Sunyoto Eko Nugroho, Sunyoto Eko
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan LMS (Learning Management System) Berbasis Web untuk Mengukur Pemahaman Konsep dan Karakter Siswa Wibowo, Agung Tri; Akhlis, Isa; Nugroho, Sunyoto Eko
Scientific Journal of Informatics Vol 1, No 2 (2014): November 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah berkembang pesat dalam bidang pendidikan dengan lahirnya e-learning. E-learning dapat membantu guru dalam memantau keaktifan siswa dengan penugasan, forum diskusi maupun aktivitas lain, sehingga karakter dapat dideskripsikan melalui e-learning. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Software Learning Management System (LMS). LMS adalah aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan online, program pembelajaran elektronik (e-learning program) dan isi pelatihan. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki respon dari siswa terhadap LMS dan menguji keefektifannya dalam meningkatkan pemahaman konsep serta mengembangkan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan. Uji produk menggunakan Pre Experimental Design dengan jenis Pretest and Posttest One Group Design. Instrumen penelitian berupa angket uji ahli, angket tanggapan, tes tertulis dan lembar observasi karakter. Teknik analisis data uji kefektifan menggunakan uji gain. Hasil tanggapan siswa untuk keseluruhan aspek mendapatkan prosentase diatas 82,5% kategori sangat baik. Hasil uji gain pemahaman konsep sebesar 0,56 dengan kategori sedang, artinya LMS efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa. Sedangkan uji gain karakter 0,16 kategori rendah, artinya belum efektif mengembangkan karakter siswa.
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SELF REGULATION SISWA PADA TEMA SUHU DAN PERUBAHANNYA Rahmawati, Inna Latifa; Hartono, Hartono; Nugroho, Sunyoto Eko
Unnes Science Education Journal Vol 4 No 2 (2015): July 2015
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke kurikulum 2013 pada tujuan dan pendekatan untuk memperoleh tujuan pembelajaran IPA, menyebabkan evaluasi sebagai cara untuk mengukur ketercapaian tujuan juga mengalami perubahan. Evaluasi berfungsi untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar secara berkesinambungan. Salah satu bentuk penilaian yang menilai proses sekaligus memberikan feedback untuk perbaikan proses belajar mengajar adalah asesmen formatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan asesmen formatif yang valid dan meningkatkan kemampuan self regulation, serta mengetahui pengaruh kemampuan self regulation terhadap hasil belajar siswa pada tema “Suhu dan Perubahannya”. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, dengan desain pengembangan yang diadaptasi dari Sugiyono. Berdasarkan penilaian pakar, asesmen formatif dinyatakan valid secara isi, konstruksi, dan bahasa dengan kriteria layak dengan sedikit revisi (rata-rata 3,64) dan reliabel berdasar uji empiris (r = 0,694). Pada uji coba skala kecil, diperoleh keterbacaan asesmen formatif sebesar 94%, beberapa item direvisi agar sesuai dengan perkembangan bahasa siswa SMP. Hasil temuan penelitian menunjukkan (1) penggunaan asesmen formatif meningkatkan kemampuan self regulation siswa (n gain = 0,303); (2) kemampuan self regulation yang meningkat dengan diterapkannya asesmen formatif dalam pembelajaran, berpengaruh kuat (r = 0,64) dan signifikan (thitung = 4,737) terhadap peningkatan prestasi akademik siswa; serta (3) kemampuan self regulation berperan 41% terhadap prestasi akademik siswa, sementara 59% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan demikian, asesmen formatif yang dikembangkan telah memenuhi kriteria produk pengembangan yaitu valid, praktis, efektif, dan menunjukkan nilai tambah. The change from Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) to Kurikulum 2013 on purpose and approach to reach purpose in science education made evaluation as the way to measure achievement also changed.  Evaluation functioned to monitor the process, progression, and  remedical of learning outcome continuously. One kind of evaluation to assess process also give feedback in teaching and learning activity’s remedical is formative assessment. This research aimed to get valid formative assessment that increase self regulation ability and to know relation between self regulation ablility with academic achievement  in “Temperature and Its Changing”. This was research and development kind of research, with design adopted from Sugiyono. According to validator, design of formative assessment was valid with some revisions based on content, construct, and language (mean score = 3.64) and reliable based on empirical analysis (r = 0.694). In small experiment, design of formative assessment got 94%, some items were corrected in order to appropriate with language development of junior high school students. Result of the research showed that (1) the using of formative assessment increased students’ self regulation ability (n gain = 0.303); (2) self regulation ability that increased because of the using of formative assessment had strong affect (r = 0.64) and significant (t = 4.737) on students’ academic achievement, and (3) self regulation ability played role on students’ academic achievement (41%), whereas 59% other was influenced by another factors.Thereby, the developed formative assessment qualified as developed product, that was valid, practical, effective, and having added value. 
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN TEMA ENERGI PADA PEMBELAJARAN IPA TERPADU Hidayati, Titik; Nugroho, Sunyoto Eko; Sudarmin, Sudarmin
Unnes Science Education Journal Vol 2 No 2 (2013): July 2013
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF INVITATION INTO INQUIRY MODEL TO STUDENTS’ CRITICAL THINKING SKILLS IN DIFFRACTION GRATING MATERIAL Setiawan, Puji Agus; Nugroho, Sunyoto Eko; Marwoto, Putut
Unnes Science Education Journal Vol 7 No 2 (2018): July 2018
Publisher : Unnes Science Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is a fact that physics is related to the application of physic formulas and mathematic approach. Invitation into inquiry is a learning model which emphasizes on the solution of daily problem. This research aims to unveil the influence of invitation into inquiry model to students’ critical thinking skills. In this research, the researcher employed mixed methods design by combining quantitative and qualitative approaches. The subject of the research is the XII grade students of SMA Negeri 2 Blora, academic year 2017/2018. The collection of the data were in the sequence of observation, tests, interview, and questionnaire. The result of the research found that the t-test obtained the significance of 0.02 or t_count<t_table. The most influencing indicator of critical thinking is in the ability of making hypothesis where it had the biggest gap of N-gain. The conclusion of this research showed that the model of invitation into inquiry had positive influence to students’ critical thinking skills.
MODEL LEARNING COMMUNITY BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN IPA FISIKA SMP Munazah, Yuli; Sugianto, Sugianto; Nugroho, Sunyoto Eko
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.658 KB)

