Adiansyah Adiansyah, Adiansyah
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian UNHAS

Published : 9 Documents
Articles

Found 9 Documents
Search

KEKERASAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA NARAPIDANA LANSIA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN JAWA BARAT Adiansyah, Adiansyah; Sukihananto, Sukihananto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 20, No 3 (2017): November
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.481 KB) | DOI: 10.7454/jki.v20i3.623

Abstract

Lansia merupakan kelompok rentan dengan berbagai risiko kesehatan. Kelompok rentan lebih mudah terpapar masalah kesehatan, salah satunya adalah kekerasan fisik dan psikologis. Kelompok rentan yang berada dalam tempat berisiko,   salah satu tempat berisko adalah lemabaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kekerasan fisik dan psikologis pada narapidana lansia di lembaga pemasyarakatan Jawa Barat. Penelitian menggunakan sampel total berjumlah 36 responden yang terdapat di tiga lembaga pemasyarakatan. Instrumen penelitian merujuk pada Hwalek-Sengstock Elder Abuse Screening Test (H-S/EAST) dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan fisik yang terjadi di lembaga pemasyarakatan sebesar 41,67% dan kekerasan psikologis 36,11%. Suku Sunda adalah suku yang mengalami kekerasan fisik dan psikologi paling besar dibandingkan dengan suku lainnya. Hasil penelitian merekomendasikan perawat, psikolog dan petugas lapas untuk bekerjasama dalam melakukan pencegahan kekerasan fisik dan psikologis, serta meningkatkan sarana keagamaan dan spiritual sebagai koping yang dilakukan oleh narapidana lansia. Kata kunci: kekerasan fisik, kekerasan psikologis, lansia, lembaga pemasyarakatan. Physical and psychological violence at the Penitentiary Convicts Elderly in West Java. Aging process causing elderly to become one of the vulnerable groups. Vulnerable groups are susceptible to health problems, including physical and psychological abuse. Penitentiaries is one of vulnerable places that causes elderly as a vulnerable groups. This study aimsto describe physical and psychological abuse on elderly inmates in West Java Penitentiaries.This study was conducted at three penitentiaries in West Java with 36 respondents usingHwalek-Sengstock Elder Abuse Screening Test (H-S/EAST) instrument. The result showed that physical abuse 41,67% and psychological abuse 36,11%.Sundanese is one of ethnic groups that showed the biggest percentage of elderly physical and psychological abuse among the other ethnics. Nurses, psychiatrist, and penitentiary officers need to prevent physical and psychological abuse together. Furthermore, nurses need to optimize spiritual and religious activities as a coping mechanism among elderly inmates. Keywords: physical abuse, psychological abuse, elderly, penitentiaries.
ELCONAS Electronic Control Using Android System With Bluetooth Communication And Sms Gateway Based Microcontroller Fadhil, Ahmad; Prasetia, Yandi; Adiansyah, Adiansyah; Tunnisa, Titin Wahdania; Ambarwati, Ayu; Passarella, rossi
ICON-CSE Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : ICON-CSE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ELCONAS (Electronic Control with Android System) is a tool designed to control electronic devices. This control Android via Bluetooth communication and SMS Gateway that can be controlled by the user. Control using Bluetooth, applied for a certain distance which is connected to android, Bluetooth with limited distance range of services and the use of the remote system is used SMS Gateway is connected via a short message that is sent to the microcontroller through a module that has been installed on the microcontroller, using ArdunioMega 2560. ELCONAS designed to minimize the occurrence of short circuits and even prevent fires because the user can handle it via the application without having to interact directly with electronic devices that are at home or office.
PENGGUNAAN EKSTRAK DAN BUBUK CENGKEH DAN KAYUMANIS UNTUK MEMINIMALKAN KANDUNGAN HISTAMIN PADA IKAN KEMBUNG PEREMPUAN (Rastrelliger neglectus) Mahendradatta, Meta; Adiansyah, Adiansyah
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 10, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.8938

