Articles

Found 8 Documents
Search

Determination of Erosion Hazard Level And Bio-Mechanical Conservation In Post Merapi Eruption Land At Srumbung Magelang Wardoyo, S Setyo; Purnomo, H; Santosa, AZ Purwono Budi; Priyanto, Sugeng; Anshori, Muhktar
Forum Geografi Vol 28, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.056 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the Erosion hazard, to look for conservation of bio - mechanical techniques are appropriate . Research methods with overlies topographic maps, soil maps, land use maps, to obtain a Land Unit Map. Determined soil physical properties (texture, structure, permeability) and chemical properties of soil (soil organic matter), slope, slope length, broad of land unit, crops factor and value conservation factors that have been there for Land Unit. Each land unit is determined the amount of land erosion and erosion hazard level. Erosion hazard level is determined based on soil erosion, and soil depth. Erosion hazzard level is used to determine the bio-mechanical conservation, according Hardjowigeno and Sukmana (1995). The results showed that the highest erosion hazard level with an area of 12.947 ha is classified weight (Land unit 15A), and the classification of an area of 14.665 ha is clssified moderately (Land unit 6A). Soil conservation is done in areas with highest erosion hazard level by making individual terraces and “kerandang” planted as a cover crops.
Determination of Erosion Hazard Level And Bio-Mechanical Conservation In Post Merapi Eruption Land At Srumbung Magelang Wardoyo, S Setyo; Purnomo, H; Santosa, AZ Purwono Budi; Priyanto, Sugeng; Anshori, Muhktar
Forum Geografi Vol 28, No 1 (2014): July 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.056 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the Erosion hazard, to look for conservation of bio - mechanical techniques are appropriate . Research methods with overlies topographic maps, soil maps, land use maps, to obtain a Land Unit Map. Determined soil physical properties (texture, structure, permeability) and chemical properties of soil (soil organic matter), slope, slope length, broad of land unit, crops factor and value conservation factors that have been there for Land Unit. Each land unit is determined the amount of land erosion and erosion hazard level. Erosion hazard level is determined based on soil erosion, and soil depth. Erosion hazzard level is used to determine the bio-mechanical conservation, according Hardjowigeno and Sukmana (1995). The results showed that the highest erosion hazard level with an area of 12.947 ha is classified weight (Land unit 15A), and the classification of an area of 14.665 ha is clssified moderately (Land unit 6A). Soil conservation is done in areas with highest erosion hazard level by making individual terraces and “kerandang” planted as a cover crops.
PELATIHAN PRAKTIK PENGELASAN BAGI MANTAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI JAKARTA Dudung, Agus; Priyanto, Sugeng; Armeliza, Diab
Bahasa Indonesia Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.296 KB)

Abstract

ABSTRAK Bagi para mantan tenaga kerja Indonesia yang tidak kembali lagi ke luar negeri, tidak sedikit pengangguran atau tanpa pekerjaan, mengingat bekal pengetahuan dan keterampilan yang minim, rasanya sulit untuk bekerja di sektorformal sebagaipegawai kantor atau perusahaan, apalagi daya tampung sektor ini terbatas. Dengan melihat kondisi para TKJ, pengangguran tidak memiliki bekal keterampilan yang dapat diandalkan sebagai pekerja. Maka salah satu bentuk keterampilan las. Adapun Tujuan kegiatan ini adalah sebagai berikut: (J)Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para mantan TKJ, untuk mencapai standar kompetensi yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. (2) Memutakhir• kan kompetensi keterampilan para mantan TKI untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, dalam perkem• bangan ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk memfasilitasi proses sumber daya manusia yang berkualitas. (3) Meningkatkan sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional. (4) Menunjang pengembangan karir para mantan TKI di bidang pengelasan. Khalayak Sasaran Para Mantan Tenaga kerja Indonesia ( TKJ) yang tidak pergi lagi ke luar negeri dan be/um dapat pekerjaan tetap, dan mereka bekerja serabutan di Jakarta. Para man tan TKI ini berasal dari Desa Teluk labuan Pandeglang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berhasil dengan baik. Penguasaan teknik pengelasan juga cukup baik lebih dari 85% peserta menguasai teknik yang baik dan benar; walaupun be/um dapat dikatakan mahir. Kata Kunci: Pengelasan, TKI
PELATIHAN PRAKTIK MESIN CNC BAGI GURU-GURU SMK JAKARTA Dudung, Agus; Priyanto, Sugeng; Lubi, Ahmad
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.015 KB)

