Articles

Found 19 Documents
Search

Sistem Deteksi kualitas Beras Berdasarkan Warna menggunakan Fuzzy C-Means Clustering Guna Membantu Tingkat Pengetahuan Masyarakat Lestari, Dewi; Fadillah, Nurul; Ihsan, Ahmad
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 3, No 2 (2019): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras  merupakan bahan makanan pokok bangsa Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, sebagian besar penduduk dunia juga memilih beras sebagai bahan makanan pokok utama. Semakin tingginya  konsumsi beras di Indonesia dapat memicu terjadinya perkembangan beras bebas produk, maka dari itu masyarakat yang cerdas harus lebih teliti dalam melihat warna beras, apakah warna beras tersebut bagus dan layak untuk di masak atau warna beras tersebut termasuk kategori warna beras tidak bagus.  Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah metode Fuzzy C-Means. Algoritma Fuzzy C-Means merupakan satu algoritma yang mudah dan sering di gunakan dalam pengelompokkan data karena membuat suatu perkiraan yang efisien dan tidak memerlukan banyak parameter. Pada kasus penelitian ini akan menganalisis penerapan metode Fuzzy C-Means untuk mengelompokkan beras bagus dan beras tidak bagus berdasarkan warna beras, dengan menggunakan dua gambar objek yang di jadikan sebagai sampel data. Salah satu teknik fuzzy clustering adalah Fuzzy C-Means Clustering (FCM). FCM merupakan suatu teknik pengklasteran data yang keberadaan setap datanya dalam suatu cluster di tentukan oleh nilai/derajat keanggotaan tertentu. Beberapa penelitian telah menghasilkan kesimpulan bahwa metode Fuzzy C-Means dapat di gunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan atribut-atribut tertentu.  Penerapan algorita Fuzzy C-Means dalam penentuan kategori warna beras di kelompokkan menjadi 2 cluster yaitu beras tidak bagus dan beras bagus. Dari sampel data yang diambil di peroleh 2 cluster berdasarkan kriteria mana yang lebih di kategorikan dengan nilai terbesar pada jarak akhir merupakan cluster warna beras yang bagus, sedangkan cluster dengan nilai terkecil merupakan cluster yang di kategorikan beras tidak bagus. Pada gambar objek ke-1 range nilai 0.1667 - 0.9877 untuk kategori beras bagus dan 0.2 - 0.1667 untuk kategori beras tidak bagus. Sementara pada gambar objek ke-2 yaitu dengan range 0.9583 - 0.9936 untuk kategori beras bagus dan 0.6742 - 0.9596 untuk kategori beras tidak bagus.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR PERUBAHAN KUALITAS PERAIRAN DI SUNGAI BELAWAN KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG Fadillah, Nurul; Patana, Pindi; Dalimunthe, Maragunung
AQUACOASTMARINE Vol 11, No 1 (2016): JURNAL AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activities in Belawan River has caused water quality degradation, such asecological conditions of biota particularly macrozoobenthos. This research aimedto know the community structure of macrozoobenthos and water quality based onDiversity Index and Abundance and Biomass Comparison (ABC) curve. Thisresearch was conducted in Belawan River Pancur Batu sub district Deli Serdangregency from April until June 2015. The sampling was done by purposive randomsampling method at three stations for three weeks. Results of this research found 9species of macrozoobenthos divided into 6 family and 2 classes, those wereGastropods and Insecta. The density was ranged from 4.33 to 45.0 ind /m2, whilediversity index 1.29 to 1.51 with medium level of diversity rate. Evenness indexwas ranged from 0.72 to 0.78 and dominance index was ranged from 0.24 to 0.25.The water quality of Belawan River was divided into two categories, based on thediversity index was medium polluted category and based on ABC curve was notpolluted – medium polluted categories.Keywords: Macrozoobenthos, Community Structure, Diversity Index, ABC Curve,Pollution Levels
Segmentasi Motion Data untuk Model Viseme Dinamis Bahasa Indonesia fadillah, Nurul; Sumpeno, Surya; Arifin, Arifin; Purnomo, Mauridhi Hery
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2015
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— Animasi bicara yang natural sangat dibutuhkan bagiIndustri animasi. Penelitian animasi berbicara Bahasa Indonesiamasih sangat jarang dilakukan, sehingga kami melakukanpenelitian bidang ini. Animasi bicara yang natural sangatditentukan oleh kesesuaian antara pengucapan dan viseme (visualphoneme) tersebut. Viseme adalah bentuk bibir ketikamengucapkan suatu fonem atau bunyi bahasa. Penelitian inibertujuan untuk melakukan segmentasi data motion capture(mocap) sehingga diperoleh data fitur setiap suku kata darikalimat bahasa Indonesia yang diucapkan oleh seorang model.Data yang kami rekam adalah wajah seorang model yang telahdipasang 37 penanda aktif diwajahnya dengan mengucapkan 5kalimat Bahasa Indonesia. Teknologi yang digunakan untukmerekam adalah teknologi motion capture (mocap). Data fituryang diperoleh digunakan sebagai dasar pada proses klasterisasi,sehingga dihasilkan kelas-kelas viseme dinamis BahasaIndonesia. Penelitian ini menjelaskan beberapa kegiatan yaituperekaman data mocap, konversi data mocap menjadi sistemkoordinat dunia, proses normalisasi posisi 3D, proses segmentasi,dan visualisasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa data fiturhasil proses segmentasi dapat diterapkan pada proses klaterisasidengan kualitas klaster yang baik.
PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN OLEH MASYARAKAT PEDULI API (MPA) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Fadillah, Nurul; Basuni, sambas; Sunarminto, Tutut
Media Konservasi Vol 21, No 3 (2016): Media Konservasi Vol. 21 No. 3 Desember 2016
Publisher : Media Konservasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.193 KB)