Abstract

Kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran berdampak pada hasil belajar yang kurang memuaskan. Learning community merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas. Siswa dituntut aktif dengan memegang peran masing-masing untuk saling bertukar pengetahuan dalam komunitas belajar. Proses bertukar pengetahuan dalam komunitas belajar memudahkan siswa untuk memahami materi sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada kelas yang menggunakan model learning community berbasis inkuiri terbimbing. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design dengan jenis nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar kognitif kelas eksperimen dengan n-gain 0,51. Ranah afektif meningkat dengan n-gain 0,01. Psikomotorik siswa meningkat dengan n-gain 0,66 dan 0,52. Kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan perbedaan hasil belajar dengan t hitung sebesar 3,288.  Peningkatan kelas eksperimen menyimpulkan bahwa model learning community dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. The lack of involvement of the student in following the lessons have an impact on learning outcome unsatisfactory. Learning community is one model of learning that can enhance the activity of the students in the class. Students are actively by holding their respective roles to exchange knowledge in learning communities. The process of exchanging knowledge within the learning community easier for students to understand the material so that the impact on improving student learning outcome. A research on improvement of learning outcome in the classroom using guided inquiry based learning community model. The method used is a quasi-experimental design with a kind of nonequivalent control group. The results showed an increase in cognitive learning outcome experimental class with n-gain 0.51. Affective increases with n-gain of 0.01. Psychomotor students increased by n-gain 0.66 and 0.52. Experimental class and control class shows differences in learning outcome by t calculate equal to 3.288. Improved experimental class concluded that the learning community model can be used to improve student learning outcome.
PENGEMBANGAN E-DIAGNOSTIC TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA SMA PADA POKOK BAHASAN FLUIDA STATIS Salma, Vidya Matarani; Nugroho, Sunyoto Eko; Akhlis, Isa
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.268 KB)