Abstract

Bagi para guru di DKI Jakarta  menurut data sekolah dinas DKI Jakarta banyak guru guru muda di sekolah yang belum mendapatkan pelatihan mesin CNC padahal bagi guru produktif wajib mempunyai sertifikat mesin CNC, terutama guru yang mengajar mesin CNC. Untuk para guru muda yang belum mendapatkan sertifikasi mesin CNC, mengingat bekal pengetahuan dan keterampilan yang minim, rasanya sulit untuk mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan. Tujuan kegiatan pengambidian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan keterampilan mesin CNC dari dua aspek, yaitu aspek teknologi/teknik tentang mesin CNC, dan aspek pemeliharaan mesin CNC. Khalayak sasaran adalah para guru yang belum mendapatkan sertifikat permesinan dan yang betul-betul berminat dan mempunyai potensi untuk berkembang. Jumlah peserta yang  aktif  adalah  21  orang,  sebagian  besar  berasal  dari  beberapa  Sekolah  Menengah Kejuruan di antaranya, SMKN 1 Bekasi, SMKN 5 Jakarta, SMK Karya Guna dan SMKN 26 Jakarta.  Berdasarkan  evaluasi  yang  telah dilaksanakan,  dari aspek  teknik, pelatihan  ini dapat  dikatakan  cukup  berhasil.  Lebih  dari  90%  peserta  menguasai  teknik  permesinan dengan baik. Untuk aspek manajemen perawatan mesin CNC, Berdasarkan evaluasi yang telah dilaksanakan, dari aspek teknik, pelatihan ini dapat dikatakan cukup berhasil   ABSTRAK For teachers in DKI Jakarta, according to DKI Jakarta school data, many young teacher teachers in schools who have not received CNC machine training have yet to have a CNC machine certificate, especially teachers who teach CNC machines. For young teachers who have not been certified CNC machines, given the lack of knowledge and skills, it is difficult to teach in Vocational High School.The purpose of this community-driven activity is to provide CNC machine skill training from two aspects, technological aspects / techniques on CNC machines, and maintenance aspects of CNC machines.Target audiences are teachers who have not received a certificate of machineryand who are genuinely interested and have the potential to develop. The number of active participants is 21 people, mostly from several Vocational High Schools among them, SMKN 1 Bekasi, SMKN 5 Jakarta, SMK Karya Guna and SMKN 26Jakarta. Based on the evaluation that has been implemented, from the technical aspect, this training can be quite successful. Over 90% of participants mastered the engineering technique well. For management aspects of CNC machine maintenance, Based on the evaluation that has been implemented, from the technical aspect, this training can be quite successful
WORKSHOP HIGHER ORDER THINGKING SKILLS BAGI GURU SMK DI DKI JAKARTA Hasanah, Uswatun; Dudung, Agus; Priyanto, Sugeng
Bahasa Indonesia Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.908 KB)

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this Activity is to provide good quality HOT test quality training seen from: (a) Validity and reliability of the test (b) Grain analysis to see the difficulty index and Different power. Target Audience in this activity is the teachers of SMK in Jakarta, who really interested and have the potential to develop. The number of active participants is 25 vocational teachers. The participant will then transfer the training activities to the other teachers through each school. The type of activity material is this training theory and practice, with 20% theory composition and 80% practice covering aspects of data analysis techniques with computer assistance through SPSS program and ITEMAN program. Theory is given before engaging in practical activities or integrated during the direct practice by the participants. Based on the results of the exercises made some conclusions. There are two aspects of training materials provided to teachers in Jakarta, namely the technical aspects of HOT problem making skills and aspects of ITEMAN program use. Based on the evaluation that has been implemented, from the technical aspect, this training can be quite successful. Over 90% of participants mastered the material well, this training can be quite successful. Given the time of limited service activities. Nevertheless, in general, this service activity received a positive response from the teachers especially trainees, and schools in general. In relation to the implementation of this activity, suggestions may be made: (a) For the trainee's teachers, the knowledge and skills possessed should be developed on their own. The way that can be taken for example, teaching in a relavan. (b) For the implementing team of dedication activities, to be considered for holding the same training but with more in-depth material in the coming year. The goal is to achieve the desired end goal. namely to make the professional teachers in the field. (c) It is good that teachers continue to develop practical practices in schools.   ABSTRAK: Tujuan Kegiatan ini adalah Untuk memberikan pelatihan pembuatan kualitas tes HOT yang baik dilihat dari: (a) Validitas dan reliabilitas tes (b) Analisis butir untuk melihat indeks kesukaran dan Daya beda. Khalayak Sasaran dalam kegiatan ini adalah para Guru SMK di Jakarta, yang betul-betul berminat dan mempunyai potensi untuk berkembang. Jumlah peserta yang aktif adalah 25 Guru SMK. Peserta itu nantinya akan mentransfer kegiatan pelatihan tersebut ke para guru yang lainnya lewat masing-masing sekolah. Jenis materi kegiatan adalah pelatihan ini teori dan praktek, dengan komposisi 20% teori dan 80% praktek yang mencakup aspek teknik analisis data dengan bantuan komputer melalui program SPSS dan program ITEMAN. Teori diberikan sebelum melakukan kegiatan praktek atau diintegrasikan selama praktek langsung oleh peserta. Berdasarkan hasil latihan yang dilakukan didapat beberapa kesimpulan, Terdapat dua aspek materi pelatihan yang diberikan terhadap para guru di Jakarta, yaitu aspek teknik keterampilan pembuatan soal HOT dan aspek penggunaan program ITEMAN. Berdasarkan evaluasi yang telah dilaksanakan, dari aspek teknik, pelatihan ini dapat dikatakan cukup berhasil. Lebih dari 90% peserta menguasai materi dengan baik, pelatihan ini dapat dikatakan cukup berhasil. Mengingat waktu kegiatan pengabdian yang terbatas. Namun demikian secara umum kegiatan pengabdian ini mendapat respons yang positif dari para guru peserta pelatihan khususnya, dan sekolah pada umumnya. Berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan ini, saran yang dapat disampaikan: (a) Bagi para guru peserta latihan, bekal pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki ini hendaknya dikembangkan sendiri. Cara yang dapat ditempuh misalnya, mengajar dibidang yang relavan. (b) Bagi tim pelaksana kegiatan pengabdian, supaya dipertimbangkan untuk mengadakan pelatihan yang sama namun dengan materi yang lebih mendalam di tahun mendatang. Tujuannya adalah agar tercapainya tujuan akhir yang diharapkan. yaitu menjadikan para guru yang professional pada bidangnya. (c) Ada baiknya para guru tetap mengembangkan latihan-latihan praktik di sekolah.
SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU BERBASIS WEB PADA POLITEKNIK SAINS & TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA Priyanto, Sugeng; Siradjuddin, Hairil Kurniadi
IJIS - Indonesian Journal On Information System Vol 3, No 1 (2018): APRIL
Publisher : POLITEKNIK SAINS DAN TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.276 KB)