Abstract

Mount Ciremai National Park (TNGC) is a National Park (TN) which has enormous ecological functions, especially as a water catchment area. Forest fires in TNGC occur every year and fluctuated from year to year. Forst fires destroy ecosystems and interfere the function of TNGC. Anti Fire Community (MPA) is a partnership which consist of local communities involved in forest fire control. Community partnership will never succeess without the MPA’s participation. The research objectives are to describe the perception and participation of MPA on the forest fires control in TNGC and the implementation of MPA policies. This research method is done by questionnaires, observation and interviews. The results showed that MPA positively perceive that dry season as supporting factors and community activities that involve a fire as direct factors of forest fires. The public perception is not always in line with the participation. A strong perception does not guarantee a high participation, it might be the opposit (low participation). The highest MPA’s participation in forest fires control is in forest fighting activities. Affecting factors on MPAs participation in forest fire control activities are economic factors ie wage, logistics dan goods. Occuring gap between the ideal conditions and real conditions is 80,95 percent. Perceptions which is not in line with the participation and the emerge gap is suspected to cause unoptimized of forest fire control conducted by MPA in TNGC. Keywords: forest fire control, gap, MPA, particiation, perception
Deteksi Kematangan Buah Tomat Berdasarkan Warna Buah dengan Menggunakan Metode YCbCr Nasution, Muhammad Syahputra; Fadillah, Nurul
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 3, No 2 (2019): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Buah tomat merupakan salah satu buah yang memiliki warna yang kompleks untuk menentukan kematangan nya. Buah tomat memiliki 3 warna untuk menentukan apakah buat tomat tersebut sudah matang, setengah matang, dan mentah, yaitu warna merah ketika buah tomat sudah matang, warna kuning ketika buah tomat setengah matang, dan warna hijau ketika buah tomat mentah. Untuk menentukan kematangan buah tomat tersebut tidak hanya dilakukan secara konvensional (manual), tetapi bisa juga dapat dilakukan secara komputing (berbasis teknologi). Salah satu metode yang tepat untuk menentukan kematangan buah tomat berdasarkan warnanya secara komputing, yaitu menggunakan metode YCbCr. Pada penelitian ini akan dilihat bagaimana hasil konversi RGB ke YCbCr untuk menentukan kematangan pada buah tomat. Hasil yang didapat pada penelitian ini, yaitu ketika citra asli (RGB) di konversikan ke citra YCbCr maka untuk warna buah tomat yang sudah matang akan berwarna ungu, untuk warna buah tomat setengah matang akan berwarna berwarna magenta, dan untuk warna buah tomat yang masih mentah akan berwarna merah. Abstract— Tomato fruit is one of the fruits that has a complex color to determine its maturity. Tomatoes have 3 colors to determine whether the tomatoes are ripe, half-cooked and raw, which is red when the tomatoes are ripe, yellow when the tomatoes are half cooked, and green when the tomatoes are raw. To determine the maturity of tomatoes is not only done conventionally (manually), but can also be done by computing (technology-based). One of the right methods to determine the maturity of tomatoes based on the color is computationally, using the YCbCr method. In this study we will see how the results of RGB conversion to YCbCr to determine the maturity of tomatoes. The results obtained in this study, namely when the original image (RGB) is converted to YCbCr images, then for the color of ripe tomatoes will be purple, for the color of half-ripe tomatoes will be colored magenta, and for the color of tomatoes that are still raw will be red.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN BANJIR DI PAPANGGO RT 12 RW 03 TANJUNG PRIOK JAKARTA UTARA Siregar, Friska Triani; Fadillah, Nurul
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 2, No 2 (2016): Penelitian September 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.692 KB)