Abstract

In this research, clove and cinnamon were prepared by grinding to produce spice powder and by solvent extraction to produce spice extract. They were stored in plastic and glass jar at ambient temperature for two weeks to observe the change of sensory quality. The spices were then combined and applied to short-bodied mackerel (Rastrelliger neglectus) and the total mesophilic microbes were enumerated. The best concentration of spice combinations which gave the lowest total mesophilic microbe was 2% of clove and 4% and cinnamon in form of powder and 4% of each spice in form of extract. The spice powder and extract, as well, were applied to short-bodied mackerel which has been prepared under various treatments. The treated fishes were stored and the histamine content was analyzed after two hours storage at ambient temperature. The result showed that spice powder and extract could decrease histamine content in short-bodied mackerel processed with and without boiling. Statistic analysis showed that there was significantly difference of each treatment on histamine content (p<0.01). Spice powder in combination with boiling process showed the higher percentage of the decrease of histamine content (94%) than that without boiling (42.5%), spice extract with boiling (28.3%) and without boiling (21%).
MORFOLOGI DAN INTEGRITAS INTI KEPALA SPERMATOZOA SAPI SIMENTAL PASCA LIOFILISASI DENGAN WAKTU adiansyah, adiansyah; handarini, Ristika
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.491 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.171

Abstract

Pengeringbekuan merupakan salah satu teknologi pilihan dalam pengawetan sel dan telah diaplikasikan secara luas termasuk sel spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk pelihat perubahan morfometri dan integritas inti kepala spermatozoa sapi pasca liofilisasi dengan waktu inkubasi yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak faktorial 2 faktor, faktor pertama: sumber semen (semen segar tanpa liofilisasi, semen segar liofilisasi dan semen beku liofilisasi) dan faktor kedua: lama inkubasi (0, 3 dan 6 jam). Uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan bila terdapat perbedaan nyata atau sangat nyata (SPSS 16). Peubah yang diamati: morfometri sperma (panjang, lebar dan luas kepala spermatozoa) dan integritas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan rataan morfometri spermatozoa segar: panjang (9.29 μm), lebar (4.78 μm) dan luas kepala spermatozoa (36.59 μm2) secara signifikan mengecil (P<0.05) setelah diikubasi selama 3 jam yaitu panjang (9.10 μm), lebar (4.72 μm) dan luas kepala spermatozoa (35.72 μm2). Pada inkubasi 6 jam menunjukkan perbedaan tidak nyata (P>0.05) terhadap panjang (9.24 μm), lebar (4.73 μm) dan luas kepala spermatozoa (35.89 μm2). Sperma segar dan beku yang diliofilisasi dan diinkubasi selama 3 dan 6 jam menunjukkan morfometri yang tidak berbeda nyata (P>0.05). Data inimenunjukkan bahwa ada upaya sperma mempertahankan diri pada lingkungan baru selama 3 jam dan menjadi normal kembali ukurannya pada inkubasi selama 6 jam. Integritas inti kepala spermatozoa tidak berbeda nyata (P>0.05) pada inkubasi 0, 3 dan 6 jam. Integritas inti sperma segar yang diliofilisasi menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0.05) pada inkubasi 3 jam, namun berbeda nyata (P<0.05) pada inkubasi 6 jam. Integritas inti sperma beku yang diliofilisasi setelah diinkubasi selama 6 jam mengalami penurunan drastis (P<0.05) yaitu 42% intak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integritas inti sperma segar tanpa liofilisasi stabil setelah diinkubasi selama 6 jam, sementara sperma segar dan beku yang diliofilisasi mengalami penurunan pada integritas inti.
MORFOLOGI DAN INTEGRITAS INTI KEPALA SPERMATOZOA SAPI SIMENTAL PASCA LIOFILISASI DENGAN WAKTU adiansyah, adiansyah; handarini, Ristika
JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.491 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.171