Abstract

Politeknik Sains & Teknologi Wiratama Maluku Utara merupakan salah satu instansi yang bergerak di bidang pendidikan yang menerapkan teknologi informasi dalam membantu kegiatan operasionalnya, sistem pelayanan pendaftaran dan informasi penerimaan mahasiswa baru masih bersifat konvensional dimana calon mahasiswa baru tersebut harus datang ke kampus tersebut untuk melakukan pendaftaran, dilain sisi informasi yang lain yang berhubungan dengan pendaftaran sampai kelulusan calon mahasiswa tersebut harus datang untuk menanyakan lansung ke panitia dan melihatnya dipapan pengumuman sehingga dianggap kurang efektif. Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah data sekunder, yaitu jenis data yang di dapat dari dokumen yang dijadikan sebagai referensi. Sumber data yang di dapat oleh peneliti yaitu pada objek penelitian di Politeknik Sains & Teknologi Wiratama Maluku Utara. Sistem ini dapat mempermudah admin dalam pengolahan dan pengelolaan data calon mahasiswa baru. Serta dapat mempercepat informasi pendaftaran dan pengumuman hasil calon mahasiswa baru melalui website. dan meningkatkan kinerja dan pelayanan pada Politeknik Sains & Teknologi Wiratama Maluku Utara lebih efektif dan efisienKata kunci: Sistem Informasi, Mahasiswa Baru, Website
RANCANG BANGUN DRUM OVEN MESIN PENGERING LIMBAH IKAN UNTUK PAKAN TERNAK Priyanto, Sugeng
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2405.085 KB)

Abstract

Minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah ikan dan belum adanya penerapan teknologi dalam pengelolaan limbah ikan. Hal ini yang menyebabkan limbah ikan hanya dibuang ke laut atau dijual ke pengepul dengan harga murah. Limbah ikan dapat diolah menjadi tepung ikan yang sangat baik sebagai nutrisi tambahan pakan hewan ternak maupun ikan. Penelitian ini membuat”Rancang Bangun Mesin Penggiling Limbah Ikan Menjadi Tepung Ikan”. Pembuatan mesin penggiling limbah ikan ini dimulai dari melakukan studi literatur dan observasi untuk merencanakan dan menentukan mekanisme penggilingan limbah ikan. Setelah itu menyiapkan komponen alat dan bahan untuk pembuatan dan perakitan alat. Setelah alat sudah jadi dilakukan pengujian. Rancang bangun mesin mengunakan motor Type YAL 632 – 4, puli dengan putaran motor 1370rpm, Poros pada pisau berdiameter 18 mm dan system pemanas berupa blower dan heater. Setelah dilakukan perhitungan, rancang bangun alat menggunakan motor 180 watt, dengan gear reduksi 1 : 25 dengan kecepatan akhir 55 rpm, dengan kecepatan sabuk 12.3 m/s. poros memiliki tegangan geser 4 kg/mm2 dan torsi 1279.7 kg.mm. sedang drum yang digunakan memiliki kapasitas 60 liter dan kapasitas ikan yang dikeringkan sebanyak 9 liter.
PROTOTYPE ALAT BEJANA PEMBAKARAN Priyanto, Sugeng
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of designing a pyrolysis reactor vessel with an electric heating system is intended to design a pyrolysis reactor vessel functioned as a heating chamber for pyrolysis test materials to convert biomass into energy. The vertically-designed torspherical vessel consists of a torispherical shell and head, with a temperature control system designed using a PID control temperature device as its main controller and uses SSR as a voltage controller actuator and uses thermocouple as its temperature sensor and on its heating system using electric heating element. obtained from the test results is the heating rate obtained is 0.25³C / sec with the maximum temperature obtained 480˚C within 30 minutes and the cost required for a single process of Rp 5,500,