Abstract

Abstrak Pengetahuan adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan pertanyaan “what”, misalnya apa air, apa manusia dan sebagainya. Banjir dalam pengertian umum adalah debit aliran air sungai dalam jumlah yang tinggi, atau debit aliran air di sungai secara relatif lebih besar dari kondisi normal akibat hujan yang turun di suatu tempat tertentu terjadi secara terus menerus, sehingga air tersebut tidak dapat ditampung oleh alur sungai yang ada, maka air melimpah keluar dan menggenangi daerah sekitarnya. Pencegahan adalah bagaimana cara mencegah atau menghindar dari bencana.Penanggulangan bencana banjir dilakukan secara bertahap, dari pencegahan sebelum banjir, penanganan saat banjir, dan pemulihan setelah banjir. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif dengan pendekaan metode Cross Sectional. Sempel dalam penelitian ini menggunakan tehnik quota sampling. Instrument peneliti yang peneliti gunakan yaitu kuesioner dan skala guttman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Pencegahan dan Penanggulangan Banjir di Papanggo Rt 12 Rw 03 Tanjung Priok Jakarta Utara. Penelitian dilakukan terhadap 50 responden. Hasil penelitian berdasarkan usia yang terbanyak pada usia 26-35 tahun sebesar 35(70%), berdasarkan pekerjaan ibu rumah tangga 18 (36%), berdasarkan pendidikan SMA 23 (46%), dan berdasarkan jenis kelamin perempuan 29 (58%). Kata kunci : Pengetahuan, pencegahan dan penanggulangan banjir
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI LARVA NYAMUK Aedes PADA DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA PEKANBARU Gesriantuti, Novia; Badrun, Yeeri; Fadillah, Nurul
Sistem Informasi Vol 8 No 01 (2017): Jurnal Photon
Publisher : Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.867 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi larva Aedes berdasarkan tempat perindukannya. Penelitian dilakukan bulan April sampai Mei 2017 di RW 08 Kelurahan Tuah Karya, Pekanbaru. Pengambilan larva dilakukan dengan cara mengambil larva yang ditemukan pada tempat perindukan di dalam dan di luar rumah. Larva diidentifikasi menggunakan metode single larva method dengan mengamati setiap larva berdasarkan posisi istirahat yang berbeda. Pada penelitian ini ditemukan 2 jenis nyamuk vektor penyakit demam berdarah dengue yaitu Aedes aegypti, Aedes albopictus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 rumah yang diperiksa ditemukan 24 rumah yang positif larva Aedes dan dari 188 tempat penampungan air (TPA) yang diperiksa ditemukan 31 kontainer yang positif larva Aedes. Jumlah Aedes lebih banyak ditemukan pada tempat penampungan air (TPA) di luar rumah dibandingkan di dalam rumah. Kelimpahan larva Aedes albopictus yaitu sebanyak 6,54%, sedangkan larva Aedes aegypti sebanyak 1,68%. Keberadaan larva nyamuk Aedes albopictus berpotensial menjadi vektor penyakit DBD di Kelurahan Tuah Karya. Angka Bebas Jentik (ABJ) didapatkan sebesar 40%, House Indeks (HI) = 60%, Container Indeks (CI) = 16,49%. Angka ini menunjukkan RW 08 Kelurahan Tuah Karya merupakan daerah yang memiliki risiko tinggi dalam penularan penyakit demam berdarah dengue.
Gambaran Perilaku Tenaga Kerja dan Pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi dalam Pembangunan Balai Diklat BPK-RI Makassar oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk. Mallapiang, Fatmawaty; Damayati, Dwi Santy; Fadillah, Nurul
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 9, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.511 KB)

