Murni -, Murni
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMASI PROSES BIOETANOL DARI KULIT KOPI DENGAN MENGGUNAKAN PROSES HIDROLISIS VIBROUS BED BIOREAKTOR -, Murni; Arifan, Fahmi; Abidin, Zainal
T R A K SI Vol 15, No 1 (2015): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.752 KB)

Abstract

Kopi adalah tanaman kopi yang telah di ambil buahnya, sehingga tinggalkulitnya yang merupakan libah pertanian yang jarang sekali dimanfaatkan. Kulit kopi mengandung 71,2%, protein kasar 3,9%, lemak kasar 1,8%, serat kasar 28,8%, BETN 37,1%, dan TDN 40,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan vibrous bed bioreactor dan proses fermentasi fed batch untuk produksi bioetanol dari limbah kulit kopi dengan menggunakan enzim immobilized Zymomonas mobilis sehingga diperoleh yield tinggi. Penelitian dilakukan dengan melakukan eksperimental dan perancangan serta pabrikasi Vibrous Bed Bioreaktor untuk menentukan kinetika reaksi hidrolisa enzimatis dan komputasi proses. Studi optimisasi dilakukan dengan menggunakan faktoral design 2n. Parameter-parameter yang diteliti adalah rasio enzim-substrat, rasio kulit kopi-air, pH reaksi dan waktu reaksi. Selama tempuhan, diukur kandungan glukosa yamg dihasilakan pada saat fermentasi agar didapatkan kadar glukosa sebesar 14%. Sampel yang diambil hasil reaksi hidrolisa enzimatis, dianalisa kadar glukosanya setiap 6 jam sekali dengan GC dan HPLC. Kadar glukosa dihitung persentasenya terhadaptotal campuran. Setelahnya dapat dilakukan proses pengkonversian biomassa menjadi bioetanol dan dapat dilakukan pengujian ferforma motor berbahan bakar bensin.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI JENANG DAN KRASIKAN MELALUI PENERAPAN MESIN PENGADUK OTOMATIS TERMODIFIKASI DI KARANGLUH KECAMATAN SALAM MAGELANG -, Murni; Arifan, Fahmi; Abidin, Zainal
T R A K SI Vol 15, No 2 (2015): MAJALAH ILMIAH TEKNIK MESIN
Publisher : T R A K SI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.112 KB)

Abstract

enang dan krasikan merupakan makanan tradisional khas dari daerah Kabupaten Magelang yang memiliki resep warisan turun temurun namunmendunia. Sebagian kecil industry jenang sudah mapan dalam arti dapat dipasarkan secara internasional, karena sang pemilik sangat inovatif dalam produksi dan pemasarannya. Namun, sebagian besar industri kecil termasuk sentra industri jenang dan krasikandi desa Karangluh, Salam,Magelang masih belum mapan karena memiliki keterbatasan kemampuan berinovasi dan mengembangkan wawasan sehingga tidak ada peningkatan kualitas maupun kuantitas. Salah satu faktor utama permasalahan tersebut adalah alat pengaduk yang digunakan masih sederhana menyebabkan terjadinya penggumpalan bahan jenang dan krasikan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan membuat rancang bangun dan pabrikasi mesin pengaduk otomatis termodifikasi. Alat pengaduk otomatis terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pengadukan yang berupa bak atau tangki pengadukan dan bagian Impeller berupa motor listrik, pulley dan pemutar yang dilengkapi dengan rangka besi untuk menjaga keseimbangan dalam pengadukan. Alat pengaduk termodifikasi telah dibuat didasarkan pada teori pengadukan bahan, dan karakterist ik bahan yang akan diaduk untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk jenang dan krasikan di Desa Karangluh, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.Kata Kunci: Jenang, Krasikan, Mesin Pengaduk Otomatis
Implementasi Prinsip Larangan Praktik Monopoli Dalam Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) -, Murni
RechtIdee Vol 10, No 1 (2015): Juni
Publisher : Trunojoyo Madura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSalah satu larangan   yang dapat dikualifikasikan sebagai pelanggaranUUPU adalah melakukan tindakan praktik monopoli. Ketentuan Pasal 17UUPU menjadi parameter yuridis untuk mengkualifikasikan suatu tindakan termasuk praktik monopoli atau bukan.  Pertimbangan hakim (ratio deciden- di) komisioner   untuk menetapkan pelanggaran terhadap prinsip larangan praktik monopoli jika terdapat unsur-unsur  pasal 17 ayat (2) UUPU yang meliputi: a) non substitution; b) barrier to entry; c) dan market share. Imple- metasi   prinsip larangan praktik monopoli dalam putusan KPPU harus didasarkan pada ada tidaknya kepentingan umum (public interest) yang diru- gikan oleh pelaku usaha.Kata Kunci : Putusan KPPU,  Larangan Praktik Monopoli, Persaingan Usaha. 
KARAKTERISTIK KASUS KONSUMEN DAN FAKTOR PENGHAMBAT PENDIRIAN BPSK (BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN) DI WILAYAH MADURA -, Murni; Rusdiana, Erma; Yulianti, Rina
Yustisia Jurnal Hukum Vol 5, No 1: JANUARY-APRIL 2016
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis empirical legal research aims to describe reality factors that caused not established BPSK (Consumer Disputes Resolution Board) in Madura area. Characteristics of Consumer Disputes in Madura  used as early Informed to mapping the factors inhibited BPSK in Madura. In-depth interviews and Focus Group Discussion (FGD) was conducted to mapping of  consumer cases characteristic that happened in Madura, furthermore, this research classified factors that caused not established BPSK in Madura. Results of this study mapping the structural and cultural problems is a major cause for the establishment of BPSK.Key Words : Characteristic, Barriers, Consumer, BPSKAbstrakPenelitian hukum empiris ini bertujuan untuk menggambarkan realitas faktor-faktor yang menyebabkan tidak berdirinya  BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) di wilayah Madura. Karakteristik sengketa konsumen di wilayah Madura dijadikan informasi awal untuk melakukan pemetaan terhadap faktor-faktor yang menghambat adanya BPSK di Madura. Interview mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk memetakan karakteristik kasus konsumen yang terjadi di Madura, selanjutnya akan di klasifikasikan faktor-faktor apa saja yang menghambat berdirinya BPSK di Madura. Hasil penelitian ini memetakan problem struktural dan budaya menjadi penyebab utama bagi pendirian BPSK.Kata Kunci : Karakteristik, Faktor Penghambat, Konsumen, BPSK