Abstract

Diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa perlu diketahui sedini mungkin agar siswa tidak mengalami kesalahan dalam memahami pengetahuan selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Developement) yang menghasilkan produk berupa e-diagnostic test. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kelayakan dan keefektifan produk, serta mengetahui profil pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis berdasarkan implementasi produk. Penelitian ini diawali dengan pengembangan instrumen dan media, kemudian dilanjutkan dengan uji kelayakan dan keefektifan produk, serta analisis profil pemahaman konsep siswa. Uji kelayakan produk menggunakan judgement expert. Uji keefektifan produk menggunakan korelasi nilai ulangan harian dan nilai ­e-diagnostic test siswa. Analisis profil pemahaman konsep siswa menggunakan kombinasi jawaban siswa pada e-diagnostic test. Hasil studi menunjukkan bahwa e-diagnostic test yang dikembangkan memiliki persentase kelayakan yang tinggi ( >80%) dan korelasi nilai yang tinggi (0,86). Hasil analisis profil pemahaman konsep siswa menunjukkan pemahaman konsep siswa beragam, terdiri dari pemahaman utuh, pemahaman sebagian, dan tidak paham. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disimpulkan bahwa e-diagnostic test yang dikembangkan layak, efektif, dan dapat menggambarkan profil pemahaman konsep siswa. Diagnosis of students’ learning difficulties needs to be known as soon as possible so that students do not experience an error in understanding the subsequent knowledge. This research was Research and Development that produced e-diagnostic test product. The purpose of this research was to know the properness and effectiveness of the product, and to know the profile of students’ concept understanding in static fluid based on the product implementation. This research was started by the development of instruments and media, continued with the properness and effectiveness test of the product, and analyze the profile of students’ concept understanding. The product properness test used judgement experts. The product effectiveness test used the correlation between daily test scores and students’ e-diagnostic test scores. The profile of students’ concept understanding used analysis students’ answer combination of the e-diagnostic test. Study result showed that the e-diagnostic test that was developed had high proper percentage ( >80%) and high scores correlation (0,86). Analyze result of students’ concept understanding profile showed that students’ understanding was varied consisted of whole relational understanding, instrumental understanding, and misunderstanding. Based on the research result above, it was concluded that the developed e-diagnostic test was proper, effective, and can describe the profile of students’ concept understanding.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS XI-IPA PADA MATA PELAJARAN FISIKA SMA NEGERI SE-KOTA PATI Sulistiarmi, Wike; Wiyanto, Wiyanto; Nugroho, Sunyoto Eko
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.397 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif dan sikap yang mencerminkan kreativitas siswa kelas XI-IPA SMA N se-kota Pati. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA se-kota Pati yang berjumlah 94 orang. Instrumen yang digunakan berupa soal tes, angket sikap dan lembar pengamatan. Hasil analisis tes kemampuan  berpikir kreatif menunjukkan bahwa  9,5% siswa memiliki kriteria sangat kreatif, 65,95% siswa memiliki kriteria kreatif, 22,34% siswa memiliki kriteria cukup kreatif dan 2,12% siswa memiliki kriteria kurang kreatif, data tersebut memberikan gambaran bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI-IPA SMA Negeri se-kota Pati termasuk dalam kriteria kreatif.  Sedangkan Sikap kreatif siswa berdasarkan indikator sikap kreatif siswa cenderung memiliki kemampuan bebas berpendapat. Meskipun begitu, siswa juga baik dalam melihat masalah dari berbagai sudut pandang, baik dalam mengajukan pertanyaan, rasa ingin tahu, daya imajinatif, dan orisinalitas berpendapat serta gagasan.
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA BERBENTUK GRAFIK Setyono, Anton; Nugroho, Sunyoto Eko; Yulianti, Ian
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.276 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah berbentuk grafik dan profil kesulitannya khususnya pada materi gerak lurus. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMP N 06 Petarukan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A. Metode pengambilan data dengan tes diagnostik dan dengan didukung oleh wawancara. Analisis dilakukan dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasilnya menunjukan bahwa rata – rata kemampuan pemecahan masalah grafik masih rendah dengan persentase setiap kemampuannya dimulai kemampuan interpretasi grafik (48,30%),  kemampuan interpolasi (34,36%), kemampuan ekstrapolasi (53,01%), dan kemampuan transformasi (48,61%). Profil kesulitan siswa didasarkan pada pencapaian KKM,  pengetahuan prasyarat, profil materi, miskonsepsi, serta tahap – tahap pemecahan masalahnya. Berdasarkan penguasaan KKM, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua indikator. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan pengetahuan prasyaratnya, siswa tidak mengalami kesulitan dalam menentukan luas bangun datar, tetapi pada operasi hitung dan persamaan linier termasuk dalam kategori kesulitan sedang. Untuk profil kesulitan siswa berdasarkan profil materi, siswa masih mengalami kesulitan untuk semua sub materi terutama percepatan. Profil kesulitan siswa berdasarkan miskonsepsi termasuk dalam kategori kesulitan tinggi (63,89%). Serta yang terakhir, profil kesulitan siswa berdasarkan tahap – tahap pemecahan masalah. Kesulitan siswa semakin naik dari mulai tahapan terendah yaitu  tahap memahami masalah dan tahapan tertinggi yaitu tahap peninjauan kembali.
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Fisika Berbasis Integrasi-Interkoneksi Nilai-Nilai Alquran Aslamiyah, Lailatul; Masturi, Masturi; Nugroho, Sunyoto Eko
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.831 KB)

Abstract

Using of powerpoint in learning still displays a lot of text, so it minimize its legibility and students feel difficult to understand the concepts of Physics. Therefore it needs an effective media for students, that is comic. This research aims to determine the characteristics, appropriateness, responses of students, and the effectiveness of developed comic media. The method used to achieve the goal is research and development method. The developed comic media has four characteristics, those are having islamic nuance, giving dynamic fluid material connected to Quran verses, giving characters values based on Quran, and there are page, which, tell about the characteristics of Prophet Muhammad SAW, Aisha r.a., and Sultan Fatah. The Comic media was stated appropriate as media by material expert and media expert. Students' responses to the media are very good because the comic is easier and more interesting to be understood than the book used.
Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Berbantuan Alat Peraga untuk Meningkatkan Penalaran dan Pemahaman Konsep Siswa Aeniah, Aeniah; Putra, Ngurah Made Darma; Nugroho, Sunyoto Eko
UPEJ Unnes Physics Education Journal Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : UPEJ Unnes Physics Education Journal

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.524 KB)

Abstract

The reasoning skills and students’ physics concept as the main capital for understanding physics extensively. One of the factors that influence the low reasoning and understanding of concepts is the learning that is delivered in the classroom. This study aimed to find out increase the reasoning skills and students’ physics concept and difference of the SFAE assisted by simple aids and learning SFAE without the simple aids. This study employed true experimental design with pretest - posttest control group design. In the experimental group of improvement were included in the high category while in the control group of improvement included the moderate category. Based on the comparison of t test, there are significant differences of the SFAE assisted by simple aids and learning SFAE without the simple aids.