Abstract

Pekerjaan konstruksi berisiko tinggi untuk menyebabkan terjadinya kecelakaan. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa faktor manusia menempati posisi yang sangat penting terhadap terjadinya kecelakaan kerja yaitu antara 80–85%. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Gambaran Perilaku Tenaga Kerja dan Pelaksanaan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi dalam Pembangunan Balai Diklat BPK-RI Makassar oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.”. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, populasi sebesar 164 tenaga kerja (buruh konstruksi) dan sampel 62 responden secara random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  responden  memiliki pengetahuan cukup 64,5%, sikap baik 64,5%, dan tindakan aman 64,5%, sehingga perilaku tenaga kerja dapat dikatakan berkategori baik. Selain itu 60% pelaksanaan program K3 konstruksi terlaksana, dan hanya tersisa 10 program dari 25 program yang tingkat pencapaiannya dibawah 60%. Untuk mempertahankan dan meningkatkan perilaku tenaga kerja dan pelaksanaan program K3 konstruksi diharapkan para pekerja mengikuti standar operasional prosedur (SOP), pihak perusahaan melakukan monitoring, serta Instansi terkait melakukan kontrol dan evaluasi implementasi K3.
Identify Causes Students Against Misconceptions in SMA Biology Material As Langsa Fadillah, Nurul
Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Magister Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.47 KB)

Abstract

Misconception is the notion of a concept that is not right, wrong in using the concept of the name, one of the concepts classify examples, doubts about the different  concepts,  not  right  in  connecting  a  wide  range  of  concepts  in  the hierarchy composition or manufacture of a generalization of the concept of excessive or less clear. This study aims to determine how much misconceptions and identify the factors that cause misconceptions students of class XI against biological materials in SMA as Langsa. This research was conducted in SMA as Langsa. The population in this study were all students of class XI Science SMAN as  Langsa.  Sampling  technique  in  this  study  conducted  stratified  random sampling, so the sample used was 210 students. This study used research instrument in the form of two-dimensional diagnostic tests, questionnaires and interviews. The results showed that the percentage of students' misconceptions of the material in high school biology class XI as Langsa State is 21%. The factors that cause student misconceptions that book 24.90%, 3.34% teachers,  parents 0.83%, 12.80% friends, internet 1.63%, 0.10% beliefs, and others that students responded by reading the student worksheet (LKS) or by believing in yourself by 56.39%.
Deteksi Foreground Dan Background Pada Kematangan Buah Dipohon Menggunakan Metode K-Means Clustering Ramadhan, Andhika; Fadillah, Nurul
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol 21, No 1 (2019): Periode Maret 2019
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.611 KB)

Abstract

Pada era perkembangan teknologi pada saat ini, banyak teknologi-teknologi terbaru yang telah ditemukan. Salah satu cabang teknologi yang berkembang pesat pada saat ini yaitu pada citra digital. Penggunaan citra digital dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak, sehingga penggunaan citra digital sangat membantu pekerjaan manusia. Contohnya saja dibidang pertanian. Pada bidang pertanian citra digital sangat bermanfaat, yaitu dalam memanen jumlah apel. Secara konvensional, petani apel tidak akan tahu berapa banyak buah apel yang telah matang pada pohon apel. Namun dengan menggunakan citra digital petani buah apel akan tahu berapa banyak buah apel yang telah matang yang akan dipanen. Dengan memisahkan antara foreground dan backbground dengan menggunakan K-Means Clustering, maka akan dibedakan foreground (buah apel) dan background (dedaunan). Pada clustering background (latar belakang) maka hanya daun-daun saja yang akan tampak, sedangkan buah apel akan dihitamkan untuk membedakan antara foreground (latar depan) dan background (latar belakang). Sedangkan pada clustering background (latar belakang) maka hanya daun-daun saja yang akan tampak, sedangkan buah apel akan dihitamkan untuk membedakan antara foreground (latar depan) dan background (latar belakang).