Abstract

Pengeringbekuan merupakan salah satu teknologi pilihan dalam pengawetan sel dan telah diaplikasikan secara luas termasuk sel spermatozoa. Penelitian ini bertujuan untuk pelihat perubahan morfometri dan integritas inti kepala spermatozoa sapi pasca liofilisasi dengan waktu inkubasi yang berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan acak faktorial 2 faktor, faktor pertama: sumber semen (semen segar tanpa liofilisasi, semen segar liofilisasi dan semen beku liofilisasi) dan faktor kedua: lama inkubasi (0, 3 dan 6 jam). Uji ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan bila terdapat perbedaan nyata atau sangat nyata (SPSS 16). Peubah yang diamati: morfometri sperma (panjang, lebar dan luas kepala spermatozoa) dan integritas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan rataan morfometri spermatozoa segar: panjang (9.29 ?m), lebar (4.78 ?m) dan luas kepala spermatozoa (36.59 ?m2) secara signifikan mengecil (P<0.05) setelah diikubasi selama 3 jam yaitu panjang (9.10 ?m), lebar (4.72 ?m) dan luas kepala spermatozoa (35.72 ?m2). Pada inkubasi 6 jam menunjukkan perbedaan tidak nyata (P>0.05) terhadap panjang (9.24 ?m), lebar (4.73 ?m) dan luas kepala spermatozoa (35.89 ?m2). Sperma segar dan beku yang diliofilisasi dan diinkubasi selama 3 dan 6 jam menunjukkan morfometri yang tidak berbeda nyata (P>0.05). Data inimenunjukkan bahwa ada upaya sperma mempertahankan diri pada lingkungan baru selama 3 jam dan menjadi normal kembali ukurannya pada inkubasi selama 6 jam. Integritas inti kepala spermatozoa tidak berbeda nyata (P>0.05) pada inkubasi 0, 3 dan 6 jam. Integritas inti sperma segar yang diliofilisasi menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0.05) pada inkubasi 3 jam, namun berbeda nyata (P<0.05) pada inkubasi 6 jam. Integritas inti sperma beku yang diliofilisasi setelah diinkubasi selama 6 jam mengalami penurunan drastis (P<0.05) yaitu 42% intak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah integritas inti sperma segar tanpa liofilisasi stabil setelah diinkubasi selama 6 jam, sementara sperma segar dan beku yang diliofilisasi mengalami penurunan pada integritas inti.
ANALISA KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) PADA IKAN KALENG SARDEN YANG DIPERJUALBELIKAN DI SUPERMARKET DAERAH PADANG BULAN MEDAN Adiansyah, Adiansyah; Ritonga, Ahmad Hafizullah
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK Vol 2 No 2 (2017): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.27 KB)

Abstract

Sarden (sardines) adalah salah satu jenis ikan kaleng yang paling umum dikonsumsi oleh manusia. Kadmium merupakan logam yang lunak berwarna putih seperti perak putih, biru muda, tidak berbau dan mudah rusak jika dikenai uap ammonia. Kadmium banyak digunakan sebagai pigmen warna cat, keramik, plastik, katode untuk Ni-Cd pada baterai, bahan fotografi, pembuatan tabung tv, kembang api, dan percetakan tekstil. Kadmium bersifat toksik pada manusia karena mengkonsumsi makanan dan minuman&nbsp; yang tercemar&nbsp; kadmium. Gejala keracunan kadmium biasanya ditandai dengan daya tahan tubuh melemah, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, rasa sakit dan panas di dada, dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru akut, nekrosis pada ginjal proteiuria dan anemia serta kematian pada dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Kadmium (Cd) pada ikan kaleng sarden dan apakah sudah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu 0,1 ppm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji laboratorium metode Spektrofotometer Serapan Atom (AAS). Penelitian ini telah dilakukan di supermarket daerah Padang Bulan Medan dan dilanjutkan pemeriksaan di Laboratorium penelitian Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) pada tanggal 10 â?? 25 Agustus 2016.Dari hasil penelitian tersebut bahwa ketiga sampel mengandung Cd, dengan kadar sampel 1 (0,000091ppm), sampel 2 (0,000098 ppm) dan sampel 3(0,000073) ppm. Maka dari hasil penelitian dinyatakan bahwa ketiga sampel memenuhi persyaratan SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu 0,1 ppm.
ANALISA KADAR LOGAM TIMBAL (Pb) METODE SSA PADA KERANG BULUH YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR BENGKOK PANCING MEDAN Ritonga, Ahmad Hafizullah; Adiansyah, Adiansyah
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK Vol 3 No 1 (2018): JURNAL ANALISIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.93 KB)

