a teacher with students' achievement. Quantitative research design using explanatory. Results of analysis using correlation test showed a significance value of 0,000. So the significance value 0,000 &lt; 0,05, then H0 is rejected. The results of correlation analysis known that 0,465 meaning there is interest in becoming teachers with academic achievement.Keywords: interest in becoming a teacher and learning achievement
Analisis dan Optimalisasi Potensi Lahan Pertanian Sebagai Kajian Dampak Positif Erupsi Gunungapi Kelud 2014 Bachri, Syamsul; Utaya, Sugeng; Nurdiansyah, Farizki Dwitri; Nurjanah, Alif Erfika; Ning Tyas, Lela Wahyu; Purnama, Denny Setia; Adillah, Akhmad Amri
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): September 2017
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.27738

Abstract

AbstractThe 2014 eruption of Kelud Volcano has brought various effects on the surrounding agriculture. Aside from negative impact, it affected the potentials of agricultural land positively. This research analyzed the optimization of eruption-affected land using several steps. The first step was land suitability analysis with multicriteria assessment and Geographic Information System (GIS) technology. In addition to the physical analysis, Focus Group Discussion (FGD) was performed in the second step to identify the community’s perception of the eruption impact. The research produced land suitability maps consisting of the following classification: S1 (64.74%), S2 (31.51%), and S3 (3.75%). The maps revealed that the majority of the land in Kelud Volcano had the potentials for agricultural development. These findings were supported by the perception of the local community, which argued that they could significantly benefit from the positive impact of the eruption. Abstrak Erupsi gunungapi Kelud pada tahun 2014 membawa dampak yang beragam terhadap kondisi pertanian di sekitarnya. Selain dampak negatif, erupsi gunungapi Kelud membawa dampak positif khususnya pada potensi lahan terdampak yang perlu dioptimalkan. Melalui penelitian ini, kajian optimalisasi potensi lahan terdampak erupsi dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahap pertama berupa analisis kesesuaian lahan melalui penilaian multikriteria dan teknologi Sistem Informasi geografis (SIG). Selain kajian fisik, kegiatan Focus Group Discussion (FGD) merupakan tahapan kedua yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terkait dengan dampak erupsi Gunungapi Kelud. Hasil penelitian menghasilkan peta kesesuaian dengan kelas kesesuaian S1 (64,74%), S2 (31,51%), S3 (3,75%). Berdasarkan hasil pemetaan ini, sebagian besar wilayah Gunungapi Kelud berpotensi untuk pengembangan pertanian. Hal ini didukung dengan persepsi masyarakat kawasan Gunungapi Kelud yang berpendapat bahwa dampak positif erupsi dirasakan secara signifikan.  
PENGARUH AUTHENTIC PROBLEM BASED LEARNING (aPBL) TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Marlina, Marlina; Utaya, Sugeng; Yuliati, Lia
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 11: November 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v2i11.10223

Abstract

This study aims to describe the effect of Authentic Problem Based Learning (aPBL) on the mastery of the concept of science class IV students of primary school. This type of research is an experimental quasi with posttest only control group design. The sample consisted of 63 students divided into experimental class and control class. The sample selection technique used purposive sampling. The data of this research are analyzed quantitatively using t test and effect size. The results of this study indicate that aPBL influence on the mastery of the concept of science class IV students of primary school of 0.807. The average mastery of science concepts of students who studied with aPBL of 70.31 while the mastery of science concepts of students who learn with conventional learning of 60.16. This shows that aPBL affect the mastery of the concept of science IPA class IV students of primary school.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Authentic Problem Based Learning (aPBL) terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar. Jenis penelitian merupakan penelitian quasi experimental dengan posttest only control group design. Sampel penelitian terdiri atas 63 siswa yang terbagi dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pemilihan sampel menggunakan purposive Sampling. Data penelitian ini dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji t dan effect size. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aPBL berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar sebesar 0,807. Rata-rata  penguasaan konsep IPA siswa yang belajar dengan aPBL  sebesar 70,31, sedangkan penguasaan konsep IPA siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional sebesar 60,16. Hal ini menunjukkan bahwa aPBL berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas IV Sekolah Dasar.