Abstract

Kerang buluh (Anadara pilula) merupakan salah satu jenis kerang yang hidup di dasar laut. Logam seperti Timbal (Pb) masuk kedalam tubuh kerang buluh melalui akumulasi dari pencemaran limbah industri dan kapal-kapal, karena habitat kerang terdapat pada dasar laut yang berpasir dan berlumpur. Kerang juga cukup baik dijadikan sebagai&nbsp; indikator&nbsp; pencemaran pada air laut karena sifat kerang yang hidup menetap dan menyaring makanan. Timbal (Pb) pada kerang buluh apabila dikonsumsi secara terus menerus akan menyebabkan penurunan IQ pada anak-anak, gangguan menstruasi serta aborsi spontan pada wanita, depresi, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, daya ingat terganggu, dan sulit tidur serta kematian pada dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar Timbal (Pb) pada daging&nbsp; kerang buluh dan apakah sudah memenuhi SNI No.7387 Tahun 2009 tentang ambang batas maksimum cemaran logam dalam pangan yaitu &lt;1,5 ppm. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan mengambil sampel kerang buluh di Pasar Bengkok Pancing Medan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Spektrofotometer Serapan&nbsp; Atom yang dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (Baristand Industri) Medan. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa keempat sampel mengandung Pb, dengan kadar sampel 2,1788 ppm, 1,3330 ppm, 1,0620 ppm dan 0,5481 ppm. Maka dari keempat sampel terdapat 1 (satu) sampel dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti kadar logam lain pada kerang buluh dan biota laut lainnya.
IDENTIFIKASI SALMONELLA SP PADA JUS WORTEL YANG DIPERJUALBELIKAN DI SEKITAR JALAN IRIAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Rizqoh, Debie; Adiansyah, Adiansyah
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK Vol 4 No 1 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.319 KB)

Abstract

Minuman merupakan kebutuhan utama manusia untuk dikonsumsi dan juga baik untuk kesehatan. Jus Wortel merupakan minuman yang diolah dengan cara diblender dan diberi tambahan gula dan es. Minum jus wortel adalah salah satu cara termudah untuk mendapatkan berbagai macam mineral dan vitamin penting dalam jumlah yang banyak, namun karena dalam pengolahannya kurang memperhatikan hygiene dapat membuat masuknya bakteri dalam minuman tersebut. Salmonella Sp adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid dan paratifoid. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jus wortel tersebut telah terkontaminasi dengan bakteri Salmonella Sp. Penelitian ini menggunakan metode Identifikasi dan Reaksi Biokimia (RBK).Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Populasinya adalah seluruh jus wortel yang dijual disekitar Jalan Irian Tanjung Morawa dan sampel diambil sebanyak 5 jus wortel yang diambil secara acak (random) dari populasi. Hasil penelitian dari 5 sampel yang diperiksa tidak ditemukan bakteri Salmonella Sp tetapi ditemukan bakteri lain. Dari hasil pemeriksaan penulis menyarankan agar penjual lebih memperhatikan kebersihan diri serta alat yang digunakan saat proses pengolahan jus wortel tersebut sehingga jus wortel tidak mudah tercemar oleh bakteri.
IDENTIFIKASI TELUR CACING SOILTRANSMITTED HELMINT PADA FECES ANAK SD INPRES 094151 PARAPAT KABUPATEN SIMALUNGUN P, Yunita; Adiansyah, Adiansyah
JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK Vol 4 No 2 (2019): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.198 KB)

Abstract

Soil-Transmitted Helminth (STH) menginfeksi lebih dari satumilyar orang di seluruh dunia. Penularan kecacingan yang ditularkan melalui tanah. Jenis-jenis yang termasuk&nbsp; Soil-Transmitted Helminth adalah merupakan cacing yang tahan terhadap lingkungan yang lembab dan hangat, ascaris lumbricoides dan trichuris trichiura cara penularannya hampir sama yaitu telur yang infektif terhirup melalui udara bersama debu. Hookworm cara penularannya oleh larfa melalui kulit dam mengalami migrasi ke paru-paru dan berkembang menjadi dewasa sering ditemukan di daerah yang hangat dan lembab dengan lingkungan kebersihan yang buruk. Tujuan untuk mengetahui jumlah keseluruhan&nbsp; siswa yang positif&nbsp; terinfeksi telur cacing Soil-Transmitted Helminth. Sampel ini diambil&nbsp; pada anak SD Inpres 094151 Parapat&nbsp; yang berjumlah 19 sampel. Metode dalam penelitian ini adalah metode sediaan Eosin1%.Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Medan dari 19 sampel dariSD Inpres Parapat 094151, maka ditemukan 8 sampel (42%) yang positif telur cacing soil transmitted helminth dalam tinja dan 11 sampel&nbsp; (58%) yang negative telur cacing soil transmitted helminth dalam tinja.Sebagai bahan informasi pada masyarakat dan anak SD untuk mengetahui bagaimana cara menjaga kebersihan di lingkungan sekolah. Untuk menegakkan diagnosa dengan temuan telur cacing dalam feces anak SD Inpres 094151.Untuk dapat menambah wawasan bagi penulis sendiri.Jika penggunaan metode Eosin 1 % dan tinja terlalu sedikit dan hasil yang diperoleh adalah negative maka disarankan pemeriksaan dilanjutkan dengan metode konsentrasi.